
Gilang terus memperhatikan wajah Gita yang tersenyum melihat Ardi yang berjalan menjauh.
Ekhem.... Kaya nya ada yang mengingat masa lalu tuh?" Sindir Gilang dan Gita pura pura tak menghiraukan perkataan suaminya itu.
"Kita balik yuk mas. Jessy Abi kita ketempat kakek yuk". Ajak Jessy yang menggandeng tangan Jessy dan Abi.
Sedangkan Gilang hanya menggelengkan kepalanya saja. Sambil membawa makanan yang sudah di beli, namun Gita belum memakan nya.
Selama di mobil, Gita hanya diam. Sesekali Gilang melirik istrinya yang sedang senyum senyum sendiri melihat handphone nya.
Dan Gilang melihat kedua anaknya juga tertidur di kursi belakang.
"Git..."
"Heem...."
"Ko diem aja sih, ngobrol ke. Ini asyik sama gadget aja, ada suami nya di samping".
Gita pun menarik nafasnya, lalu menyimpan handphone nya di dalam tas.
"Kamu mau ngomong apa .?"
"Cowok itu siapa? Benar dia itu kakak kelas kamu, mantan adik aku. Apa dia juga mantan kamu.?"
"Tuh kan aku paham mas,sama arah pertanyaan kamu itu. Kamu dengar kan mas tadi, dia bilang apa.? Dia itu kakak kelas aku, mantan pacar adik kamu. Dia orang yang pernah menolong aku saat aku terkunci di dalam kamar mandi di sekolah. Ga ada orang yang menolong aku, karena semuanya sudah pulang. Dan ternyata ada orang yang menolong dan mendobrak pintu kamar mandinya. Ternyata Ardi yang menolong aku. Sudah jelas ceritanya.?" Cerita Gita dengan panjang lebar, dengan perasaan yang sedikit kesalnya.
"Terus kenapa tadi kamu senyum senyum gitu melihat dia menjauh.?"
" Dulu hanya dia dan Reni yang baik sama aku. Andi pun dulu sangat benci melihat aku. Aku dan Reni hanya kagum aja sama dia dulu. Selain anaknya baik, pintar, dia juga anak yang rajin beribadah. Dia gak pernah menilai seseorang dari fisik." Cerita sambil mengingat waktu sekolah dulu. Gita lupa kalau yang dia ajak cerita itu Suaminya yang posesif dan cemburuan.
" Ow berarti Pria tadi, pria yang kamu kagumi ya. Pantas tatapan kamu itu gimana gitu, terus tatapan tuh cowok juga gimana gitu." Gita yang mendengar itu kelagapan...
"Mas itu dulu mas, bahkan saat aku belum sama Andi, dan KA Riko."
__ADS_1
" Ya diingat aja terus nama mantan mantan kamu." Ucap Gilang Jawab nya dengan ketus. Karena terbakar api cemburu.
"Kamu Kenapa sih mas, mas itu dulu ya. Dan sekarang aku itu menghargai kamu, kan kamu suami aku apalagi dengan keadaan aku ini" . Sambil mengusap perutnya yang sudah terlihat."Gak kaya kamu yang gak menghargai aku, apaan kasih nomor handphone ke mantan pacar." Dengan nada ketus. Namun suaranya masih dengan suara pelan, takut Jessy dan Abi terbangun.
Bukan membuat Gilang kesal malah membuat Gilang tersenyum.
Gita yang melihat suaminya tersenyum nampak kesal." Gak jelas".
Karena sebentar lagi sampai rumah mertua, Gilang sengaja tak menjawab. Takut nanti makin panjang urusannya,dan pasti Gita akan merajuk. Di tambah lagi ada anak anak yang sedang tertidur, jadi lebih baik diam saja.
Kini mereka sudah sampai di rumah pak Jaka, dan tentu saja mereka sudah menyambut nya.
"Nenek... kakek..." Teriak Jessy dan Abi.
"Wah cucu kakek dan nenek datang. Asyiiik.... kakek dan nenek tidak kesepian lagi dah ini". Kata pak Jaka dengan sangat antusiasnya memeluk ke dua cucunya.
"Assalamualaikum...."
Gilang dan Gita pun mencium tangan pak Jaka dan Bu Siti.
"Bagaimana kabar kalian sehat kan, terutama kamu Lang bagaimana masih pusing.?"
"Alhamdulillah sudah tidak yah, tadi bikin rujakan mangga. Di buatin sama anak ayah ini, jadi tidak pusing lagi." Pak Jaka dan Bu Siti mendengar nya jadi tertawa.
