Cinta Anggita

Cinta Anggita
Perubahan Sikap


__ADS_3

Semuanya pun mendengar kan penjelasan tentang masa-masa hamil dan ngidam. Dan Lukman hanya berooo saja.


Tidak dengan Gilang yang menatap istrinya dalam dalam. Karena dulu mendiang istrinya hamil, Gilang tidak pernah merasakan ngidam seperti ini. Hanya dengan Gita, kadang Gilang merasakan apa yang Gita rasakan. Namun jika di depan Gita, Gilang biasa saja. Tidak separah Gita sampai lemas.


Kini mereka semua sudah kembali ke kediaman pak Hendra. Lukman yang berniat ingin lama,atau bahkan menginap, sampai tidak jadi karena kondisinya kurang baik.


Dengan hasil panen mangga yang mereka dapat. Para istri mereka bingung untuk apa mangga dengan segitu banyaknya.


Sedangkan Lukman sedang di dalam kamarnya sedang meringkuk di dalam selimut. Sejak pulang dari rumah mertuanya Lukman hanya diam dengan memakai selimut untuk menutupi tubuhnya terasa menggigil.


Reni merasa tak tega dengan kondisi suaminya yang seperti itu. Reni datang dengan segelas teh hangat,untuk di berikan ke suami nya.


"Mas, aku bawakan teh manis hangat. Ayo di minum dulu ya. Mungkin habis minum badan kamu sedikit lebih baik". Akhirnya Lukman pun bangun dari tempat tidurnya, lalu meminum teh buatan Reni.


Suuuurrppp..... Suuuurppp... Suurrrpp.... aah.. Begitulah bunyi saat Lukman menyeruput teh hangat. Berkali-kali Lukman minum teh di gelas itu sampai tinggal setengah gelas.


"Bagaimana mas.?" Melihat kening Lukman berkeringat. Lukman mengangguk kan kepalanya.


"Enak sayang, sini aku minum lagi teh hangat nya." Lukman pun melanjutkan meminum tehnya, sampai habis." Sayang tolong buatkan lagi ya teh nya. Kalau bisa agak panas Gitu." Reni pun mengangguk dan tersenyum.


Reni pun bangun dari duduknya, namun di tahan oleh Lukman."Mau kemana.?"


"Katanya mau teh lagi, aku mu buatin lagi untuk kamu". Lukman pun menggelengkan kepalanya.


" Nanti saja sayang, sekarang temani aku di sini." Lukman menepuk banyak di sebelahnya.


Reni tersenyum melihat sikap suaminya seperti itu teramat manis bagi Reni. Reni pun duduk di samping suaminya, dan Lukman merebahkan tubuhnya kembali. Dengan kepalanya berada di atas bantal, Lukman memegang tangan Reni dan di letakan di kepalanya.


"Kenapa, pusing kepala kamu mas.?" Lukman pun mengangguk, dan Reni pun memijat kening dan kepala suaminya.


"Sayang."


"Heemm.. Kenapa mas.?"

__ADS_1


"Maaf kamu jadi batal nginep di rumah ayah kamu. Gara gara aku begini, harusnya kamu kumpul dengan saudara kamu. Eeeh ini malah kamu ngurusin aku, maaf ya..."


"Gak kenapa kenapa mas, yang penting Kamu sehat dulu , kalau main mah gampang sayang. Sekarang kamu istirahat ya, semoga besok kamu sudah kembali membaik." Lukman pun mengangguk, lalu mata Lukman terpejam. Karena Reni terus memijat kepala suaminya hingga tertidur.


"Kasian kamu mas, kamu jadi ikutan ngidamnya." Reni Sambil mengusap perut nya." Nak semoga papah kamu sehat lagi ya nak."


Lain Lukman lain juga Gilang.


Dari tadi Gilang mulutnya tidak berhenti menggiling makanan. Bayangkan saja Gilang meminta setiap makanan yang dia suka saat berada rumah mertuanya.


Perubahan sikap Gilang yang biasanya tidak suka dengan banyak makan, dan berubah 90 derajat. Gilang lebih menyukai makan cemilan, dengan minuman jus lemon. Gilang yang minum Gita yang ke aseman.


"Mas, kamu gak capek makan terus dari tadi, gak takut gemuk". Goda Gita yang lagi berdiri di depan cermin sambil menyisir rambutnya.


"Aku rela sayang gemuk untuk menggantikan masa ngidam kamu ini". Gita yang sedang memakai krim malam pun sangat terkejut, karena tiba-tiba suaminya sudah memeluk nya dari belakang.


