Cinta Anggita

Cinta Anggita
Kejutan untuk Gita


__ADS_3

" Nih beli ketoprak buat ayah, sama jus. Lo beli martabak buat siapa lumayan banyak gitu ada temu ya? " Gita clingak celingukan." Elo sendirian Reni, beli martabak nya?"


"Iya gue di suruh babeh gue beli martabak sampe tiga, kata nya mau ada tamu entar. Lo nyari siapa clingak clingukan Kaya gitu. Gue sendirian Anggita binti Jaka, loe pikir gue sama siapa?" Jawab Reni, dan Gita hanya cengengesan mendengar jawaban Gita.


"Ya udah gue balik duluan ya, jus gue udah jadi". Kata Gita yang di jawab hanya dengan anggukan.


Gita pun meninggalkan Reni dan membayar tiga jus nya. Setelah membayar jus Gita menyalakan motornya dan kembali kerumahnya.


Saat sampai rumah motor pun terparkir di teras rumah Gita. Dan ayah yang sedang menonton tv, memandang wajah Gita."Lama banget si Git, cepetan ambilin ayah piring sendok." Gita pun segera kedapur untuk mengambil piring sendok, tak lupa Gita juga mengambil air minum untuk sang ayah.


Lalu pak Jaka membuka bungkusan ketoprak nya. Lalu ketoprak itu pun di sendok dan di masukan ke dalam mulutnya. Tiba tiba pak Jaka menunjukkan wajah kesalnya," kamu beli ketoprak di mana si Git? Kan udah di bilangin di bang Daus beli nya".


"Itu di bang Daus yah Gita beli nya." Jawab Gita yang menyimpan jus nya di dalam kulkas.


" Masa rasa nya enggak enak gini si. Bohong kamu ya, malah keasinan lagi. Sengaja kamu mau bikin ayah darah tinggi haah..." Dengan nada pak Jaka, membuat mata Gita mengembun.


"Ya tapi memang itu ketopraknya bang Daus yah, Gita nggak bohong. Mana mungkin Gita mau buat ayah darah tinggi, coba sini Gita cobain . Nanti Gita jalan lagi buat beli ketoprak nya, atau mau yang satunya tapi rasanya sedang yah, tidak pedas seperti punya ayah". Jawab Gita yang masih dengan sopan bicaranya.


"Nggak perlu, mangkanya lain kali di teliti dulu. Kamu kira kalau beli lagi nggak mubazir . Sayang sayang Git nggak ada yang makan." Kata pak Jaka, yang memakan ketopraknya.


Sebenarnya ketoprak nya enak ,pak Jaka hanya pura pura marah saja dengan Gita.


Lalu Bu Siti pun datang dari dalam kamarnya, " Bu makan dulu ketoprak nya tadi aku beli dua. " Kata Gita yang menawarkan ibunya makan.

__ADS_1


"Loh kamu nggak makan Gita?". Tanya Bu Siti yang melihat Gita hendak masuk kedalam kamarnya.


" Nggak Bu,Gita sudah beli jus, itu buat ibu aja. Yah maaf ya, kalau begitu Gita masuk ke kamar dulu". Kata Gita ,dan di angguki oleh kedua orangtuanya. Gita pun Masuk ke kamarnya,dan menutup pintunya.


Gita meminum jus nya di dalam kamarnya, sesekali dia menghapus air matanya." Kenapa ya hari ini ayah lagi marah marah terus sama gue, nggak biasa nya. Dan lagi si Reni kenapa pula dia lagi jutek banget, padahal gue ga buat salah sama dia. Ini juga si Andi lagi kenapa biasa nya kan kalau Jumat atau Sabtu dia suka kesini, ini malah ga maen nyebelin banget si semuanya. Hiks...hiks....". Dumel Gita seorang diri di dalam kamarnya.


Kini jus yang Gita minum pun sudah habis dan telah masuk kedalam perut Gita. Gita rebahan di kasurnya dengan membuka alat gawai nya. Mengirim pesan ke Andi juga belum di balas, jadi Gita hanya membuka galeri foto saja. Gita melihat lihat foto waktu kunjungan beberapa bulan lalu. Dan semakin lama mata Gita pun terasa berat, rasa kantuknya pun semakin tak terkendali akhirnya Gita pun tertidur.


Hingga waktu menunjukan pukul 12.05 malam. Gita di bangunkan sang ayah, " Gita bangun Git". Gita pun membuka matanya, walaupun terasa berat untuk membuka mata dengan sempurna , tapi Gita paksain karena sang ayah yang memanggil.


" Iya yah ada apa?" Gita pun duduk di atas kasurnya, Sambil mengikat rambutnya.