"Memang begitu Lang kalau suami yang ngidam,masih mending. Coba kalau istri yang ngidam, kaga tega kan liat nya. Udah muntah muntah, terus pusing kadang nangis. Hadeeeuuuhhh.... Tuh mertua mu lagi hamil istri mu, ayah tidak tega. Hamil nya payah, sudah mual. Udah dia lemah di lantai, Ayah gendong ibu mu sampai ketempat tidur. Mangkanya Gita itu kalau sama ayah itu nempel banget, kaya lem sama prangko." Cerita pak Jaka menggoda Gita, membuat Gita tersenyum.
"Udah yah anaknya baru sampe di godain terus. Ayo Gita Gilang masuk, yuk cucu nenek yang cantik Dan ganteng kita masuk." Ajak Bu Siti.
Dan semuanya pun akhirnya masuk ke dalam rumah pak Jaka. Saat datangnya malam, Gita, Jessy, Abi, dan Bu Siti sedang menonton tv di atas kasur lantai. Memang seperti itu di rumah pak Jaka di mana kesederhanaan yang mereka jalani. Saat Gilang, pak Jaka dan Dimas suami dari keponakan nya selesai mengobrol. Kini mereka masuk kedalam rumah. Alangkah terkejutnya pak Jaka melihat istri anak dan cucunya semuanya tertidur di kasur lantai.
"Waduh dia sudah pada tidur Lang, udah kaya pepesan ikan. Pada berbaris begitu. Heheheh..." Celetuk Pak Jaka sambil terkekeh .
Sedangkan Gilang hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya saja mendengar bapak mertuanya bicara.
__ADS_1
"Mungkin mereka lelah yah, tadi habis main main." Pak Jaka mengangguk.
"Yasudah anak anak mu biarkan saja di situ. Istri mu saja kasian kalau tidur di lantai dulu si dia sering nemenin ayah nonton tv tertidur di situ. Sekarang ayah tidak tega dengan kondisinya lagi hamil." Gilang pun mengangguk kan kepalanya.
Lalu Gilang menghampiri Gita.
"Git, Gita bangun yuk, Pindah di kamar". Gita mengerjap matanya, dan melihat sayup-sayup suaminya yang ada di hadapannya.
"Gita pindah nak, biarin kedua anak mu di situ. Biar di temenin nenek dan kakeknya, kamu pindah ke kamar kamu sana .!"
Gita hanya mengangguk kan kepalanya, lalu bangun dan pindah ke kamarnya. Saat di dalam kamar Gita pun tidur membelakangi Gilang. Ya Gita memang masih ngambek dengan suaminya itu, Gita tidak bisa marah dengan Gilang. Gita hanya bisa mendiami suaminya saja itupun sudah cukup. Begitu saja Gilang sudah kalang kabut, di diami istrinya. Apalagi saat tidur Gita yang bisa nya bercerita, ini cuek dan tinggal tidur Gilang. Gilang semakin pusing, bagaimana tidak,hanya menjelang tidur lah Gilang bisa menjahili istri dengan caranya.
"Git, kamu masih ngambek ya.?" Tidak ada jawaban dari Gita.
Gilang memeluknya dari belakang, Gilang tau kalau istrinya belum terlalu pulas. Dengan sengaja Gilang meniup daun telinga Gita, membuat Gita kegelian. Dan Gilang pun tersenyum, di lakukan nya kembali oleh Gilang.
"Kalau masih kesel,atau masih cemburu bilang aja. Jangan di tahan begitu, terus terang". Bisik Gilang sambil menahan senyumnya.
"Tau bodo". Jawab nya dengan ketus.
"Tapi mas suka cemburu nya kamu ini." Sambil mencium leher Gita bagian belakang.
Gita menahan tawanya, kerena merasa geli, karena merasa geregetan dengan sikap jahil suaminya, Gita pun berbalik badan.
"Geli mas, kamu rese banget si.. iiihh... Minggir dikit apa mas.!" Gita mendorong tubuh suaminya.
"Tau ga kamu tuh bikin gemes kalau lagi ngambek.?" Sambil mencubit pipi istrinya.
"Ya sudah aku ngambek aja, sana ah aku sebel sama kamu. Aku lagi gak mau Deket kamu mas.." Dengan bibirnya yang cemberut.
"Ya jangan dong sayang, masa gak mau Deket sama aku. Nanti Dede nya kangen sama aku gimana coba.?"Gilang tersenyum melihat Gita yang enggan melihat wajahnya.
Bersambung....
__ADS_1