
Gita menangis di lantai dengan mengambil pecahan handphone milik nya, yang sudah hancur menjadi tiga bagian.
Karena luka di kakinya masih sakit, di tambah lagi terkena pecahan gelas. Dan kepala Gita terasa berat, dan akhirnya Gita pun tak sadarkan diri.
Keesokan paginya Gita terbangun, dirinya sudah berada di atas tempat tidurnya. Gita melihat sekeliling tidak ada suami nya.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar nya. Tok tok tok.... Pintu pun terbuka, dan ternyata itu ibu Ida yang datang membawa minuman untuk Gita.
Bu Ida tersenyum kearah Gita, lalu mendekati Gita dan meletakkan minuman nya di samping majikan nya itu.
" Neng Gita sudah bangun." Ibu Ida berdiri di dekat Gita." Maaf semalam ibu mendengar kalian bertengkar. Saat mas Gilang pergi. Ibu langsung melihat neng Gita. Ibu kaget, pas ibu liat neng sudah tak sadarkan diri. Mangkanya ibu meminta suami ibu untuk membantu angkat neng."
Gita pun menunduk lalu menekuk kakinya, lalu menangis sesenggukan.
" Gita malu sama ibu, pertengkaran kami saja ibu mengetahui. Hiks... Hiks... Hiks... Gita bingung siapa yang memfitnah Gita, sampai sampai mas Gilang segitu marah nya sama aku".
"Neng Gita, maaf bukannya ibu so menasehati neng. Tapi begitulah rumah tangga ga semuanya lurus, Pati ada aja batu kerikil dan Lika liku dalam rumah tangga. Sekarang neng yang sabar jangan sedih lagi, di minum ya neng susu nya." Kata Bu Ida yang begitu perhatian dengan majikannya itu.
Bu Ida memberikan susu yang sudah di buat, namun saat Gita melihat susu itu. Perut Gita seperti di aduk aduk, hingga Gita berjalan menuju kamar mandi. Dan mengeluarkan yang membuatnya eneg.
Bu Ida berjalan menyusul majikan nya itu, lalu membantu memijat leher Gita. Sampai Gita merasa sedikit lega, barulah Gita di bantu duduk di tempat tidurnya.
"Neng Gita gak apa-apa, Gimana apa masih mual. Maaf ibu mau tanya apa neng sedang hamil.?" Gita melihat ibu Ida yang sedang mengusap punggung Gita.
Gita pun mengangguk kan kepalanya. Bu Ida pun tersenyum." Alhamdulillah neng, apa mas Gilang tau kalau neng sedang hamil.?"
Gita menggelengkan kepalanya, dan Gita membuka lacinya. Saat melihat alat kecil di tangan nya Gita kembali murung." Hiks hiks hiks... Aku juga baru tau Bu, pas kemarin sore. Aku pakai testpack, ada dua garis ,tapi garis yang satunya kurang jelas." Gita memberikan kepada Bu Ida, lalu Gita menghapus air matanya." Niat nya semalam aku ingin kasih kejutan ke mas Gilang, tapi waktunya tidak tepat".
"Ya ampun neng, ini positif atuh. Selamat ya neng, Jessy akhirnya mempunyai adik dari neng Gita." Kata Bu Ida yang memegang tangan Gita.
Gita tersenyum dan mengangguk kan kepalanya. Lalu kembali menangis mengingat ucapan suaminya semalam.
"Apa aku pantas mempunyai anak Bu, sedangkan aku saja tidak memberikan contoh yang baik untuk Jessy." Gita menangis, dan Bu Ida pun memeluk tubuh Gita. Majikannya itu sangat sedih, mungkin karena ibu hamil.
"Hai pamali neng, jangan bicara seperti itu. Kalau neng Gita tidak bisa memberikan contoh yang baik, lihat neng Jessy dekat sekali sama kamu." Lalu Bu ida diam sejenak sampai majikan nya itu tenang.
__ADS_1
Setelah di lihat majikan nya itu sudah tenang, Bu Ida pun tersenyum." Neng, sekarang Eneng siap siap ya, ayo ibu antar Eneng ke dokter, untuk periksa. Sekarang jangan mikir macam macam ya neng, pikirin cabang bayi di perut kamu." Gita pun mendengarkan kata-kata Bu Ida, yang sudah Gita anggap seperti ibunya.
" Masalah den Gilang nanti dia pasti baik lagi, dan pastinya menyesal sudah marah dengan neng Gita. Yuk kita periksa, ibu khawatir takut kenapa kenapa sama neng.?"
Gita pun mengangguk kan kepalanya." Iya Bu, aku siap siap dulu ya." Bu Ida pun mengangguk kan kepalanya dan tersenyum.
