Cinta Anggita

Cinta Anggita
Marah nya Gita


__ADS_3

Dengan menahan malu Gita menutup mukanya. "Ya Allah ko bisa gue lupa ya tutup panggilan video nya. Bener kan tebakan gue. Pasti pak bos yang matiin telpon nya". Kata Gita dalam hati.


Dengan wajah menahan malu. Gita cengengesan depan bos nya." Hehehe... Maaf ya pak. Telpon nya lupa saya tutup semalam. Soalnya saya udah ngantuk berat. Kalau bapak tidak ada keperluan lagi.Kalau begitu saya permisi ya pak. Assalamualaikum". Pamit Gita yang keluar dari ruangan bos nya dengan membawa minuman di tangannya. Dan dengan menahan malunya.


Gilang pun tersenyum melihat tingkah Gita. Lalu tiba tiba Lukman datang keruangan Gilang." Gita kenapa mas di panggil ke ruangan?"


"Ow tidak hanya saja mas bertanya sama dia masalah sedikit". Jawab Gilang yang tangannya sedang menyentuh alat gawai nya.


"Masalah apa mas. Ko saya tidak tahu ya?" Tanya Lukman penasaran.


"Yaiyalah kamu tidak tahu. Yang kamu tahu hanya Reni saja Man ". Ngeledek Lukman .


"Hehehe .. Mas tau saja . Masalah apa si mas Gita ?" Lukman masih dengan penasaran nya.


"Itu masalah sama Mutia dia kan pernah sempat berantem kan sama Mutia. Saya juga pernah dapat laporan dari ayah. Kalau Mutia itu semena mena kalau bekerja. Oleh ayah ingin di pecat tetapi tak tega karena kata ayah . Ayah punya hutang Budi sama dia. Karena pas ayah pingsan di jalan dia yang membantu ayah dan ayah di larikan kerumah sakit. Kalau tidak ada Mutia mungkin ayah sudah tiada". Gilang menceritakan apa yang ayahnya pernah cerita ke Gilang.


"Memang selama ini Mutia itu kerja memang selalu semena mena, Seenaknya. Dan juga dia itu suka nyuruh Semua karyawan . Tanpa dia juga ikut membantu. Begitu lah selama aku di sini. Aku melihat Bu Mutia di sini. Dan seperti nya dia juga punya dendam pribadi sama Gita.


Gilang melihat Lukman dengan tatapan yang serius." Sama Gita, dendam apa? Kamu tau Man?''


"Aku tidak tahu. Reni pernah cerita seperti itu ke aku mas. Mas jangan langsung tanya . Mas selidiki lagi aja tentang Mutia. Aku sarankan si begitu mas." Kata Lukman dan Gilang pun setuju dengan perkataan lukman .


Lalu gawai nya Gilang pun berbunyi tanda panggilan masuk.


📞" Iya Bun


📞......


📞" Bela... Bela di rumah .terus Jessy bagaimana sekarang.

__ADS_1


📞....


📞 Cemberut.. Ya sebentar lagi Gilang pulang Bun. Yaya Bun. Ya sudah Gilang tutup assalamualaikum.


Gilang beres beres yang barang barang nya di masukan ke dalam tas nya.


"Mau balik mas?" Tanya Lukman.


"Iya man. Ada Bella di rumah Jessy seperti biasa dia cemberut setiap kedatangan Bella kerumah." Jawab Gilang yang mengambil kunci mobil."Mas balik duluan ya Man".


"Iya mas hati hati ". Jawab Lukman. Lalu Gilang pun meninggalkan ruangannya. Dan menuruni anak tangga.


Lalu Gilang masuk kedalam mobil dan menyalakan mesin mobilnya. Dan pintu gerbang sudah di buka oleh scurity. Lalu Gilang mengendarai mobilnya sampai depan pagar pabrik, Gilang melihat Gita yang sedang asyik minum minuman yang ia kasih tadi. Gilang pun tersenyum melihatnya, lalu Gilang membuka kaca mobilnya Gita yang melihat bosnya yang membuka kaca mobilnya pun diam. Melanjutkan main alat gawai nya.


"Gita". Gilang memanggil Gita.


"Iya pak". Gita menghampiri mobil bosnya."ada apa pak?".


"Bantuan apa ya pak Gilang?" Gita nampak bingung.


"Nanti saja saya kabarin kamu lagi ya. Kalau begitu saya permisi". Gilang pun menutup kembali kaca mobilnya lalu melaju kendaraan nya kembali..


Gita nampak bingung." Bantuan apa ya ? Dasar bos nggak jelas." Gita ngoceh sendiri .


Gita pun melanjutkan memegang handphone nya. Gita memang lagi membalas pesan Andi. Dan Gita juga mengirimkan pesan ke Reni kalau dirinya menunggu di luar bukan di taman belakang.


Pintu pagar pabrik pun terbuka seluruh karyawan pabrik pun keluar dari pabrik dengan membawa kendaraan. Sebagian ada yang berjalan kaki karena jarak rumahnya ke pabrik tidak terlalu jauh..


