
Dan setelah itu Elis pun ikut berkumpul dengan seluruh keluarga Gita. Dan mereka pun saling berbincang.
Saat malam hari kini seluruh keluarga pun beristirahat. Suara jangkrik yang saling bersautan di malam hari membuat suasana menjadi tenang. Dan semilir angin Pada malam itu pun sangat lah dingin. Pak Jaka,dan Bu Siti pun mereka sudah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Sedangkan Jessy dan Abi sudah biasa dengan udara dingin, mereka tertidur sangat pulas.
Gita melihat suaminya yang belum tertidur, justru sedang memperhatikan Gita sejak tadi.
"Kenapa mas, ko ngeliatin aku terus.? Tidur yuk aku ngantuk ".
"Gak kenapa kenapa sayang, yuk tidur." Gilang pun kini tidur dengan memeluk Gita.
Karena Gilang dan keluarga tidur di satu ruangan yang sama. Mereka tidur berkumpul Dangan pak Jaka dan juga Dimas. Bagi Gilang tidak masalah, karena suasana seperti ini lah yang dia sukai.
Keesokan harinya saat siang hari mereka pun berpamitan kepada uwa Eni dan saudara dari ibu Siti. Namun mereka tidak langsung ke Jakarta, Gilang ingin mengajak mereka ke rumah di mana tempat yang pernah Gita dan Gilang datangi.
Dua jam dari rumah uwa Eni,ke tempat rumah Gilang di Bandung, mereka lalui. Kini mereka sudah sampai di rumah keluarga Wijaya.
Kini mereka semua sudah sampai di penginapan rumah Gilang, di mana rumah itu adalah pemberian dari ayah Hendra.
Ayah Jaka dan Bu Siti pun tersenyum bahagia." Bu beneran kita ini jalan jalan Loh. Tiap hari kan biasanya hanya di rumah aja, lah coba sekarang kita di ajak jalan sama menantu".
Gilang tersenyum mendengar mertuanya bicara seperti itu. Terutama Gita senang melihat senyum bahagia di wajah kedua orangtuanya.
Gilang memegang pundak istri dengan mesra,dengan memberikan senyuman ke arah Gita. Gita pun membalas senyuman suaminya.
Di sana pak Asep dan istrinya menyambut kedatangan Gilang.
"Ayah,ibu, Dimas, Fitri. Kalian istirahat lah, pasti capek kan.?Kang Asep, tolong kasih tau kamar mereka ya kang." Pinta Gilang dan kang Asep pun mengangguk.
"Yasudah kalau begitu Gilang, ayah ibu istirahat dulu ya..?" Gilang pun mengangguk dan tersenyum.
"Lang trimakasih ya, kalau gitu kita istirahat dulu ya. Kasian Chika seperti nya lelah". Timpal Dimas yang menggendong Chika yang sedang tertidur.
"Iya Dim, kalian istirahat lah. Kasian anak mu, nanti kecapean takut rewel". Dimas pun mengangguk, lalu berjalan mengikuti pak Jaka untuk beristirahat.
"Nak, kalian istirahat ya. Ow iya Jessy, tempat tidur kamu sudah papah suruh ganti. Jadi kalian tidur satu kamar ada ranjang tingkat, terserah kalian mau pilih di mana tidurnya.?"
"Serius pah, tempat tidurku di ganti.?" Gilang pun mengangguk kan kepalanya.
__ADS_1
" Ayo KA Abi kita lihat, aku gak sabar ingin lihat.?" Ajak Jessy dengan penuh semangat.
Abi hanya tersenyum melihat adiknya itu sangat lah senang." Yuk kita lihat Jess.?" Saking senangnya Jessy sampai menarik tangan Abi, sedangkan Abi mengikuti Jessy sambil menggelengkan kepalanya.
Sedangkan Gilang membawa istrinya untuk masuk ke kamarnya. Gilang khawatir takut Gita kelelahan karena perjalanan. Walaupun menggunakan mobil, setidaknya istrinya pasti ingin istirahat di tempat tidur.
Saat malam harinya, keluarga pak jaka benar benar sangat menikmati udara sejuk di tempat itu. Apalagi suara jangkrik dan gemericik air kolam, membuat suasana menjadi tenang.
Bagi orang Jakarta jarang sekali menemukan tempat yang tenang seperti itu. Apalagi tiap hari kita selalu ditemani oleh polusi kendaraan. Dan sedangkan di tempat itu Membuat rileks pikiran pak Jaka sejenak. Dari hiruk-pikuk nya kota Jakarta.
Keesokan paginya mereka semua menikmati sarapan pagi. Tentunya masakan nya di buat oleh ibu Siti dan di bantu oleh Gita, dan Fitri.
" Ayah ibu, dan semuanya. Aku hari ini mau ziarah ke makam kedua orangtuanya Abi. Apa kalian mau ikut.?"
"Ikut dong Lang Abi itu kan sekarang sudah jadi cucu ayah. Ya kan Bu, ibu mau ikut kan.?"
"Ikut dong yah, masa enggak. ". Timpal Bu Siti, membuat semuanya tersenyum mendengar nya.
Tentunya Abi pun bahagia mendengarnya, sekarang dia sudah dapat mendapatkan keluarga yang banyak dan lengkap . Apalagi semuanya orang orang baik bagi Abi.
