Cinta Anggita

Cinta Anggita
Memanggil Mas Gilang


__ADS_3

Ko berhenti pak mobil nya?" Tanya Gita yang merasa heran kenapa mobilnya berhenti di depan cafe.


"Tidak apa-apa kan Git, kita mampir kesini sebentar. Saya hanya ingin minum kopi,kamu tidak keberatan kan Git.?" Tanya Gilang yang sudah mematikan mesin mobilnya.


Gita merasa ada sesuatu yang ingin bos nya cerita kan. Gita melihat jam di tangannya menunjuk pukul 20.30. belum terlalu malam bagi Gita. Gita pun mengangguk dan tersenyum." Boleh pak , masih jam segini juga.


Gilang pun ikut tersenyum mendengar jawaban Gita. "Yuk keluar". Lalu Gita dan Gilang keluar dari dalam mobilnya. Dan berjalan menuju cafe tersebut.


Gilang mencari tempat untuk mereka berdua agar bisa mengobrol dengan santai. Setelah mendapatkan tempat seorang pelayan pria berjalan ke arah Gilang dan Gita." Selamat datang di cafe Bintang". Dengan ramah pria itu menyapa." Mau pesan apa Mba dan mas nya?"


"Saya pesan black sweet Coffee, kamu apa Git?" Gilang bertanya ke Gita.


"Saya Hot Caramel latte saja mas". Gita pun juga memesan pesanan nya.


Lalu pelayan itu pun pergi meninggalkan meja Gilang dan Gita.


"Git, saya boleh minta satu hal sama kamu?" Tanya Gilang.


"Apa pak". Jawab Gita.


"Bisa tidak jangan panggil saya bapak kalau di luar seperti ini. Risih saya denger nya". Pinta Gilang .


"Loh kenapa pak, kan memang pak Gilang itu atasan saya. Ya wajar dong pak".


"Iya memang saya atasan kamu, tapi ini di luar Git, saya risih kuping saya panas denger kamu manggil pak, pak, bapak . Memangnya saya bapak kamu." Jawab Gilang dengan garang.


"Hehehehe....Iya maaf pak, eehh... Maksudnya, iiiiya mas, mas Gilang". Ucap Gita yang menggigit lidahnya sendiri karena seperti nya lidahnya merasakan kebas, karena menyebut mas Gilang.

__ADS_1


"Bagus,kalau di tempat kerja tidak apa-apa, ini di luar kerja, sampai panas telinga saya Git." Omel Gilang dan Gita hanya diam mendengarkan ocehan bos nya itu.


Lalu seorang pelayan datang membawa pesanan mereka berdua. Dan meletakkan Minuman dia atas meja .lalu kemudian pelayan itu pun pergi.


Lalu Gilang memulai pembicaraan nya.


"Git tadi kamu tanya kan, kapan Mamah nya Jessy meninggal di saat usia Jessy berapa tahun?" Gita pun mengangguk dengan pertanyaan Gilang." Mamah nya Jessy meninggal di saat usia Jessy satu tahun.


Gita hanya mengangguk mendengar cerita Gilang." Kenapa Git. Kamu bertanya seperti itu?"


"Tidak apa-apa si pak, eehh.. mas cuma tadi siang Jessy menangis saat menceritakan tentang mamahnya ke saya. Kata nya juga dia ingin sekali punya mamah, tapi mamah yang benar-benar sayang sama dia. Memang papah,Oma dan opa nya sangat sayang sama dia. Tapi dia juga butuh kasih sayang mamah, kata nya begitu pak. Jujur saya juga sedih pak mendengar cerita Jessy tadi siang." Gita memberi tahukan tentang cerita Jessy siang tadi.


Gilang tersenyum kecut," kamu yang mendengar ceritanya saja sedih Git, apa lagi saya yang ikut merasakan nya sebagai seorang ayah. Saya tau Git, Jessy butuh kasih sayang seorang ibu , dia kurang perhatian seorang ibu. Dan apalagi tidak mudah untuk Jessy dekat dengan seorang gadis apalagi di bilang calon ibunya tidak mudah untuk membuat Jessy menerima itu".


"Ko bisa seperti itu pak,ehh...Mas memangnya Kenapa?" Tanya Gita kembali.


"Entah lah Git, saya juga tidak tahu, sebenarnya Jessy ingin wanita seperti apa yang akan Jessy terima sebagai mamah nya". Jawab Gilang yang sesekali menyeruput kopinya yang masih hangat itu.


