
" Ow begitu, yasudah Jenni nanti kamu berteman ya sama Jessy anak om dan Tante." Jenni pun mengangguk." Baik kalau begitu kami masuk ya, pak, Bu saya masuk dulu ya". Pamit Gilang dengan mengusap rambut Jenni, lalu pak Rohmat dan istrinya pun mengangguk kan kepalanya.
Kini Gilang sudah mengajak Gita masuk, untuk melihat ruangan di dalam. Gilang membuka pintu kamar dan memberi tau kalau itu kamar Jessy .
" Jessy sayang, ini kamar kamu. Belum lama papah menyuruh ganti warna kamar kamu, bagaimana kamu suka tidak warnanya.?" Jessy melihat keliling kamarnya ,di sana juga ada boneka Teddy bear yang besar warna ungu. Dan banyak lagi boneka yang disimpan di lemari kaca.
"Waaah... Aku suka pak, suka banget pah. Warna kamarnya pun aku juga suka, Trimakasih ya pah.Mmuuuaachh... " Jessy mencium pipi papahnya, saking senangnya.
Gita yang melihatnya pun terkekeh, karena melihat Jessy segitu antusias menyukai kamarnya.
"Alhamdulillah kalau anak papah ini suka sama kamar baru nya, papah senang jadi kalau kamu suka." Gilang mengusap kepalanya anaknya lalu mencium kening putri kecilnya itu.
"Kalau begitu aku di sini aja ya pah, mah .? Aku mau mainin boneka Teddy bear nya." Gilang dan Gita pun mengangguk dan tersenyum.
"Yasudah papah mau kasih tau kamar papah ya, nanti kamu nyusul saja ke kamar papah." Jessy pun mengangguk, lalu Gilang dan Gita pun meninggalkan Jessy, yang asyik bermain bonekanya.
Lalu Gilang berjalan bersama Gita memberi tahu letak kamar mereka. Saat berada di depan pintu, Gilang membuka pintu kamar nya.
"Naaah sayang ini kamar kita, bagaimana kamu suka tidak.?" Gita melihat keliling kamar mereka.
Perpaduan dua warna abu-abu dan tosca. Gilang sengaja memberikan tambahan warna tosca untuk kamarnya. Karena warna itu, warna kesukaan Gita. Karena kamar nya Gilang dulu itu, hanya satu warna yaitu abu abu.
Gilang melihat senyum di bibir istrinya, dan Gita pun mengangguk kan kepalanya.
"Suka mas, bagus kamarnya. Trimakasih ya mas".
"Syukur kalau kamu suka sama kamarnya. Yuk ikut aku kesana". Sambil menunjuk arah pintu kaca.
Lalu Gilang berjalan ke arah pintu kaca, lalu di buka pintunya. Ada balkon kamar,ada kursi dan meja kecil di sana.
"Ada balkon kamar juga mas, memang sudah ada ya dari dulu ya.?"
"Iya Git, aku paling suka kamar lantai atas, dan ada balkon di kamar ku. Entah lah suka aja melihat langit dan pemandangan dari atas seperti ini."
__ADS_1
Gita hanya mengangguk kan kepalanya, dan ber-oo saja. Lalu Gilang berjalan mendekat kearah Gita, lalu memeluk tubuh Gita dari belakang.
"Kamu suka tidak sama rumah ini.?"
" Suka mas, bagus lagi". Gita tersenyum, Gilang pun sama ikut tersenyum.
" Apa yang kamu suka, aku pun sama. Apa yang kamu rasa, aku pun juga sama merasakan nya. Sayang aku harap nanti jangan ada yang di sembunyikan dari aku ya. Kita sudan menjadi suami istri, jadi apa yang aku tau dan aku rasa, kamu juga sama. Dan sebaliknya, saling berbagi cerita, agar kita bisa selesaikan bersama-sama.?"
" Maksudnya mas, maaf aku tidak paham."
Lalu Gilang mengajak Gita duduk di kursi yang letaknya di atas balkonnya. Gilang menatap mata istrinya dalam dalam.
"Aku tau masalah kamu sama Hilda, aku sengaja membawa kamu keluar dari rumah. Aku tau kamu gak nyaman dengan adanya adik aku itu.?" Mendengar itu Gita menunduk, tak berani menatap mata suaminya.
" Maafkan kesalahan adik aku ya, apa yang sudah ia lakukan sama kamu Git.?"
" Mas kamu tau dari mana tentang aku dan Hilda.?"