Selesai sarapan mereka pun bersiap siap untuk berangkat mencari tempat di mana kedua orang tua Abi di makam kan.
"Tau pah, nanti aku kasih tau masuk nya dari mana. Sekarang papah jalan aja." Gilang pun mengangguk kan kepalanya, Gilang terus mengendarai mobilnya dengan petunjuk dari Abi.
" Pah di depan Belok kiri ya pah, habis itu lurus ada pertigaan, papah ambil lurus aja pah. Di situ TPU nya!" Kata Abi yang memberikan petunjuk jalan nya.
"Ow jadi ini tinggal lurus aja nak.?"
"Iya pah". Gilang pun mengikuti jalan apa yang Abi ucapkan.
Setelah sampai, semuanya pun keluar dari mobil. Di sana ada penjual bunga dan air mawar untuk nyekar. Tak lupa Gilang membeli bunga itu untuk di tabur di atas makam.
Kini Abi mencari letak makam kedua orang tua Abi. Setelah menemukan letak makam nya Abi pun berjongkok di depan pusaranya mendiang ibunya.
"Pah ini makam ibunya Abi". Semua nya pun nampak prihatin dengan kondisi makam tersebut.
Karena memang sudah tidak ada tanda lagi. Hanya di tandai sebuah pohon bunga melati, itupun sangat kecil.
__ADS_1
"Nak bagaimana kamu bisa tau kalau makam ini punya ibu mu.?" Tanya pak Jaka.
"Ini Abi ingat nama makam yang di samping ini kek. Dan pohon ini, yang membuat Abi ingat. Waktu Abi belum tinggal sama papah, Abi selalu kesini walaupun hanya sebulan sekali." Jelas Abi membuat semuanya mengangguk kan kepalanya.
"Di mana makam ayah kamu nak.?" Tanya pak Jaka lagi.
"Di sana kek, di belakang tembok rumah itu. Kuburan ke tiga dari sebelah kanan kek". Semuanya pun mengangguk dengan jawaban dari Abi.
Bunga pun di tebar di atas pusara ibunda Abi, lalu Pak Jaka pun memimpin membaca Yasin dan doa. Setelah selesai membaca doa, Mata Abi mulai mengembun.
"Ibu, Abi datang dengan keluarga baru Abi,Ada mamah Gita dan papah Gilang disini. Ada kakek dan nenek, ada adik ku juga Jessy di sini. Ibu walaupun Abi jarang kesini nantinya, tapi doa Abi tak pernah putus untuk ibu dan bapak. Abi sayang kalian, doa Abi selalu buat kalian.". Abi berbicara dengan nada bergetar. Sambil mengusap air mata Gilang pun langsung merangkul pundak Abi.
"Bu Abi anak yang pemberani, sekarang anak ibu ikut Dengan kami di Jakarta. Ibu yang tenang di sana, doa kami untuk bapak dan ibu. Abi jangan nangis, anak laki gak boleh cengeng. Harus kuat, doakan selalu orang tua Abi". Sambil membawa Abi ke dalam pelukannya.
Setelah dari makam ibunya Abi, berlanjut ke makam bapak nya Abi. Setelah menabur kan bungan, dan berdoa mereka pun pergi meninggalkan makam tersebut.
Gilang minta Abi untuk menuliskan nama makam ke dua orang tuanya. Dan di tahun berapa orang tua nya meninggal. Pintar nya semuanya Abi mengingat tanggal wafat ke dua orangtuanya.
Setelah Gilang mencatat, semua nya pun kembali kedalam mobil. Tapi tidak dengan Gilang dan pak Jaka. Mereka masih mempunyai urusan yang harus mereka urus untuk memberikan nama batu nisan di makam kedua orang tuanya Abi.
Gilang dan pak Jaka menemui pengurus makam di tempat itu. Untuk di minta memberi tanda batu nisan. Dan segala macam keperluan nya Gilang yang mengurus semuanya.
"Baik kalau nanti saya akan datang kembali, untuk melihatnya. Kalau begitu trimakasih ya pak".
"Siap pak, nanti insya Allah saya urus semuanya. Dan saya juga akan mengabari ke nomor bapak ini." Kata bapak yang memakai baju kokoh hitam, dengan mengunakan kopiah.
Mereka pun bersalaman, setelah bersalaman pak Jaka dan Gilang kembali ke dalam mobil. Untuk melanjutkan perjalanan kembali.
Selesai ziarah dari makam kedua orang tua Abi. Gilang sengaja mengajak semua nya liburan untuk menghilangkan penat.
Tentunya Jessy, Abi, Chika. Tiga anak kecil itu senang bukan kepalang.
Gilang mengajak mereka semua ketempat wisata di Bandung. Sengaja Gilang memang sudah mempunyai niatan mengajak keluarga dan anak istrinya untuk liburan.
Gilang mengajak mereka semua ke daerah Ciwidey Bandung, walaupun begitu sudah membuat mereka sangat bahagia.
Terutama Gita, senyum nya tak hilang dari bibir saat mendengar suaminya akan mengajak keluarganya liburan. Maklum orang sederhana bagi keluarga Gita jarang sekali untuk liburan, untuk sekedar hiburan.
__ADS_1
Bersambung...