
Dan di situ terjadilah saling menatap dengan tatapan tak suka dari Lukman dan Andi. Reni bingung harus bagaimana, karena mereka berdua juga berarti bagi Reni. Sahabat dan kekasihnya, karena permasalahan tamu yang tak di undang.
Karena Andi mantan pacarnya Gita, dan dia masih memiliki rasa sama Gita. Gilang pun tak ingin jika Andi datang ke acara pernikahan nya. Karena Gilang tidak ingin sesuatu terjadi di acara pernikahan, apa lagi terjadi sesuatu pada Gita, yang tidak di inginkan oleh Gilang.
" Ndi gue mohon Lo jangan buat keributan ya.?" Ini hari bahagia Gita, setelah dia merasakan sakit hatinya kemarin.?" Ucap Reni, membuat menatap Reni, lalu tersenyum tak suka..
" Segitu takut nya kalian gak ngundang gue, hanya karena gue akan bikin keributan di sini Reni.?" Kata Andi membuat Reni diam." Gue kesini hanya untuk memberikan selamat untuk Gita, dan suaminya itu, jadi Lo gak usah khawatir". Andi pun langsung berjalan menuju pelaminan.
Gita dan Gilang sedang bersalaman dengan tamu undangan pun, sangat terkejut dengan kedatangan Andi.
Andi bersalaman dengan kedua orang tua Gilang, pak Hendra dan bunda Yuni tak Memeng tak mengenal Andi pun biasa saja. Tidak dengan Gita, yang menjadi diam, entah kenapa Gita merasa sesak yang ia rasakan.
Kini Andi berada di hadapannya Gita.
" Selamat ya Git, atas pernikahan kalian. Aku datang kesini tidak dapat undangan dari siapapun, aku tau dari setatus teman kita. Sekali lagi selamat Git, walaupun kamu masih di sini." Sambil memegang dadanya. Gilang yang mendengar nya mengepalkan kedua tangannya, menahan rasa kesalnya.
"Terima kasih Andi, trimakasih sudah datang. Dan maaf tidak mengundang kamu, karena ..." Gita menghentikan ucapannya, dan matanya pun sudah mengembun. Gita coba tersenyum agar air matanya tidak terjatuh.
" Tidak apa-apa Git, aku paham ko." Mata Andi menatap Gilang." Selamat ternyata kamu yang anda yang berhasil menikah dengan Gita,Selamat atas pernikahan kalian berdua." Ucap Gilang lalu bersalaman ke Gilang, lalu berbisik." Jangan sakiti Gita, atau saya yang akan mendekati Gita kembali, dari anda." Kata Andi dengan tersenyum menyeringai, saat selesai berkata itu.
" Anda tidak perlu khawatir, saya akan menjaga Gita. Dan tidak akan seorang pun mengambilnya dari saya." Jawab Gilang tanpa ekspresi.
Lalu Andi pun berjalan bersalaman ke orang tua Gita." Selamat ya ayah, ibu".
" Iya trimakasih, Ndi saya mohon jangan dekati Gita lagi. Sekarang jaga lah rumah tangga mu, kini Gita sudah menjadi milik orang lain". Ucapan yang di lontarkan ke Andi, membuat Andi diam seribu kata. Dan hanya bisa mengangguk kan kepalanya nya saja.
Andi pun turun dari tempat pelaminan Gita dan Gilang. Dan ada tamu yang bersalaman dengan Gita dan Gilang. Dan Andi pun menaiki Penggung kecil, di anara life music. Untuk menyumbangkan sebuah lagu di acara pernikahan Gita dan Gilang.
Andi berdiri, sambil memegang gitar. Andi pun bermain melodi lewat gitarnya, dan Bernyanyi dengan hati yang dia rasakan saat ini.
***
Kini ku harus bernafas tanpamu
Yang meninggikan diriku yang selalu
Lemah tanpa dirimu
Yang ke lembutan hatinya harus tersakiti
Oleh kekalahanku
__ADS_1
melawan egoku
Ku akui aku yang memulai sgalanya
Tapi lihat kini akulah yang paling terluka
Bila harus kisah cinta ini ku akhiri
Kan ku akhiri sebagai Satu jalan yang terbaik untuk kita.....aa
Berdua.......
**
Kini ku harus berjalan tanpamu
Yang merelakan hidupnya yang selalu
Indah tanpa diriku
Ampuni aku yang telah hancurkan sgalanya (hancurkan segalanya)
Bila harus kisah cinta ini ku akhiri
Dan ku akhiri sbagai
Satu jalan yang terbaik untuk kita...
