
" Tidak apa-apa pak, sesuatu yang di pendam juga harus bisa kita keluar kan pak. Jangan di simpan aja pak, bakalan sesak pak. Pak Gilang tidak perlu memuji saya seperti itu pak. Saya hanya takut lupa diri, hehehe.... Dan saya juga bukan orang sebaik itu pak." Gita tiba tiba jadi merasa melow." Saya melihat Jessy saya teringat adik saya pak. Waktu saya masih sekolah di bangku SMP, Dulu saya punya adik perempuan, Usianya enam tahun. Nama nya Jenita kami suka memanggilnya Jenni. Adik saya suka sekali sama makanan atau minuman yang berbau coklat dan selalu menyukai kue buatan saya. Dia gadis yang lucu imut dan pintar, dia pinter dalam bicara. Cerewet sekali kalau sudah bertanya." Ada senyum dan kerinduan di wajah Gita.
Gilang mendengar kalau Gita punya adik, Gilang pun bertanya." Kamu punya adik. Git, ko waktu saya main kerumah kamu,
pas jemput Jessy tidak ada adik kamu?"
Gita tersenyum kecil." Adik saya sudah di surga pak.
"Ow maaf Git saya tidak tahu". Gilang merasa tak enak hati.
"Tidak apa-apa pak. Lagian sudah lama juga, adik saya meninggal karena kecelakaan. Waktu saya dan ibu saya sedang berjalan jalan ke taman. Saya pergi untuk membeli minuman untu ibu dan adik saya. Ibu yang sedang mengambil sesuatu di tas. Tiba tiba adik saya menyusul saya ke sebrang jalan. Saya tidak Tau kalau adik saya menyusul saya dengan berlari. Dan saya yang melihat langsung menghampiri, dan berlari namun adik saya sudah di tengah jalan dan adik saya sudah tertabrak oleh mobil. Dan mobil itu langsung melarikan diri tanpa adanya tanggung jawab. Dan adik saya sudah tergeletak di tanah penuh dengan darah.Dari situ saya menyesal karena tidak berhasil menyelamatkan adik saya. Saya merasa bersalah pada diri saya sendiri. Ibu saya merasa sangat bersalah.Karena ibu merasa dirinya sudah lalai menjaga adik saya. Hingga ibu jatuh sakit sejak kejadian itu." Gita menangis saat menceritakan itu, lalu Gilang memberikan sapu tangannya ke Gita. Gita pun mengambil sapu tangan nya dari Gilang." Trimakasih pak". Lalu Gita mengusap air matanya dengan sapu tangan Gilang.
Gilang masih mendengar cerita Gita selanjutnya." Mangkanya pak, saya senang saat pertama kali melihat Jessy, saya seperti melihat adik saya kembali. Apa lagi ayah ibu saya saat melihat Jessy mereka sangat bahagia sekali melihat Jessy yang begitu lucu,ceria kata kedua orang tua saya seperti melihat Jenni. Pas saya tau Jessy masuk rumah sakit saya langsung kesini. Dan menurut saya permintaan Jessy tidak begitu berat . Dan saya senang malah jika Jessy senang pak. Maaf pak saya jadi curhat pake nangis segala, lebay banget ya pak. Hehehehe..." Kata Gita dengan terkekeh sendiri.
Dan Gilang pun jadi ikut tertawa mendengar Gita tertawa. Gita melihat bosnya tertawa Gita pun tersenyum. Gilang melihat kalau Gita tersenyum saat melihat dirinya tertawa." Kenapa kamu tersenyum ke arah saya. Kenapa kamu heran melihat saya tertawa seperti tadi". Gita yang kepergok tersenyum saat melihat bosnya tertawa, merasa malu.
__ADS_1
"Hehehe.... Maaf pak bukan maksud saya meledek, saya baru melihat bapak tertawa. Biasanya bapak selalu menunjukkan wajah garangnya. Heheheh... Maaf ya pak.
"Dasar kamu ya berani beraninya menertawakan bosnya dan ngatain saya garang juga lagi." Kata Gilang namu terlihat senyum kecil di bibir Gilang.
Gita yang melihat senyuman dari bosnya, walaupun sedikit tersenyum tapi terlihat manis di wajah bosnya." Ya ampun pak Gilang kenapa nggak tersenyum kaya gini terus aja si pak. Kenapa kalau di pabrik sering banget nampakin wajah garangnya. Astaga gue ngomong apa coba". Ucap Gita yang hanya berani bicara dalam hati.