" Mas aku sudah melupakan kenangan pahit itu. Dan apa lagi Hilda itu adik kamu, berarti adik aku juga. Dan aku sudah pasti memaafkan adik kamu mas, aku juga yakin adik kamu anak baik.?"
Gilang pun tersenyum dan membelai lembut pipi Gita." Benar ya kata Jessy kamu itu gadis baik. Pantas dia meminta aku untuk menjadikan kamu mamah untuk Jessy. Ternyata pilihan Jessy tepat. Aku menikahi gadis baik, punya hati yang tulus dan suci. Walaupun kadang kamu suka ngambek si sama aku, tapi tetap aku suka." Gilang sambil mengedipkan mata sebelah nya.
Dan Gita tersipu malu, melihat suaminya yang mengedipkan mata untuk nya.
"Mas mata kamu kenapa.?" Kelilipan ya. Mas kamu dulu pertama kali aku Liat kamu seperti kutub Utara, tapi kenapa sekarang kamu jadi seperti ini sih.? Jadi genit, malah sekarang agresif banget lagi, udah kaya ular habis ganti kulit tau gak.?"
Gilang membelalakkan matanya mendengar istrinya bicara seperti itu. Gilang menunjukkan wajah garangnya ke Gita." Maksud kamu bicara seperti itu apa haa.?"
Gita yang melihat suaminya dengan ekspresi seperti itu, sedikit takut.
"Maaf mas, aku gak bermaksud buat kamu marah". Gita menundukkan wajahnya. Dengan sedikit tersenyum, lalu Gilang menggelitik tubuh istrinya, sampai Gita terkejut dan tertawa karena merasa geli.
"Hahaha... Udah mas ampun mas geli..."
__ADS_1
"Rasakan ini, siapa suruh kamu nyamain aku seperti ular yang berganti kulit. Dan kamu bilang apa, aku seperti kutub Utara, rasakan ini seberapa agresif nya aku Git". Ucap Gilang yang sambil tertawa terbahak bahak.
Lalu tiba-tiba Jessy datang melihat kedua orangtuanya sedang tertawa Jessy pun ikut tertawa.
"Papah ngapain mamah.?" Jessy ikut tertawa melihat kedua orang tuanya sedang bercanda.
"Jessy tolong mamah dong, papah kamu nakal nih". Adu Gita ke Jessy, membuat Gilang melepaskan tangannya dari Gita.
" Kenapa Jessy mau seperti mamah, ayo sekarang Jessy yang papah kelitiki". Kata Gilang yang menggelitik tubuh Jessy sampai Jessy tertawa terbahak-bahak karena merasa geli.
Suara tawa dari kamar mereka bertiga menggema di kamar. Lalu bergantian Gilang yang di kelitiki oleh anak dan istrinya.
Kini sebulan sudah mereka menempati rumah baru mereka,dan Jessy pun sudah mempunyai teman bermainnya. Dan tak lupa Jenni pun ikut bermain bersama Jessy. Kini Gilang Gita dan Jessy sudah menjadi keluarga yang lengkap,dan bahagia.
******
Dan pernikahan Reni dan Lukman pun sudah semakin dekat. Setelah melakukan fitting baju pengantin,dan prewedding, serta menyebarkan undangan untuk kerabat dan teman-teman Reni dan Lukman. Tak lupa Gita juga ikut membantu menyebarkan undangan ke teman teman masa sekolah mereka berdua.
Dan Gita meminta izin ke Gilang, untuk mengantarkan Reni mengantar undangan ke temannya, di salah satu daerah Jakarta barat.
Tiba kini Gita dan Reni sampai di depan rumah temannya, dan mereka mengucapkan salam.
" Assalamualaikum..."
Dan saat Reni dan Gita datang kerumah Aldo salah satu teman SMA nya, Gita di kejutkan adanya dua orang yang Gita dan Reni kenal.
Reni dan Gita saling memandang, Aldo dan dua laki laki yang Reni dan Gita kenal oun menghampiri mereka.
"Waalaikumsallam, Gita Reni. Ada apa nih, yuk masuk kebetulan banget ada Arya dan Andi lagi main kesini. Kita udah seperti reunian ya." Ajak Aldi menyuruh masuk para dua mantan kekasih mereka.
Sedangkan empat orang itu saling diam, tak ada yang saling menjawab.
Sedangkan Andi hanya menatap Gita dalam dalam, dan juga Arya yang menatap mantan pacarnya yang sudah lama tidak pernah bertemu.
__ADS_1