Cinta Anggita

Cinta Anggita
H-3 Lukman dan Reni


__ADS_3

"Terus terus Zubaidah, lo puasin dah ngomong nya. Nanti kalau elo udah ngerasain, baru tau rasa. Eeh... Jangan jangan nanti elo lagi yang lebih agresif dari mas Lukman." Akhirnya mereka pun tertawa bersama.


Setelah meledek Gita selesai, kini mereka bicara serius tentang kejadian yang semalam mereka alami.


"Semalam nasib pernikahan gue di ujung tanduk Git."


"Di ujung tanduk Gimana Reni.?" Gita dengan ekspresi wajah serius.


"Mas Lukman di hasut Arya, dan mas Lukman, hampir ragu sama gue Git."


"Ragu apaan, kenapa bisa ragu.?" Reni pun menceritakan perdebatan antara dia dan Lukman.


"Parah banget Arya pake bilang gitu sama mas Lukman. Tapi elo sama Arya emang gak ngelakuin itu kan Ren.?" Tanya Gita sambil membentuk ibu jari di tengah tengah jari telunjuk dan jari tengah.


"Ya enggak lah, gila kali ya. Gue gak mau ngelakuin itulah kalau bukan sama suami gue sendiri, kekasih halal gue".


Lalu berlanjut cerita Gita, Gita menceritakan tentang kejadian saat Andi dan Gilang saling adu jotos. Dan sekarang harus menjalani hukumannya yang di berikan suaminya itu.


"Mas Gilang cemburuan banget ya Git.?"


Gita pun mengangguk kan kepalanya.


" Banget Ren."


" Tandanya dia sayang sama elo Git". Gita pun hanya mengangguk kan kepalanya.


Dan mereka pun melanjutkan berbagai cerita.


Sampai waktu menjelang sore hari Gita pun memasak untuk makan malam. Dengan di bantu Reni,dan Bu Ida.

__ADS_1


"Elo enak Git udah pinter masak sebelum nikah. Jadi ga perlu repot-repot untuk belajar masak, agar suami Lo bisa makan masakan elo sendiri.?"


"Ya belajar atuh Reni, masa mau nikah gak bisa masak. Belajar aja sedikit sedikit, namanya perempuan pasti lah nantinya akan bisa masak untuk keluarga nya. Apalagi saat masakan kita di makan mereka, bahagia banget Ren".


"Iya si, gue sedikit demi sedikit bisa masak. Cuma gue gak sepintar elo Git, kalau elo kan pinter banget masak nya. Macam-macam kue aja elo bisa Git".


"Gak semuanya Ren, elo tuh terlalu lebay tau ga menilai gue".


Sambil memasak mereka saling mengobrol masalah masakan. Bu Ida yang melihat dua wanita muda itu hanya senyum dan menggelengkan kepalanya saja.


Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam,Gita, Gilang, Reni, Lukman, dan Jessy tak lupa Jessy pun mengajak Jenni . Mereka semua sedang menikmati makan malamnya.


"Masak kan mamah memang the best lah, selalu enak. Aku suka kalau makan masakan mamah, iya kan Jenni.?" Kata Jessy lalu Jenni pun tersenyum mengangguk kan kepalanya,dan mengancungkan jari jempolnya.


"Trimakasih dua putri cantik." Lalu Gita menatap Jessy,dan tersenyum." Terutama kamu, sekarang kamu itu makin chubby pipi kamu. Lihat nih mamah sampai gemes sama pipi kamu ".


Bukan hanya dengan Jessy saja, dengan Jenni pun Gita juga sayang. Walaupun Jenni anak dari ibu Ida, asisten rumahnya. Dan Jenni selalu menemani Jessy bermain, Sampai sekarang Jessy sudah mempunyai teman bermain di rumah. Dan Jessy sudah tidak merasa kesepian lagi, dan semuanya itu tak lepas dari pengawasan Gita.


Dan ditambah lagi dengan Gilang yang ikut kegiatan di lingkungan tersebut. Seperti kerja bakti, dan suka ikut pengajian dalam lingkungan baru mereka. Apalagi Gita yang selalu menyapa orang, dan menjawab setiap orang yang menyapa dirinya. Dan seluruh warga sekitar menilai keluarga Gilang warga baru yang ramah dan tidak sombong.


H-3


Hari terus berlalu, sampai kini di mana H-3 untuk Reni dan Lukman. Seluruh keluarga di sibukkan dengan persiapan pernikahan mereka berdua.


