Cinta Anggita

Cinta Anggita
Mendengarkan cerita Jessy


__ADS_3

"Jangan bohong, pasti kamu memikirkan permintaan Jessy yang tadi ya.?" Gita pun mengangguk." Jangan di masukin ke hati, permintaan Jessy. Anak itu rezeki dan titipan Allah. Jadi kita harus sabar dan terus berusaha sampai titipan itu datang ke kita. Kamu tau itu kan, kita hanya bisa bersabar. Kalau Allah belum memberikannya, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita hanya berusaha saja Git, Lagian pernikahan kita baru berjalan tiga bulan. Jangan memikirkan masalah ini terlalu lama ya, aku gak ingin kamu sakit Git. Karena memikirkan masalah anak, karena anak itu titipan". Gita pun mengangguk mendengar ucapan suami, lalu Gita pun menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya. Gilang pun dengan lembut membelai rambut istrinya.


"Iya mas, trimakasih kamu memang suami yang pengertian. Beruntung aku di nikahi pria baik, dan pengertian seperti kamu".


" Iya sayang aku pun juga sama beruntung memperistri kamu. Sudah cantik, baik hatinya, penyayang sama keluarga pula. Tidur yuk sudah malam".


Gita pun mengangguk kan kepalanya, dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. Sambil menghadap wajah suaminya, dan tersenyum.


"Mas.." panggil Gita saat Gilang memejamkan matanya


"Heemm..."


"Aku ingin bilang sesuatu sama kamu.?"


"Apa...?" Dengan mata masih terpejam.


" Aku lusa besok aku ingin jalan sama Reni dan Jessy boleh tidak.?"


Mata Gilang pun langsung terbuka saat Gita meminta izin." Kamu mau jalan kemana.?"


"Eeemm .. ke Mall, jalan jalan aja mas. Main dan makan makan di luar sana Jessy dan Reni . Boleh tidak mas.?" Gita menunjukkan wajah memohon kepada suaminya itu.


"Yasudah boleh, tapi ingat jangan keluyuran ketempat lain ya."


"Iya mas lagian emang mau keluyuran ke mana? kan aku sama Jessy dan Reni." Kata Gita dengan mencebik kan bibirnya.


"Kamu, Jessy dan Reni sama nya sebelas, dua belas, tiga belas. Apalagi di tambah sepupu kamu itu makin jadi kelakuan kalian itu". Cerocos Gilang membuat Gita cekikikan. Dan justru Gilang malah tersenyum.


"Beneran jadi aku boleh keluar ngajak Jessy.?" Gita memastikan kembali, dan dapat anggukan kepala dari suaminya. Gita pun merasa senang." Trimakasih ya mas, muuaaacch...." Gita mencium pipi suaminya, Gilang pun terkekeh dengan sikap Gita yang mencium pipinya.


Entahlah Gilang merasa akhir akhir ini Gita terlihat sangat manja kepada nya. Bahkan Biasa nya kalau tidur Gita langsung tidur, tapi ini Gita ingin minta di peluk Terus. Namun itu justru membuat Gilang menyukai kemanjaan dari istrinya itu.

__ADS_1


*


*


*


*


Dua hari kemudian Gita, Reni,dan Jessy. Mereka berjalan-jalan mengunjungi salah satu mall di kawasan Jakarta. Gita sengaja ingin mengajak Jessy jalan jalan. Dari belanja, nonton hingg makan.


Semenjak menjadi seorang istri, dan menjadi ibu. Kegiatan Gita padat dari mengurus Jessy, suaminya, mengantarkan sekolah Jessy di sekolah TK An-nisa setiap paginya. Jadi Gita baru sempet mengajak Jessy jalan jalan hari ini, dan kebetulan ada Reni juga yang menemani Gita..


Jessy terlihat bahagia karena sekarang, ketika Jessy ingin jalan jalan tidak harus menunggu papahnya. Karena sekarang sudah ada mamah sambung yang sangat menyayangi dirinya.


Saat selesai belanja nonton, lanjut ke acara makan-makan. Karena Jessy tidak mau kalau di ajak makan terlebih dahulu pasti ujung-ujungnya malah tidak Semangat untuk bermain.


Semua makanan sudah di pesan, dan mereka pun menikmati makanan yang sudah mereka pesan.


" Dan kadang papah kalau aku ajak nonton pasti aku harus ngambek dulu, karena papah gak suka nonton film ".


