Cinta Anggita

Cinta Anggita
Perhatian Gilang ke Gita.


__ADS_3

Sudah lama Gilang tau, kalau Citra dan Mutia itu kerja hanya selalu membuat masalah. Namun Gilang selalu mengurung kan niat nya untuk memecat Citra, namun saat mendengar kemarin Gilang tidak bisa tinggal diam. Gilang pun akhirnya mengambil keputusan untuk memecat Citra.


Saat sore hari Gilang mengontrol setiap divisi. Dan Gilang mengontrol barang apa saja yang sudah siap, karena lusa akan di kirim ke Bali.


"Lukman ini barang sudah siap, untuk besok lusa pengiriman.?"


"Sudah mas, tinggal beberapa item lagi belum selesai. Dan Gita lagi membuat sisa coklatnya,mungkin besok kelar mas." Gilang hanya mengangguk kan kepalanya.


Lalu Gilang melihat kearah finishing, coklat apa saja yang sudah finis. Lalu mengecek juga coklat apa saja yang sudah di bungkus, dan ada stok apa di ruang packaging.


Lalu Gilang juga melihat ke produksi, melihat catatan pendapatan hasil membuat coklat. Dan Gilang melihat di buku dengan hasil pembuatannya.


"Joko kamu sudah buat coklat apa untuk pengiriman.?"


" Saya buat coklat Selai pak". Jawab Joko.


"Mpo sudah buat apa.?"


" Saya buat coklat kacang kacangan pak, tinggal sedikit lagi juga kelar pak." Jawab mpo Ati, tangannya sambil bekerja.


" Git, kamu buat apa.?"


" Saya buat Coklat cabe pak."


"Yang lainnya apa sudah selesai.?"


" Sudah selesai semua pak, hanya tinggal ini saja."


Gilang hanya mengangguk kan kepalanya.


" Kalau seandainya sekarang lembur apa kalian bisa.?" Tanya Gilang ke semua karyawan.


Sebagian ada yang bisa dan ada yang tidak bisa. Dan akhirnya di putuskan bagi yang bisa lembur, wajib lembur. Bagi yang tidak, bisa pulang pada jam nya.


Gilang pun ke ruangannya. Saat jam lima sore Gita melanjutkan duduk di bagian finishing. Karena Gita malas duduk di packaging, pasti ada yang ngomongin Gita karena Citra di pecat hari ini.


Saat sebelum magrib Gilang, Lukman dan Reni turun ke lantai bawah untuk mengecek barang. Lukman dan Reni datang dengan membawa bungkusan besar. Dan ternyata Lukman membelikan makanan bagi yang lembur.

__ADS_1


Mata Gilang mencari Gita di Setiap ruangan. Dan ternyata Gilang melihat Gita di finishing, sedang memasuki coklatnya ke dalam kemasan.


Gilang melihat Fahri datang membawa botol minum, lalu di berikan ke Gita. Lalu Gita mengambil minuman itu, lalu Gita pun meminum minuman yang di berikan Fahri.


Ada rasa kesal yang Gilang rasakan, tapi dia harus profesional. Lalu datang dari arah belakang Gilang mpo Ati yang menyenggol lengan Gilang.


"Maaf pak, saya tidak sengaja. Saya buru buru soalnya."


"Iya tidak apa-apa mpo, memang kenapa buru buru si, santai aja kerja nya.?"


"Ini saya mau kasih obat ini buat Gita, tadi dia minta ambilin ini, kalau begitu saya permisi pak". Mendengar nama Gita ,Gilang sedikit khawatir.


Lalu masuk ke dalam finishing, begitupun juga Reni yang ikut masuk ke ruang finishing.


Melihat Gilang dan Reni masuk, Fahri Rizal dan mpo Ati pun pindah duduknya. Lalu Gilang dan Reni duduk di samping Gita, dengan Gita yang berada di tengah.


" Git, kamu sakit.?" Gilang yang terlihat khawatir langsung bertanya. Dan Gita hanya menggelengkan kepalanya.


"Gita jangan bohong, tadi mpo ati ngambil obat buat Lo kan". Gita mengangguk kan kepalanya.


"Ga mungkin, Lo kalau sakit tamu bisa dua atau tiga hari baru baikan. Lo istirahat aja Git, ga usah lembur". Kata Reni, Gita menggelengkan kepalanya karena dia ingin tetap lembur.


Gilang melihat Gita yang masih mencengkram perutnya. Lalu Gilang berdiri, sambil menggenggam tangan Gita. Gita pun melihat tangannya yang di pegang oleh Gilang.


