
Andi pun kini sudah mengucapkan ikrar janji, di hadapan pak Zul yang terbaring lemah. Dan para saksi, yang di saksikan kedua orangtuanya Andi , dokter,dan perawat di rumah sakit itu. Kini Andi sudah SAH dan berstatus suami.
Setelah Andi mengucapkan ijab Qobul, pak Jaka pun menghembuskan nafas terakhirnya. Dan setelah itu pak Zul pergi untuk selamanya, dan Ica sebagai anak menangis histeris akan ke Matian ayah nya.
Flashback of.
kejujuran yang Andi ucapkan, membuat Gita merasakan teramat sakit. Bagaikan tertusuk seribu pedang yang menancap tepat di jantung Gita, kini Gita hanya bisa menangis. Gita tak tau harus berbuat apa, nafas nya begitu sesak, dada nya begitu sakit.
Air mata pun turun mengalir dengan sangat sempurna.Tatapan kosong tersorot dari pandan Gita, Andi merasa teramat terluka melihat wanita yang teramat Andi Kagumi. Kini menangis karena dirinya yang sudah membuat dia terluka.
Hiks .. Hiikss....Gita menangis dengan tangan nya menyentuh dadanya, karena Gita merasa kan teramat sakit di hatinya.
Andi pun mendekati Gita, dan berlutut di hadapan Gita dengan menyentuh tangan nya.
" Andi jangan seperti ini, bangun Ndi."
"Git, Maafkan aku. Aku sudah membuat kamu terluka seperti ini, Maafkan aku Git, maaf.." dengan mata yang memerah Andi pun ikut menangis.
Sedangkan dari jauh ada seorang pria yang memperhatikan mereka berdua.
" Bukankah itu Gita, dengan pacarnya. Kenapa mereka, ko Gita sampai menangis,dan cowok itu sampai berlutut. Apa yang terjadi pada mereka." Ya pria itu mengenal Gita, pria itu adalah Gilang.
Gilang sedang kumpul bersama teman teman nya, termasuk ada Lukman juga. Namun temannya tidak datang.. Tetapi pandangan Gilang tertuju dengan seorang gadis yang sepertinya dia kenal, dan benar saja Gilang mengenal dengan gadis itu.
Gita pun langsung mengubah duduk menjadi berdiri, dan ingin pergi meninggalkan Andi.
" Maaf Ndi kita tidak bisa seperti ini, kamu sekarang sudah menjadi milik orang lain. Walaupun aku sakit mendengar pengakuan dari kamu, tapi aku harus bisa menerimanya." Gita menghapus air matanya kembali." Dan.... Selamat atas pernikahan kalian, semoga kalian bahagia. Permisi aku harus pergi Ndi".
Sedangkan Gilang yang melihat Gita berjalan meninggalkan Andi, Gilang yakin pasti terjadi sesuatu pada Gita dan Andi.
"Mas masih liatin Gita.?" panggil Lukman yang mengagetkan Gilang.
"Itu Gita ko kaya nya ada masalah Man sama siapa nama pacarnya.?"
"Andi ,kenapa si mas memang nya. Mas masalah Gita sama Andi biar menjadi urusan Mereka, dan kita tidak bisa ikut campur mas."
__ADS_1
"Saya tau Man, tanpa kamu kasih tau.?" Jawab Gilang dengan nada dingin.
"Kalau suka bilang aja mas, jangan kaya gini."
" Banyak tanya kamu Man, nanti kamu tau sendiri selanjutnya bagaimana. Sekarang saya duluan, pasti di sana ada pacar kamu. Lagian pas banget si Tyo dokter sinting itu tidak datang, lebih baik saya balik. Ngapain juga saya di sini nungguin dia,sama kamu lagi" Gilang pun berdiri lalu meninggalkan Lukman sendirian.
Lukman pun akhirnya ikut menyusul Gilang.
Gita pun melepaskan genggaman tangannya Andi, lalu Gita pun pergi meninggalkan Andi. Gita menahan tangisnya, Agar Gita tidak menjadi pusat perhatian di Mall tersebut.
Andi pun mengejar Gita, dan Gita pun berjalan dengan cepat untuk menghindar dari Andi. Dan tiba tiba saja Gita menabrak tubuh seseorang, yang tak lain adalah Reni.
" Gita, elo kenapa lari lari si Git,. Elo Kenapa nangis, mana Andi Git.?"
"Ternyata tebakan gue gak bohong Ren, ada sesuatu yang di rahasiakan Andi." Gita yang terlihat begitu sedih.
"Andi rahasiain apa dari elo Git.?"
Gita menutup mulutnya,lalu menghapus air matanya." Andi sudah nikah sekarang, biar lebih jelasnya Lo tanya Andi." Gita pun melepaskan tangannya Reni.