"Masa si Sayang.?" Tanya Reni.


"Iya tanteh, sekali nya nonton pasti ada film berantem nya. Iiih Jessy bete". Berlaga kesal dengan melipat kedua tangannya di depan.


"Memangnya Jessy ingin nonton film apa, sampai papah gak mau.?" Tanya Gita, Jessy nampak berpikir. Membuat Reni dan Gita terkekeh.


"Kalau ga salah film Frozen, papah menolak aku ajak nonton film itu. Jadi kalau aku mau nonton aku ajak om Lukman atau Oma. Kalau papah seperti opa, suka menolak kalau aku ajak nonton film Barbie." Carita Jessy membuat merek berdua terkekeh.


Mana mau papah mu di ajak nonton film anak perempuan Jessy. Papah mu itu beruang kutub, dingin, garang lagi. Papah mu memang perhatian dan hangat, tapi jika di ajak nonton itu mana mau". Kata Gita dalam hatinya.


Walaupun Gita mengenal Gilang, itu hanya sebatas bos dan karyawan saja. Saat mengucapkan perasaan nya saja juga pemaksaan. Mana ada ungkapin perasaan tanpa ada kata penolakan, tidak ada kata romantis romantis nya. Hanya dengan Gilang lah Gita baru merasakan seperti itu. Dari para mantan Gita hanya suaminya lah yang sosoknya dingin dan posesif. Yang lainnya perhatian, romantis, tapi di tinggalin. Hiks... Hiks...Hiks.. Sedih Gita jika mengingat itu.

__ADS_1


"Jadi om Lukman mau kamu ajak nonton film itu Jess.?" Tanya Reni dengan rasa tak percaya, dan Jessy pun mengangguk kan kepalanya.


"Iya tanteh, malah kalau aku kesepian aku minta om Lukman datang kerumah. Untuk main sama aku, boneka boneka. Dan kadang suka nemenin aku main masak masakan, tapi om Lukman hanya sebagai pencicip makanan saja." Cerita Jessy tentang Lukman membuat Reni kagum akan sosok laki-laki yang menjadi suaminya saat ini.


"Kadang aku sebal sama om dan papah, masa aku ajak main rumah rumahan. Saat aku sedang bermain, papah sama om malah tidur beneran." Cerita polos Jessy membuat Reni dan Gita tertawa.


Saat mereka sedang asyik mendengarkan cerita Jessy. Handphone Gita bergetar, tandan notifikasi pesan masuk.


✉️ "Git, nanti kalau kalian balik, anterin Jessy langsung ketempat bunda. Oma dan opa nya ingin ngajak Jessy ketempat temannya ayah. Nanti aku jemput kamu di sana ya.?"


✉️"Oke mas, nanti aku ketempat Bunda ya.


✉️ " Kalian hati hati sayang, Love you my wife ❤️".


Melihat pesannya yang terakhir bibir Gita membentuk senyuman. Reni melihat Gita senyum senyum,jadi kepo.


" Kenapa Git, senyum senyum sendiri.?"


"Ada deh rahasia, hihihi... Ow iya kita nanti balik ketempat bunda ya." Lalu Gita melihat ke arah jessy." Jessy sayang Oma dan Opa ingin ajak kamu ketempat teman opa, apa kamu mau sayang.? Tadi papah ngirim pesan ke mamah bilang seperti itu.?" Jessy pun mengangguk.


"Iya mah Jessy mau, kemarin Oma sudah bilang ke Jessy. Gak apa-apa kan mah aku nginap di rumah Oma.?"


"Gak apa-apa ko sayang. Yasudah habis ini kita balik ya, kita pesan taksi online lagi". Reni dan Jessy pun mengangguk kan kepalanya.


Saat mereka keluar dari Mall dan saat taksi nya sudah sampai. Gita melihat gerobak bacaan rujak uleg,dan serut. Entah kenapa Gita ingin memakan itu.


"Kalian masuk aja dulu ya, aku mau beli sesuatu sebentar."


"Lo mau beli apaan si Git.?"


"Noh, gue mau beli itu. Kaya nya enak , sebentar ya". Lalu Gita memesan pada driver taksi nya untuk menunggu sebentar." Mas tunggu sebentar ya saya ingin membeli sesuatu." Driver itu pun mengangguk kan kepalanya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2