
Gita masuk di dalam mobil,dan Gilang pun mengendarai mobil dengan sangat kencang. Membuat Gita takut melihat Gilang yang mengendarai mobil dalam ke adaan kesal.
" Mas, pelan pelan aku takut". Namun Gilang hanya diam, tak menjawab ucapan Gita.
Di lain tempat, Reni sedang berdebat dengan Arya.
"Reni aku minta maaf. Aku kesini ingin bertemu dengan kamu, ingin menceritakan semua sama kamu, dan melanjutkan semua kembali dari awal ."
"Mulai kembali dari awal, yang seperti apa yang kamu maksud si Arya. Dengar ya kamu yang meninggal kan aku,saat kamu lulus dan kuliah. Kamu tidak memberi ku kabar sama sekali. Dan saat aku bertemu dengan kedua orang tua kamu, mereka bilang kalau aku di suruh menjauh dari kamu. Dan kamu pun tak ada kabar, kamu gantung hubungan kita. Dan saat kamu tidak ada kabar, aku menunggu kamu. Ternyata kamu sedang bersama cewek lain kan kamu saling merangkul berpelukan. Itu yang ingin kamu ceritakan, dan kamu bilang apa melanjutkan." Reni tertawa karena ucapan Arya sangat konyol." Hubungan yang seperti apa yang harus di lanjutkan Arya.Maaf tidak ada di kamus ku, menerima kembali setelah di khianati". Lalu Reni ingin meninggalkan Arya, namun tangan Reni sudah di cekal oleh Arya.
"Reni aku mohon, dengar kan aku sekali saja".
"Lepas, ga ada yang perlu di omongin lagi".Reni menunjukkan muka marah nya.
"Lepasin jangan sampai kesabaran aku habis Arya".
" Aku gak perduli Reni, aku masih sayang kamu Reni". Sambil memegang tangan Reni, dan Reni berusaha menarik tangan nya.
Tiba tiba, ada suara orang bertepuk tangan. Prok.. Prook... Prook....Prook ...Saat Reni melihat ke sumber suara itu, ternyata Lukman. Dan Reni sangat terkejut.
"Mas Lukman".
"Kenapa terkejut aku datang." Reni melihat tatapan marah Lukman. Lalu Lukman melihat tangan Reni yang di sentuh oleh Arya." Kamu Lepasin tangan Reni, jangan coba coba sentuh tangan Reni".
Arya pun melepaskan tangannya dari Reni. Lalu melihat ke arah Lukman dari ujung kaki sampai ujung kepala. Lalu melihat ke arah Reni, lalu kembali melihat ke arah Lukman.
" Dia siapa Reni.? Kakak kamu, om atau calon suami kamu.?" Lalu Arya tersenyum meledek ke arah Lukman dan Reni." Jangan bilang ini calon suami kamu Reni, sejak kapan kamu suka pria seperti ini. Bahkan mungkin usianya melebihi kakak kamu Ka Riko kan.?"
"Cukup Arya, ini bukan urusan kamu".
"Ow iya aku juga inget, bahkan kamu waktu sekolah. Kamu suka banget tuh sama guru olahraga kan, kamu puji pak Aditya kan, padahal itu kamu pacaran sama aku."Lukman menatap wajah Arya dengan wajah membunuh." Atau kamu memang suka sama pria dewasa ya Ren, bukan dewasa si tapi om om."
__ADS_1
"Jaga ucapan kamu itu, Reni itu calon istri saya". Dengan nada marah Lukman berkata ke Arya. Tapi tak membuat Arya takut justru Arya meledek Lukman.
" Santai dong om, saya tau kalau om bucin sama Reni.?"
" Bukan urusan kamu."
" Om, saya kasih tau Reni masih suka sama saya. Dan saya kasih tau juga Reni itu kalau sudah bucin parah loh, sudah dapat apa dari Reni. Dulu saya saat pacaran dengan Reni ,saya sering buat tanda merah di bagian yang ....? dengan berbisik ke Lukman, belum selesai Arya bicara Lukman sudah menghajar Arya.
" Berengsek loe ya". Bug... Bug. Bug... Lukman langsung memberikan Arya Bogeman tepat di wajahnya.
"Mas... Cukup hentikan". Reni menghadang Lukman menghajar Arya, bisa bisa Arya habis sama Lukman.
"Kenapa kamu masih suka sama dia, sampai kamu menjaganya agar aku tak hajar dia." Bentak Lukman yang sudah tidak dapat menahan emosinya." Kamu tau nih baj*ngan bilang apa, dia bilang kamu masih suka sama dia. Dan dia bicara yang bahkan merendahkan kamu, apa kamu masih belain cowok beren*sek kaya dia".
Reni dengan mata yang sudah merah, melihat Lukman yang sudah sangat marah. Reni menatap Lukman lalu melihat Arya yang sudah tersungkur ke tanah, meringis kesakitan.
Lalu Reni menggelengkan kepalanya, menatap Lukman. Dengan air mata yang sudah mengalir, membuat emosi Lukman seketika menyurut menatap wajah Reni.
Nafas Lukman masih terdengar memburu, Lukman menahan emosinya, dengan mengepalkan kedua tangannya.
Lukman menghampiri Arya dengan tatapan bengisnya, lalu menatap Arya.
