Cinta Anggita

Cinta Anggita
Lukman dan mamah


__ADS_3

Ya Lukman begitu bahagia bisa jalan bareng sama Reni. Karena bagi Lukman Reni tipe cewek yang susah banget di ajak senang seorang diri. Reni inginnya di mana ada Reni di situ ada Gita. Begitupun Gita di mana Gita di situ Reni .


Ya motor yang mereka kendarai sudah sampai di mall **** di kawasan daerah Jakarta Selatan. Mereka memasuki bioskop, tapi untuk kali ini mereka menonton film romantis, tidak menonton film horror. Karena Gita sangat takut dengan film horror, dari pada Andi di cuekin Gita lebih baik Andi menghindar agar Gita tidak marah.


Gita dan Reni duduk bersebelahan. Jadi Andi dan Lukman berada di samping pasangan mereka. Tangan Andi selalu menggenggam tangan Gita, begitupun Lukman menggenggam tangan Reni.


Andi ,Gita dan Reni, menonton film yang mereka tonton film romantis.. Tapi tidak dengan Lukman yang hanya memperhatikan wajah Reni di sebelahnya.


Reni yang merasa kalau Lukman hanya memperhatikan wajahnya lantas menoleh kearah Lukman. Reni pun menoleh kearah Lukman, namun saat Reni menoleh, Lukman men*ium bibi* Reni, tidak lama tapi bisa buat Reni diam mematung karena ciuman Lukman yang tidak lama.


Setelah mencium Reni, Lukman terus melihat wajah Reni dengan tersenyum. Karena melihat Reni yang mengedipkan kedua matanya, dan masih terdiam karena lamunannya. Lalu Lukman pun membuyarkan lamunannya Reni, hingga Reni tersadar. Reni tersenyum malu melihat Lukman, Lalu mereka pun melanjutkan fokus menonton nya. Lukman pun masih menggenggam tangan Reni, sesekali Lukman mencium genggaman tangan Reni.


Hingga filmnya abis Reni dan Lukman tidak fokus dengan film tersebut. Karena bagi Reni itu ciuman pertamanya, dan itu sudah di curi oleh Lukman. Dan itu membuat Reni tak fokus dengan film nya.


Dan saat filmnya habis, mereka pun keluar dan melanjutkan jalan jalan di mall tersebut. Andi masih menggenggam tangan Gita, begitupun Lukman yang selalu menggenggam tangan Reni.


Setelah mereka berjalan jalan, belanja, dan makan malam mereka pun pulang. Namun kini Gita dengan Andi naik motornya. Karena Andi ingin meminta izin juga ke orang tua nya Gita.


Izin pun sudah di dapatkan Andi untuk mengajak Gita jalan.

__ADS_1


Keesokan harinya ...


Lukman dengan sudah siap dengan penampilannya. Berjalan menuruni anak tangga nya, sang mamah yang memperhatikan sang anak sudah rapih, namun tidak memakai pakaian untuk kerja seperti biasanya. Lukman memakai pakaian lebih santai. Memakai Jean pendek, kaos hitam dan kaca matanya, serta siulan dari mulut Lukman. Dengan tersenyum sambil bersiul, Lukman menghampiri sang mamah. Lalu Lukman mencium pipi sang mamah, muuach...


" Pagi mah," Lukman tersenyum lalu duduk di kursi makan. Di meja makan sudah tersedia kopi, roti tawar dan bermacam rasa selai di meja makan. Lukman mengambil roti tawar dan mengoleskan selai kacang dan coklat. Lukman memakan roti dengan terus tersenyum.


Sang mamah yang sedikit penasaran dengan sikap aneh anaknya bertanya." Man, kamu sakit ya?" Kata sang mamah yang memegang kening sang anak.


"Lukman sakit, nggak ko mah. Ini Lukman sehat sehat aja mah. Kenapa si mah?" Lukman yang masih tidak paham atas pertanyaan Mamah,lantai bertanya balik.


"Ya kamu memang sehat, kalau kamu sakit mana ada di meja makan ini. Yang sakit itu pikiran kamu tuh, senyum senyum sendiri gitu, sejak turun tangga tadi. Kenapa memangnya seperti sedang jatuh cinta saja kamu?" Kata sang mamah yang meminum teh hijau dari dalam cangkirnya.


Sang mamah menunjukkan wajah tidak sabar nya mendengar jawaban Lukman.


Dan Lukman melihat wajah mamah nya menunjukkan wajah ingin menerkam sang anak. "Hihihi.... Mamah jangan begitu dong wajah nya." Jawab Lukman dengan cengir nya.