Dan kau harus temukan sebuah cinta yang pasti
Yang tak seperti aku yang jauh dari harapanmu
Dan bila harus kisah cinta ini ku akhiri
Dan ku akhiri sbagai satu jalan
Yang terbaik untuk kita
Dan kau harus
temukan semua cinta yang pasti
__ADS_1
Yang tak seperti aku yang jauh dari harapanmu
oh ho uwo..
Aku yang jauh dari harapanmu
****
Selama Andi bernyanyi, Gilang melihat diri Gita. Dan Gita pun berusaha untuk tenang dan nyaman, Gita tetap tersenyum walau hati nya merasa saat mendengar Andi bernyanyi. Gita berusaha tegar, demi menghormati para keluarga nya.
Reni dan Lukman tau apa yang Gita rasakan saat ini, begitupun juga Gilang. Dia pun tau Gita merasa tak nyaman akan Andi yang datang dan bernyanyi di acaranya.
Gilang melihat wajah Gita yang terlihat lelah, Gilang pun merasa khawatir melihat Gita yang kini sudah menjadi istri nya.
" Kamu lelah Git, kita istirahat saja. Sudah jangan kamu dengar kan lagu yang dia nyanyikan ya." Gilang menatap wajah Gita, dengan tatapan hangat." Sekarang kamu istirahat ya". Dan Gita pun mengangguk kan kepalanya.
Lalu Gilang pun pamitan kepada orang tua nya untuk istirahat.
Sedangkan Andi yang selesai bernyanyi pun, melihat Gita yang meninggalkan kursi pelaminannya. Dengan di rangkul oleh Gilang yang kini menjadi suaminya.
Saat sudah sampai di ruangan tempat beristirahat, tidak ada orang di sana. Gilang mengunci pintunya, dan Gita sedikit takut dengan ekspresi suaminya tanpa senyum sedikit pun.
" Kamu kenapa Git.? Apa saya boleh tanya sesuatu sama kamu Git.?"Gita pun mengangguk kan kepalanya." Apa kamu masih mencintainya Git. Apa kamu masih memiliki rasa dengan dia Git.?" Gita pun menggeleng kan kepalanya.
"Tidak mas, di hati ku sudah tidak memiliki rasa apa lagi cinta untuk dia mas. Apa kamu percaya mas dengan ucapan aku mas.?" Gilang pun mengangguk dan tersenyum." Trimakasih mas sudah percaya".
Gilang pun lalu memeluk Gita, lalu mengecup kening Gita." Aku percaya sama kamu Git. Kamu gadis baik, dan memiliki hati yang tulus. Aku akan bantu untuk kamu melupakan kenangan kamu bersama nya, dan hanya ada aku yang selalu kamu kenang. Dan hanya aku teman dan sahabat yang selalu ada untuk kamu sekarang dan nanti. Dan hanya ada aku dan anak anak ku yang akan mengisi kehidupan kita nantinya." Gilang memegang kedua tangan Gita, lalu mengecup ya." Git, Kamu mau kan menjalankan hidup bersama ku sampai nanti. Kita awali rumah tangga kita dari sekarang, aku hanya ingin kamu wanita terakhir yang ada dalam hidupku".
Gita menatap sorot mata yang memohon, dan tulus dari wajah sang suami. Gita dapat melihat itu dari seorang pria yang kini sudah berstatus menjadi suaminya saat ini.
Gita pun mengangguk dan tersenyum, ke wajah sang suaminya saat ini.
" Aku mau mas, Kita awali kehidupan kita sebagai keluarga baru ya mas. Aku juga berdoa dan berharap kamu laki laki baik, yang menjadi jodohku. Bantu Bimbing aku ya mas untuk menjadi seorang istri dan ibu yang baik untuk keluarga kita."
Gilang pun mengangguk kan kepalanya, lalu mengecup kening Gita. Lalu Gilang pun memeluk Gita dengan bibir tersenyum,Gita pun juga membalas pelukan dari sang suami.
Memang Gita sudah tidak memiliki rasa apa lagi mencintai Andi. Dirinya hanya sulit untuk melupakan kenangan nya bersama Andi. Bagaimana pun Andi bukan hanya mantan kekasih, tapi Andi itu teman yang selalu ada untuk dia. Bisa menghibur saat semua orang menjauh, dan mengejek dirinya. Dan lagu yang selalu Andi bawakan itu hanya lagu kenangan mereka bertiga, di saat mereka bersama-sama. Masalah perasaan Gita sudah sedikit demi sedikit melupakan perasaan ke Andi.
Dan kini Gita berusaha mengubur dalam-dalam perasaan nya kepada Andi. Dan Gita harus membuka lembaran baru nya bersama Gilang dan Jessy menjadi keluarga baru yang bahagia.
bersambung......
__ADS_1