Cinta Anggita

Cinta Anggita
Kalau cemburu bilang jangan menyindir


__ADS_3

" Yasudah mas, aku antar istri ku ya mas." Gilang pun mengangguk." Yuk kita pamitan dulu sama orang di dalam, dan ada orang tua kamu juga. Barangkali ibu dan ayah ingin mampir ke rumah". Tawar Lukman dan di angguki oleh Reni.


Dan akhirnya mereka pun kembali masuk ke dalam untuk pamitan oleh orang tua mereka yang sedang mengobrol di dalam.


Kini Lukman mengantar istrinya pulang, dangan mertua nya yang juga ikut dengan mereka. Kerena Reni lagi sangat merindukan berkumpul dengan kedua orangtuanya. Pak Romi dan Bu reka tentunya tak bisa menolak permintaan putri nya apa lagi sekarang Reni sedang mengandung.


Setelah Reni dan Lukman meninggalkan rumah Gilang kini Om papah Ridwan dan mamah Henny pun juga pamitan untuk kembali kerumahnya. Karena di rumah mereka sedang ada besannya, jadi mereka berdua harus menemani besan mereka di rumah.


Dan di kediaman Gilang tinggal keluarga Gilang dan Gita. Para orang tua mereka sedang asik mengobrol tentang masa muda mereka.


Apalagi pak Jaka dan pak Hendra beliau tentu nya sangat senang karena mempunyai teman bermain saat bermain catur.


Sedangkan bunda Yuni dan Bu Siti mereka sedang berbincang masalah masakan. Dan mereka pun saling membagi resep makanan yang merek tidak tau, tentunya terlihat sangat akrab.


Sedangkan Jessy dan Abi, mereka sedang asik bermain bertiga dengan Jenni. Dan juga anak kecil di lingkungan rumah Gilang.


Saat malam harinya benar saja, pak Jaka dan pak Hendra sedang bermain catur di ruang keluarga. Dengan di temani kopi dan cemilan di atas meja.


Sedangkan Gilang dia tidak ikut menemani ayah dan mertuanya. Gilang sedang menemani Gita di kamarnya. Gilang sedang memijat kali Gita.. Gilang begitu telaten memijat kaki istri nya.


"Mas kaki aku pegel Banget." Rengek Gita.


" Ya ini kakak lagi pijitin kaki kamu dek". Gita yang sedang menikmati pijatan kaki dari suaminya. Lantas Gita langsung membuka matanya untuk menatap suaminya, karena bicara seperti itu.


"Maksudnya bicara seperti itu apa.?"


"Gak apa apa dek, sini kakak pijitin lagi kaki kamu.?"


Gita pun segera memindahkan kaki nya, dan langsung mengubah posisi nya menjadi duduk dan bersila. Lalu kaki nya pun di tutupi oleh bantal.

__ADS_1


"Ko di pindahin si kaki nya, sini aku pijat lagi.?" Gita masih melihat suaminya, dengan perasaan kesalnya.


"Kalau cemburu bilang, jangan menyindir gitu." Dengan ketus nya.


"Aku cuma bercanda sayang. Yuk sini aku pijitin lagi kaki kamu, masih pegal-pegal kan.?" Merayu Gita, karena terlihat wajah Gita yang sepertinya merajuk.


"Pijat aja sendiri kaki kamu, dah gak mood lagi aku di pijat kamu". Gita pun mengubah duduknya dan menuruni kaki nya untuk turun dari tempat tidurnya.


Gilang pun memegang tangan Gita, untuk menghalangi agar tidak meninggalkan dirinya di kamarnya." Mau kemana.?"


"Lepasin mas". Dengan bibir yang cemberut.


"Iya kamu mau kemana.? Kata nya mau di pijat kaki nya, tapi malah pergi.?"


"Males aku di pijit sama kamu, nyebelin. Aku mau minta pijitin sama Jessy dan Abi saja".


"Ceritanya merajuk nih.?"


Memang akhir-akhir ini Gita lebih sering ngambek, merajuk. Dan pernah Gita seharian juga tidak bicara sama sekali dengan Gilang, sedangkan Gilang sendiri tak tau penyebab diam istrinya itu kenapa.?


Tapi sama Jessy dan Abi. Bahkan dengan kedua orang tua dan yang lainnya Gita bicara dan bahkan bercerita sampai tertawa. Tapi setiap kali suaminya dekati, Gita berubah menjadi diam dan cuek dengan Gilang.


