Cinta Anggita

Cinta Anggita
Check up


__ADS_3

Gilang pun merebahkan dirinya di kasurnya. Entah kenapa Gilang melihat wajah Gita walau hanya sekilas." Kenapa jadi wajah Gita yang hadir, huffh... Mungkin seharian ini gue lagi sama dia seharian aja kali ya. Udah lah gue gue tidur aja dulu, besok pagi-pagi gue chek up ketempat Tyo


" Gilang pun memejamkan matanya tanpa butuh waktu lama akhirnya Gilang pun tertidur.


Keesokan paginya Gilang datang kerumah sakit, di daerah Jakarta. Gilang sudah membuat janji untuk menemui dokter Tyo yang tak lain sahabat Gilang sendiri.


Karena sebelumnya Gilang sudah membuat janji dengan Tyo, jadi Gilang tidak harus mengantri seperti para pasien lain nya. Gilang langsung masuk ke dalam ruangan Tyo. Dan Tyo pun duduk santai dan hanya tersenyum melihat sahabat nya datang. " Ada apa pak bos, ada angin apa nih seorang Gilang Wijaya datang ke rumah sakit untuk check up".


" Nggak tau nih, gue mau check up, jantung gue berdetak cepat gitu. Gelisah Mulu kalau mau tidur Kenapa ya. Soalnya kemarin Jessy sakit dan dirawat, jadi gue hanya takut kesehatan gue terganggu." Ucap Gilang dan dokter Tyo hanya mengangguk mendengar keluhan dari Gilang.


" Sekarang Lo berbaring, nanti gue periksa." Gilang pun mengikuti apa yang Tyo ucapkan, Gilang merebahkan dirinya. Lalu dokter Tyo pun memeriksa Gilang dengan menggunakan stetoskop. Dan Tyo pun juga memeriksa tekanan darah Gilang. Tyo nampak bingung, karena saat di periksa Gilang tidak ada yang dikhawatirkan, semuanya sehat.


Tyo pun menatap Gilang ," Sejak kapan Lo ngerasa gelisah dan jantung loh merasa berdebar sangat cepat?"


"Mulai kemarin,terus tidur juga gelisah gitu Yo." Gilang menjelaskan, dan Tyo mendengar kan dengan wajahnya yang serius.


"Terus apa aja yang Lo lakukan kemarin.?"


Gilang nampak berpikir apa aja yang dia lakukan kemarin seharian, dengan mata yang menatap lurus ke depan." Gue nggak ngapa-ngapain, gue cuma jaga Jessy dari malam sampe sore. Seharian di rumah sakit, itu juga ada bunda,ayah dan Gita. Terus malam nya saya cuma nganterin Gita pulang kerumahnya. Udah gitu aja Yo nggak ada yang aneh."


Tyo menjentikkan dua jarinya, lalu menunjuk ke arah Gilang. " Nah itu dia Lang yang bikin loe gelisah, dan bikin jantung elo berdetak cepat. Itu bukan Lo yang bermasalah tapi hati Lo, yang mulai merasakan getaran cinta kembali." Ledek Tyo ke Gilang. Gilang hanya diam tak meladeni temannya yang di cap teman yang paling jahil itu.


"Maksud nya apa gue masih kurang paham." Tanya Gilang yang masih belum mengerti.


"Gilang Gilang, masih aja loe nggak berubah bro. Kalau urusan hati. Apa karena elo yang menduda terlalu lama jadi hati loe sedikit lemot. Hahahaha..." Lalu Tyo dapat hadiah dari Gilang. Bolpoin di lempar kearah Tyo. Dan Tyo hanya terkekeh.

__ADS_1


"Si*lan loh, maksud loe gue kelamaan menduda jadi gue rada lemot kalau masalah perasaan." Jawab Gilang dengan Sewot, dan Tyo hanya tertawa.


"Emangnya siapa bro tuh cewek, yang jelas bukan Bella kan.?"Gilang menggelengkan kepalanya. Dan semakin membuat Tyo tersenyum meledek Gilang.


"Tuh kan berarti bukan badan loh yang bermasalah tapi pikiran dan hati Lo karena tuh cewek. Yaudah lah nanti Lo harus cerita ke gue ya, kalau Lo nggak cerita gue yang bakal tagih cerita Lo. "


"Apaan si loh, masih nggak berubah sama diri Lo yang selalu kepo. Terus sekarang bagaimana, masa gue check up cuma buat Lo ledek aja. Saya juga bayar pak Bramantyo." Diakhir kata Gilang terkekeh.


