Cinta Anggita

Cinta Anggita
Prematur


__ADS_3

"Lalu Gita bagaimana Lang.?" Tanya pak Jaka yang sangat khawatir dengan keadaan anaknya.


Gilang menatap wajah pak Jaka yang sangat lelah dan khawatir. Dan wajah Bu Siti yang penuh dengan ke khawatiran pada Gita. Gilang tak tega memberitahu kondisi Gita kepada dua mertuanya.


Gilang menarik nafasnya, lalu memejamkan matanya. Agar bisa memberi tahu kondisi Gita saat ini. Jujur saja Gilang pun tak kuat memberi tahu kondisi Gita kepada mertua nya itu. Namun mau tidak mau Gilang harus menyampaikan kondisi Gita.


"Ayah, ibu, kondisi Gita saat ini sangat kritis. Dan kandungan Gita pun sangat lah lemah. Maka dari itu para dokter akan segera mengambil tindakan operasi untuk Gita, karena usianya masih tiga puluh empat Minggu. Agar keduanya bisa di selamat kan. Gilang mohon doanya dari kalian semuanya untuk keselamatan Gita dan kandungan nya." Tubuh Bu Siti pun langsung terhuyung lemas mendengar kabar Gita.


Pak Jaka dan Gilang pun membantunya untuk duduk. Bu Yuni memeluk besannya yang sedang menangis. Pak Jaka pun juga tak kuasa menahan tangisnya,saat mengetahui kondisi anaknya dengan keadaan kritis.


" Ya ampun Gita, anak ayah. Cuma kamu nak yang ayah dan ibu punya nak. Gilang, Gita Lang di dalam. Ayah mau liat kondisi Gita". Pak Jaka berdiri ingin masuk, namun di tahan oleh Gilang.


"Jangan masuk yah, Gita akan dipindahkan ke ruangan operasi."


Saat itu juga pintu ruangan terbuka, ada banyak perawat memegang brankar. Dan terlihat juga Gita yang berada di atas brankar nya, dengan mata terpejam. Serta selang yang terpasang di tangan dan hidungnya.


"Gita, ini ayah dan ibu nak.kamu yang kuat ya sayang. Bertahan ya anak ayah, ayah yakin kamu kuat." Sambil bicara pak Jaka mengikuti brankar yang didorong oleh perawat.


Gilang, pak Jaka,dan Bu Siti mengikuti arah perawat itu membawa Gita. Yang Gilang pikirkan saat ini hanya Gita, karena Gilang tau kondisi Jessy yang akan sadar.


Kini Gilang, pak Jaka,dan Bu Siti sedang berada di depan ruangan operasi. Di sana pak Jaka memeluk Bu Siti yang menangis' mengkhawatirkan keadaan Gita. Dan Lukman melihat kondisi Gilang sangatlah memprihatinkan, Dangan baju dan rambut nya yang acak-acakan. Serta tatapan yang kosong, ada rasa ketakutan yang Gilang rasakan saat ini. Membuat Lukman tak tega melihat keadaan kakak sepupu nya.


Bibir Gilang terus berkomat kamit. Saat ini yang bisa Gilang lakukan hanya berdoa untuk Gita dan bayi yang ada di kandungan nya. Begitu pun juga pak Jaka dan Bu Siti, hanya berdoa yang bisa ia berikan saat ini untuk anak dan cucunya.

__ADS_1


Lalu kang Ujang datang dengan membawa minuman untuk mereka. Lukman mengambil minuman, lalu meminta kang Ujang untuk kembali menemani Bunda dan pak Hendra.


"Pak Jaka,minum dulu agar sedikit tenang. Dan ini untuk ibu." Kata Lukman yang memberikan minum ke pak Jaka.


"Trimakasih Lukman". Pak Jaka pun mengambil minuman itu dari Lukman, lalu di buka tutupnya dan di minum lalu di berikan ke Bu Siti juga.


"Mas minum dulu, pasti mas Gilang haus.?"


"Saya tidak haus Man, untuk yang lain saja". Gilang menoleh sebentar ke arah Lukman lalu kembali lagi ke posisinya.


"Mas saya tau, mas khawatir dengan kondisinya Gita. Tapi mas juga harus jaga kondisi mas sendiri. Kami juga sangat khawatir dan berharap Gita dan bayinya selamat. Yang penting kita selalu berdoa mas, sekarang mas minum dulu ya. Liat mas Gilang tuh terlihat pucat, dan sangat berantakan sekali. Agar mas bisa tenang dan saat Gita sadar mas tidak membuat Gita sedih dengan kondisi mas yang memprihatinkan seperti ini." Gilang mendengar kan apa yang Lukman ucapkan memang ada benarnya juga.