"Git, tiba tiba ayah lapar, kamu mau tidak beliin ayah nasi goreng di Madun". Kata pak Jaka yang merasa tak tega membangunkannya Gita yang sedang tidur.


"Ya memang kenapa kalau ayah lapar lagi, kalau memang kamu nggak mau biar ayah jalan sendiri aja". Kata pak Jaka yang langsung berjalan keluar kamar Gita.


Gita pun segera berjalan menghampiri sang ayah, namun saat sampai depan kamarnya, Tiba tiba lampu dirumah Gita mati. Gita pun berteriak" aaaaa... Ayah hiks hiks... Ibu lampu nya mati". Gita pun tidak berani untuk melangkah,karena Gita memang takut kegelapan.


Lalu tiba tiba ada yang masuk keruang Gita dengan cahaya lilin. Dan saat Gita lihat Reni,Andi, Fitri, dan Dimas suami dari Fitri." Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, selamat ulang tahun Gita semoga panjang umur". Kata semua orang yang masuk kerumah Gita sambil menyanyikan lagunya. Gita yang nangis karena ketakutan menjadi tersenyum melihat semuanya ngasih kejutan kepadanya.


Tap.... suara Lalu lampu di nyalakan, ruangan pun menjadi terang, terlihat ayah dan ibunya juga ikut di belakang Fitri . Dan tak lupa Chika yang turut hadir, Karena anak kecil terbangun tengah malam jadi sekalian diajak ibunya.


Andi yang memegang kue nya pun turut tersenyum melihat Gita. Terlihat pipinya Gita yang basah karena Gita habis menangis.

__ADS_1


"Sekarang tiup lilinnya ya, tapi sebelum di tiup lilin kamu berdoa dulu". Kata Andi dengan memberikan senyuman hangatnya. Gita pun mengangguk,lalu Gita memejamkan matanya,dengan mengangkat kedua tangannya. Gita berdoa dalam hati" Ya Allah semoga ayah ibu ku, selalu di berikan kesehatan. Semoga di usiaku yang bertambah ini,semoga aku segera cepat menikah seperti apa yang ayah dan ibu inginkan. Aamiiin..." Lalu Gita mengusap wajahnya, lalu meniup lilin nya yang berada di depan nya.Fhuuu... Fhuuuu.... Fhuuuu.... Lilin pun sudah padam.


Semua bertepuk tangan termasuk Chika, keponakan kesayangan Gita, dia paling ceria saat lilinnya padam." Agiy,,, agiy,,, iup Wiwin nya". Kata Chika yang masih belum jelas saat bicara. Alhasil semua yang berada di situ terkekeh mendengar Chika bicara.


Lalu pak Jaka dan Bu Siti pun mendekat kearah Gita," Selamat ulang tahun ya anak ayah, kesayangan nya ayah. Semoga di usia yang sudah bertambah ini, kamu selalu di berikan kesehatan, kebahagiaan,dan rezeki yang selalu mengalir seperti air. Amiin..." Lalu pak Jaka memeluk Gita anak kesayangan,lalu mencium kening Gita.


"Amiin, trimakasih ya yah". Jawab Gita.


Lalu Bu Siti pun menghampiri Gita," selamat ulang tahun ya nak, doa ibu yang terbaik untuk kamu. Doa ibu tak kan pernah putus untuk kamu." Lalu Bu Siti pun mencium pipi kiri kanan dan kening Gita.


"Amiin,,, trimakasih ya bu. Memang ibu itu terbaik untuk Gita. Gita pun memeluk sang ibu.


"Selamat ulang tahun ya Gita, semoga apa yang kamu inginkan terkabul. Aamiiin...." Kata Andi dengan mengusap rambut Gita.


"Aamiiin trimakasih Andi". Jawab Gita yang benar-benar bahagia ternyata Adi ada di hadapannya.


Nah sekarang giliran Reni, Reni tersenyum melihat Gita." Selamat ulang tahun ya beb, semoga elo tetap jadi sahabat terbaik gue. Dan semoga segala doa doa elu yang baik di kabulkan. Amiin...." Kata Reni yang memeluk Gita dengan erat." Maaf ya gue kemaren jutek sama elu, semua itu sengaja untuk ngerjain elo." Kata Reni yang ngaku sudah ngerjain Gita.


" Trimakasih ya Beb, iya Lo tuh jahat banget sama gue sampe gue sedih di cuekin elo, selama seminggu. Padahal gue nggak pernah salah sama elo". Jawab Gita dengan memanyunkan bibirnya.


"Uuuuhhh sayang, Reni pun memeluk kembali Gita, dan semua pun tersenyum melihat Gita dan Reni.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2