Cinta Anggita

Cinta Anggita
Membuat lollipop 2


__ADS_3

" Elo masih punya hutang penjelasan ke gue. Entar gue tagih. Gue mau ke atas dulu. Kata Reni yang berjalan meninggalkan produksi.


"Gara gara elo Joko pasti Reni marah sama gue." Kata Gita melotot ke arah Joko. Joko hanya nyengir saja.


Reni pun jadi kesel sendiri karena Joko. Akhirnya coklat yang untuk Gita pun sudah lumer semua Gita membutuhkan plastik segitiga. Gita pun mengambil plastik segi tiga.


Gita memasukan coklat wh*t* dan coklat D*rk. Ke dalam plastik segitiga. Dan Gita juga mencampur coklat wh*t* dengan p*w*r* a makanan asli yang di buat Gita.


Dan mencetak ke cetakan dengan hati hati dan sedikit sedikit Agar tidak berantakan. Agar hasil seperti mata mulut pada cetakan sudah terbuat di masukan oleh Gita ke dalam freezer tidak membutuhkan waktu lama oleh Gita di angkat kembali. Lalu oleh Gita di kasih sedotan lollipop dan Baru di beri warna dasar agar terlihat cantik dan menarik. Lalu di masukan kembali ke dalam freezer. Setelah kurang lebih sepuluh menit. Gita lihat kembali hasil nya. Kalau sudah bisa di angkat dari cetakan tanpa di paksa. Berarti coklat sudah berhasil.



Gita membuatnya penuh dengan hati hati . Dan perasaan senang. Jika di buat nya dengan perasaan kesal maka hasilnya pun acak acakan dan tidak bagus.


Begitupun untuk hasil yang ke dua. Gita membuatnya dengan cara yang sama. Karena membuat lollipop apalagi dengan karakter aslinya itu sungguh ribet. Gita membuatnya penuh dengan kesabaran. Hingga menghasilkan hasil yang bagus dan cantik.


Kini coklat yang ada di baskom alumunium milik Gita sudah kering kini Gita harus menghangatkan coklatnya kembali agar Coklat lumer dan mudah di coklat. Gita meminta tolong kepada Riza untuk menghangatkan coklatnya.


Gita pun pergi untuk membungkus coklat yang sudah jadi. Di masukan ke dalam plastik bening kecil satu persatu dan di ikat dengan tali pita. Agar tidak terkena debu Dan tetap steril. Lalu Gita letakan di Styrofoam lalu di tusuk tusuk coklat lollipop nya


Lalu Gita letakan di ruang packaging agar tetap terkena udara dari AC yang berada di ruangan packaging. Stiap hasil yang sudah jadi Gita slalu catat agar ketahuan Gita sudah membuat lollipop berapa banyak.


Saat Gita baru selesai membungkus lollipop dan Gita baru beristirahat. Gita sudah di panggil kembali." Git udah tuh coklatnya." Panggil Rizal membuka pintu hanya untuk memanggil Gita saja lalu menutup kembali pintunya.

__ADS_1


"Permisi ya mba, saya mau lanjutin lagi. Nanti saya kesini lagi ya numpang ngadeeem." Kata Gita dengan terkekeh lalu meninggalkan ruangan packaging lalu melanjutkan tugasnya kembali.


Gita pun membuat coklat nya kembali.


Kini coklat yang Gita buat lumayan yang sudah jadi. Gita membuat beberapa karakter yang lucu..



Kini waktu sudah menunjukkan pukul dua belas saing. Semua karyawan pun pergi meninggalkan ruangan untuk istirahat dan makan siang.


Begitu pun juga Gita ia pergi meninggalkan tugasnya. Gita dan Reni makan siang di taman belakang.


Gita dan Reni menikmati makan siang berdua. "Reni Lo tuh udah punya pacar . Lo nggak makan siang bareng pacar Lo." Ledek Gita yang sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Nggak aah enakan masakan elo Git. Beli di luar nggak selera gue. Ada saatnya gue sama Mas Lukman makan bareng. Lagian mas Lukman nggak keberatan ko gue makan sama lo." Kata Reni menyebutkan nama Lukman ada tanda mas nya.


" Suka suka gue dong. Emang nya elo manggil pacar sendiri, Andi, Ndi. Padahal tuh cowok dah manggil sayang, cinta, Hanny. Tetep aja manggil nya nama." Ledek Reni dengan memberikan senyuman meledek.


