Cinta Anggita

Cinta Anggita
Selamat kan keduanya


__ADS_3

"Ya Allah selamatkan Gita, ia wanita baik. Jangan kau ambil dia. Dengarkan segala doa mas Gilang, hamba hanya bisa memohon kepadamu ya Robb." Doa Lukman dalam hati.


Lukman sendiri juga panik dan khawatir mendengar Gita dan Jessy mengalami kecelakaan..


Kini Gilang dan Lukman sudah sampai dengan rumah sakit, yang kang Ujang beritahu.


Di sana kang Ujang sedang menunggu di luar ruangan, beliau pun juga terlihat panik.


"Kang Ujang". Panggil Gilang dan menghampiri beliau." Di mana anak istri saya.?"


"Non Gita dan neng Jessy di ruangan ini den". Sambil menunjuk pintu kamar, yang bertulisan IGD.


"Ya Allah selamatkan keluarga ku, jangan kau ambil mereka. Istri ku sedang mengandung hamba tidak ingin kehilangan mereka." Gumam Gilang sambil mengusap wajahnya.


Gilang pun melihat bacaan ruang itu saja, sudah amat takut. Gilang jadi mengingat kembali kejadian enam tahun silam. Saat mendiang istrinya tertabrak mobil,dan di larikan kerumah sakit.


Gilang sudah terlihat panik dan ada rasa takut, Lukman pun mencoba menenangkan Gilang.


Lukman membantu Gilang untuk duduk di kursi, terlihat sekali Gilang begitu rapuh.


"Mas kuat kan hatimu mas, kita berdoa semoga para dokter di dalam bisa menyelamatkan anak dan istri mas." Lukman menepuk pundak Gilang untuk menguatkan Gilang.


"Iya Man, saya berharap begitu. Semoga semuanya selamat. Saya amat takut kehilangan salah satu dari mereka ". Kata Gilang sambil mengusap rambutnya, lalu kepalanya pun bersandar di dinding.


Saat itu juga keluarga Gilang dan Gita datang kerumah sakit. Saat mengetahui Gita dan Jessy mengalami kecelakaan.


"Lang bagaimana keadaan Gita.?" Tanya pak Jaka yang di angguki oleh bu Siti,yang terlihat khawatir.


"Gilang belum tau yah keadaan Gita, Gilang juga baru sampai. Tapi yang pasti ada dokter yang menangani Gita di dalam.".


"Ya Allah Gita semoga kamu tidak kenapa-kenapa nak." Ucap pak Jaka, sambil memeluk Bu Siti yang sudah tak kuasa mendengar kabar Gita.

__ADS_1


Bunda Yuni memeluk Gilang yang sudah terlihat memprihatinkan. Gilang tak kuasa akhirnya Gilang pun menangis di pelukan sang bunda.


"Bun, Gilang takut untuk yang ke dua kalinya. Gilang tidak mau kejadian itu kembali terulang." Gilang menangis dalam pelukan bunda Yuni.


Bunda pun tak kuasa, bunda pun juga turut menangis. Dan tetap menjadi penenang untuk Gilang saat ini.


Bunda pun yang memang mengetahui sifat anaknya yang pendiam itu. Gilang orang nya tidak mudah untuk mengeluarkan air mata, tapi untuk saat ini Gilang berhasil mengeluarkan air mata itu. Karena takut akan kehilangan seseorang yang amat berarti baginya.


Pak Hendra pun turut bersedih melihat putranya begitu amat takut dengan kondisi istrinya saat ini. Apalagi menantu nya kini sedang mengandung.


Pak Hendra mendekati kang Ujang, dan meminta kang Ujang untuk menceritakan kronologi nya.


Dan kang Ujang pun menceritakan semuanya tanpa ada sedikit pun yang tertinggal. Bahkan kang Ujang pun juga memberikan sebuah foto plat nomor mobil tersebut ke pak Hendra. Dan itu akan menjadi barang bukti, untuk hasil tabrak lari yang menimpa menantu dan cucunya.


Dan kini seorang perawat pun keluar untuk menemui keluarga pasien. Seluruh keluarga termasuk Gilang pun berdiri,untuk mendengar kabar Gita dan Jessy di dalam.


"Keluarga pasien.?"


"Silahkan masuk, dokter ingin bicara dengan tuan.?" Gilang pun mengangguk lalu Gilang pun masuk dan perawat itu menutup pintunya.


Dan seluruh keluarga pun hanya bisa menunggu kabar yang Gilang sampai kan, berharap Gilang membawa kabar baik.


