Cinta Anggita

Cinta Anggita
Mencuri pandang


__ADS_3

" Sudah sudah kalian ngeledek mas Gilang aja. Terutama elo Tyo ngeledek mas Gilang, elo sendiri gimana kapan mau nyusul kita kita. Cuma elo yang belum married, keburu tekukur lo kedinginan tuh dan takut lepas dari sangkarnya nya." Mata Lukman menujuk arah pusaka nya Tyo.


Bram dan Gilang jadi terkekeh, melihat wajah frustasi nya Tyo.


"Iya ya gue tau gue doang yang belum laku. Kalian pikir ini keinginan gue, kemarin kemarin gue mikirin karier gue dulu. Sampai sampai Cewek sendiri di gaet orang aja gue gak tau, malang banget ya nasib gue ini. Ganteng udah, baik juga udah, ekonomi insya Allah ada, sudah terkumpul. Masalahnya cewek doang ini yang belum, nyokap bokap udah tiap hari gak pernah absen nanyain udah punya pacar belum.?"


"Terus lo bilang apa ke nyokap dan bokap elo.?" Tanya Lukman sambil tersenyum ngeledek Tyo.


"Gue bilang aja lagi di bungkus siap Otw." Jawab asal Tyo.


" Eeeh curut, jodoh udah kaya nasi uduk aja di bungkus".


"Itu kan cuma kata kiasan aja buat gue. Gue yakin jodoh gue sudah siap, tinggal gue aja yang harus berjuang.." Tyo menyemangati diri nya sendiri.


Saat mereka sedang mengobrol, Gilang mendengar suara Gandi menangis. Memang di rumah sedang tidak ada orang, hanya ada Gilang Lukman dan Reni.


Sedangkan pak Hendra dan bunda sedang keluar ada keperluan, Jessy dan Abi sedang di ajak jalan jalan dengan Hilda..


"Bro sorry gue tinggal dulu, anak gue seperti nya sedang nangis." Pamit Gilang Dan di angguki oleh Semuanya.


Gilang pun masuk ke dalam kamarnya, di sana ada Reni yang sedang membawa wadah dengan berisikan air.


"Sayang Gandi kenapa.?"


"Anak kamu sedang pup mas, selesai Mimi dia pup". Gita melepaskan celana baby Gandi.


"Uuuhh.... Anak papah yang pintar, pasti kamu kekenyangan ya.? Sini Reni biar saya saja yang bersihkan pup nya, kamu duduk aja diam diam." Lalu Gilang mengambil wadah dari tangan Reni.


Reni pun mengangguk." Kalau begitu Reni keluar ya, sudah ada mas Gilang. Git gue keluar dulu ya". Gita mengangguk.


"Trimakasih ya Ren, di meja makan ada makanan tuh si Tyo dan Bram bawa makanan. Kamu makan aja kalau lapar".


"Iya mas Gilang, aku keluar ya". Gilang pun mengangguk, lalu meninggalkan mereka berdua.


Kini Gilang sedang fokus membersihkan pup Gandi, sedangkan Gita hanya memperhatikan suaminya dengan duduk manis.


' Beruntung nya aku mempunyai kamu mas, Suami idaman banget pokoknya. Kamu begitu telaten mengurus baby kita, bahkan saat aku sakit pun kamu mengurus ku dengan sangat sabar." Kata Gita dalam hati.


"Selesai sayang, harum nya anak papah. Muuaaacch..." Gilang mencium pipi bayi kecilnya. Lalu melihat Gita yang sedang memperhatikan dirinya, Gilang hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Gilang menyentuh pundak istri nya. " Gita sayang, kamu kenapa.?"

__ADS_1


Gita tersadar dari lamunannya." Kenapa mas..?" Tanya balik Gita.


"Kamu yang kenapa.? Ko malah tanya balik.?" Kamu kenapa sayang.?" Sambil mengusap pipi Gita.


"Aku gak kenapa kenapa mas. Aku cuma memperhatikan kamu, aku mikir beruntung nya punya suami seperti kamu yang baik, perhatian. Bukan hanya itu, kamu juga sangat telaten dan sabar mengurus bayi kita, dan apalagi saat aku sakit kamu sabar banget ngerawat aku. Aku merasa wanita yang paling beruntung, mendapatkan suami seperti kamu mas."


Gilang hanya tersenyum mendengar istrinya bicara. Lalu Gilang mendekati istrinya, lalu mengecup keningnya.


