Cinta Anggita

Cinta Anggita
Lukman dan Reni SAH


__ADS_3

P: " Cukup dah Bang... Emang bang Lukman , pilihan yang pas untuk neng Reni anak babeh Romi,


Soal bela diri bang Lukman bise, soal ngaji bang Lukman juga bise. Aye Cuma bisa bilang.p


Buah mangga bukan sembarang mangga


buahnye satu tulung petikin


Aye bangga bukan sembarang bangga


mantu yang begini yang babeh Romi arep-arepin


ahlan wasahlan buat Abang ame rombongan…


Assalamu, alaikum…


Kini rombongan keluarga mempelai pria pun sudah di perbolehkan masuk.


Kini rombongan pengantin pria pun sudah di perbolehkan masuk. Namun Lukman tak melihat Reni di ruang pelaminan.


" Git, Reni nya di mana, ko ga keliatan.?" Lukman berbisik ke arah Gita.


"Masih di umpetin mas Lukman". Gita menjawab sambil tersenyum.


"Loh ko di umpetin si Git, emang kenapa.?"


"Biar mas Lukman fokus ijab Qobul nya". Jawab Gita masih dengan berbisik.


Ekhemmmm.... Gilang pun berdehem agar Lukman dan istrinya berhenti untuk saling berbisik.


"Sana Git, suami kamu yang bucin sudah kasih kode. Nanti kalau sampe mendidih berabeh urusannya". Lukman mengubah posisi duduk nya. Begitu pun juga Gita yang duduk dan yang menyentuh lengan suaminya.


"Mas, aku mau sama Reni ya. Aku mau temani dia .?" Gilang pun mengangguk karena Gilang melihat Riko yang sedang di depan menemani orang tuanya.


"Nak bismillah ya nak semoga kamu bisa, dan lancar mengucapkan ijab Qobul nya." Kata mama Henny sambil menepuk tangan anaknya.


" Iya mah, mamah tenang aja, Lukman pasti bisa. Lukman berasa lagi di Medan perang mamah bilang seperti itu". Goda Lukman ke Mamah Henny. Mamah Henny hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Man sekali tarikan nafas ya, Ingat". Ucap pak Hendra.


" Iya paman". Jawab Lukman dengan tersenyum


Kini Lukman di suruh duduk berhadapan dengan pak penghulu dengan dua orang saksi.


Sedangkan Gita kini sedang menuju kamar Reni. Saat melihat Reni terlihat sangat cantik, pangling di makeup pengantin. Dengan balutan kebaya putih dan menggunakan hijab dengan warna senada. Gita hampir tak mengenali sahabatnya itu yang sehari hari nya sangat tomboi.


" Reni". Gita menghampiri Reni yang duduk di temani perias pengantin.


"Gita, Alhamdulillah akhirnya Lo dateng nemenin gue. Gue pikir lu bakalan sama suami Lo terus, ga mau di sini.?" Reni dengan bibirnya yang cemberut.


Gita pun terkekeh." Ga mungkin dong, gue akan temani elo di sini ko. Ow iya Lo cantik banget Reni, jiwa lelaki Lo di tinggal sementara.?" Ledek Gita.


" Enak aja Lo gue cewek tulen. Cuma sedikit laki laki gayanya. Hihihi...." Mereka pun saling tertawa, namun langsung berhenti saat mendengar Lukman akan mengucapkan ijab Qobul.


Terdengar suara Lukman mengucapkan ijab Qobul dengan lantang dengan sekali tarikan nafas. Dan terdengar suara SAH... Dari semua orang.


"Alhamdulillah selamat Reni, akhirnya Lo sekarang sudah menjadi istrinya mas Lukman. Selamat ya". Gita memeluk tubuh Reni dengan sangat bahagia, begitu pun juga Reni yabg sangat bahagia


" Iya trimakasih ya Git, dan sekarang kita sah menjadi saudara ipar. Hihihi...." Kata Reni dan Gita pun mengangguk.


Setelah sepasang pengantin sungkeman, untuk memohon restu kepada kedua orang tua mereka. Kini mereka duduk di kursi pelaminan, senyum mereka terpancarkan kebahagiaan. Begitupun mamah Henny yang sangat terharu melihat putra semata wayangnya, kini sudah duduk di kursi pelaminan dengan gadis pilihan nya sendiri.


"Mas,kini putra kita sudah menjadi pengantin. Kamu pasti bisa melihatnya dari sana mas, kini cinta nya akan terbagi dengan istrinya. Walaupun begitu aku senang mas, sangat bahagia mas". Mama Henny berbicara sendiri dalam hati, dengan di sudut matanya terlihat air matanya.


