
"Saya tidak butuh jawaban itu sekarang dari kamu Git, tapi pastinya jawaban kamu itu akan saya tagih. Tapi saya tidak ingin ada penolakan dari kamu. Untuk sekarang ayo kita ketempat Jessy, pasti mereka menunggu kamu. Pasti kamu lapar kan, saya tidak ingin kamu sakit ayo...." Gilang pun menggenggam tangan Gita, dan menuntun Gita untuk kumpul dengan Jessy, Reni, dan Lukman.
Dan Gita hanya mengikuti langkah Gilang walaupun Gita ingin protes dengan perkataan bos nya itu. Dengan bibir yang terus menggerutu, karena merasa kejebak dengan ucapannya sendiri.
"Dasar bos gila, enak banget bicara masalah perasaan kaya gitu. Pake bilang gak mau ada penolakan lagi, hanya harus ada satu jawaban yaitu iya. Sama aja gue harus terima dia, pemaksaan banget, dasar bos sinting. Nyesel gue bilang kaya gitu di depan bos sinting ini ke Andi". Gita menggerutu dalam hatinya.
Sedangkan Gilang hanya tersenyum saat Gita ia genggam tangan dan mengikuti dirinya." Maaf Git saya sedikit memaksa, saya akan jadikan kamu milik saya . Hampir gila saya, bayangan kamu itu hadir di mana saja. Kamu itu terlalu baik Git jika untuk di sia siakan, dan." Ucap Gilang dalam hatinya.
Saat sampai di mana Jessy, Reni, dan Lukman menunggu. Tiba-tiba Gita berhenti berjalan, Gilang pun juga berhenti karena tangannya mereka masih berpegangan.
Gilang pun menoleh ke arah Gita." Kenapa ko berhenti Git.?"
Gita pun tersenyum." Tangan saya sakit pak". Jawab Gita, dan Gilang menunjukkan wajah kesalnya kembali.
Wajahnya mendekat ke arah Gita tanpa adanya jarak , hingga Gita bisa merasakan setiap nafas dari pria di hadapannya itu." Ubah panggilan kamu itu, jangan terlalu formal. Saya tidak suka dengan panggilan kamu, paham kamu Git". Gita hanya diam,tidak menjawab pertanyaan bosnya itu. Karena jika Gita mengangguk atau berbicara,maka bibir nya akan menyentuh bibirnya.
Gilang dapat melihat wajah Gita dengan dekat, terlihat wajah Gita yang cantik tanpa make up yang tebal. Gilang lantas tersenyum,lalu menjauhkan wajahnya dari wajah Gita. Gilang tersenyum karena pipi Gita seperti tomat berwarna merah. Dan Gita pun juga merasakan hangat di pipinya, Gita benar benar malu berhadapan dengan Gilang dengan jarak yang begitu dekat..
"Kalau kamu masih memanggil saya dengan panggilan pak lagi, saya potong gajih kamu". Ancam Gilang, Gita pun membelalakkan matanya.
"Dasar sinting, bener bener pemaksaan. Bawa bawa masalah perasaan, Ke masalah kerjaan. Apa-apaan main potong gaji orang segala. Lah dia mah enak duit segitu hilang biasa biasa aja, lah gue bisa nangis bombay." Gita Ngedumel hanya berani dalam hati saja.
"Iii .... Iya, iya mas Gilang". Ucap Gita dengan bibir cemberut.
Gilang pun tersenyum mendengar itu." Pinter kamu, yasudah yuk masuk." Ajak Gilang yang langsung masuk tanpa menggandeng tangan Gita.
Gita pun yang masih berdiri di tempat, menghentakkan kakinya, karena merasa kesal dengan bos nya sendiri. Lalu Gita dengan cemberut berjalan mengikuti Gilang, untuk menyusul Jessy, Lukman, dan Reni.
Kini Gilang sudah duduk di kursi di samping Jessy. Dan di susul Gita yang duduk di samping Reni dan Gilang.
Gita dan Gilang pun kini sudah duduk dan sedang menikmati makanannya. Karena Lukman dan Reni juga sudah sekalian memesankan makanan untuk Gilang dan Gita.
__ADS_1
"Git, elo kenapa mata elo merah sembab juga, kaya orang abis nangis. Terus kenapa juga bibir elo cemberut gitu. ?" Tanya Reni yang berbisik di telinga Gita .
Gita yang lagi mengunyah pun mendengarkan pertanyaan Reni." Mata gue merah dan sembab, karena Andi tadi narik gue ke tempat sepi. Dia lebih mengerikan Ren, dia hampir ci*m bibir gue. Untung ada pak bos yang nolongin gue. Tapi kalau gue cemberut, gara gara bos. Gue ga bisa cerita di sini." Jawab Gita yang berbisik-bisik ke Reni.
Jelas itu jadi perhatian Lukman Jessy terutama Gilang yang di samping Gita.