Keluarga Gilang memang tidak mempunyai keluarga besar. Mamah Henny hanya mempunyai keluarga satu satunya hanya kakak nya yaitu pak Hendra. Sedangkan dari keluarga mendiang suami mamah Henny hanya mempunyai 3 saudara ipar. Yaitu dua adik dari ayahnya Lukman, dan satu istri dari adik iparnya. Tapi adik ipar mamah Henny, tidak tinggal di sini, ia tinggal di Garut..


"Henny, ipar kamu tidak ada yang kesini.? Kan keponakan mereka akan menikah, memang mereka tidak di beri tau, kalau Lukman akan menikah sebentar lagi..?"


"Sudah mas, aku sudah memberitahu Doni, adiknya mas Herman. Tapi kalau si Ridwan ( adik ipar) aku gak tau dia di mana.? Tapi kata Doni udah di kabarin, dan dia akan datang kesini. Menyaksikan pernikahan keponakannya." Sambil berbincang di ruang keluarga.

__ADS_1


"Iya adik ipar mu itu, dia pernah menetap di Bandung. Setelah dia pisah dengan istrinya, sekarang dia menetap di Garut. Anaknya di bawa oleh istrinya, ke Bandung. Dia membuka makanan khas sunda di sana, anaknya Ridwan itu usianya seperti Hilda kalau tidak salah. Soal nya aku pernah bertemu Ridwan waktu aku ke Garut dulu,dan dia bercerita seperti itu" . Cerita pak Hendra membuat membuat Lukman dan Gilang ikut mendengarkan cerita nya.


"Om Ridwan, Memang tinggal di mana sekarang yah.?" Tanya Lukman yang memang memanggil pamannya dengan sebutan ayah.


" Om kamu itu tinggal di Garut Man. Semenjak dia bercerai dengan istrinya, waktu usia pernikahan mereka dua tahun. Dan Ridwan pindah ke Garut dia membuka usaha rumah makan Sunda di sana." Dan Lukman hanya ber oo saja.


Sedangkan Gita yang tidak tau siapa yang keluarga nya bicarakan hanya diam saja, saat mereka bicara.


Saat malam harinya Gita di telpon oleh Reni Menggunakan video call.


"Gita,Lo tau ga gue di suruh kaya elo sama Ema gue. Pake di pingit segala, Ga boleh makan enak di sini. Di suruh makan tahu putih di rebus, tanpa garam. Gak ada pedes pedes nya Acan, Bene bener kaya orang sakit gue, aaaaa...." Adu Reni membuat Gita yang mendengar cekikikan merasa geli liat ekspresi Reni kesal.


"Itu yang gue rasakan Zubaidah, saat Lo dan Fitri ngeledek gue dengan makan sayur asem pake jengkol balado,sambel terasa ikan asin. Masya Allah gue ngiler liat elo pada, apa boleh buat sebagai calon pengantin gue harus mengikuti apa yang di bilang para orang tua. Udah nikmatin aja Zubaidah selamat makan yang adem adem ya Hihihi..." Jawab Gita sedangkan Reni hanya cemberut melihat wajah bahagia dari Gita, yang ngeledek dirinya.


Di saat Gita dan Reni sedang Video call, dan sedang mendengarkan Reni cerita. Tiba tiba Gilang datang dari luar dengan langsung mendekati istrinya, lalu Gilang memberikan ci*man di bibir Gita.


Reni yang kebetulan sedang menatap layar ponselnya, sangat terkejut mendapatkan adegan seperti secara langsung. Mata Reni terbelalak dan Mulut Reni sampai menganga melihat nya.


Sedangkan Gita segera buru buru menutup layarnya,agar Reni tidak melihat mas suaminya yang sangat agresif. Namun sia sia Reni sudah melihat adegan itu, dan Reni masih menganga di depan layar handphone nya.


Gita segera menutup mulutnya, agar suaminya tidak melanjutkan aksinya itu.


"Kenapa sih Git, aku kangen tau sama kamu.?" Gita segera menutup mulut suaminya itu, agar tidak melanjutkan ucapannya itu.


Gilang heran melihat istrinya, lalu mata Gita menunjukkan ke arah layar handphone nya. Di sana Gilang melihat ada Reni yang sedang menganga di depan layar handphone Gita.


Tanpa rasa malu,dengan wajah datarnya. Gilang menyapa Reni." Hai Reni, maaf saya tidak tau kalau kalian sedang video call. Jadi kamu melihat adegan yang seperti tadi, tapi gak apa lah. Kan kamu sebentar lagi akan menikah dengan Lukman, jadi yang sabar ya". Gilang mengedipkan mata sebelah nya ke arah Reni. Lalu Gilang kembali mengecup kening Gita, dan pergi ke dalam tandas, tanpa rasa bersalah dan malu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2