Gita hanya tersenyum melihat suaminya kini melingkar tangan dan sedang menyentuh perut Gita.


"Kamu tau sayang, waktu Mamahnya Jessy sedang mengandung Jessy. Aku tidak pernah merasakan ngidamnya seperti sekarang ini. Dan kamu tau,saat kondisi pertama kamu hamil, aku sangat sedih.?"


"Ya sedih,merasa jadi pria tak tau di Untung. Sudah mendapatkan wanita yang cantik, baik hati, sayang sama keluarga masih aja Marah sama kamu. Karena Rasa cemburu yang gak bisa ku kontrol. Apalagi Dengan kondisi kamu yang sedang mengandung, dan sempat tak sadarkan diri karena aku. Dan aku gak akan maaf kan diri aku sendiri Git, sampai kamu kenapa-kenapa."


"Uuuust ... Jangan bilang seperti itu. Berarti kamu cinta sama aku mas, sampai kamu cemburu seperti itu. Apalagi dengan keadaan kamu yang sekarang lagi mengidam. Itu sudah membuktikan kalau kamu memang benar benar sayang sama aku mas."


"Kalau di bilang sayang, lebih Git. Aku sayang dan cinta banget sama kamu. Mangkanya aku bergerak lebih dulu saat kamu di sakiti pria itu." Gilang bicara seperti itu membuat Gita terasa melayang.


Gita membalikkan badannya menghadap suaminya. "Uuuu... Sweet banget si suami ku ini. Beruntung nya aku menjadi istri kamu mas". Yang kini sudah berada di dekapan suaminya.


Gilang terkekeh melihat tingkah Gita seperti itu. Lalu Gilang mengangkat tubuh Gita ala bridal style, lalu di letakkan di atas tempat tidurnya. Gita paham apa yang akan di lakukan suaminya tersebut.


"Aku ingin mengunjungi anak ku, boleh kan.? Pelan pelan saja ya". Gita pun mengangguk, membuat Gilang tersenyum bahagia. Akhirnya mereka pun bergumul di balik selimut.


Keesokan harinya, Gilang bangun agak siang . Selepas shalat subuh,Gilang kembali tidur. Karena mereka masih menginap di rumah bunda Yuni, Gita pun segera membantu ibu mertua nya.

__ADS_1


"Hai sayang, Suami kamu mana.? Biasanya sudah sibuk berolahraga pagi pagi". Kata bunda yang sedang membuat kopi untuk suaminya.


"Mas Gilang masih tidur Bun, sehabis shalat dia tidur lagi."


"Kasian Jadi nya kalau Gilang seperti itu. Tapi Gita saat mendiang istrinya hamil, Gilang tidak merasakan apapun loh. Kenapa saat kamu hamil,Gilang jadi ikut seperti wanita hamil? Anak bunda seperti nya benar benar bucin tuh sama kamu Git". Goda bunda ke menantunya.


Gita hanya tersenyum, dan tersipu malu mamah mertuanya menggoda dirinya.


Gita mengupas bawang, cabai dan mengeluarkan beberapa telur.


"Kamu buat apa sayang.?"


"Nasi goreng Bun, mas Gilang minta nasi goreng katanya. Pakai telor mata kodok". Bu Yuni terkekeh mendengar menantunya bicara.


"Tumben dia minta nasi goreng. Selama ini dia gak pernah makan pagi loh. Paling kalau dia sarapan hanya roti dan kopi saja."


Saat mereka sedang mengobrol, pak Hendra menghampiri menantu dan istrinya.


"Wangi banget, bikin apa kamu nak.?"


"Nasi goreng yah". Jawab Gita.


"Ayah mau memang nasi goreng buatan Gita.?" Tanya bunda. Pak Hendra pun mengangguk kan kepalanya.


"Boleh bunda,ayah lagi ingin makan nasi goreng. Sepertinya enak buatannya Gita.?"


"Tuh nak, ayah mertua kamu request nasi goreng buatan kamu. Bunda bantu ceplok telor nya ya.?"


"Iya Bun, trimakasih bun."


"Sama sama sayang".


Kini ibu mertua dan menantu sedang berkutat di dapur untuk membuat nasi goreng. Pesanan dari para Pria.

__ADS_1


Setelah nasi goreng sudah matang, kini Gita menata nasi goreng nya . Lalu di letakan di atas meja makan.


Bersambung...


__ADS_2