" Lo dengarkan Reni bilang apa, jadi gue peringati elo. Jangan pernah deketin calon istri gue, apa lagi sampai nyentuh Reni lagi. Kalau elo masih ganggu Reni, siap siap tangan Lo ini gak bakalan bisa digunakan lagi. Paham loe, gue bilang begini, bukan gertakan sambel semata, gue serius. Dan satu lagi elo terlalu bodoh sebagai cowok, ninggalin cewek sebaik Reni." Dengan menunjukan senyuman meledek, serta menepuk pipi Arya.
Dan kemudian Lukman menggandeng tangan Reni, ke tempat motor Reni terparkir.
"Mana kunci motor kamu.?" Reni pun memberikan kunci motor ke Lukman. Lalu Reni duduk di belakang dengan di bonceng Lukman.
Lukman melaju motor nya dengan sangat kencang hingga Reni berpegang erat di pinggang Lukman. Lukman melaju kendaraan entah kemana, Reni sendiri tak tau mau kemana Lukman membawa dirinya.
Hingga Lukman membawa Reni di suatu tempat yang gelap dan sunyi.
__ADS_1
" Mas kenapa kesini.?"
"Aku gak bisa pulang kerumah membawa masalah tentang hubungan kita Reni. Bagaimana rasanya bertemu sama mantan kamu Hem.. coba jelaskan kenapa kamu bisa bertemu dia?"
"Kenapa kamu bicara seperti itu mas, aku bertemu dia ya biasa aja. Aku bertemu dia di rumah Aldo mas, itu kebetulan Arya dan Andi di sana, aku gak bohong mas.
"Reni kamu tau kan hubungan kita udah ketahap yang serius. Aku mohon sama kamu jangan bikin keadaan yang membuat rencana kita terganggu."
"Ya ampun mas,rencana apa yang akan terganggu. Mas kamu ragu sama aku.? Atau mungkin Arya membisikkan sesuatu ke kamu, hingga membuat kamu yang ragu sama aku. Atau kamu sekarang mulai ragu sama aku mas.?" Reni berusaha menahan emosinya, dengan Reni diam sejenak. Sedang kan Lukman diam tak menjawab, Reni pun segera menghapus air matanya, lalu terkekeh.
" Kamu tau aku seperti apa, aku menutup hati ku untuk laki laki lain. Dan aku percayakan hati ku untuk kamu mas, kamu laki laki baik.Tapi Kalau kamu ragu mas, sama aku, lebih baik pernikahan ini kita tunda mas. Aku ga bisa menjalani hubungan masih ada keraguan dari kamu mas, sebelum undangan tersebar." Mendengar itu Lukman sangat terkejut kalau Reni ingin menunda pernikahan mereka.
Lukman mengejar Reni yang berjalan mendekati motornya. Tangan Reni di tarik oleh Lukman,agar Reni tidak melanjutkan langkahnya. Reni mencoba melepaskan tangannya, namun sia sia. Genggam tangan Lukman begitu kuat, walaupun sekuat tenaga Reni mencoba melepaskan tangannya dari Lukman.
Lukman langsung membawa Reni ke dalam pelukannya." Aku minta maaf sama kamu, aku gak ingin pernikahan kita di undur sayang. Aku tidak meragukan perasaan kamu, aku hanya memikirkan ucapan baj*ngan itu. Selama kalian pacaran,dia sering membuat tanda di bagian...." Lukman tak melanjutkan ucapannya, Reni menatap wajah Lukman yang tak melanjutkan ucapannya.
"Membuat apa.? di bagian apa.? Jangan bilang kamu punya pikiran kalau aku sudah gak vir*in mas..? Lukman diam, dan menunduk. Diam nya lukman membuat Reni semakin merasa sedih.
Reni menangis tersedu-sedu, membuat Lukman tak tega melihatnya. Lukman mencoba memeluk Reni, namun Reni menolak.
" Biar kamu percaya aku kalau masih vir*in atau tidaknya, harus seperti apa membuktikan nya.? Atau mungkin kamu mau kita check in ke hotel malam ini, untuk buktikan ucapan Arya mas, iya...?" Lukman pun segera menggelengkan kepalanya.
" Tidak perlu kita melakukan itu sayang. Aku percaya sama kamu, maaf kan aku sayang. Bodohnya aku mendengar kan hasutan dari dia, si bocah tengik itu." Lukman segera memeluk Reni dengan erat, seakan tak mau melepaskan Reni. Selama memeluk Reni, tak henti-hentinya Lukman mengeluarkan kata maaf ke Reni.
Lukman merasa bersalah kepada Reni, karena merasa cemburu sampai dirinya terhasut ucapan Arya. Selama dalam pelukan Lukman, Reni menangis.
Reni juga tidak mau, rencana pernikahan mereka kandas. Soalnya persiapan pernikahan mereka sudah sampai 90%.
Seluruh keluarga pun sudah tau akan pernikahan mereka, jika sampai gagal. Reni ga kebayang seperti apa nantinya.
Dan Reni benar benar merasa nyaman jika Bersama Lukman, hanya Lukman lah yang mampu membuka hati Reni kembali. Setelah hatinya tertutup untuk pria lain, karena mencintai terlalu dalam bersama Arya dulu.
__ADS_1
bersambung...