Kini Gilang melihat dua orang yang amat Gilang sayang terbaring lemah.


" Silahkan duduk pak". Panggil seorang dokter perempuan.


Gilang pun mengangguk dan kemudian duduk di kursi berhadapan dengan dokternya.


"Dok, bagaimana keadaan anak dan istri saya. Dan bagaimana anak yang berada di kandungan istri saya.?"


" Putri anda sudah kami tangani, dan kondisinya Masih tertolong. Hanya putri anda mengalami keretakan tulang pada tangannya. Dan putri anda juga akan sadarkan diri, dalam beberapa menit lagi." Penjelasan dokter, membuat Gilang sedikit tenang.

__ADS_1


"Lalu istri saya,dan kandungan nya bagaimana.?" Dan di saat Gilang menanyakan kondisi Gita, wajah dokter menunjukkan wajah serius.


" Sebelum nya Saya turut prihatin dengan musibah yang menimpa anak dan istri bapak. Benturan yang di alami istri bapak sangat keras, dan kami juga harus mengambil tindakan. Dan kondisi istri bapak pun sangat kritis, justru itu kami meminta persetujuan pada bapak untuk menandatangani persetujuan untuk mengambil tindakan operasi pada istri bapak. Karena usia kandungan istri bapak belum memasuki Minggu usia kandungan yang pas, untuk di lakukan operasi bahkan usia kandungannya saat ini masih tiga puluh empat. Dan kami harus segera menyelamatkan anak yang ada di kandungan istri bapak,karena kondisi kandungan nya lemah. Agar kami juga bisa menyelamatkan istri anda. Dan kami juga butuh bantuan dia nya dari para keluarga.


"Baik dok, lakukan yang terbaik untuk anak dan istri saya. Selamat kan kedua nya dok, saya mohon selamat kan istri dan anak saya. Berapa pun akan saya bayar, agar anak dan istri saya selamat."


" insya Allah, kami akan berusaha menyelamatkan keduanya. Tapi kami juga minta doa dari keluarga agar operasi nya berjalan dengan lancar. Agar Ibu dan anaknya pun bisa kami selamat kan."


"Pasti dok."


"Baik kalau begitu kami akan membawa dan memindahkan istri anda ke ruangan operasi. Kalau begitu trimakasih."


"Saya ingin mendekati istri saya boleh sebentar saja". Pinta Gilang dan dokter pun memberikan ijin walaupun sebentar.


Gilang pun menghampiri Gita yang terbaring lemah. Dengan selang terpasang di tangan dan hidung nya. Gilang melihatnya pun merasa tak tega dengan kondisi Gita.


Gilang pun mencium kening Gita.


"Bertahan ya sayang,kamu harus kuat, aku yakin kamu kuat dan bisa bertahan. Ingat Git, kamu masih punya aku dan anak anak. Aku mohon jangan tinggalkan aku Git, bertahan ya sayang." Lalu Gilang mencium perut Gita." Nak, kamu yang kuat ya nak. Kamu ingin melihat dunia ini kan nak. Kamu ingin melihat mamah kamu yang cantik dan baik hati ini kan. Kamu harus bertahan dan sehat ya nak. Dan papah minta kamu dan mamah kamu selamat, kita akan berkumpul bersama. Papah sayang kalian." Lalu Gilang mengusap perutnya Gita, lalu mengusap air matanya.


Gilang pun keluar dari ruangan dengan mata yang memerah. Tatapan mata Gilang sangat kosong.


"Lang bagaimana keadaan Jessy dan Gita, dan juga kandungan Gita.?" Tanya beruntun bunda Yuni.


"Lang bagaimana keadaan anak dan cucu ibu dan ayah.?" Kata Bu Siti yang sudah tak kuasa menahan rasa khawatir nya.


Gita melihat wajah semua keluarga nya dengan wajah sangat khawatir..


"Jessy mengalami keretakan pada tangannya." Semuanya pun nampak terkejut dengan apa yang Gilang sampai kan." Dan Jessy sekarang dalam keadaan di bius, dan kemungkinan sebentar lagi Jessy akan tersadar." Semuanya pun bernafas lega mendengar kabar Jessy.


"Lalu Gita bagaimana Lang.?" Tanya pak Jaka yang sangat khawatir dengan keadaan anaknya.

__ADS_1


Gilang menatap wajah pak Jaka yang sangat lelah dan khawatir. Dan wajah Bu Siti yang penuh dengan ke khawatiran pada Gita. Gilang tak tega memberitahu kondisi Gita kepada dua mertuanya.


__ADS_2