Jawaban Reni justru membuat Gita marah." Salah faham kata elo, harus di perjelas bagaimana lagi Ren, kalau bibirnya sendiri yang cerita seperti itu. Mungkin elo gak percaya sama omongan gue, biar lebih jelas loe tanya langsung ke orang nya".
Lalu tiba-tiba Andi menghampiri Gita dan Reni, Andi langsung menarik tangan Gita.
" Gita, aku minta maaf". Dengan menggenggam tangan Gita.
Gita pun tersenyum dengan senyum yang di paksakan. Lalu Gita menarik tangan nya yang di genggam oleh Andi.
"Lepas tangan aku Ndi, kamu sudah milik orang lain Ndi. Lepas Ndi atau aku teriak minta tolong disini." Andi pun melepaskan tangannya Gita dengan terpaksa. Lalu Gita pun berjalan meninggalkan Reni dan Andi.
Namun Andi masih mengikuti Gita.
"Gita aku antar kamu pulang, jangan sendirian dengan kondisi seperti ini."
Gita pun berhenti, tanpa menoleh ke arah Andi Gita mengucapkan." Aku lebih baik pulang sendiri, dari pada di anatar oleh suami orang. Aku mohon Jangan dekati aku lagi, sekarang kita akhiri semua tentang kita." Gita pun melanjutkan langkahnya meninggalkan andi,yang masih menatapnya.
__ADS_1
Lukman pun yang melihat Reni, langsung menghampiri kekasih nya." Sayang kamu disini.?"
"Iya niatnya aku ingin ketemu dengan Andi dan Gita, tapi sepertinya mereka punya masalah besar. Dan kata Gita, Andi sudah nikah. Mangkanya aku ingin tanyakan Langsung ke dia.
Lukman terkejut dengan apa yang di ucapkan Reni..
Sedangkan Gita yang meninggal Andi, Gita berjalan menuju pintu keluar. Setelah sampai luar, Gita berjalan tak tentu arah.
Bahkan berkali-kali Gita hampir tertabrak dengan motor dan mobil. Bahkan Gita sampai di katain orang gila karena jalan dengan tatapan kosong.
Namun Gita tak menghiraukan perkataan orang, Gita masih melanjutkan perjalanan nya. Namun lagi-lagi Gita hampir tertabrak, tapi untuk kali ini mobilnya berhenti. Dan ada seorang pria yang menghampiri Gita,dan menarik tangan Gita.
Gita terkejut Tiba tiba ada seseorang yang menarik tangan nya. Gita pun mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang menarik tangan nya. "Pak Gilang". Dengan suara bergetar Gita memanggil nama bos nya.
Gilang pun mengangguk, Gilang melihat wajah Gita yang begitu menyedihkan. Dengan mata yang sembab, dan suaranya yang hampir hilang.
Gilang menghapus air mata Gita, lalu tersenyum." Masuk ke mobil yuk, ikut saya, jangan seperti ini Git."
Gita pun mengangguk, lalu Gilang mengajak Gita untuk masuk kedalam mobilnya. Setelah Gita dan Gilang masuk ke dalam mobil, Gilang mengendarai mobilnya dengan membawa Gita untuk mencari tempat untuk menenangkan Gita.
Selama di perjalanan Gita hanya diam, dengan melihat pemandangan dari dalam mobil. Gita bersandar dan memejamkan matanya." Gita, kamu mau pulang atau mau kemana.?"
"Tidak tau pak, terserah pak Gilang saja. Tapi jangan bawa saya pulang ya pak, saya mohon".
"Iya,saya tidak akan ajak kamu pulang sebelum kamu benar benar tenang".
*** Balik ke Lukman,Reni dan Andi.
Kini mereka sedang duduk di kursi, Andi hanya menunduk karena merasa frustasi.
Lukman dan Reni duduk mengamati Andi yang nampak murung." Sekarang elo jelasin ke kita apa maksud perkataan Gita tadi, kalau elo udah bukan miliknya lagi." Reni nampak geram dengan Andi yang hanya diam." Ndi kenapa diam jawab pertanyaan gue, Apa benar sekarang elo udah nikah Ndi? Jawab Ndi jawab.?"
Lukman berusaha menenangkan Reni, karena Reni sudah mulai emosi. Dengan tangannya sudah terkepal menahan emosinya ." Sayang sabar, tahan amarah kamu. Ini di tempat umum sayang , tahan ya. Pacar aku harus bisa lebih sabar, Ga boleh emosian nanti cantiknya pudar, aku nggak mau loh ." Lukman menahan senyum nya, karena dia tau kalau Reni paling risih kalau di gombal, pasti dia akan tersenyum menahan geli nya.
Rasanya mendengar ucapan Lukman, Reni merasa tergelitik. Di saat seperti itu dia masih saja bercanda dan menggombal...
__ADS_1