"Itu sudah kewajiban aku sayang membantu dan merawat kamu dan anak kita. Aku ini suami kamu, dan kamu itu istri aku,dan sudah seharusnya kita saling tolong menolong. Dan aku bisa dengan telaten mengurus gandi karena aku sudah biasa mengurus Jessy saat masih kecil. Dan terimakasih kami sudah memujiku, aku juga beruntung menikahi gadis baik, sabar dan penyayang seperti kamu." Gita yang mendengarnya merasa Senang karena suaminya memujinya.


"Sekarang kita keluar yuk, kita kumpul di luar bareng Tyo dan Bram.!" Ajak Gilang dan Gita mengangguk.


Kini Gita dan Gilang berjalan menuju ruang tamu di mana teman teman nya sedang mengobrol di sana..


Gita pun duduk di kursi di samping Gilang.


"Git bagaimana keadaan nya sekarang.?" Tanya Bram.


"Alhamdulillah, sedikit sedikit membaik."


"Iya yang penting makan makanan yang sehat, dan jangan terlalu cape Git." Timpal Tyo.


"Iya suami kamu itu terlalu bucin sama kamu Git". Ledek Bram, membuat semuanya terkekeh mendengar nya.


Saat itu juga terdengar suara Jessy yang berteriak memanggil orang tuanya.


"Mamah, papah". Di belakang Jessy di ikuti oleh Abi dan Hilda." Eeh ada om Tyo dan om Bram."


"Eeh cantik dari mana kamu sayang.?" Tanya Bram.


" Jessy habis jalan jalan sama kakak dan onty Hilda."


"Enak dong jalan jalan." Timpal Tyo, namun arah mata nya diam diam memandang Hilda.


Hilda tau kalau Tyo memperhatikan dirinya, Hilda hanya cuek. Namun masih memberikan senyum ke teman-teman kakaknya,agar tidak di bilang jutek.


Dan Lukman memergoki Tyo yang mencuri pandang dengan Hilda.


"Ehem... " Lukman berdehem.


Tyo pun langsung menoleh ke arah Lukman.

__ADS_1


"Kenapa Lo.?"


"Gak kenapa kenapa, tenggorokan gue gatel". Ngelesnya Lukman.


"Yasudah kalau begitu aku masuk ke dalam dulu ya. Jessy, Abi ikut onty ke dalam yuk. Istirahat dulu pasti kalian cape kan, yuk masuk yuk.." Jessy dan Abi pun mengangguk." Yuk semuanya aku masuk dulu ya, permisi".


"Mas, aku kedalam dulu ya sama Jessy dan Abi. Kalian lanjut aja ngobrol nya, sini Gandi nya aku gendong. Yuk Reni kita sama Hilda di dalam". Ajak Gita dan di angguki oleh Reni.


Gilang memberikan Gandi dari gendongan nya ke Gita." Yuk semuanya kita masuk dulu nya".


"Iya Git". Jawab Bram.


"Iya Git, titip salam ya buat Hilda". Celetuk Tyo, membuat Gilang menoleh ke arah Tyo. Sedangkan yang lain hanya tersenyum mendengar nya.


"Iya mas, nanti aku sampaikan salam nya ke Hilda". Jawab Gita terkekeh.


Gita dan Reni pun akhirnya masuk kedalam menyusul Hilda, Jessy dan Abi .


"Lang, itu Hilda adik Lo. Boleh kali gue minta nomor nya.?" Tanya Tyo secara terus terang.


Gilang pun menujuk kan wajah nya tanpa reaksi apa apa. Membuat Bram dan Lukman tertawa, melihat Gilang yang tak merespon ucapan Tyo.


"Tuh Lang seperti Tyo suka sama adik mu". Goda Bram.


"Dari tadi Bram Tyo mencuri pandang ke Hilda". Lukman ikut menimpali.


"Lo ngelarang temen temen ko buat deketin adik Lo ya Lang.?" Tanya Tyo yang langsung tanpa basa-basi.


" Gue gak ngelarang cowok untuk kenal dan dekat dengan Hilda. Asal kami di kenalkan, kepada pria itu. Dan satu lagi, harus pria baik baik." Jawab Gilang dengan wajah yang serius.


"Wah dapet lampu hijau Lo bro". Kata Bram menepuk pundak Tyo.


"Iya lampu hijau dari mas Gilang, yang permasalahan nya orang nya mau gak sama elo bro .?"


"Yaelah Lo tukang kompor, gue aja baru punya rencana, elo bilang gitu". Celetuk Tyo dengan kesal....


"Yaelah lebay Lo, gak inget umur. Belum berjuang udah patah aja semangat Lo. Baru di gituin sama gue, apa lagi sama ayah Hendra." Jawab Lukman, meledek Tyo.


Bram dan Gilang hanya menggelengkan kepalanya nya saja melihat Lukman dan Tyo berdebat.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2