Cinta Anggita

Cinta Anggita
Adik ipar


__ADS_3

" Semua aku ke atas dulu ya, memanggil Gita.?" Pamit Gilang dan di angguki oleh semuanya.


Lalu Gilang menaiki anak tangga, mencari istrinya. Dan terdengar suara gemericik air di kamar mandi, tanda istrinya sedang berada di dalam tandas.


Gilang pun merebahkan tubuhnya di atas kasurnya, sambil menunggu Gita keluar dari dalam tandas. Saat Gilang sedang memainkan alat gawai nya, terdengar suara pintu terbuka. Terlihat Gita dengan wajah segar sehabis mandi.


" Habis mandi kamu Git.?" Gita terkejut Tiba tiba suaminya bertanya.


" Kamu ngagetin aja mas, aku baru mandi, karena baru selesai. Kamu kapan datang mas....???? Gita yang masih menggunakan handuk, dan mengambil pakaiannya di dalam lemari.


Membuat Gilang suaminya mendekat ke arah Gita, dan Gita kaget karena ada tangan yang melingkar di perut. Ya suaminya memeluk Gita dari belakang.


"Mas, jangan seperti ini." Gita merasa geli, Karena suaminya tak henti-hentinya menci*mi bahu Gita.


"Kenapa? Kamu malu Git sama suami kamu sendiri. Gak usah malu Gita, karena dengan menutup mata saja aku tau setiap jengkalnya tu*uh kamu Anggita." Kata Gilang membuat Gita bergidik ngeri.


Lalu Gilang membalikkan badan Gita, dengan posisi Gita menempel di lemari. Karena Gilang menghalangi Gita dan terhimpit oleh tubuhnya dan lemari.


Gilang mengangkat dagu Gita dengan ibu jari dan telunjuknya,dengan bibi* Gita sedikit terbuka.


Dan Gilang menatap wajah dan bib* Gita dengan tatapan sendunya. Semakin lama semakin dekat dan bibi* mereka saling menempel,hingga Gilang berhasil menci*mnya. Dan berlanjut meluncur ke bawah memberikan stempel pemilik nya, hingga Gilang ingin berlanjut ketahap berikut nya.


Tiba tiba .... TOK . TOK.. TOKK... Papah, mamah, di panggil sama Oma Opa dan aunty Hilda di bawah.


Hingga Gilang pun membatalkan permainan ketahap berikutnya, karena putrinya memanggilnya.


Dan Gita pun menunjukkan senyum kemenangan,tidak dengan Gilang yang merasa frustasi. Lalu Gilang melihat wajah istrinya yang tersenyum kebahagiaan.


" Senang kamu Git, awas kamu ya. Akan aku kasih kamu hukuman nanti." Kata Gilang membuat Gita menunduk namun senyuman nya masih terukir di bibirnya.


" Cepat ke bawah jangan kelamaan, jangan semuanya menunggu kamu. Kalau tidak nanti aku datang lagi, dan kamu aku kunci kamu di sini. Dan akan aku beri hukuman ke kamu, Jangan harap kamu bisa turun dari ranjang sedikit atau sebentar saja." Kata Gilang menunjukkan wajah seriusnya. membuat Gita bergidik ngeri, dan segera mengangguk kan kepalanya.

__ADS_1


Gilang pun langsung meninggalkan Gita di dalam kamarnya, dan menghampiri putri nya.


"Dasar monster ". Dumel Gita, lalu segera dia masuk ke dalam tandas, untuk menggunakan pakaian.


Setelah menggunakan pakaian, Gita menggunakan make-up tipis, dan merapihkan rambut nya.


Gita pun keluar dari dalam kamarnya, dan menuruni anak tangganya. Dan melihat di luar sudah ada mamah Henny dan Lukman, yang sedang berbincang di ruang keluarga. Gita pun menghampiri keluarga dengan tersenyum, lalu bunda pun melihat Gita yang menghampiri keluarga.


" Gita kamu sudah selesai mandinya.?" Gita pun mengangguk, lalu Bu Yuni menepuk pundak Hilda. Hilda pun menoleh dengan senyuman,lalu melihat ke arah seorang gadis berdiri di dekat bunda nya.


Alangkah terkejutnya Gita melihat Hilda, yang selama ini yang dia tau adik iparnya. Senyum Gita pun pudar saat melihat gadis yang berdiri di hadapannya.


Begitupun Hilda yang melihat kakak iparnya, ternyata orang yang dia kenal.


" Anggita"


"Hii...Hilda arandita". Kata Gita dengan terbata bata ..


" Kenal dong Bun, Anggita ini teman sekolah SMA. Iya kan Gita.?" Tanya Hilda dengan senyum nya.." Hallo Gita, bagaimana kabarnya sekarang.? Sudah lama tidak bertemu ternyata kamu yang menjadi istri dari kakak ku, dan menjadi kakak ipar ku". Kata Hilda dengan bersalaman dan menatap Gita.


Gita pun tersenyum dan bersalaman dengan Hilda ." Baik Hilda, senang bisa bertemu lagi". Hilda pun tersenyum melihat Gita.


