Cinta Anggita

Cinta Anggita
Jessy dan Gilang


__ADS_3

Saat Fahri dan Gita turun produksi sudah bersih." Widiih ... Udah bersih nih." Ledek Fahri ke Joko.


"Iya dong, tadi meeting apa Git, Fahri?" Tanya Joko


"Itu yang kunjungan kan pak bos kita ini kan baru jadi butuh penjelasan seperti apa". Gita menjelaskan ke Joko sekaligus duduk di bangku kumpul dengan teman-teman.


Dan seperti biasa saat teman teman nya sudah pulang. Hanya Gita yang masih di taman belakang dengan mendengarkan musik. Untuk menghilangkan jenuh menunggu Reni.


Dari ruangan atas seperti biasa ada seorang pria yang sedang memperhatikan Gita yang duduk sendirian di taman belakang siapa lagi kalau bukan Gilang.


Gilang terus memperhatikan Gita. Entah kenapa setiap kali melihat Gita. Dirinya teringat kata-kata Jessy. Anak semata wayangnya itu selalu membicarakan tentang Gita setiap kali bersama papahnya.


flashback on


Saat berada di dalam mobil, sehabis pulang menjemput Jessy. Sang anak bercerita kepada papah nya.


"Pah aku boleh kan kalau nanti main lagi kerumah ka Gita. Aku senang banget deh pah main di situ. Ka Gita orang nya baik loh Pah, Bu Siti, dan pak Jaka juga baik sama Jessy. Mereka baik baik Lucu lucu Jessy senang deh main kesitu lagi. Boleh ya pah kalau Jessy main ke rumah Ka Gita?" Tanya Jessy ke papahnya dengan wajah memohon. Dan itu sungguh menyebalkan bagi Gilang karena ia tak tega jika harus melihat anaknya dengan wajah memohon.


"Iya boleh nak kamu boleh main kalo kak Gita nya tidak sibuk ya. Tapi kamu juga tidak boleh nakal main di sana ya". Jawab Gilang.


"Horeeee..... Jessy boleh main kerumahnya Ka Gita. Soalnya ka Gita mau buatin Jessy cake tiramisu loh Pah. Nggak sabar jadinya nya deh.. Pah menurut papah ka Gita itu orangnya baik tidak . Jessy suka sama ka Gita. Andai saja ka Gita itu jadi mamah Jessy . pasti Jessy senang banget punya mamah kaya ka Gita. Sudah baik,penyayang, Lucu, pinter masak lagi. Semua makanan Ka Gita itu enak pah." Kata Jessy dengan wajah polosnya. Mendengar Kata kata Jessy itu membuat kepala Gilang semakin berdenyut.


"Mana mungkin pula Gita jadi mamah nya. Dia saja sudah punya pacar ".


"Jessy Mana mungkin ka Gita jadi mamah Jessy. KA Gita itu sudah ada KA Andi. Jessy tau kan yang kemarin bertemu di kolam renang itu. Tidak semua keinginan Jessy itu harus di turuti. Jessy tidak boleh seperti itu ya paham kan kamu. Papah jadi pusing Jessy yang kamu bicarakan KA Gita terus." Kata kata Gilang membuat mata Jessy basah.


"Papah jahat, Jessy hanya mau KA Gita yang jadi mamah Jessy. Jessy tidak mau yang lain jadi mamah Jessy. Semua tuh tidak ada yang baik sama Jessy, semua hanya sayang papah. Kalau ka Gita Jessy yakin Ka Gita sayang sama Jessy. Jessy akan terus berdoa dan meminta sama Allah agar KA Gita jadi mama Jessy. Tidak boleh yang lain titik ". Jessy menangis suaranya semakin kencang membuat Gilang semakin pusing.

__ADS_1


Untung saja mobil mereka sudah sampai di rumah orang tua Gilang. Jadi tidak bahaya untuk mereka. Karena pusing di kepalanya semakin terasa berdenyut. Apa lagi saat Jessy bilang inginkan Gita jadi mamahnya. Kepalanya seperti terasa ingin pecah.


"Hayo kita turun". Pinta Gilang , dan Gilang pun keluar dari mobil. Lalu membukakan pintu untuk anaknya.


Jessy menangis berlari masuk ke dalam rumah Opa dan Oma nya. Terlihat Opa dan Oma nya sedang menunggu kedatangan sang cucu. Namun pak Hendra dan Bu Yuni di buat kaget karena sang cucu menangis.


"Opa.. Oma.. Hhhuuuu... Hhhuuuu... Papah jahat sama Jessy. Papah sudah tidak sayang sama Jessy. Jessy marah sama papah." Adu Jessy ke sang Oma dan Opa nya.


"Kenapa cucu Opa nangis. Papah nakal kenapa. Biar Opa hukum nanti kenapa sayang nya Opa. Cuuup cuup cuuuppp..." Kata pak Hendra yang menghibur sang cucu.


