Cinta Anggita

Cinta Anggita
Jemput Jessy 1


__ADS_3

Jessy pun merasa sangat bahagia. Jessy makan dengan lahap membuat semuanya tersenyum melihat tingkah lucu Jessy .


Bukan karena Jessy tak pernah memakan makan seperti itu. Jessy semangat karena merasa bahagia bisa kenal dengan mereka.


Setelah selesai makan Jessy semua duduk berkumpul di ruang tamu. Saling bercanda tertawa, Jessy merasa mempunya keluarga yang utuh.


"Ibu, Ayah, Jessy senang banget bisa kenal sama kalian semua. Jessy jadi banyak keluarga, stiap hari Jessy hanya bermain sama bibi. Karena opa sekarang yang sedang sakit. Jadi Opa dan Oma, sekarang Jessy sudah jarang ajak Jess main seperti dulu. Papah yang sibuk kerja kadang Jessy suka di tinggal keluar kota sama papah. Kadang Jessy suka kesepian." Jessy menceritakan isi hatinya, apa lagi memanggil pak Jaka dan Bu Siti dengan sebutan ayah dan ibu. Membuat semakin akrab.


"Jessy sekarang kamu sudah tidak kesepian, kan ada kak Gita KA Reni, iya kan KA Reni ". Gita mencoba menghibur Jessy.


"Iya sayang kak Reni dan KA Gita akan membuat kamu tidak kesepian lagi. Kan masih ada ayah dan ibunya KA Gita yang akan menghibur Jessy." Reni pun juga ikut menghibur Jessy.


"Iya Jessy yang cantik ayah dan ibu juga senang Jessy main kesini. Jadi makin rame, biasanya banyak anak kecil yang main di sini. Kalau ada pasti Jessy punya banyak teman. Nanti main lagi ya ke sini." Hibur Bu Siti.


"Iya nanti Jessy naik kuda ya di belakang ayah. Nanti ayahnya Ka Gita jadi kuda nya." Ucap pak Jaka yang ikut menghibur Jessy.


"Tuh kan Jessy sudah tidak kesepian banyak yang mau temenin Jessy". Kata Gita dan Jessy pun tersenyum.


"Iya Ka Gita. Jessy tidak kesepian lagi . Nanti Jessy minta anterin om Lukman, kalau aku mau main kesini. Boleh ya ibu ayah ". Tanya Jessy .


"Boleh sayang" jawab Bu Siti.


Di suatu tempat di rumah yang sangatlah besar ada seorang laki laki yang merasa kesepian, karena sang anak sedang tak berada di rumah. Siapa lagi kalau bukan Gilang, ia merasa kesepian karena Jessy sedang berada di rumah Gita.


" Lang jemput Jessy ini sudah jam berapa. Kasian Jessy apa lagi Gita ia juga ingin istirahat, apa kamu tidak memikirkan Jessy". Sang bunda marah.


"Iya Bun Lang juga mikirin Jessy. Ya sudah aku jemput, aku ngerasa sepi nggak ada Jessy ." Jawab Gilang yang duduk di sofa , di depan layar laptop .


"Mangkanya nikah biar gak sepi lagi.!" Bunda Gilang pun meledek Gilang.


"Bun bukan nya aku tidak ingin nikah, cuma bunda tau kan Jessy yang susah menerima kedatangan seorang gadis. stiap kali aku kenalkan seorang gadis dia selalu menolak." Jawab Gilang dengan memijat keningnya yang terasa berdenyut.


"Tetapi sama Gita, kata kamu dia Deket. Bukan nya dia karyawan ayah kamu ya, yang di pabrik. Kalau tidak salah orang nya gemuk lucu juga kan ,punya sahabat namanya siapa ya mamah lupa". Tanya Bunda dengan mencoba mengingat.


"Iya Reni itu temannya Gita." Jawab Gilang.


"Aaah.... Iya Gilang, benar namanya Reni. Yang sama papah itu niat nya mau di kenalkan ke kamu itu kalau nggak salah". Ucap Bunda Yuni asal.


Gilang yang sedang meminum kopi pun tersedak . Ukhuukk.... Ukhuukk... Ukhuukk.... Gilang sampai menepuk dadanya, mendengar ucapan bunda nya.


"Bunda apa apaan, main jodoh jodohin sama cewek lain. Bun Sekarang aku nggak mikirin kaya gitu, lagian Reni itu udah incaran nya si Lukman. Udah lah jangan bahas itu pusing kepala Lang." Jawab Gilang dengan hendak berdiri.

__ADS_1


Lalu Gilang bangkit dari duduk dan melangkah masuk ke kamarnya, yang biasa dia tempati sebelum nikah dengan mamahnya Jessy.


Di dalam kamar, Gilang ingin menelpon nomor seseorang namun ragu. Gilang duduk di tepi ranjangnya. Ia masih memegang gawai nya. Dan akhirnya Gilang memutuskan untuk menelpon nomor itu.


Tuuut.... Tuuutt.... Tuuut....


πŸ“ž.....


Yang di sana sudah mengangkat panggilan. Namun yang di sini hanya diam.


