Cinta Anggita

Cinta Anggita
Ice skating 2


__ADS_3

"Justru kamu tidak bisa, mangkanya kamu saya ajarkan. Yuk.." Tangan Gilang masih belum turun di depan Gita.


Gita pun akhirnya memegang tangan bos nya, saat Gita melepaskan tangan satunya, Gita hampir terjatuh namun di tahan oleh Gilang. Ya Gilang menahan pinggang Gita, dan tangan Gita yang satu menggenggam tangan Gilang, dan yang satunya menyentuh pundak Gilang.


Dan mereka pun tatapan mereka saling bertemu, degup jantung mereka pun juga tak menentu. Apa lagi Gilang dalam posisi yang begitu dekat, dengan wajah Gita yang sangat dekat dengan wajahnya. Membuat nafas Gilang seakan berhenti. Apa lagi melihat bibir ranum Gita yang berwarna pink, membuat Gilang menelan Silva nya.


Degup jantung Gita pun sama, Gita merasa jantungnya berdetak lebih cepat, saking cepatnya Gita takut kalau jantungnya akan ngacir lari keluar.


Panggilan Jessy membuat lamunan mereka buyar seketika. Dan Gilang refleks melepaskan pegangannya, Dduuukk... Aaaaww... Ahasil Gita mendarat dan jatuh duduk.


Gilang yang melihat Gita terjatuh, segera membantu nya untuk berdiri." Maaf Git, saya tidak sengaja melepaskan pegangannya tangan". Gita hanya meringis mendengar ucapan bosnya, ada sedikit rasa kesalnya. Namun tidak mungkin dirinya harus marah sama bos nya ini.


"Pah Ka Gita terjatuh ya? Gak apa-apa KA namanya pemula, pasti jatuh dulu ayo ka." Jessy memberikan semangat kepada Gita, dan Gita hanya tersenyum kepada Jessy.


"Ayo Git kamu pasti bisa, ikutin yang saya ucapkan ya?" Gilang masih memegang tangan Gita.


"Iya pak, tapi pak Gilang jangan lepasin tangannya lagi." Gilang nampak jengah mendengar Gita memanggil dengan sebutan pak.


Ehem... Gilang pun berdehem, dan melepaskan tangan satunya. Gita membelalakkan matanya serta mulutnya menganga saat melihat tangan Gilang yang melepaskan pegangannya di pinggang Gita."Pak,, pak,, pak jangan di lepas dong nanti saya jatuh pak." Gilang masih berdehem memberi kode ke Gita. Namun sepertinya Gita tidak peka dengan dehem Gilang.


"Kamu masih manggil saya pak, saya lepasin tangan saya nih Git."


"Iya maaf mas, iya Gita minta maaf". Gita tersenyum dan Gilang pun ikut tersenyum.


"Pintar, pertahankan panggilan kamu itu. Paham Git ". Gilang menatap tajam Gita , dan Gita mengangguk tanda setuju." Dengar kan arahan saya Git, sedangkan Gita melihat Jessy yang asik menikmati permainan ice skating nya.


"Pertama kamu harus membentuk kaki kamu seperti huruf V Seperti ini." Gilang memberi contoh ke Gita, dan Gita mengikuti apa yang Gilang ucapkan.

__ADS_1


"Nah Posisi ini  untuk memudahkan ketika meluncur di arena." Gita mengangguk, dengan tangannya yang masih menggenggam tangan Gilang dengan erat.


"Kaki kamu sedikit menekuk lutut kamu yang dijadikan sebagai tumpuan. Gerakan ini agar tubuh  kamu seimbang." Gilang pun juga memberi contoh gerakannya kepada Gita.


"kamu harus mencondongkan tubuh kamu sedikit ke depan guna menyeimbangkan posisi tubuh. Supaya ketika meluncur, tubuh menjadi stabil dan tidak terjatuh.


Lalu merentangkan kedua tangan kamu Git, agar tubuh dapat menjadi lebih seimbang." Setiap arahan yang Gilang jelaskan, Gita ikuti.


Gilang berjalan sedikit dengan memegang tangan Gita, Gita di bawa di tengah-tengah. Melihat yang bermain ice skating dengan lincah, Gita terhanyut melihat orang yang bermain dengan sempurna.


"Wwaaah ,keren banget mereka main nya... " Itu yang keluar dari bibir Gita,membuat Gilang tersenyum dengan ucapannya, seperti Jessy waktu pertama kali main ice skating.


"Kamu juga bisa Git seperti itu, dulu Jessy seperti kamu belum bisa. Tapi setelah dia bisa lihat begitu lincahnya dia bermain ice skating.