Lalu Gilang pun mengangguk dan mengambil minuman dari tangan Lukman, Lalu meminumnya. Lukman pun tersenyum melihat Gilang yang mendengarkan ucapannya.


" Gita, aku yakin kamu kuat sayang. Jangan tinggalkan aku Git, aku mohon sama kamu sayang. Ya Allah jangan ambil Gita dari sisiku, jangan kau ambil lagi. Selamat kan lah anak dan istri ku." Gumam Gilang dalam hatinya.


Jujur saja Gilang saat ini, jadi kembali mengingat kejadian saat Monica kecelakaan saat itu. Jadi Gilang kembali' merasakan ketakutan nya pada dirinya sendiri.


Kurang lebih satu jam mereka menunggu.Dan operasi pun kini sudah selesai.Dan kini perawat pun meminta Gilang masuk untuk menemui dokter dan bayi nya.


Gilang masuk dan menemui dokter nya.


"Dokter, bagaimana operasi nya berjalan lancar.? Dan bagaimana keadaan anak dan istri saya.?" Gilang bertanya dengan harapan keduanya dengan keadaan baik baik saja.

__ADS_1


"Operasi nya berjalan lancar, dan bayi anda berhasil kami selamatkan. Pak Gilang Bayi anda Lahir di usia delapan bulan, dan bayi anda termasuk dalam kategori sedikit prematur. Ia butuh mendapatkan perawatan di rumah sakit selama beberapa saat. Dan Perawatan khusus untuk bayi yang lahir di usia delapan bulan. Dan bayi anda kami tempatkan di inkubator agar dapat memancarkan kehangatan untuk memastikan suhu tubuhnya agar stabil. Bayi anda perlu menjalani observasi di rumah sakit, selama beberapa hari untuk melihat perkembangannya. Jika ada potensi risiko kesehatan yang kemungkinan dihadapi di kemudian hari."


"Apakah Bayi yang Lahir di Usia 8 Bulan Dapat Tumbuh Sehat dok.?" Tanya Gilang karena mendengar kata prematur ada ke khawatiran bagi Gilang.


Dokter itu pun tersenyum, dokter itu pun tau ke khawatiran pria dihadapannya ini. Dokter itu pun menjelaskan dengan sabar.


" Pak Gilang tidak perlu khawatir Pada dasarnya, bayi yang lahir di usia 34 hingga 36 minggu termasuk dalam kategori bayi yang sudah siap dilahirkan dan sehat, jika tidak ada masalah kesehatan berarti yang melatar belakanginya. Dan Bayi yang lahir di usia delapan bulan umumnya dapat bertumbuh kembang secara normal. Kami dari pihak rumah sakit akan terus mengontrol perkembangan bayi anda. Sampai penambahan bobot berat badan bayi anda naik.Berat bayi akan naik dari sekitar 1,9 kg. Menjadi kira-kira 2,1 kg. Selanjutnya, panjang bayi juga bertumbuh menjadi sekitar 45 cm, dari kepala hingga tumit.


Ukuran tersebut akan terus bertambah, bertumbuh, dan organ-organ tubuhnya semakin berkembang." Penjelasan dari dokter spesialis obgyn.


"Baik kalau begitu, saya mohon berikan yang terbaik untuk anak saya. Berapa pun akan saya sanggupi untuk anak dan istri saya." Dokter itu pun mengangguk dan tersenyum." Lalu bagaimana keadaan istri saya dok.?"


"Maaf pak Istri anda masih keadaan koma, belum sadarkan diri. Kami hanya berharap ada mukjizat yang Tuhan berikan untuk istri anda. Dan yang terpenting keluarga harus selalu mendoakan agar istri anda cepat terbangun dari koma nya." Kata dokter yang satunya.


"Ya Robb, Anggita istri ku." Mata Gilang memerah, dan tubuh Gilang pun kembali melemas. Mendengar Gita dalam keadaan koma." Apa saya boleh melihat anak saya dok.?"


"Boleh, silahkan nanti akan diantar oleh perawat kami. Siska.." Dokter itu memanggil seorang perawat, dan perawat itu pun datang.


"Iya Dokter."


"Tolong antarkan pak Gilang menjenguk bayi dari nyonya Anggita." Perawat itu pun mengangguk.


"Mari pak saya antar ". Gilang pun mengangguk, lalu mengikuti di belakang perawat itu untuk menemui bayi nya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2