Cinta Anggita

Cinta Anggita
Gilang menemani Gita


__ADS_3

Gita pun kini sedang di pasangkan selang infus nya. Namun Gita memeluk ibunya dengan erat, saat jarum infusan yang akan di pasang ke pergelangan tangan Gita. Ya Gita memang takut akan suntikan, hanya ibunya yang bisa menenangkan Gita saat di suntik.


Dan Gilang hanya tersenyum melihat pemandangan seperti itu. Gila g pun Mengetuk pintu. Tok...Tok... Tok."Bapak, ibu, ini saya belikan makanan dan minuman untuk kalian." Gilang pun meletakkan kantong plastik di atas meja.


" Git bagaimana keadaan kamu sekarang".


Gilang melihat bos nya merasa heran." Ko Pak Gilang di sini.?" Gilang hanya tersenyum mendengar Gita memanggil dengan sebutan pak lagi.


"Gita, bos kamu ini yang tiba-tiba datang lalu membawa kamu kesini. Karena kamu pingsan tidak sadar sadar, kami takut mangkanya bos kamu langsung membawa kamu kesini." Pak Jaka menjelaskan ke Gita.


Lalu Gita melihat kearah Gilang, dan tersenyum kearah bos nya itu. Dengan bibir yang pucat serta mata nya yang sayu." Pak ,, Eh maksudnya, Mas Gilang Trimakasih sudah membawa Gita kesini, sekali lagi terimakasih".


Pak Jaka dan Bu Siti saling memandang, karena anaknya Memanggil bos nya dengan sebutan mas Gilang.


Gilang tersenyum mendengar Gita yang meralat panggilan nya." Iya Git, Sama sama. Saya menolong kamu karena kamu sudah pernah membantu saya dan Jessy. Sekarang kamu istirahat ya". Lalu Gilang melihat ke arah Bu Siti dan pak Jaka." Ow iya pak, Bu, Nanti sore Gita akan di pindahkan kamar lain. Jadi nanti Gita sudah tidak di ruangan ini lagi, jadi bapak atau ibu bisa menunggu Gita di kamar kalau malam".


"Trimakasih nak Gilang, kami tidak tau harus mengucapkan apa lagi selain trimakasih." Ucap Bu Siti dengan menyentuh tangan Gilang."


"Sama sama Bu, ow iya kalau bapak dan ibu ingin makan sekarang tidak apa-apa. Saya yang akan menemani Gita di sini, bapak ibu pasti sudah lapar kan."


Pak Jaka dan Bu Siti pun mengangguk." Nak ayah ibu keluar sebentar ya, kamu sama bos kamu dulu. Nak Gilang Trimakasih ya". Gita dan Gilang pun mengangguk, lalu pak Jaka dan Bu Siti pun keluar untuk mencari tempat untuk bisa istirahat sejenak ,dan untuk makan.


Lalu Gilang pun mengirim pesan kepada Lukman, kalau dirinya tidak akan balik ke pabrik lagi.


✉️ Lukman, mas tidak balik ke pabrik lagi. Kamu urus dulu ya di sana."


Handphone Lukman pun terdengar bunyi notifikasi pesan masuk. Tring tring..

__ADS_1


Lukman melihat hp nya, lalu membaca pesannya, lalu Lukman pun membalas pesan nya.


✉️ Kenapa mas, Memang mas Gilang dimana?"


Gilang pun membalas pesan Lukman.


✉️ Saya lagi di rumah sakit, lagi nemenin orang sakit."


✉️ Siapa mas yang sakit, Jessy sakit mas?


✉️ Bukan, Gita.


Saat membaca balasan terakhir, Lukman yang sedang minum kopi pun langsung tersedak. Uhuk... Uhuukk....Lukman menepuk nepuk dadanya.


Reni yang melihat Lukman tersedak pun langsung menghampirinya,lalu membantunya dengan memberikan minum air putih.


"Kenapa si mas, minum ko sampai seperti itu?"


Reni terkejut mendengar ucapan Lukman." Di rawat, kamu kata siapa mas.?"


"Pak bos, Kata nya lagi nemenin Gita dirumah sakit. Gita dirawat kata nya, ko mas Gilang bisa di sana ya?"


Reni menaikkan kedua bahunya." Coba aku telpon Fitri dulu". Reni pun menelpon Fitri untuk menanyakan tentang Gita.


Dan benar ucapan Lukman, kalau Gita memang di larikan kerumah sakit karena lemas dan tak sadarkan diri. Dan katanya bos nya itu bagaikan pahlawan yang datang di waktu yang pas dan di butuhkan. Super Hero di dunia nyata kalau kata Fitri, Fitri menceritakan sekaligus berhalu tingkat dewa.