"Ya sudah cepat cerita, dari tadi bertele-tele, Cengar-cengir tapi nggak cerita." Kata sang mamah, yang memandang sang anak.


"Iya iya,, benar yang mamah bilang Lukman sedang jatuh cinta. Hari ini Lukman ingin jalan sama pacar Lukman, Mangkanya Lukman lagi bahagia hari ini." Cerita Lukman dengan bahagia.

__ADS_1


"Ciih... Pantesan sikap kamu itu tengil sekali pagi ini." Jawab sang mamah yang pura pura tidak terlalu peduli, padahal dalam hati sang mamah sangat senang , mendengar sang anak sudah memiliki kekasih.


"Sikap Uman memang tengil kenapa mah?" Tanya Lukman,ke sang mamah. Ya.. begitulah Lukman kalau di rumah panggilan manja nya ke sang mamah Uman, karena itu panggilan masa kecil Lukman.


"Ya tidak seperti biasanya, kamu tuh kalau berangkat kerja atau ke toko, ya penampilan kamu itu tidak seperti ini. Dan tidak pakai siulan segala, kamu kaya anak anak yang lagi main layangan tau tidak. Pake siul siul biar angin datang. Memang gadis mana yang bikin kamu seperti ini si Man.?" Kata sang mamah yang menunjukkan wajah penasaran nya.


Lukman memandang sang Mamah,terlihat wajah serius dari sang mamah. Lukman pun tersenyum dan tatapan hangat ke sang mamah,lalu menyentuh tangan mamah nya." Mah jangan pernah tanya kan apa dia gadis berbabat, bebet, bobot nya. Tentang gadis itu, dia bukan gadis orang kaya mah, tapi dia gadis baik, lucu, yang bikin Uman jatuh cinta mah. Dia karyawan di pabrik mah, dia gadis biasa yang tumbuh ceria,dan gadis baik, tidak seperti gadis-gadis yang Uman kenal." Jawab Lukman dengan wajah yang serius. Sang mamah pun melihat wajah sang anak yang berkata sungguh sungguh.


Sang mamah pun menyentuh tangan Lukman." Siapa pun pilihan kamu, asal dia gadis baik baik, mamah pasti menerima pilihan kamu. Asal anak mamah bahagia. Hanya kamu yang mamah punya nak, Mamah tidak ingin merusak kebahagiaan kamu, jika memang kamu menyukai nya ajak dia kesini, kenalkan gadis itu pada mamah". Ucap sang mamah deng tersenyum..


Lukman pun tersenyum, lalu bangun dari duduknya. Lalu Lukman berlutut di hadapan sang mamah, dengan mencium tangan sang mamah." Mah, hanya mamah yang Lukman punya, lukman sayang mamah. Dan Lukman juga tidak mau mencari gadis yang hanya menginginkan harta saja. Seperti yang sudah-sudah, Lukman ingin mencari gadis, yang sayang sama Lukman,dan pastinya sayang juga sama mamah. Karena Lukman sayang sama mamah, dan Lukman juga tidak akan pernah meninggalkan mamah, nanti Lukman kenalkan dia ke mamah ya.." Kata Lukman yang mencium tangan sang mamah.


Sang mamah pun mengangguk kan kepalanya, dan memberikan pelukan hangat untuk sang anak, yang paling di sayangi. Walaupun terkadang sang mamah suka meledek sang anak, suka memarahi Lukman. Tapi kasih sayang seorang ibu tidak akan pudar, sekalipun sang anak membuatnya bersedih atau kecewa. Kasih sayang ibu sepanjang masa tak akan pernah putus Sampai kapan pun.


Lalu sang mamah pun melepaskan pelukannya dari sang anak. " Sudah sana lanjutkan minuman kamu. Lukman ingat umur kamu, Gilang dan kamu usia nya hampir sama, jadi jangan pacaran terus. Kamu sama Gilang sama nya, kamu Man pacar kamu banyak, tapi belum ada yang Kamu nikahi. Gilang sekali suka sama gadis, dan di nikahi, tapi dia sudah pergi untuk selama lamanya." Kata sang mamah, Lukman pun sudah duduk di kursi nya.


"Mah, mamah tidak perlu khawatir, mamah doa kan saja Lukman. Semoga pilihan Lukman tidak Salah. Kalau mas Gilang kebahagiaan nya ada di Jessy, dan lita doa kan saja semoga Jessy dan mas Gilang mendapatkan pengganti mba Monica. Gadis baik,dan tentunya sayang mas Gilang, Jessy dan keluarga dengan tulus".


Jangan lupa untuk tinggal kan jejak kalian. karena dukungan kalian membuat aku semakin semangat untuk membuat ceritanya.🙏🙏😄

__ADS_1


__ADS_2