
"Kalian masuk aja dulu ya, aku mau beli sesuatu sebentar."
"Lo mau beli apaan si Git.?"
"Noh, gue mau beli itu. Kaya nya enak , sebentar ya". Lalu Gita memesan pada driver taksi nya untuk menunggu sebentar." Mas tunggu sebentar ya saya ingin membeli sesuatu." Driver itu pun mengangguk kan kepalanya.
" Git elo mau beli apaan si.? Sini gue yang beliin Lo diem diem sama Jessy di sini". Kata Reni yang menahan tangan Gita berjalan.
"Udah biarin aja, kalo elo yang beli nanti rasanya gak enak. Dah diem diem, gue cuma ke situ tuh." Kata Gita menunjuk arah gerobak warna merah.
Reni pun mengikuti arah yang Gita tunjuk.
"Lo mau beli rujak Git.?" Gita mengangguk.
"Ya udah sana beli, gue tunggu sini. Tapi Lo hati hati ya"? Gita mengancungkan jari jempolnya.
Lalu Gita menyebrang jalan dan memesan rujak nya. Setelah rujaknya jadi Gita membayar rujaknya, lalu Gita ingin menyebrang . Alangkah terkejutnya saat Gita berada di tengah tengah jalan, ada mobil. Yang melaju mobilnya dengan sangat Cepat.
Reni yang melihat itu lantas berteriak.
" Giiitaaaaaa.... Aawaaasss....".
Gita yang mendengar namanya di panggil langsung menoleh. Dan alangkah terkejutnya ada mobil yang kencang mendekat ke arahnya.
Aaaaaaaaa........... Teriak Gita, namun tiba tiba ada yang menarik tangan Gita ke pinggir. Dan Gita pun terjatuh dengan orang yang menolong nya. Lalu orang itu langsung memeluk tubuh Gita, Gita terkejut dengan perlakuan orang itu.
Gitaa.... Mamah.... Teriak Reni dan Jessy. Lalu mereka pun menghampiri Gita yang masih terjatuh.
"Gita, kamu gak apa-apa.?" Reni terlihat khawatir." Ka Riko, ko di sini.? Untung ada kakak, kalau gak, aku gak bisa bayangin." Kata Reni yang membantu kakak dan sahabat nya
"Mamah, mamah gak apa-apa kan.?" Hiks... Hiks... Hiks.... Jessy menangis melihat mamah nya hampir tertabrak.
"Mamah gak apa-apa sayang, kamu jangan nangis seperti ini dong. Cup... Cup.... Cup..." Gita menenangkan Jessy agar tidak menangis.
" Iya tadi kakak habis main ketempat teman kakak, kebetulan lewat sini untuk membeli minuman. Kakak liat kamu, niatnya ingin menghampiri kamu. Ngeliat Gita hampir tertabrak, jadi kakak nolongin Gita." Cerita Riko, membuat Reni mengangguk." Dek, ambilin minum untuk Gita ya." Kata Riko yang terlihat khawatir.
Reni pun mengangguk lalu pergi untuk membeli minuman, karena memang mereka tidak membeli minuman. Setelah membayar minumannya, Reni pun memberikan minumannya ke Gita.
Reni melihat Jessy yang menangis di pelukan Gita, dan Gita berusaha menenangkan nya walaupun bibir Gita menahan rasa sakit nya.
"Jessy jangan nangis ya, mamah tidak kenapa-kenapa." Kata Gita sambil memegangi kakinya, mungkin terlilit.
"Reni kita balik ya, KA Riko aku balik ya. Trimakasih sudah menolongku, kalau gak ada ka Riko mungkin aku..." Gita belum selesai bicara Riko sudah menyelak omongannya Gita
"Syuuuuttt.... Jangan bilang seperti itu, Tanda nya Allah masih sayang kamu Git. Oow iya itu jajanan kamu jatuh di selokan, aku beliin lagi ya.?"
__ADS_1
"Gak usah ka, aku sudah ga ingin lagi. Ya sudah aku balik ya, Jessy sayang kita balik yuk".Lalu Gita bangun dari duduknya dengan di bantu Riko untuk berdiri. Dan Reni memegangi tangan Jessy.
Saat Gita sampai di pintu mobil.
"Git, lain kali hati hati. Jangan ceroboh lagi kalau jalan. Ingat ada anak dan suami kamu yang membutuhkan kamu, dan aku juga menginginkan kamu baik baik saja. Kamu sudah ku anggap seperti Reni adik ku, walaupun rasa sayang ku ini belum bisa pudar dari nama kamu."
" Iya Ka Riko, semoga kakak mendapatkan gadis yang lebih baik dari aku. Aku juga janji gak akan ceroboh lagi." Kata Gita dengan tersenyum, dan Riko membalas senyuman itu." Oow... iya trimakasih ya sekali lagi, Kalau begitu aku pamit... Assalamualaikum...
"Waalaikumsallam, obati luka kamu ya Git." Gita pun mengangguk kan kepalanya.
"Ka aku pamit ya, KA aku minta kakak lupain Gita ya. Kakak ipar ku itu posesif dan cemburuan banget sama Gita. Aku ga mau kalau kakak itu di benci sama mas Gilang, aku gak enak ka.?"
Riko tau Reni bicara seperti itu, karena khawatir sama Gita dan dirinya." Iya dek, kakak juga berusaha buat ngelupain Gita. Kamu gak usah khawatir, kakak juga ngejaga hubungan kamu di keluarga baru kamu."
"Makasih kak, kalau begitu aku pamit ya. Assalamualaikum...."
Waalaikumsallam". Reni pun masuk ke dalam mobil, dan Riko terus memperhatikan mobil itu sampai hilang dari pandangan Riko. Setelah itu Riko pun kembali
Reni dan Gita mengantarkan Jessy kerumah Oma dan Opa nya. Namun di perjalanan Gita memesan ke Jessy.