"Bukannya gue nggak mau. Tapi Lo tau kan kita temenan dari kapan. Gue belum terbiasa. Tapi sedikit sedikit gue berusaha manggil dia dengan sebutan sayang. Gue juga mulai ada rasa sama dia Reni ke Andi ". Kata Gita dengan sedikit terkekeh.


Reni faham. "Susah yang namanya bersahabat sudah lama. Tau tau bisa saling jatuh cinta. Pasti ada rasa canggung gimana gitu. Biarkan lah mereka ini yang jalanin. Bagus nya gue nggak punya rasa juga sama Andi. Pasti berabe satu cowok di sukai dua gadis yang tak lain sahabat nya. Bisa besar kepala tuh Badrun merasa ganteng.iiihh..." kata Reni dalam hati. Namun sama Gita hanya mengangguk saja.


Saat Reni dan Gita selesai makan siang datang lah Lukman dengan membawa tiga minuman yang berada di tangannya.

__ADS_1


Lukman duduk di dekat Reni. Mengeluarkan minuman yang berada di dalam kantong plastik putih. Ternyata jus buah yang Lukman bawa.


" Git minuman buat kamu satu mau yang mana". Tanya Lukman yang melihat Gita lalu menoleh lagi ke Reni.


"Waaahh... dapet jus dari pak Lukman.Gita jus mangga aja ya pak. Buat Gita nih pak. Kalau gitu trimakasih ya." Jawab Gita dengan senangnya.


"Iya Gita. Kata Reni kamu tidak suka alpukat. Mangkanya saya belikan itu." Kata Lukman dengan tersenyum.


"Trimakasih ya Reni Lo tuh slalu inget apa yang gue suka sang nggak suka nya.. Terimakasih juga nih buat pak Lukman. Ooww.. Iya maaf ya Gita nggak bisa nemenin kalian. Kepala saya pusing ngantuk semalam kurang tidur. Mau kedalam duku ya. Mau tidur gelar kardus ". Kata Gita yang dapat anggukan dari Reni dan Lukman. Gita pun pergi meninggalkan dua insan yang sedang berpacaran di taman.


Gita pun membawa jus mangga nya. Lalu di simpan di dalam freezer. Lalu Gita mencari kardus dan di letakan di ruangan finishing. Lalu Gita merebahkan dirinya di atas kardus lalu memejamkan mata. Tidak butuh waktu lama Gita sudah tertidur.


Lumayan untuk Gita waktu setengah jam untuk tidur sejenak untuk menghilangkan pusing di kepalanya.


Sedangkan dari atas ada seseorang yang sedang memperhatikan layar komputer nya dengan senyum. Siapa lagi kalau bukan Gilang. Ia memperhatikan Gita yang sedang tertidur di bawah meja dengan beralaskan kardus aja bisa pules." Dasar baru liat cewek begini. Tidur beralaskan kardus aja bisa pules. Biasanya gadis gadis yang saya kenal semua so jaim. Jangankan tidur di atas kardus bekas. Duduk di tiker aja kadang merasa Katanya takut gatel gatel. Tapi ini beda. Apa begini ya gadis yang hidupnya sederhana. Sama gadis yang gaya hidupnya mewah.." kata Gilang yang masih memperhatikan layar komputer dengan tersenyum.


Jam sudah menunjukkan waktu jam istirahat sudah habis. Alarm di handphone milik Gita sudah berbunyi.Gita kaget di sampingnya ada Reni yang sedang duduk memainkan gawai nya.


"Reni Lo ngapain di sini. Bukannya Lo tadi sama pak Lukman lagi ngobrol di taman. " Tanya Gita yang masih lemes karena bangun dari tidur.


"Gue bete nggak ada Lo. Udah bangun yuk udah jam masuk juga." Ajak Reni, dan Gita mengangguk. Gita mengikat rambut nya.


Lalu Gita naik ke atas untuk absen. Namun saat ingin sampai ke anak tangga terakhir. Gita menubruk seseorang. Dan Gita hampir terjatuh. Untungnya di tahan sama yang menabraknya. Jadi Gita tidak jadi terjatuh dari anak tangga.

__ADS_1


Gita kaget bahwa yang menabraknya dan yang menahan agar dirinya tidak jatuh ternyata pak Gilang. Pak bos nya sendiri yang menolong dirinya.


Bersambung.


__ADS_2