
Jessy menemui Gita yang sedang tidur di atas kardus, Jessy hanya terkikik melihat Gita yang begitu pulas. Padahal tidur hanya beralaskan kardus saja, tapi bisa pulas.
Gita menggeliat badannya, lalu merenggang kan tangannya. Gita pun merasa seperti ada yang memperhatikan dirinya, lalu Gita membuka matanya. Dan benar saja,ada Jessy yang sedang memperhatikan dirinya,dengan tersenyum.
"Jessy, kamu di sini.?" Gita pun mengubah posisi duduk, dengan mengusap wajah nya.
Jessy hanya tersenyum melihat Gita yang seperti itu." Iya Ka aku baru Dateng cari kakak, kata ka Reni Kaka lagi di sini. Maaf ya ka Jessy pasti terganggu." Jessy merasa tak enak hati.
"Nggak apa-apa Kaka juga kan harus bangun, sebentar lagi jam masuk cantik. Yasudah kakak mau ke atas ya sayang mau cuci muka." Jessy mengangguk, namun saat Gita ingin berjalan dan membuka pintu. Gita menabrak seseorang yang tak lain bos nya, yaitu Gilang.
Gita langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangannya." Permisi pak, saya mau keatas dulu". Dengan wajah yang di tutup tangannya,Gita pamit dengan bosnya.
Sedangkan Gilang merasa bingung kenapa Gita keluar dengan menutup wajahnya." Dasar aneh". Gilang pun langsung menghampiri Jessy, dan langsung bertanya ke Jessy." Ka Gita kenapa itu .?"
Jessy hanya terkekeh mendengar pertanyaan papahnya." Ka Gita baru bangun pah, dia kaget ada aku di sini. Mungkin ka Gita menutup wajahnya karena malu sama papah kali." Gilang hanya mengangguk lalu ikut terkekeh.
Gita pun sudah selesai mencuci wajahnya,dan terlihat lebih segar. Namun saat ingin kembali, Gita melihat Jessy dan papah nya.
"Ka Gita ikut keruangan papah yuk, ada yang aku mau kasih ke kak Gita". Jessy menggandeng tangan Gita, lalu gita melihat ke arah Gilang untuk memperjelas.
" Ayo Git, ikut Jessy,tadi dia membeli sesuatu untuk kamu". Gita pun akhirnya mengangguk dan ikut dengan Jessy dan Gilang keruangan bosnya.
Dan setelah sampai di dalam ruangan Jessy segera mengambil sesuatu dari dalam tempat paper bag." Inilah untuk kakak,buat kakak. Di makan ya ka Gita jangan sakit lagi ya".
Gita tersenyum mendengar ucapan Jessy, lalu Gita pun mengambil pemberian Jessy. Ada minuman Coffee latte dan cake tiramisu." Ya Ampun Jessy trimakasih ya, kamu perhatian banget sama kakak Gita". Gita pun langsung mencium pipi Jessy lalu memeluknya." Sekali lagi terimakasih ya, pasti kakak makan. Dan Kaka janji akan jaga kesehatan, trimakasih ya cantik ". Jessy dan Gita pun tersenyum, begitu pula Gilang yang ikut tersenyum..
__ADS_1
Kini waktu tak terasa sudah sore hari di mana waktu jam kerja Gita habis. Karena sudah menunjukkan jam empat sore, Gita pun ke loket untuk mengambil tas dan mengganti seragam kerjanya, dengan baju untuk pulang.
Dan saat Gita membuka tasnya, terdengar suara notifikasi pesan masuk. Dan Gita melihat ada banyak pesan dari no yang Gita kenal.
✉️" Git keluar ada yang aku ingin bicarakan sama kamu.?"
✉️"Git, please... Aku mohon aku ingin bicara sama kamu. Sebentar saja dari kemarin aku nemuin kamu sulit Banget.
✉️"Aku tunggu di tempat kerja kamu. Aku di depan sekarang.
Setelah Gita membaca,tak ada niat Gita untuk membalas pesan itu.
Lalu Gita menutup lokernya, dan berjalan ke depan pabrik.
Benar saja di depan gerbang sudah ada seorang pria berdiri di samping mobil. Dia tersenyum kearah Gita, lalu berjalan menghampiri Gita.