Lalu Bu Ida keluar kamar, dan Gita pun bersih bersih tubuhnya. Lalu Gita mencoba kembali alat kehamilannya, yang kemarin Gita beli saat membeli rujak. Dan Gita mencoba kembali di pagi hari lebih akurat, untuk memastikan kalau dia benar hamil.
Saat Gita buang air kecil, Gita menampung nya di tempat kecil. Lalu di letakan alat kehamilannya sampai terlihat hasilnya.
Gita tersenyum bahagia saat hasilnya, bergaris dua warna merah.
" Alhamdulillah... Ternyata hasilnya positif, nak kamu yang kuat ya. Kamu yang kuat di perut mamah, mamah akan jaga kamu sekuat mamah." Gita pun kembali ke kamarnya menggunakan pakaian, dan tak lupa membawa tasnya. Alat kehamilan nya Gita letakan di dalam lemari, dan sepucuk surat yang semalam Gita tulis untuk kejutan suaminya. Namun apa daya semuanya Jauh dari ekspektasi Gita.
Kini Gita dan Bu Ida keluar dari rumah bersama, pak Rohmat melihat istri dan majikan nya keluar rumah lantas bertanya." Ibu sama mba Gita mau kemana.?"
"Ibu sama neng Gita mau keluar sebentar, bapak di rumah ya. Nanti kalau Jenni pulang bilang ibu lagi nemenin neng Gita".
"Mba Gita sudah tidak apa-apa? Mau pergi naik apa.?" Tanya pak Rohmat yang khawatir dengan istri bos nya.
"Neng jangan seperti itu, pasti mas Gilang juga khawatir sama Eneng.?"
" Terserahlah". Jawab Gita dengan ketus. Karena mobil jemputan sudah datang ,Gita pun segera masuk dalam mobilnya..
Dan Bu Ida pun memberi tahu tujuan mereka ingin kemana, agar kalau bos nya nanya jadi tau
****
Balik ke Gilang.
Gilang tidur di rumah orang tuanya, dan kebetulan seluruh keluarga sedang tidak ada. Hanya ada adiknya di dalam kamarnya.
Kini Gilang sudah berada di pabrik, Gilang datang pagi pagi. Lukman terkejut karena bos nya yang tak lain kakak sepupu nya sudah datang. Biasanya Gilang datang siang, kenapa ini pagi.?
Lukman masuk keruangan Gilang, lalu melihat kakak sepupunya yang bersandar di kursinya. Dengan memijat keningnya sendiri, Lukman paham pasti sedang bertengkar dengan Gita.
__ADS_1
"Mas tumben sudah datang,dari kapan.?"
" Kamu liat nya gimana, kalau saya di sini tanda nya saya sudah datang sejak pagi".
"Ketus banget jawab nya, masih pagi mas bro." Ledek Lukman." Kenapa si mas, bertengkar sama Gita.?"
" Bukan urusan kamu". Jawab singkat.
"Mas salah paham sepertinya.?"
" Tau apa kamu hah... Jangan sok tau kamu Man.?"
"Ya sudah saya diam, saya hanya khawatir bagaimana keadaannya Gita.? Soalnya istri saya bilang semalam, Gita kemarin keserempet mobil." Gilang langsung menatap Lukman dengan tatapan menyelidik.
"Apa maksudnya Man. Gita keserempet mobil.?"
"Loh Gita gak cerita ke mas Gilang".
Lukman menceritakan kronologi kejadian yang membuat Gita keserempet mobil. Dan di tolong oleh Riko kakak iparnya.
Gilang mengusap wajahnya, karena sudah menyesal memarahi Gita.
Gilang menceritakan tentang foto yang dikirim oleh Bella, dan itu membuat Gilang marah.
Lukman marah akan kebodohan kakak sepupunya itu.
Gilang menunjukkan wajah bersalah nya, lalu Gilang segera mengambil kunci mobil.
Lalu Gilang mengendarai mobilnya menuju rumahnya. Tanpa bertanya ke pak Rohmat Gilang berlari mencari istri nya.
"Gita sayang...
"Gita...." Gilang berlari ke dalam kamarnya, tidak ada tanda-tanda istrinya berada. Di kamar Jessy pun juga tak ada. Lalu Gilang membuka lemarinya, untuk mengecek Gita membawa baju atau tidak.
Saat Gilang membuka lemari, ada sebuah kotak kecil berwarna hitam berukir. Kotak itu terjatuh tepat di kaki Gilang,saat Gilang membuka kotak itu ada satu benda kecil dan kertas kecil.
__ADS_1
Bersambung....