
📞"Ha.. Hallo mas". Jawab Gita gugup.
📞" Mba saya sudah sampai di alamat yang mba pesan. Mbak nya di mana ya?" Kata sang ojol.
📞"Ok. Mas saya keluar sebentar ya, tunggu ya sebentar.
Panggilan pun terputus.
"Permisi pak saya pamit assalamualaikum". Ucap Gita dan Gita pun bejalan menuju pagar. Dan pagar pun di buka oleh security.
Dan di luar terlihat ojol yang sudah menunggu Gita.
Lagi lagi Gilang menahan tangan Gita. Dan Gita melihat tangannya tarik oleh Gilang, dan Gilang melihat wajah Gita dengan tatapan ingin membunuh.
"Kamu pulang sama saya, Saya antar kamu, harus mau tidak ada penolakan." Ucapan Gilang masih dengan wajah garangnya.
"Tapi pak, saya sudah pesan ojol, kasian dia kalau saya sampe cancel. Mendingan pak Gilang temani Jessy takut dia nyariin pak Gilang nanti. Kan sudah ada ojol juga, kalau begitu saya pulang ya pak." Gita yang berjalan dan sudah berada di samping ojol. Dan Gita pun hendak menaik motor sang ojol
" Cek" Gilang pun berdecak karena merasa geram dengan Gita. Gilang pun menggelengkan kepalanya lalu menarik baju Gita tepat berada di leher belakang Gita. Seolah olah Gilang seperti menenteng anak kucing.
"Pak kenapa si baju belakang saya di tarik kaya anak kucing aja saya di tarik". Gita nampak kesal dengan tingkah bos nya itu.
Abang ojol pun melihat adegan lucu pun menahan tawanya. Gita melihat Abang ojol tersenyum menahan tawanya karena terlihat bibir bang ojol berkedut.
"Hei bang kenapa ketawa memang ada yang lucu hah." Gita juga mengomeli Abang ojol.
Abang ojol pun berhenti tersenyum. "Maaf mba, Mba jadi tidak naik ojek saya?" Abang ojol pun bertanya kepada Gita.
"Jadi bang".
Lalu Gilang segera menjawab" tidak bang, gadis ini nanti saya yang antar. Maaf bang ni bayaran nya saya ganti. Sekarang Abang bisa pergi".
__ADS_1
Abang ojek pun melihat uang pemberian Gilang, berwarna biru." Tapi pak ini masih ada kembaliannya, dua puluh lima ribu lagi pak, sebentar saya kembalikan.
"Tidak perlu Sisanya buat kamu saja, sekarang kamu boleh pergi cepat." Gilang menjawab dengan wajah garangnya, hingga tukang ojek itu pun hanya mengangguk dan menyalakan mesin motornya.
"Bang tunggu jangan jalan dulu".Lalu Abang ojol pun ngacir dengan sangat cepat." Bang ojek aaaaaaa..." Gita merasa frustasi memanggil Abang ojol yang meninggalkan dia dengan bos nya.
"Apa si mau nya pak Gilang, liat tuh ojol saya pergi. Aaaaa...." Gita merasa kesal dengan bosnya yang menurut Gita itu aneh. Dengan ekspresi wajahnya yang kesal serta bibirnya yang cemberut.
Gilang menahan senyumnya, melihat Gita yang sedang marah karena ulahnya." Kan tadi saya bilang, kamu biar saya antar pulang. Kamu ngeyel udah malem pake mau pulang sendiri. Tunggu sini saya ambil mobil sebentar, awas ya kalau kamu berani melangkah ninggalin ni tempat." Lalu Gilang melambaikan tangannya ke penjaga keamanan dirumah nya.
Dan seorang laki-laki tua menghampiri Gilang. Dan tersenyum melihat Gita dan bos-nya
" Iya den Gilang Aya naon ?"
"Ini Mang, tolong jaga gadis ini jangan sampai kabur, saya mau ambil mobil sebentar." Gilang menunjuk Gita memberi tahu lelaki paruh baya itu.
Dan seseorang yang bernama Mang Dadang itu pun hanya mengangguk kan kepalanya. Tanda iya paham dan mengikuti apa yang bosnya perintahkan.
Lalu Mang Dadang melihat kearah Gita dengan mengangguk kan kepalanya dan tersenyum." Bukannya Eneng tadi yang ikut sama bapak ,ibu. Yang jemput non Jessy ke rumah sakit?"
