Cinta Anggita

Cinta Anggita
Gita sadar


__ADS_3

"Gue yakin elo pasti dengar kan apa yang gue bilang ini, kalau iya tolong jawab Git. Gue mohon Lo respon apa yang gue bilang ke Lo, please Git. Kita bukan hanya sahabat, kita bersaudara Git. Elo sakit, gue pun juga merasa kan sakit Git." Lalu Reni tak kuat untuk bicara lagi, Reni pun langsung memeluk suaminya, dan menangis sesenggukan.


Di saat itu juga Gita merespon apa yang Reni ucapkan. Gita mengeluarkan air mata dan jari jari Gita bergerak. Gilang pun melihat itu, Gilang sangat senang melihatnya.


"Gita, Gita sayang...." Reni yang mendengar Gilang memanggil Gita langsung menoleh.


" Gita kenapa mas.?"


"Reni, lihat Gita mendengar apa yang kamu ucapkan. Gita menangis, lihat tangan Gita bergerak." Reni dan Lukman pun melihat itu, dan tentunya ada senyum kebahagiaan saat melihat tangan Gita bergerak.


" Biar Lukman panggil dokter mas." Gilang pun mengangguk,dan Lukman pun keluar untuk memanggil dokter.


Saat itu juga dokter pun datang untuk memeriksa Gita.


"Ini benar-benar kuasa Tuhan, pasien sudah melewati masa koma. Dan ini respon yang baik dan kabar baik untuk kita. Pasien hanya tinggal menunggu waktu sadar untuk membuka matanya." Penjelasan dokter wanita.


Dan itu membuat Gilang, Gita dan Lukman merasa lega dan bahagia.


"Maksud anda, istri saya akan sadar,dan sehat kembali.?" Tanya Gilang dengan sangat senang nya, dan dokter itu pun mengangguk." Alhamdulillah ya Allah, kau mendengar kan doa kami semuanya. Trimakasih ya Allah, istri hamba akan kembali sehat." Gilang pun mengusap wajahnya, begitu pun Lukman dan Reni.


Dokter yang bernama Selfi itu pun tersenyum melihat wajah bahagia dari keluarga pasien.


" Baik kalau begitu saya permisi, karena masih ada pasien lainnya." Gilang pun mengangguk.


"Trimakasih Dokter..."


"Sama sama. " Dokter itu pun langsung berjalan meninggalkan ruangan Gita.


Saat sore hari, Reni dan Lukman bergantian ke mushollah untuk shalat ashar. Karena tadi Gilang shalat terlebih dahulu, barulah Reni dan Lukman shalat Gilang menunggu Gita.


Saat Gilang duduk di samping Gita, dan meletakkan kepalanya di samping Gita. Dengan tangannya berada di samping tangan Gita , Gilang pun memejamkan mata karena merasa ngantuk.


Dan di saat itu juga, Gita tersadar. Mata Gita terbuka, lalu Gita melihat suaminya sedang berada di sampingnya.


"Mas Gilang.... Mas..." Gita memanggil Gilang dengan nada yang sangat lemah.


Lalu Gita berusaha menggerakkan jarinya, untuk menyentuh Gilang. Karena Gilang berada di sebelah kiri, Gita menggerakkan tangan kanannya untuk menyentuh kepala Gilang.

__ADS_1


Gilang pun sangat terkejut, karena Gilang Merasa seperti ada yang menyentuh nya. Benar saja tangan Gita bergerak dan tangan satunya menyentuh kepala Gilang.


Gilang pun bangun dan langsung tersenyum senang melihat mata istrinya sudah terbuka dan tersadar.


" Sayang..." Gilang pun langsung mengecup keningnya." Alhamdulillah kamu sudah sadar, sayang." Gilang pun langsung menekan tombol untuk memanggil dokter.


"Mas aku haus..." Dengan suara yang lemah, namun Gilang masih mendengar nya.


"Iya sayang sebentar mas ambil minum." Lalu Gilang membantu Gita untuk minum.


Setelah itu dokter pun datang dan memeriksa kondisi Gita. Setelah dokter selesai meriksa Gita dan kembali keluar, Reni dan Lukman pun datang.


Reni terkejut karena melihat Gita sudah Membuka matanya. Reni pun sangat bahagia, sahabatnya sudah bangun dari tidur panjang nya.


"Alhamdulillah Gita... Gue kangen Lo, gue senang Lo udah sadar". Mata Reni sudah mengembun, air mata pun keluar melihat sahabatnya itu. Reni pun mencium pipi Gita, karena merasa senang.