"Ow jadi kalian kenal, dan ternyata teman sekolah. Asyik dong bisa saling berbagi cerita dan mudah akrab. Senang bunda sekarang mempunyai dua putri yang cantik-cantik ". Kata bu Yuni dengan memeluk keduanya membuat semuanya tersenyum.


Dan Gilang sejak dari tadi melihat Gita yang tidak nyaman dengan adiknya. Ada senyuman yang di paksakan oleh Gita, namun Gilang tidak tau apa yang di sembunyikan istrinya dari dirinya.


"Yasudah yuk kita makan sekarang, Bunda dan Gita sudah memasak. Dan Gita juga sudah membuatkan cake tiramisu kesukaan Gilang dan Jessy. " Kata bunda Yuni.


"Ayo ayah juga sudah lapar, dan ingin mencicipi kue buatan Gita." Jawab pak Hendra. Dan membuat semuanya mengangguk kan kepalanya, lalu berjalan menuju meja makan.


Gilang merangkul pinggang istrinya, lalu menahan untuk berhenti." Kamu kenapa sayang, ada sesuatu yang kamu sembunyikan.?"

__ADS_1


Gita menggelengkan kepalanya dan tersenyum." Tidak sayang,tidak ada yang aku rahasiakan dari kamu".


"Yakin.?" Gita pun mengangguk." Tapi sepertinya aku yang tidak yakin, kamu seperti ada yang di sembunyikan. Aku tidak suka Git di bohongi."


" Maaf Maas... Nanti kalau sudah saatnya pasti aku ceritakan ke kamu. Tapi untuk sekarang aku tidak bisa cerita, lebih baik kita gabung dengan keluarga kamu ya. Kasian adik kamu pasti mereka juga sudah lapar, aku tidak enak mas kalau harus misah dengan mereka. Aku harap kamu mengerti ya mas". Kata Gita dengan mengusap usap lengan suaminya.


" Berarti benar kan ada yang kamu rahasiakan dari aku. Baik sekarang aku mengerti, dan aku tidak akan tanya apa pun ke kamu. Tapi kamu janji tidak ada yang kamu sembunyikan dari aku ya.?" Tanya Gilang dan Gita pun mengangguk.


" Yasudah kita gabung dengan mereka yuk". Sambil mengecup keningnya Gita, lalu Gilang merengkuh pinggang Gita,dan berjalan menghampiri keluarga.


Lalu Gilang dan Gita pun bergabung dengan keluarga, untuk menikmati makan malam. Yang sudah di masak oleh bunda bi Inah,dan juga Gita.


" Wow makanan nya enak bunda, cake tiramisu nya pun juga enak. Ini bunda yang buat ya.?"


" Tidak sayang, cake tiramisu nya kakak ipar kamu yang buat. Dan masakan pun Gita yang membantu nya, bunda yakin kamu suka nak". Bunda memuji Gita, membuat Hilda menunjukkan wajah malas nya.


Semua itu Gita melihatnya ketidak suka Hilda dengan Gita. Selain Gita juag ada Lukman yang memperhatikan gerak gerik Hilda dan Gita.


Setelah selesai makan, Gita pun membantu Bi Inah untuk membersihkan meja makan,dan piring piring.


Setelah selesai membantu Bi Inah di dapur, Gita kembali ke ruang keluarga. Namun saat sedang berjalan tangan Gita di cekal oleh seseorang.


" Hallo kakak ipar, sudah lama gak ketemu. Sekali nya bertemu, udah jadi kakak ipar gue. Tapi sayang gue gak mau terima elo jadi kakak ipar gue, kalau gue tau elo yang akan dinikahi ka Gilang, gue orang pertama yang akan tolak elo. Kenapa elo nikah sama kakak gue, oooh elo tau karena kakak gue duda tajir ya? Mangkanya elo ngegaet kakak gue, Karena elo gak berhasil dapetin David. Iya kan Anggita ngaku Lo, dasar cewek munafik." Gita yang mendengar dirinya di hina berusaha menahan rasa kesalnya. Karena Hilda Kini sudah menjadi ipar nya, Gita harus berusaha menahan kesal nya.


Sambil mengepalkan ke dua tangan nya, Gita menahan marahnya.


" Tapi maaf, yang kamu ucapkan salah. kakak kamu yang meminta aku untuk menjadi istrinya,dan ibu untuk Jessy. Jadi kamu salah menilai aku Hilda Arandita. Dan masalah David itu hanya masalalu, aku sudah tidak perduli. Dan satu lagi, kamu suka atau tidak sama aku, aku tidak peduli karena aku ini tetap kakak ipar kamu. Jadi aku harap kamu mengerti ya adik ipar". Kata Gita membuat Hilda menunjukkan wajah kesalnya ke Gita, sedangkan Gita hanya tersenyum melihat Hilda yang kesal.


Lalu Gita pun meninggalkan Hilda seorang diri.


"awas kamu Anggita". Sambil melihat kepergian Gita dengan tatapan sinis.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2