Gilang mendengarkan cerita dan Gilang juga melihat Gita yang bercerita tentang Jessy. "Asal kamu tau Git, Jessy menginginkan kamu untuk menjadi mamahnya mangkanya dia bisa akrab sama kamu. Karena kamu ngasih perhatian lebih ke Jessy. Perhatian yang di berikan seorang ibu kepada anaknya,dengan perasaan yang tulus Git. Dan saya juga bingung harus bagaimana dengan permintaan Jessy yang meminta kamu untuk menjadi mamah nya. Karena kamu sudah mempunyai kekasih Git." Jawaban Gilang yang hanya ada di dalam hatinya..


Gita nampak bingung melihat bosnya, yang di tanya bukan nya di jawab ini hanya bengong."Pak,eeeh." Gita memukul mulutnya sendiri. "Mas Gilang..Mas." setiap menyebutkan kata mas lidah Gita terasa gatal. Mangkanya Gita slalu mengigit lidahnya.


Tapi bos nya seperti nya masih asik dengan kata kata di dalam hatinya. Lalu Gita menyentuh tangan nya Gilang." Mas Gilang". Dan Gilang pun tersadar dari lamunannya".


"Aaah ... Iya Git,aaah maaf saya jadi melamun." Ucap Gilang yang menggaruk kepalanya yang tak gatal sama sekali.


"Mas Gilang melamun, melamunin apa mas. Melamunin saya ya mas." Ucap Gita ngasal.

__ADS_1


Gilang yang sedang menyeruput kopinya pun langsung tersedak, mendengar Gita bicara seperti itu."uhuk...Uhukk....Uhuuk..." Sambil menepuk dadanya." Ko Gita tau ya saya melamunin dia karena kata kata Jessy".


"Mas Gilang tidak apa-apa kan.?" Tanya Gita yang sedikit khawatir.


"Tidak apa-apa Git." Lalu Gita memberikan minuman air mineral kepada Gilang. Lalu Gilang meminum nya." Trimakasih ya Git".


"Iya sama-sama mas,itu bajunya kotor mas." Gita menunjukkan bajunya Gilang yang basah terkena kopi.


"Tidak apa-apa Git, biar saya bersihkan,saya ke toilet dulu ya." Gilang pun berdiri dan menuju toilet.


Sebenarnya sejak dari tadi ada yang memperhatikan Gita dan Gilang. Dan seseorang itu menampakkan wajah tak suka nya kepada Gita. Yang mendekati Gilang. Orang itu adalah Bella, gadis yang menyukai,dan bahkan tergila gila dengan Gilang..


Ya Bella memang biasa ke cafe hanya sekedar bergosip dengan teman-teman nya. Dan saat mereka sedang mengobrol, Bella melihat Gilang masuk ke cafe dengan seorang gadis. Dan Bella mendengar kalau gadis yang bersama Gilang memanggil Gilang dengan sebutan mas Gilang. Dan itu membuat Bella murka.


Dan saat Gilang pergi, Bella pun menghampiri Gita. Dan Gita pun yang sedang asyik meminum nya pun, merasa kaget, karena ada seorang gadis yang tak di kenal mendekati dirinya.


" Maaf mba siapa ya, ada yang saya bisa bantu mba?" Tanya Gita dengan sopan dan ramah.


Namu Bella menampakkan wajah tak suka nya kepada Gita." Eeeh... Elo kesini datang sama Gilang?"


"Iya mba saya kesini sama pa,eeh mas Gilang. Ada apa ya mba?" Tanya Gita yang masih sopan. Dan melihat wajah gadis yang ada di depan nya menunjukkan wajah tak suka nya.


"Dasar cewek gatel, sengaja elo, nggak tau Gilang itu pacar gue, calon suami gue. Main jalan sembarangan. Pake manggil mas segala. Ngaca dong body udah besar kegenitan deketin cowok kaya Gilang." Bella sengaja bikin malu Gita di hadapan orang banyak.


Gita pun tak suka jika dirinya di buat malu didepan banyak orang. Apa lagi kata kata nya yang bikin Gita sedikit emosi. Namun masih bisa Gita tahan. Gita pun berdiri di hadapan Bella.


" Maaf mba seperti nya elo salah orang dah. Kata mas Gilang dia belum punya pacar, memang mba yakin di akuin sama mas Gilang kalau elo ini pacar dan calon istri nya." Gita pun membalas perkataan Bella yang menurutnya gadis gila.

__ADS_1


"Berani Lo ya sama gue". Ucap Bella tak terima.


Dengan senyum meledek, Gita pun bertanya?" Memangnya mba ini siapa, anak presiden, atau anak konglomerat. Sampai saya harus takut. Lagian mba nya salah orang deh. " Gita pun menggeleng kan kepalanya."Cewek gila". Ucap Gita lalu meninggalkan Bella.


__ADS_2