" Jessy sayang jangan bilang-bilang ke Oma dan opa ya, tentang kejadian tadi. Please...."
"Kenapa mah, ko Jessy gak boleh bilang.?"
"Iya mah, Jessy janji gak akan bilang sama Oma dan opa ko. Tapi mamah janji obati lukanya ya, agar cepat sembuh". Gita pun mengangguk kan kepalanya.
"Iya sayang mamah janji akan obati lukanya, kan ada tanteh Reni. Ya kan tanteh Reni.?" Reni pun mengangguk kan kepalanya.
Setelah sampai rumah pak Hendra, Gita berusaha menahan sakit pada kaki nya. Reni liat or sahabatnya menahan sakit.
Saat sedang mengobrol Gilang mengirim pesan, dari suaminya
✉️" Gita kamu pulang duluan aja ya. Maaf aku dan Lukman ada urusan mendadak.
✉️"Yasudah tidak apa-apa mas, aku balik duluan ya.?"
✉️"Iya kamu hati hati ya.
✉️"Iya mas.
Setelah membalas pesan suaminya, Gita dan Reni pun pamitan untuk pulang. Dengan diantar oleh kang Ujang.
Setelah mengantarkan Reni, kini Gita pun Sampai rumah.
"Nuhun kang, sudah di anterin pulang."
__ADS_1
"Sama sama neng, itu kaki neng kenapa.?" Kang Ujang menunjuk kaki nya Gita.
"Ow ini gak apa-apa kang, tadi di cium aspal". Jawab Gita dengan terkekeh.
"Jangan lupa neng di obati, kalau mas Gilang tau pasti dia khawatir banget neng. Kalau begitu akang balik ya neng.
" Iya kang nanti Gita obati. Kalau begitu trimakasih ya, sudah anterin pulang" .
"Iya neng, kalau begitu saya pamit. Assalamualaikum."
"Waalaikumsallam..." Kang Ujang pun pergi meninggalkan menantu majikan nya itu. Lalu Gita pun masuk kedalam saat kang Ujang sudah tak terlihat lagi.
Saat selesai shalat isya, Gita membuatkan kopi untuk suaminya pulang. Saat Gita selesai membuat kopi, kopinya pun di bawa ke kamarnya. Saat Gita sedang memegang handphone nya, Gilang datang dengan wajah marah.
"Mas, ko gak assalamualaikum dulu si.?"
"Kenapa kaget kamu,lagi chatting sama mantan kamu iya.?" Gita terkejut mendengar suaminya bicara seperti itu.
"Kamu kenapa si mas, siapa yang chating sama mantan. Aku lagi liat ini foto aku dan Jessy tadi siang. Kamu kenapa si mas pulang pulang marah, cerita sama aku pelan pelan jangan marah seperti ini". Lalu Gita mengambil kopi yang sudah di buat di cangkir, lalu Gita memberikan kepada suaminya." Di minum yuk mas, jangan emosi seperti ini". Kata Gita yang bicaranya dengan nada lembut.
"Gak perlu, aku ga butuh kopi". Gilang menghentakkan kopi yang di berikan Gita. Praaank.... Pecahan cangkir nya mengenal kaki Gita." Jangan alasan kamu Git, kamu menemuinya kan. Kamu menemui mantan kamu, dengan kamu membawa Jessy anakku. Iya kan Git, jawab Git kenapa kamu diam.?" Gita sangat tersentak saat suaminya membentak dirinya, dan menuduh yang gak Gita lakukan.
"Kamu bicara apa mas, aku gak ngerti. Apa yang kamu ucapkan ga benar, aku ga bertemu siapa siapa. Tadi gak sengaja bertemu sama....." Gita tak melanjutkan ucapannya.
"Riko.... Iya kamu bertemu dia kan. Aku tau Git, nih liat". Gilang memberi sebuah foto dirinya dengan Riko.
Saat Riko membantunya berjalan, dan menyentuh tangan Gita. Ada yang membelai rambut Jessy. Ada yang membantu Gita untuk minum, semuanya ada di handphone milik suaminya.
"Mas aku bisa jelasin ke kamu, aku tadi itu...."
"Gak perlu kamu jelasin Git. Kamu tau aku cemburuan, tapi kamu sengaja melakukan ini sama aku. Kamu segala mengajak anak ku, kamu memberikan contoh buruk Git kepada anak ku. Kamu bisa mengurus Jessy tidak, apa jangan-jangan kalau kamu ketempat orang tua kamu, kalian suka bertemu. Iya Git, jawab Git.?" Gilang membentak Gita, hingga Gita menangis sesenggukan.
"Mas kamu kenapa menilai aku seperti itu.?"
Lalu Gilang melihat handphone milik Gita berada di atas meja. " Mungkin karena ini iya kan, kalian masih komunikasi. Iya kan.?"
"Mas jangan mas, itu punya ku kenang kenangan aku waktu kerja mas. Jangan di banting". Pinta Gita dengan memohon, Lalu Gilang membanting handphone milik Gita kelantai hingga hancur menjadi tiga.
Setelah membanting handphone milik Gita, Gilang pun pergi meninggalkan Gita di rumah sendirian.
Gita menangis' tersedu-sedu, Gita bingung siapa yang mengirim kan foto itu ke suami nya.
Gita menangis di lantai dengan mengambil pecahan handphone milik nya, yang sudah hancur menjadi tiga bagian.
Karena luka di kakinya masih sakit, di tambah lagi terkena pecahan gelas. Dan kepala Gita terasa berat, dan akhirnya Gita pun tak sadarkan diri.
__ADS_1