πŸ“ž....


πŸ“ž " Aaah ..... Iya Git maaf ganggu ini saya Gilang kirimkan kan alamat rumah kamu ya saya ingin jemput Jessy. Sudah malam soalnya kasian". Dengan menggaruk kepalanya yang tak gatal


πŸ“ž Ya nanti saya kirim pak .


πŸ“žYa trimakasih.


Tut telponnya terputus.. Lalu Gilang mengambil kunci mobil, dan melangkah keluar untuk menjemput putrinya.


Flashback.


Sedangan di rumah yang sederhana ada anak kecil yang sedang tidur begitu nyenyak. Sehabis makan malam dan bercanda dengan semuanya.


Gita meledek Reni dengan bibir bawahnya di majuin.


" Iya aja biar cepat kelar gue, yasudah kalau Lo mau balik nggak apa-apa. Lo pulang sana nanti Abang kesayangan Lo nyariin Ade nya yang gelo kaya elo'' Gita terkekeh.


"Ywdh gue balik gue nggak temenin ya kalau ada pak bos tampan itu. Hahahaha....." Ledek Reni di akhir kata Dia ketawa. Dan di lempar bantal, karena Gita takut Jessy terbangun.


Tidak lama Reni keluar kamar, gawai Gita pun berbunyi. Tidak ada nama hanya ada no yang tak di kenal.


Lalu Gita angkat telpon itu . Tut..


πŸ“žHallo...


πŸ“ž(Tak ada suara)


πŸ“ž"Hallo dengan siapa saya bicara anda mau niat telpon tidak.kalau tidak saya tutup ya". Tanya Gita lewat panggilan.


πŸ“ž " Aaah ..... Iya Git maaf ganggu ini saya Gilang kirimkan kan alamat rumah kamu ya saya ingin jemput Jessy. Sudah malam soalnya kasian".

__ADS_1


πŸ“ž" Iya nanti saya kirim kan pak".jawab Gita dengan gugup.


πŸ“ž"Iya terimakasih.


Dasar bos begini banget ya. Padahal pak Hendra nya baik kenapa ini anak nya begini banget.. Iiiiiisssshhh....." Dengan Ngedumel Gita mengirim sherlock lokasi Ke bosnya.


Flashback of


Gita masih di samping Jessy dengan terus mengusap usap rambut Jessy. Dan Gita pun ikut tertidur di sampingnya.


Terdengar suara deru mesin mobil di depan rumah Gita.


"Benar ini lokasinya tapi ko sepi ya. Apa Gita salah kasih lokasinya. Tapi ini bener ahh.... Ini tempatnya." Gilang pun lalu turun dari mobil, dan mendekati rumah Gita. Gilang pun mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


Tok.... Tok.... Tok...


"Assalamualaikum....


Dari dalam pak Jaka yang sedang berada di dalam kamarnya pun keluar kamar.


Karena mendengar suara ketukan pintu... Pak jaka yang pun menjawab salam dan membuka pintu.


"Iya waalaikumsallam..." Di lihat nya tamu yang mengetuk pintu seorang laki-lak.


Saat pak Jak ingin bertanya ke laki laki itu. Bu Siti pun ikut keluar melihat siapa yang datang.


Bu Siti dan pak Jaka tersenyum, dan laki laki itu pun ikut tersenyum.


"Maaf Pak, ibu. saya jadi ganggu istirahat kalian, kenalkan saya Gilang, saya papahnya Jessy. Saya kesini ingin jemput anak saya. Apa Jessy dan Gita nya ada". Tanya Gilang dengan sangat ramah dan sopan kepada orang tua nya Gita.


"Ow papahnya Jessy silahkan masuk, saya panggil kan Gita. Sepertinya Jessy nya tertidur di kamar Gita Sebentar ya." Jawab Bu Siti lalu berjalan ke arah kamar Gita.


" Pak Gilang mau minum apa nanti biar saya buatkan minum. Apa mau kopi biar sekalian saya buatkan buat Pak Gilang."


Tanya pak Jaka yang ingin membuat minuman


"Tidak usah repot-repot pak saya tadi di rumah habis minum kopi. Trimakasih bukan nya untuk menolak." Tolak Gilang dengan sopan . Karena memang dirinya habis minum kopi, sekalian menyelesaikan tugas nya yang di kirim lewat email. Hasil laporan yang di Bandung.


Dan Gilang mengamati isi rumah Gita yang begitu sederhana. Banyak foto Gita di mana mana yang terpajang.


Lalu di dalam kamarnya Gita, bu Siti pun membangun kan Gita. " Gita, Gita". Panggil Bu Siti dengan menepuk nepuk pipi Gita .

__ADS_1


"Heemmm.... Apa si Bu Gita baru tidur". Jawab Gita dengan mata terpejam nya.


"Iya ibu tau, tapi di luar ada tamu, ada bos kamu, papahnya Jessy udah di luar buat jemput Jessy". Ucap Bu Siti yang langsung membuat mata Gita terbuka dengan sempurna.


__ADS_2