Saat itu terdengar suara adzan dari toa musholah di rumah sakit. Gilang pun langsung bangkit dari duduknya." Gita, saya titip Jessy ya saya mau ke musholah.
Gita pun mengangguk."Iya pak". Gilang pun langsung berjalan meninggalkan Gita . Berjalan menuju mushollah yang sudah tersedia di rumah sakit .
Jessy pun menggelengkan kepalanya." Jessy belum bisa tidur ka".
Lalu tiba-tiba datanglah seorang perawat membawakan makan siang untuk Jessy. perawat itu memberikan senyuman kepada Gita dan juga Jessy. " Permisi di makan ya cantik makan siang nya, dan di minum obatnya agar cepat sehat. Setelah meletakan makanan perawat itu pun langsung pergi.
"Wah makanan nya sudah datang, di makan yuk, Biar Jessy cepat sehat". Kata Gita yang mengambil makanan dari atas meja. Lalu di buka penutup makanan nya.
__ADS_1
Jessy pun tersenyum dan mengangguk. Sesuap demi sesuap makanan itu sudah masuk ke dalam mulut Jessy. Lalu tiba tiba Jessy menutup rapat mulutnya. Saat Gita melihat Jessy menangis karena wajah Jessy hanya menunduk. Jadi Gita harus sedikit menunduk wajah nya untuk melihat wajah Jessy.
"Loh ko Jessy menangis, kenapa sayang. Apa yang Jessy rasakan,mana yang sakit sayang bilang ka Gita." Gita sedikit panik karena Jessy tiba tiba sedih dan menangis.
" Ka kenapa mamah Jessy pergi ninggalin Jessy. Jessy kangen, Jessy butuh perhatian mamah. Jessy kadang suka sedih kalau melihat teman Jessy di sekolah bersama mamah nya. Jessy iri ka, sedangkan Jessy tak mempunyai mamah. KA Gita tau, stiap Jessy ulang tahun saat tiup lilin, Jessy slalu berdoa apa ?" Tanya Jessy dan Gita pun menggelengkan kepalanya, yang membuat Gita ikut bersedih." Jessy hanya berdoa sama Allah, Kalau Jessy ingin punya mamah yang sayang sama Jessy. Tapi sampai sekarang Jessy belum mempunyai mamah. Apa Allah tidak sayang Jessy ya ka Gita, hiks.. Hiikss.." Jessy menangis dalam pelukan Gita.
"Jessy tidak boleh bicara seperti itu ya sayang, Allah sayang sama Jessy. Buktinya Jessy punya papah yang sayang sama Jessy. Punya Oma dan Opa yang juga sayang sama Jessy. Kalau untuk doa Jessy tentang minta mamah untuk Jessy yang belum terkabul. Mungkin Allah sedang menyiapkan mamah untuk Jessy yang terbaik untuk Jessy. Yang benar benar sayang sama Jessy dan papah Jessy. Jessy tidak mau kan punya mamah yang galak," Jessy menggelengkan kepalanya." Nah mungkin Allah masih mencari mamah yang baik untuk Jessy. Jadi Jessy harus bersabar ya, Jessy terus berdoa jangan pernah putus berdoa. Semoga doa Jessy terkabul sama Allah. Jadi Jessy nggak boleh nangis atau sedih lagi ya cantik. Kan ada KA Gita yang temani Jessy di sini masa masih sedih. Nanti KA Gita ikut sedih deh." Ucap Gita yang membuat Jessy menoleh ke arah Gita dan tersenyum.
"KA Gita boleh tidak Jessy minta peluk lagi sama KA Gita". Pinta Jessy dan Gita pun mengangguk dan langsung memeluk Jessy.
" Boleh sayang sangat boleh, tapi Jessy jangan sedih lagi ya". Jessy pun mengangguk dan Jessy pun masih berada di pelukan Gita. Setelah Jessy tenang barulah Gita melepaskan energi pelukan dari Jessy.
Sedangkan di depan pintu ada seorang wanita dan pria yang sudah berumur yang memperhatikan kebersamaan Jessy dan Gita. Dan pasangan itupun mendengar kan ucapan dari gadis kecil itu. Dan merasakan sedih yang di ucapkan oleh Jessy.
Pasangan itu adalah omah dan opah nya Jessy. Ya orang tua dari Gilang datang menjenguk Jessy, namun saat baru sampai depan pintu mereka mendengar kan curahan isi hatinya tentang perasaan cucu nya yang merindukan sosok mamah. Jadi mengurungkan niatnya untuk membuka dan mengetuk pintunya.
__ADS_1