"Benar apa yang dibilang den Gilang. tidak baik malam malam seorang gadis pulang sendirian. Kalau kata orang Sunda mah, teu alus peuting budak awéwé balik sorangan . Bahaya neng". Kata mang Dadang, yang berbicara logat Sunda nya.
"Iya si memang benar yang pak Dadang bilang." Jawab Gita yang berbicara dengan sopan karena Gita berbicara dengan orang yang lebih tua dari dirinya.
Lalu mobil yang Gilang kendarai sudah berada di depan Gita, dan Gilang membunyikan klakson mobil nya.
"Pak Dadang kalau begitu saya pamit ya, assalamualaikum". Ucap Gita dengan tersenyum ramah.
"Iya neng, waalaikumsallam". Jawab mang Dadang dengan mengangguk kan kepalanya.
Gita pun berjalan ke arah mobilnya, lalu membuka pintu mobi, dan masuk.
__ADS_1
Gilang pun mengendarai mobilnya meninggal kan rumah nya dan mengantar kan Gita kerumahnya.
"Kenapa si pak, pake nganterin saya segala, saya bisa pulang sendiri. Pak Gilang tidak perlu nganterin saya segala." Ucap Gita dengan nada ketus.
Mata Gilang masih fokus ke arah depan, tanpa mendengar ocehannya Gita.
"Pak, saya nanya sama bapak. Malah di kacangin, kacang mahal pak". Kata Gita yang masih belum dapat jawaban dari orang yang di samping nya.
Lalu Gilang tiba tiba memberhentikan mobilnya di pinggir jalan,lalu terdengar Gilang menarik nafasnya lalu membuangnya.
Gilang memutar duduknya menghadap ke Gita." Dengerin ya Anggita, saya nganterin kamu pulang, karena saya merasa tanggung jawab. Karena apa, karena saya yang menyuruh kamu kerumah sakit, atas permintaan nya Jessy anak saya. Jadi sudah kewajiban saya mengantar kamu pulang. Saya seorang pria sekaligus seorang ayah, jadi saya harus bertanggung jawab mengantarkan kamu pulang sampai rumah dengan aman. Kamu faham Anggita". Ucap Gilang dengan tegasnya dengan wajah yang serius yang menatap wajah Gita.
Gita mendengarkan apa yang bos nya ucapkan, dan memandangi wajah tampan bosnya itu..
Gita hanya bisa mengangguk kan kepalanya.
"Bagus kalau kamu faham." Lalu Gilang mengubah posisi duduknya kembali, dan fokus mengendarai mobilnya.
"Lagian pak, bapak tidak perlu nganterin saya pak, bapak harus nya istirahat dirumah, bapak kan Cape habis jaga Jessy semalaman dirumah sakit." Gita bertanya dengan hati hati kepada bosnya.
"Kamu bicara apa si Git, kamu yang cape Jessy tidak mau di tinggal kamu dari tadi. Justru kamu pasti Cape kan." Jawab Gilang yang sudah menghilangkan wajah garangnya.
"Pak saya boleh tanya?"
"Boleh tanya saja ,kamu mau tanya apa Git". Jawab Gilang yang sekilas melihat ke arah Gita.
" Maaf sebelumnya pak. Kalau boleh tau mamahnya Jessy meninggal di saat Jessy berusia berapa tahun ya pak?. Maaf pak saya bertanya tentang masalah pribadi bapak. Sekali lagi maaf saya tidak bermaksud..." Belum selesai Gita bertanya Gilang sudah memotong pembicaraan Gita.
"Tidak apa-apa Git, kamu juga bertanya seperti ini juga pasti ada alasannya kan. Kenapa Jessy seperti itu?. Saya tidak marah ko Git." Lalu Gilang memberhentikan mobilnya kembali. Tapi kali ini Gilang berhenti di sebuah cafe.
"Ko berhenti pak mobil nya?" Tanya Gita yang merasa heran kenapa mobilnya berhenti di depan cafe.
__ADS_1
"Tidak apa-apa kan Git, kita mampir kesini sebentar. Saya hanya ingin minum kopi,kamu tidak keberatan kan Git.?" Tanya Gilang yang sudah mematikan mesin mobilnya.
Gita merasa ada sesuatu yang ingin bos nya cerita kan. Gita melihat jam di tangannya menunjuk pukul 20.30. belum terlalu malam bagi Gita. Gita pun mengangguk dan tersenyum." Boleh pak , masih jam segini juga.