Pak Hendra dapat melihat itu, adiknya menangis." Hei kamu kenapa.? Putra mu menikah kenapa menangis, harusnya kamu bahagia. Pasti suami mu juga akan bahagia di sana pasti Herman menyaksikan Lukman menikah"


Mamah Henny pun mengangguk, sambil menghapus air matanya." Iya mas, pasti papahnya Sangat bahagia melihat anaknya di sana bersama istrinya. Walaupun sudah berumur, bagiku dia putra kecil ku mas". Mamah Henny sambil tersenyum.


Gita pun sebagai sahabat nya merasa bahagia dengan Reni dan Lukman bersanding di pelaminan.


Kini waktu semakin siang seluruh tamu undangan sudah semakin banyak yang datang. Dan sorenya teman teman dari pabrik pun datang, dan dengan sangat senang Gita pun menghampiri teman teman nya.


" Aaaa teman kita ini sekarang sudah menjadi istri bos kita, sudah ga pernah main ". Goda Gita membuat semua nya tertawa.


"Iya nih, cewek idolaku tidak di sana aku galau. Hanya ada Ema ema si lenjeh aja di sana." Bibirnya Joko mengarahkan ke Ati, dan dapat hadiah pukulan dari Ati.

__ADS_1


"Lenjeh juga sekarang hanya gue yang bisa menghibur Lo joko ". Kata ati dengan mencebik kan bibirnya.


Lalu tiba-tiba Gilang datang menghampiri seluruh karyawan nya yang datang ke acara pernikahan Lukman dan Reni.


"Kalian semuanya baru datang.?"


"Eeh pak Gilang, iya nih kita baru datang. Ngeliat Gita di sini jadi nyangkut di sini". Jawab mpo Ati, Gilang tersenyum mendengar nya.


"Yasudah kalau kalian mau ke atas salaman sama Lukman dan Reni. Nanti makan ya bebas kalian mau makan mana dan nambah pun juga boleh".


"Asyik... Makasih loh pak. Kalau bawa pulang boleh ga pak.?" Kata Joko meledek bos nya.


" Boleh saja ko, asal kamu ga malu. Boleh boleh saja bebas". Gilang terkekeh. Dan yang lain pun ikut tertawa.


Dan teman teman pabrik pun kini semua naik menghampiri Lukman dan Reni untuk bersalaman. Tak lupa juga mereka berfoto dengan sepasang pengantin yang tak lain teman satu kerja mereka. Gilang dan Gita pun ikut berfoto bersama sama .


Kedua orang tua Gita pun juga turut menemani keluarga Reni. Tak lupa Fitri dan Dimas pun juga hadir, dengan mengajak putri kecil mereka. Dan di sana pun jadi tempat berkumpulnya sanak saudara. Memang begitulah suatu acara pernikahan selain menyatukan dua insan, juga untuk menyambung kembali silahturahmi setiap saudara.


Sedangkan Jessy pun tak ingin lepas dari Mamahnya,dia dekat sekali dengan Gita. Dan karena Gita juga hanya di suruh duduk dengan suaminya, karena kaki nya yang setiap Gita berjalan sedikit merasa sakit.


Saat Gilang sedang menemani tamu undangan. Karena sahabat sahabat sejak masa masa sekolah dulu di undang oleh Lukman.


Lalu ada tamu undangan dengan rombongan dari sekolah Reni dan Gita.


Dan tau tau ada seorang pria sejak tadi memperhatikan Gita,yang lagi duduk dan mengobrol dengan Fitri.


Lalu pria itu berjalan mendekati Gita.


" Hai.. kamu Anggita alumni sekolah Budi bangsa kan.?"


"Iya". Saat Gita menoleh alangkah terkejutnya, Pria itu masalalu nya Gita saat sekolah. Seorang pria bertubuh tinggi,mempunya rupa yang manis dan tampan. Dengan hidung yang mancung, bulu mata lentik, dengan kulitnya yang putih.


" David". kata Gita


"Hai.. Git, kamu di sini. Ya ampun Git,sudah lama kita tidak ketemu dan akhirnya bertemu di sini." Dan David pun duduk di samping Gita dan Fitri." Hai gue David teman sekolah Gita waktu SMA". David memperkenalkan diri nya ke Fitri.


Fitri pun memperkenalkan diri nya ke David. Saking terpesona nya Fitri memberikan senyuman ke arah David, hingga Dimas yang melihat nya langsung memanggil dirinya.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2