"Iya iya gue kasih resep obat dan vitamin untuk lo, sepertinya Lo juga kurang sehat suhu badan Lo agak panas. Mungkin Lo kurang istirahat karena jagain Jessy dirumah sakit. Lo juga harus istirahat Lang jangan kerjaan aja Lo pikirin kesehatan Lo juga Lang termasuk anu Lo". Mata Tyo mengarah bagian bawah bawah perut Gilang . Sambil menaik turunkan alisnya. Dan langsung terkekeh.


" Rese Lo ,,ywdah kalau begitu gue balik ya, trimakasih ya?"


"Iya hati hati, ow ya Lo punya utang cerita ke gue. Gue bakalan tagih elo nanti." Kata Tyo dengan meledek.


Setelah menebus obatnya Gilang pun pergi meninggalkan rumah sakit itu. Lalu menuju ke pabrik nya.


Gilang sampai pabrik seluruh karyawan pun juga sudah memulai kerjaan nya masing masing. Gilang hanya duduk di ruangannya untuk beristirahat.


*****


Kini lanjut ke Gita.


Kini Gita sedang menjalani tugas nya. Gita sedang membuat coklat kecil yang berisikan selai rasa buah-buahan. Gita melakukan nya dengan cepat namun juga rapih..


Karena memang tugas hari ini seluruh karyawan hanya melakukan tugas cuma sampai jam satu di bagian produksi, dan jam dua untuk bagian packaging dan finishing. Karen sisa waktu harus di lakukan untuk bersih-bersih, untuk acara besok.

__ADS_1


Jadi semua karyawan melakukan tugas nya cepat namun juga rapih. Dan itu sudah biasa di lakukan jika sedang ada acara.


Kini waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang. Dan itu waktu untuk istirahat para karyawan. Seperti biasa Gita absen dan sebelum makan Gita menjalankan shalat Zuhur dulu, karena adzan Zuhur sudah berkumandang. Setelah shalat Gita pun mengambil makan siangnya di dalam tas yang berada di lokernya.


Dan saat Gita sedang berada di depan lokernya, Reni pun mendekati Gita. Dan mengagetkan Gita, "Daaaaarrr..." Tapi tidak ada reaksi dari Gita terkaget. Gita hanya tersenyum melihat wajah kesal sahabatnya.


Gilang dan Lukman melihat tingkah Gita dan Reni, apa lagi Reni menunjukkan wajah cemberut karena tidak berhasil mengagetkan Gita. Mereka berdua pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Reni kesal karena tidak berhasil membuat Gita kaget. Akhirnya Reni mukul lengan Gita.''puuuuk". Lalu Gita bersuara mengucapkan" Aduuh...." Dan itu terdengar Reni, Lukman dan Gilang yang kebetulan sudah sampai depan loker mereka.


"Kenapa Git, tangan Lo ada yang sakit?" Reni segera langsung bertanya.


" Nggak, cuma sakit sedikit aja. Yaudah yuk kita makan." Ucap Gita yang mengalihkan pembicaraan Reni.


"Alah Lo mengalihkan pertanyaan gue, sini gue liat. Lo nggak bisa bohong dari gue Git." Reni . memaksa untuk membuka lengan baju Gita, karena Gita menggunakan kaos berlengan panjang.


"Apaan si Reni jangan maksa apa,di bilang gue nggak Kenapa kenapa." Kata Gita yang menolak untuk di lihat lengannya.


"Kenapa Git, Ren.?" Tanya pak Lukman.


"Ini pak lengannya Gita seperti nya ada yang sakit saat saya pukul tadi." Jawab Reni dengan wajah cengengesan, Lukman yang mendengar sebagai pacarnya hanya menggelengkan kepalanya.


"Git tangan kamu sakit mengganggu kamu kerja tidak tadi?" Tanya Lukman, sedangkan Gilang hanya diam memperhatikan Gita yang di interogasi oleh Reni.


Sebenarnya Gilang ingin bertanya, tapi karena ada Reni dan Lukman nanti urusannya jadi panjang. Dan Gilang juga lagi males menjawab pertanyaan yang nggak penting..

__ADS_1


__ADS_2