Saat Gita sedang menunggu Reni datanglah Citra, menghampiri Gita. Citra melihat Gita lalu tersenyum meledek ke arah Gita." Kaya nya ada yang mau numpang motor orang ya. Kenapa ya ko masih aja jadi benalu orang ya. Suka nya nebeng di motor orang. Udah nggak modal beli bensin nebeng pula bener bener ya benalu banget".

__ADS_1


Gita yang memainkan handphone nya agak sedikit geram namun Gita pura pura tidak meladeni." Duduk sendirian banyak banget lalat mungkin di sini banyak banget bangkai kali ya. Padahal tadi nggak ada lalat. Iihh pindah aahh.. jijik". Gita pun bangkit dari duduknya lalu berjalan meninggalkan Citra dan teman teman nya.


Citra yang merasa kesal langsung saja memanggil Gita namun sama Gita tidak di hiraukan. Lalu Citra menarik tangan Gita." Ada apaan ya narik narik tangan gue. Ada masalah ya ?" Tanya Gita dengan senyum meledek.


"Apa maksudnya Lo bilang ada banyak bangkai. Lo ngatain gue Git." Citra tak terima. Dengan tatapan marah.


Gita tersenyum sinis" gue tanya Lo. Elo itu bangkai bukan,kenapa marah kalau bukan bangkai. Soalnya tadi gue duduk sendirian di situ nggak ada lalat. Eeh tau tau lalat berisik banget lewat di telinga gue. Mungkin dugaan gue aja banyak bangkai. Kenapa jadi elo yang sewot.


Citra yang tak terima dengan ucapan Gita. Lalu mengangkat tangannya dan ingin melayangkan tamparan ke Gita. Namun Gita tahan, dan Citra merasakan kesakitan saat Gita mencengkeram tangan Citra.


Lalu Bu Mutia pun keluar dengan motor nya. Melihat tangan Citra yang di cengkram oleh Gita. Mutia pun berlari menghampiri Gita dan Citra." Gita lepaskan tangan Citra. Apa apaan kamu mau jadi preman di sini hah". Dengan nada marah dan suaranya yang begitu kencang.


Reni dan Lukman yang akan bersiap mengeluarkan motor nya langsung segera keluar dengan kendaraan nya. Melihat Gita di serbu banyak orang Reni menghampiri Gita.


" Gita ada apaan rame begini?"


"Eeh... Reni teman kamu udah kaya preman main cengkram tangan orang segala.Gita lepas tangan Citra atau kamu saya laporkan ke pak Gilang. " Bu Mutia mengancam Gita.


Gita yang masih mencengkram tangan Citra,dan melihat citra kesakitan, Gita pun melepaskan tangannya. Dengan tersenyum sinis Gita memandang wajah Citra." Bagaimana Citra tangannya di pegang. Itu hanya pegangan biasa loh, nggak semua tenaga saya keluarkan. Saya kasih tau kamu, kalau punya mulut itu buat bicara dengan baik. Bukan buat menghina orang. Dan satu lagi Bu Mutia, kalau ibu ingin adukan ini ke pak Gilang, sekalipun ke pak Hendra saya tidak takut sama sekali. Silahkan Bu Mutia adukan dengan pak bos. Ow iya ada pak Lukman sekalian pak bantuin Bu Mutia ya buat adukan saya ke pak Gilang ".


Reni yang melihat Gita sudah sangat marah. Reni pun menarik tangan Gita." Gita ada apaan si coba cerita ke gue ada apa sebenarnya. Kenapa Lo bisa marah sama Citra kaya gitu ?".


"Elo mau tau Ren dia bilang apa. Dia bilang gue ini benalu buat lo, gue nebeng motor Lo tanpa beliin bensin untuk motor Lo. Dan gue cuma bisanya numpang dan nyusahin. Dan kemarin Tante nya yang bilang gue cewek penggoda . Gue di sini kerja bukan ngejual diri, Dan dia juga bawa bawa orang tua gue. Kalau mereka yang ngajarin gue buat ngerebut cowok orang. Dia ngebawa masalah pribadi ke tempat kerja. gue Salah ya, kalau gue marah sama dia, Yang udah menghina gue. terus apa gue salah juga menghindar dari orang yang ingin menampar gue, kalau memang salah di mana letak kesalahannya ". Kata Gita dengan sangat emosi.


Bu Mutia dan Citra hanya menunduk karena merasa malu. Lukman hanya menggelengkan kepalanya. "Citra kamu besok keruangan saya. Kita disini kerja bukan tempat cari ribut."


Bu Mutia yang tak terima jika keponakannya di panggil langsung buka suara." Ko Citra, kenapa tidak Gita aja si preman pasar itu. Liat tangan Citra sampai terluka".


"Besok saya akan naik menghadap ke pak Lukman kalau perlu ke pak Gilang. Saya akan jelaskan dari awal tadi siang bagai mana Citra Lo siap kan kalau ke atas gue ungkapin semuanya.. Kalau gue tentu siap". Kata Gita yang menantang dengan senyum meledek Citra.

__ADS_1


Reni yang mendengar kalau tadi siang sahabat nya itu ada masalah dengan Citra, Lantas bertanya." Tadi siang ada masalah apa Git?"


__ADS_2