"Reni.." Reni mengangguk.


"Alhamdulillah Lo masih ingat gue."


Gita tersenyum, walaupun hanya sedikit tapi terlihat Gita tersenyum.


"Trimakasih mas Lukman." Lukman pun tersenyum, lalu mengusap lembut kepalanya Gita.


Gita pun baru tersadar saat melihat perut Reni, Gita pun memegang perutnya.


"Mas, anak ku..." Gita langsung melihat ke arah Gilang, dan menangis.


Gilang paham ada ke khawatiran pada Gita, dengan bayi nya. Gilang pun menenangkan Gita.


"Uuust.... Kamu tenang ya sayang, bayi kita selamat sayang. Sekarang ada di rumah sama bunda dan ibu kamu. Dia dikelilingi oleh nenek dan kakeknya yang sayang sama dia." Gilang menghapus air matanya Gita.


"Jessy, Jessy bagaimana mas. Maafin aku, aku tidak bisa menjaga Jessy dengan baik." Gita kembali menangis, Gilang pun menenangkan Gita.


"Dengarkan mas, kamu jangan khawatir dengan Jessy dan baby kita. Mereka semua sudah sehat,dan di temani oleh kakek neneknya. Walaupun tangannya Jessy mengalami keretakan pada tulangnya tapi kini dia sudah baik baik saja. Dan nanti Jessy akan di lepaskan gips dan penyangga yang berada di tangan nya. Justru yang kami khawatir kan kondisi kamu sayang, orang rumah khawatir sama kamu sayang. Kamu dua Minggu dalam keadaan tidak sadarkan diri. Kami semuanya sangat Takut sayang sama kondisi kamu.


Sekarang kamu istirahat ya, jangan banyak pikiran dulu ya. Agar kamu cepat sehat lagi ya sayang." Kata Gilang yang menenangkan Gita.

__ADS_1


"Iya Git, sekarang kamu istirahat ya. Agar kamu cepat sehat dan berkumpul dengan anak anak kamu." Timpal Lukman.


"Iya Git, kita semua sayang kamu. Sekarang kamu istirahat Kalau kamu sehat, kita bisa kumpul lagi oke." Reni pun ikut menenangkan Gita. Gita pun mengangguk, dan akhirnya Gita pun menuruti perkataan tiga orang yang begitu menyayangi dirinya.


Setelah terdengar nafas tidur Gita, Gilang pun langsung mencium kening Gita.


Haaah Gilang membuang nafasnya karena merasakan lega melihat istrinya sudah sadarkan diri.


"Reni lebih baik kamu pulang dan istirahat. Kamu juga sudah melihat Gita sekarang baik baik saja kan , ingat kamu juga haru jaga kesehatan dan kandungan kamu." Reni pun mengangguk." Man antarkan istri kamu pulang, kasian istri kamu sudah lelah."


"Iya mas, sekarang aku balik ya. Nanti aku kabarin kerumah kalau Gita sudah sadar dari koma.Agar orang rumah merasa sedikit lega.?"


"Iya kasih tau saja, mas mau ngabarin. Handphone nya sedang di cash. Yasudah kalian berdua hati hati, jangan ngebut Man ingat Reni sedang hamil.!"


"Iya mas." Jawab Lukman,. sedang kan Reni tersenyum mendengar mantan bosnya sekaligus kakak iparnya peduli dengan nya.


"Kalau begitu Reni balik ya mas, assalamualaikum..."


Waalaikumsallam..." Jawab Gilang.


Reni dan Lukman pun meninggalkan Gilang yang masih menunggu Gita.


Saat hanya tinggal Gilang yang berada dalam ruangan bersama Gita. Gilang mengecup kening Gita.


Lalu Gilang duduk di sofa, karena memang Gita di pindahkan di ruang VIP. Jadi Gilang dan keluarga bisa menemani Gita kapan pun.


Gilang merebahkan tubuhnya di sofa , sekaligus melihat Gita yang sedang tertidur.


"Siapa yang sudah menabrak Gita, kenapa si Arya belum memberikan informasi tentang tabrak lari itu."


Tidak lama setelah itu, handphone Gilang bergetar. Ada tanda panggilan masuk di handphone nya.


" Ya hallo Ya, bagaimana penyelidikan berhasil.?"


"Ya bos berhasil, saya dapat siapa yang sudah menabrak istri bos dan juga anak bos."


"Siapa..?"

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2