Reni yang mendengar nya jadi tersenyum, dan kagum dengan bos nya itu. Dan Lukman yang melihat hanya memandang dengan tatapan tajamnya, dan Reni hanya menyengir menunjukkan gigi nya saja. Lalu mematikan panggilan Fitri, lalu menceritakan kronologi nya ke Lukman.

__ADS_1


"Ow gitu toh, tapi ko bisa pas gitu ya?" Ucap Lukman dengan menyentuh dagunya dengan pandangan keatas, seolah-olah Lukman sedang memikir begitu berat.


"Namanya juga komedi.?" Jawab Reni dengan nyeleneh, seperti jawaban Indro Warkop DKI.


Lukman hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan pacarnya yang asal jeplak.


"Mas, pak Gilang keren ya. Denger suara Gita dan ibunya teriak aja langsung sigap datang. Terus langsung bantuin memapah tubuh Gita lagi, uuuhhh keren nggak sih". Reni bicara seperti itu,dengan wajah di buat seolah olah kagum dengan bosnya itu.


Lukman yang mendengar dan melihat Reni bercerita, malah sampai mengagumi sosok kakak sepupu nya. Wajahnya langsung berubah menjadi merah padam.


Dan Reni pun baru tersadar kalau dirinya sedang bicara dengan pacarnya yang bucin. Reni pun langsung menoleh ke arah Lukman, dan Reni melihat wajah Lukman yang sedang siap siap akan menerkam. Reni hanya tersenyum dan menyengi ke arah Lukman.


Lukman menaikkan sebelah alisnya, dengan menatap Reni." Sudah mengagumi Mas Gilang nya Ren. Padahal aku di samping kamu, bisa bisa kamu memuji cowok lain". Lukman langsung melengos meninggalkan Reni.


"Mas maaf, bukan maksud aku mengagumi yang gimana gitu mas. Aku cuma kagum ko bisa pas gitu, di saat keluarga Gita lagi membutuhkan pak Gilang datang bagaikan pahlawan begitu. Kenapa bisa pas begitu.?"


"Namanya juga komedi". Lukman membalikkan kata kata Reni. Dan Reni hanya terkekeh melihat Lukman yang cemburu.


"Jangan marah dong mas, nanti cepat tua loh". Ucapan Reni alhasil dapat pelotan dari Lukman. Dan Reni hanya menyengir ke arah Lukman sambil menunjuk kan jari nya seperti huruf V." Salah lagi aja gue". Ucap Reni Dalam batinnya.


Saat Gilang mengirim pesan ke Lukman, Gita yang sedang tertidur pun terbangun. Dan Gita merasa haus melanda tenggorokan nya. Gita ingin minta tolong kepada bis nya, tapi Gita segan kerena seperti nya bos nya sibuk.


Gita mencoba mengambil minum yang ada di atas meja, namun saat Gita menggapai gelasnya,tutup gelas pun terjatuh. Ktepuk.... Gita hanya mendesah dan memejamkan matanya karena sulit mengambil minum dengan ke adaan seperti ini.


Gilang pun langsung menoleh, dan melihat Gita yang berusaha mengambil minum. Dan saat mata Gita terbuka segelas air minum sudah berada di hadapannya, saat Gita melihat siapa yang memberikan minuman nya ternyata Gilang. Ya yang tak lain adalah bos nya.


Gilang mengarahkan gelasnya ke arah Gita,dengan memberikan senyuman ke arah Gita. Gita pun meminum air dari tangan bos nya,nyang masih memegang gelasnya dan menahan tubuh Gita untuk minum. Setelah minum Gita pun merebahkan tubuhnya kembali, dan Gilang pun meletakkan gelasnya di atas nakas.

__ADS_1


"Trimakasih ya pak," Gita lagi lagi baru sadar dia salah manggil orang yang ada di hadapannya." Maksudnya trimakasih mas Gilang sudah mau membantu Gita. Maaf sudah merepotkan mas Gilang.


Gilang hanya tersenyum. " Kamu tidak sama sekali merepotkan saya Git, itu sudah kewajiban saya menolong sesama. Apalagi kamu itu karyawan saya,dan kamu juga sudah membantu Jessy. Jadi impas kan,tidak ada kata merepotkan dan menyusahkan. Dan satu lagi jangan pernah segan untuk meminta tolong sama orang, karena kita memang harus tolong menolong. Kalau kamu tadi mengambil minum sendiri terus jarum infus kamu lepas bagaimana, mau kamu nanti di tusuk jarum lagi." Gita langsung menggeleng kan kepalanya dengan cepat. Padahal Gilang hanya menakuti Gita saja.


__ADS_2