Sang bunda pun melihat sang anak terlihat sangat suntuk dan kusut. Jadi bingung harus bagaimana. Gilang duduk di sofa dekat bunda nya. Dengan memijat keningnya yang terasa berdenyut." Gilang itu Jessy menangis kenapa sayang?" Tanya Bu Yuni secara halus. Karena Bu Yuni tau kalau Gilang itu orang yang keras kadang suka marah. Namun kemarahan nya bisa reda jika melihat sang anak di dekat nya.


"Permintaan Jessy Bun yang bikin aku kesal, dan aku bingung harus bagaimana. Benar benar kepalaku pusing sekali Bun." Ucap Gilang dengan kepala yang bersandar di sofa.


"Memang Jessy minta apa si Gilang , sampai Jessy menangis seperti ini. Apa sesulit itu permintaan Jessy buat kamu sebagai ayah." Tanya pak Hendra dengan nada sedikit tak mengenakan .


"Yah tanya saja sama cucu kesayangan ayah itu. Semua apa apa kan ayah selalu turuti." Jawab Gilang yang mulai merasa kesal.


"Jessy bilang ke papah kalau Jessy ingin KA Gita untuk jadi mamah jessy Oma. Jessy tidak mau sama yang lain. Jessy hanya ingin KA Gita yang jadi mamah Jessy titik". Jawaban Jessy membuat pak Hendra dan Bu Yuni membelalakkan matanya. Tapi tidak dengan Gilang yang hanya memijat keningnya saja.


Pak Hendra dan Bu Yuni saling berpandangan lalu mereka menatap sang anak yang sedang bersandar dengan mata terpejam.


"Maksud kamu Gita karyawan atah yang di pabrik itu. Yang bertubuh gemuk, yang teman nya Reni itu Lang. Yang ayah tugas kan di bagian produksi bukan Lang". Tanya pak Hendra. Yang di angguki Gilang berarti tanda membenarkan.


"Tapi menurut bunda dia itu bukan gemuk tapi padat, bunda suka melihat gadis seperti itu. Lagian dia juga cantik Jessy pasti bilang seperti itu karena Jessy pasti nyaman sama dia pah. Betul tidak Gilang, kalau Jessy nyaman sama Gita itu." Tanya Bu Yuni dan lagi lagi Gilang pun mengangguk.


"Memang benar Jessy nyaman sekali sama dia Bun. Gilang juga bingung kenapa Jessy dekat sekali dengan Gita. Stiap kali Gilang lihat Jessy slalu nempel dengan Gita Bun." Jawab Gilang yang menatap sang anak masih berada di gendongan sang Opa nya.

__ADS_1


"KA Gita itu baik pah, lembut, penyayang seperti Oma. Jessy sayang sama ka Gita. Boleh kan Jessy berdoa agar KA Gita itu untuk Jessy. Biar bisa jadi mamahnya Jessy." Kata Jessy dengan polosnya. Membuat pak Hendra dan Bu Yuni tersenyum mendengar ucapan Jessy.


"Iya sayang, kamu minta lah sama Allah agar kamu punya mamah kaya ka Gita." Kata pak Hendra.


flashback of.


"Apa spesial nya kamu si Git buat Jessy. Kamu itu di mata Jessy kamu itu sepesial banget. Saya jadi bingung harus bagaimana. Saya tidak bisa memberikan jawaban apapun untuk Jessy. Saya hanya takut anak saya berharap sama kamu Gita. Agar Allah saja yang memberikan jawaban dari pertanyaan dan permintaan Jessy ". Kata Gilang yang masih melihat Gita dan Reni di taman belakang. Dari jendela dari ruang kerjanya .


****


Balik ke Gita dan Reni.


"Reni gue nanti mau kerumah Lo ya gue mau ngomong sama kakak Lo ". Kata Gita .


" Itu yang gue mau tanya, hubungan antara Bu Mutia,elo, dan Abang gue apa?" Tanya Reni yang sudah penasaran sejak tadi siang.


Gita bingung harus bercerita dari mana. Memang sebenarnya Reni benar benar tidak tahu kalau Gita itu berpacaran dengan kakaknya.


"Gue akan cerita tapi Lo harus janji ya Lo jangan marah, janji jangan marah sama gue atau Abang Lo". Kata Gita dengan tatapan serius ke arah Reni.


"Ya gue nggak akan marah. Tapi asal Lo cerita dengan jujur Git." Jawab Reni .


"Iya tapi ceritanya jangan di sini ya Reni. Kita cari tempat lain." Kata Gita dan di angguki oleh Reni.


Dan mereka pun meninggalkan taman belakang dan absen pulang. Reni dan Gita pun pergi menaiki kuda terbangnya.


Mereka menaiki kuda terbang menyusuri jalan.

__ADS_1


Gita dan Reni mengendarai kuda terbang nya menuju taman. Tempat anak muda biasa kumpul kumpul. Sebelumnya Gita dan Reni sampai taman. Mereka jajan beli minuman dan makanan buat kasih makan pelihara mereka di dalam perut agar tidak banyak yang demo.karena cacing cacing di dalam perut mereka sudah banyak yang demo..


bersambung.....


__ADS_2