Ekhem... Gilang berdehem, Reni dan Gita pun berhenti saling berbisik.
" Git, habiskan makanan kamu dulu ya. Ngobrol nya lanjutan nanti". Kata Gilang yang sengaja menyentuh tangan Gita.
Gita sangat terkejut, dengan apa yang di lakukan Gilang. Berani menyentuh tangan Gita di depan Reni, Lukman,dan Jessy.
Lukman dan Reni saling melihat, karena bos nya menyentuh tangan Gita. Sedangkan Jessy sedang menikmati es krim nya.
Lalu Gilang melihat ke arah Lukman dan Reni, yang sedang melihat dirinya.
"Kenapa kalian berdua melihatnya seperti itu". Ucap Gilang dengan tatapan tajam.
Sedangkan Lukman hanya tersenyum,ke arah kakak sepupu nya. Walaupun sudah dapat tatapan tajam, tapi Lukman hanya tersenyum meledek dengan menaikkan kedua alisnya.
Setelah makan makan, Reni dan Gita pun berniat untuk pulang.
"Sayang, kamu pulang nya hati hati. Jangan ngebut, nanti sampai rumah kabarin aku ya". Ucap Lukman, dan Reni pun mengangguk.
Gilang pun hanya diam, tapi matanya hanya memandang Gita saja. Gita sampai gerogi karena di perhatikan oleh Gilang. Dan Gita hanya menundukkan kepalanya saja.
"Ka Gita, nanti ikut kan jalan jalannya.?" Tanya Jessy dan Gita pun mengangguk.
"Iya sayang kakak ikut ko, Jessy ikut juga kan.?" Tanya Gita yang membelai lembut rambut Jessy.
"Iya Ka, Jessy ikut. Yasudah ka Gita dan ka Reni hati hati ya."
__ADS_1
"Iya Jessy trimakasih sampai ketemu lagi cantik". Ucap Reni. Yang sudah duduk di atas motor. Begitu pun juga Gita.
Mesin motor pun sudah menyala, dan Reni siap ngegas motor nya.
"Hati hati Git". Gita mendengar suara bos nya bicara, Gita pun hanya mengangguk. Dan motor Reni pun melaju ke arah luar mall, untuk pulang.
Sebenarnya Reni sudah teramat kepo, apa yang terjadi di antara Gita dan bos nya itu. Namun Reni berusaha untuk menahan mulutnya agar tidak nyerocos terus.." Git kita ke taman dulu yuk, ada yang gue mau tanyain sama elo Git.?"
Gita paham kalau sahabatnya ini rasa kepo nya melebihi kapasitas. Walaupun dia berusaha menahan rasa kepo,tapi harus dia dapatkan informasi nya.
Tapi itu hanya pada Gita aja dia seperti itu, sama yang lain dia masa bodo.
"Iya terserah elo dah Reni". Jawab Gita dengan malas.
Dan mereka pun akhirnya sampai di sebuah taman,taman tempat biasa mereka datangi.
Kini Reni dan Gita sudah duduk di taman, dengan membawa bakso tusuk dan es kelapa. Untuk mereka berdua, menemani ngobrol.
"Git, sorry nih beneran gue kepo banget. Rasa kepo gue udah lebih 1000% untuk menahan rasa kepo gue, sepertinya ga bisa Git.?" Tanya Reni dengan cengengesan.
Gita dengan malas memutar kedua bola matanya. Lalu Gita pun meminum es kelapa nya, melihat wajah kepo Reni sudah tak terkontrol. Gita hanya terkekeh melihat kelakuan absurd sahabatnya itu.
" Reni Reni elo itu bener bener, kalau belum dapat jawaban pasti dah gue di tanya terus. Kaya Chika aja, kalau belum di jawab masih nanya terus". Reni terkekeh mendengar Gita bicara seperti itu. Dia di samain sama anak kecil yang lucu itu.
" Abis gue penasaran aja sama tuh bos,aneh banget tadi. Ngomong nya lembut banget sama elo, gimana rasa kepo gue ga meronta-ronta coba. Mulut gue juga udah gatel mau nanya sama elo Git, tapi pak bos melotot ke arah gue Mulu". kata Reni dengan bibir cemberut.
bersambung....
...Assalamu'alaikum.... Hai hai hai.... Semua Maaf ya kemarin aku libur. karena Kemarin aku mendadak dikabarin dapat berita, kalau orang yang sudah ku anggap seperti nenek ku sendiri, dia pulang ke pangkuan sang Khaliq. Jadi maaf aku kemarin ga update 🙏🙏🙏🙏...
...Jujur aja si masih mellow ni author nya. Jadi buat menghibur author jangan lupa like jempolnya & komentarnya ya. Agar author semangat lagi buat ceritanya. Terimakasih banyak udah mau mampir di cerita ku....
__ADS_1
...aku tanpa kalian Nothing......