Gita melihat Jessy yang gemulai bermain permainan itu, lincah sekali stiap gerakan nya. Gita tersenyum melihat Jessy.


Gilang mengajarkan Gita dengan sabar, tawa nya pun terdengar bahagia, saat Gita jatuh saat tubuhnya tidak seimbang. Gita hanya memanyunkan bibirnya saja, namun semangat untuk bermainnya tak luntur. Gita terus mencoba, terkadang Jessy dan Gilang meninggalkan Gita yang sedang berdiri sendiri,lalu kembali ke Gita. Dan Gilang terus memutari Gita dengan senyum yang terukir di bibir Gilang, dengan tangan yang di arahkan ke Gita,agar Gita gapai tangan Gilang. Ya seperti bayi yang baru berjalan melangkah Gilang mengajarkan seperti itu. Dengan sama sama tertawa dan senyum yang menghiasi bibir mereka, tanpa sadar mereka sama sama nyaman dengan keadaan masing-masing.


Lalu Gilang memutari Gita dengan bermain ice skating sendirian, Gita belajar pelan pelan, lalu Gilang mendekati Gita kembali, Gita pun berhasil menangkap tangan Gilang. Dan menggenggam tangan Gilang dengan erat, senyum manisnya terlihat di bibir Gita dan Gilang.


Akhirnya setelah jatuh bangun yang Gita rasakan saat belajar memang tidak mudah, dan akhirnya sedikit demi sedikit Gita bisa menyeimbangkan tubuhnya agar tidak jatuh.


Begitu bahagianya Gita bisa bermain karena di ajarkan oleh bosnya. Gita merasa kegirangan tanpa sadar keseimbangan tubuh Gita terganggu dan Gita pun hampir terjatuh, dan lagi lagi dengan sigap Gilang menahannya. Gilang merangkul pinggang Gita, dan jantung Gita berdegup sangat cepat. Entah dirinya ingin terjatuh, atau menatap wajah bos nya.


"Hati hati Git, nanti kamu bisa jatuh. Keseimbangan tubuh kamu harus bertahan". Ucapan Gilang membuyarkan lamunannya Gita.


"Aaah iya mas Gilang Terimakasih". Gita pun melepaskan tangannya dari pundak bos nya.

__ADS_1


"Kamu mau lanjut main nya". Gita pun mengangguk." Ya sudah tapi kamu hati hati, saya lepas ya tangan kamu, jaga keseimbangan tubuh kamu". Gilang pun melepaskan tangannya Gita.


Lalu Gita mencoba kembali berjalan, dengan hati hati seperti apa yang bos nya katakan. Gilang melakukannya sampai dia ingin terjatuh namun ia tahan dengan mencondongkan sedikit tubuhnya.


Gilang tersenyum melihat Gita yang bisa bermain Ice skating,dan bisa menyeimbangkan tubuhnya. Bahkan kini Gita bisa bermain bersama Jessy di tengah tengah lapangan dengan bergandengan tangan bersama Jessy. Gilang yang memperhatikan mereka berdua ibarat seorang ayah yang menemani dua putri nya.


Lalu Gilang melihat Gita menghampiri dirinya."Pah Ka Gita cape katanya, aku balik lagi ya Pah".


"Kamu tidak cape sayang". Jessy pun menggelengkan kepalanya." Ya sudah jangan lama-lama nanti udahan ya main nya".


"Oke pah?" Jessy pun kembali melanjutkan main nya.


" Kenapa Git cape?" Tanya Gilang dengan tersenyum.


Gita pun tersenyum lalu mengangguk" iya lumayan main ini skating cukup lelah mas, saya tidak pernah main Seperti ini. Jadi baru merasakan ini saya merasa senang saja ".


Gilang hanya tersenyum mendengar cerita Gita. Dan akhirnya merekapun hanya memperhatikan Jessy yang asyik menikmati permainan nya.


Hingga Jessy akhirnya lelah dengan sendirinya, lalu menghampiri papahnya dan Gita.


"Haah.. Cape pah". Jessy dengan wajah lelahnya.


Dan Jessy meminta udahan memainkan permainan nya. Dan meminta untuk membeli makanan kerena Jessy merasa lapar.


Dan akhirnya mereka pun meninggalkan tempat permainan ice skating nya. Dan pergi untuk mencari restauran untuk mereka makan.


Jessy merasa bahagia karena dia bisa menikmati permainan bersama papahnya di tambah ada Gita yang ikut main juga.

__ADS_1


Sepanjang jalan Jessy bergandengan tangan dengan papahnya dan Gita, seakan akan mereka keluarga kecil yang Bahagia.


__ADS_2