Bahkan di usia kandungannya sekarang, setiap kali Gilang mendekat Gita selalu menjauh. Saat Gilang ingin memeluknya Gita malah muntah. Padahal di usia kandungan nya masih muda, Gita tidak mau jauh dari Gilang. Tapi di kehamilan usia tujuh bulan, semakin terlihat kalau Gita itu tidak mau dekat dengan Gilang.


Ini saja bagi Gilang hari keberuntungan, karena Gita minta di pijat oleh suaminya. Biasanya Gita selalu minta di pijat dengan Jessy dan Abi.


" Mas minta maaf ya sayang, beneran gak bermaksud buat nyindir kamu. Maksud mas cuma ingin bercanda sama kamu. Selama ini mas hampir dua Minggu di cuekin kamu sayang. Mas hanya merasakan kesepian sayang, sekarang kamu tidak banyak cerita kalau sama mas. Dan sekarang kamu sering marah dan kesal sama mas, Maafkan mas ya .?" Sambil mencium tangan istrinya.


Gita melihat suaminya tanpa ekspresi, ada rasa tak tega di hati Gita. Namun Gita juga tak tau kenapa tiba tiba dirinya sangat kesal dengan suaminya itu.

__ADS_1


" Maafin mas ya sayang, please...." Dengan wajah memohon.


Lalu Gilang membawa istrinya untuk duduk di tempat tidur. Gilang pun berlutut lalu mengusap perutnya Gita yang terlihat menonjol karena usia kandungannya.


Lalu Gilang berbicara di perut Gita, sambil mengusap perutnya." Nak maafkan papah ya, suka bikin mamah marah. Tolong dong bilangin mamah, agar maafin papah. Bilang juga Jangan diamkan papah terus, papah kan juga kangen ingin bercanda sama mamah. Tolongin papah ya sayang, bilang mamah kalau papah sayang sama mamah." Sedangkan Gita yang mendengar suaminya bicara rasanya menggelitik di hati Gita.


Akhirnya Gita pun tersenyum tak tahan menahannya lagi. Gilang pun turut tersenyum melihat istrinya sudah senyum bahkan tertawa kecil .


"Nak, trimakasih ya. Mamah sudah mulai tersenyum tuh, papah bisa melihat senyum indah lagi.." Sambil tersenyum ke arah istrinya, namun masih berlutut di depan dan menghadap perut Gita.


"Gombal...." Sambil tersenyum.


"Gak, mas lagi gak gombal serius sayang". Gilang Ikut tersenyum.


Gita hanya mencebik kan bibirnya.


"Kamu sadarkan dari kemarin kamu diami mas terus, bahkan setiap mas dekati kamu menjauh. Mas sadar mungkin itu bawaan kandungan kamu, dan mungkin mas suka bikin kamu kesal. Membuat anak kita ikut kesal dengan mas. Mangkanya mas minta maaf tadi, ke baby kita. Maafin mas ya sayang, mungkin mas suka bikin kamu kesal.?" Ucap Gilang dengan tulus.


Gita pun mengangguk kan kepalanya.


" Iya mas, aku maafin kamu. Maafin aku juga ya mas, mungkin kehamilan aku ini suka berubah-ubah mood ku.?"


"Iya sayang , mas paham ko. Jangan marah lagi ya.? Jujur mas kangen manjanya kamu itu sayang, tapi akhir akhir ini kamu malah bersikap cuek sama aku.?"


"Uuuhhh.... Ada yang kangen sama aku ya". Ledek Gita membuat Gilang tersenyum. Lalu Gilang memeluk Gita dengan perasaan lega karena Gita sudah tidak merajuk kembali.


"Mas pijat lagi ya kaki nya.? Masih pegal kan kaki kamu, tadi kan banyak tamu undangan." Gita pun mengangguk.


Lalu Gilang pun melanjutkan memijat kaki istri nya kembali. Dan Gita pun menikmati pijatan di kaki nya itu.

__ADS_1


Namun bukan Gilang namanya Kalau tidak mencari kesempatan dalam kesempitan. Dan pijatan pun Berubah menjadi olahraga malam, yang dilakukan di bawah selimut.


Jangan tanya author, author gak tau. wkwkwkwk....😂😂😂😂😂....


__ADS_2