"Ikut saya, kamu ga boleh lembur." Gilang membawa Gita keluar dari ruangan finishing. Dan itu menjadi pusat perhatian seluruh karyawan pabrik.


Gilang membawa Gita kelantai atas, tepat di ruangan Gilang. Gita duduk di kursi, Gilang pun duduk berhadapan dengan Gita. Dengan tatapan yang hangat di berikan untuk Gita, membuat Gita menunduk. Karena tatapannya dan senyuman nya Gilang, membuat Gita salah tingkah.


Gilang tersenyum ke arah Gita.


" Kamu kenapa Hem, sakit.?" Pertanyaan dengan suara lembutnya, membuat jantung Gita berdebar sangat cepat.


" Gak, hanya perut Gita sedikit gak nyaman. Biasa kalau tamu datang perut suka sakit, badan juga sedikit ga enak." Jawab Gita dengan malu malu, karena bicara masalah perempuan dengan seorang pria.


"Sering sakit memangnya perut kamu kalau tamu bulanan datang." Gilang tersenyum melihat tingkah Gita, yang sepertinya malu menceritakan masalah wanita ke Gilang." Kamu tenang saja, kamu jangan malu, dulu mamahnya Jessy juga seperti itu. Saya bukan anak ABG yang tidak tau masalah wanita".


"Hanya setiap datang tamu, ii itu juga hanya dua atau tiga hari sa saja." Jawab Gita gugup.

__ADS_1


" Ya sudah kamu tunggu sini ya, makan dulu habis itu saya antar pulang. Saya mau ambil makanan nya di bawah, diam diam jangan kemana-mana." Suruh Gilang dan Gita hanya mengangguk.


Akhirnya Gilang meninggalkan Gita yang berada di ruangannya, lalu pergi mengambil makanannya yang sudah di beli tadi.. Setelah sampai ruangannya Gilang meletakkan botol minum, dengan dua air. Yang satu air hangat, dan yang satu air biasa. Dan dua kotak makanan, untuk dirinya dan Gita.


" Di minum air hangat nya biar nyerinya berkurang." Suruh Gilang dan Gita mengangguk.


Lalu Gita membuka botol minum, minuman itu. Saat Gita minum memang airnya masih agak panas sedikit, dan pas buat di minum.


" Trimakasih". Ucap Gita,dan Gilang mengangguk lalu tersenyum dengan membelai kepala Gita.


" Dimakan ya, saya tidak ingin sampai kamu sakit". Gilang menggenggam tangan Gita. Dan Gita pun tersenyum dan mengangguk.


Lalu mereka pun makan bersama di ruangan Gilang. Setelah makan, Gilang mengantar pulang Gita. Selama di perjalanan Gita hanya diam tak banyak bicara. Gilang sesekali menengok ke arah Gita,ya Gilang merasa tak tega karena Gita masih memegangi perutnya.


" Masih sakit Git perut kamu.?" Gita mengangguk." Kamu suka susu jahe, atau wedang jahe.?" Jawaban Gita masih mengangguk." Saya belikan susu jahe ya, di depan sana Sepertinya ada".


"Iya mas trimakasih ya".


" Iya sayang, apa mau ke dokter sekalian. Biar kamu di kasih obatnya".


Gita menggelengkan kepalanya.


" Tidak perlu, itu obat yang aku minum resep dokter ko. Bukan aku asal minum".


Jawab Gita, dan Gilang hanya mengangguk.


Lalu persis di depan jalan sebelah kanan, Gilang melihat ada penjual susu jahe merah. Gilang pun menghentikan mobilnya, lalu keluar dari mobil, dan membeli susu jahenya.


Gita melihat Gilang saat membeli susu jahe. Ada senyuman di bibir Gita saat melihat itu, ada rasa bahagia yang Gita rasakan.


Selama ini dia mengenal Gilang sebagai atasannya, sosok yang cuek dingin, dan garang. Saat Gita mengenal pria itu, ada sisi hangat dan penyayang dari pria itu. Dan saat menjadi kekasihnya dan bahkan calon suaminya, Gita mengenal Gilang sosok yang perhatian, tegas,dan ada sisi romantis yang ada pada dirinya.


Sepertinya Gita benar benar sudah jatuh hati pada sosok pria itu. Pria yang memaksa,saat mengutarakan isi hatinya. Pria yang berhasil mengobati sakit hati yang pernah dirinya alami. Pria yang dia kenal, mempunyai sikap dingin ,garang dan tegas. Tapi sekarang pria itu menunjukan sisi hangat, penyayang, dan perhatiannya kepada Gita.


Gita hanya bisa berharap dan selalu berdoa,jika Gilang lah laki laki baik yang Tuhan kirim kan untuk nya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2