Andi pun melihat penolakan Gita, langsung mengurungkan tangannya untuk menyentuh tangan Gita." Maaf Git". Gita pun mengangguk,tanpa ada Suara terucap dari mulut Gita.
"Git, aku kesini ingin ketemu sama kamu, aku khawatir sama kamu. Aku dengar kami sakit, apa Lagi kamu sampai keluar dari group kita. Kenapa sayang,aku sangat merindukanmu Git".
Gita pun saat mendengar kata sayang,dan rindu dari mulut Andi. Gita segera menutup telinga nya, dengan mata memerah karena menahan sesak nya, saat mendengar itu semua.
Andi merasa terkejut karena Gita yang menutup telinga nya, Andi merasa khawatir. Andi pun melangkah mendekati Gita, dan ingin menyentuh tangan agar Andi dapat memeluk nya.
"Gita,kamu kenapa sayang." Andi mendekati Gita.
__ADS_1
"Stop, jangan maju Ndi aku mohon. Jangan pernah panggil aku dengan sebutan itu lagi, aku mohon Ndi." Suara Gita yang sedikit kencang, membuat Andi mundur kembali." Ndi aku mohon Akhiri semuanya Ndi, terima kenyataan kalau kamu sudah ada yang punya. Kami sudah mempunyai istri, jadi aku mohon jangan dekati aku lagi. Please... Aku mohon Ndi". Kata Gita dengan mata yang memerah,dan pipi yang sudah basah dengan air mata.
"Tapi Git, aku nggak sayang sama dia. Aku cinta sama kamu Git, aku sayang sama kamu Git." Andi memaksa untuk menyentuh tangan Gita, Dan Andi berhasil memeluk tubuh Gita.
Gita berontak,untuk tubuhnya di peluk Andi. Namun Andi memeluk Gita begitu erat.
Security yang melihat kejadian itu langsung menghampiri." Ada apa ini, lepaskan mba Gita". Suara nya yang begitu tegas membuat Andi tak melepaskan pelukannya.
Karena kawasan tempat itu sepi, membuat Andi tak takut untuk melawan security ditempat kerja Gita.
"Kalau kalian berani maju,saya akan membuat keributan di sini, cepat pergi." Teriak Andi dengan mata memerah karena marahnya.
Gita sangat takut akan marah nya Andi. Gita pun melepaskan pelukannya Andi, namun tangan Gita masih di genggam oleh Andi.
"Ndi aku mohon lepaskan tangan aku ". Gita berontak saat tangannya di genggam oleh Andi.
"Nggak Git, ikut aku sekarang yah. Kita bertemu dengan gadis itu, untuk memberi tau aku sama kamu masih berhubungan. Dan masih saling sayang, aku akan meninggalkan dia. Karena ta akan menikah seperti janji aku ke kamu". Gita menggelengkan kepalanya, dan merasa ketakutan akan sikap Andi.
"Jangan Ndi gak baik, gadis itu gadis baik baik. Jangan seperti ini Ndi, aku nggak kenalin kamu dengan sikap kamu seperti ini. Aku takut sama kamu Ndi, aku mohon." Gita menarik tangan Andi.
Pintu mobil pun terbuka,dan Gita di paksa untuk masuk. Namun saat Gita ingin masuk kedalam mobil, ada tangan yang menahan tangan Gita. Andi pun langsung menoleh, ternyata Lukman ,Reni dan Gilang.
" Kalian mau ngapain, tenang gue ga akan nyakitin Gita. Gita kan pacar gue". Ucap Andi dengan percaya dirinya.
"Ndi elo jangan kaya gini, inget elo udah nikah. Kasian Gita Ndi, elo gak kasian liat Gita ". Ucap Reni yang menunjuk ke arah Gita.
__ADS_1
" Gue nggak ngapa-ngapain Reni, gue cuma mau jelasin kalau gue masih sayang sama Gita. Gue mau bilang sama istri gue, dan gue juga akan tinggalkan dia buat Gita". Andi berkata seperti nya tidak sadar akan ucapan nya. Sedangkan Reni sudah menarik tangan Gita kearah dan menjauh dari Andi.