
"Aku baik baik saja. Kamu jangan khawatir ya, aku akan di sini menemani kamu. Kamu cepat sehat ya, agar kita bisa kumpul bersama." Gilang berbicara sangat lembut kepada istrinya. Sampai perawat yang berada di balik tirai mereka mendengar Gilang bicara sampai tersenyum.
Lalu Gilang pun mencium kening Gita, Dan Gita pun tersenyum. Gilang membelai rambut Gita hingga Gita pun tertidur. Setelah Gita tertidur, Gilang pun bangun dari duduknya. Dan berkumpul dengan ayah den mertuanya.
Kini Gilang duduk berkumpul bersama keluarga di depan ruangan Gita. Semuanya menunggu cerita dari Gilang. Dan Gilang pun menceritakan semuanya dari handphone nya hilang, lalu karena cuaca buruk sampai nekat cari jalan alternatif. Dan ternyata jalan nya itu di jaga sekelompok begal, dan Gilang pun menceritakan tentang kejadian yang dia alami kemarin.
"Tapi kenapa kemari ada yang menelpon Gita, segala bilang mas dirumah sakit dan kritis.?" Tebak Lukman.
"Saya gak tau Man. Untuk masalah itu nanti mas akan cari tau sendiri. Untuk sekarang saya bisa bertemu Gita itu sudah membuat saya tenang".
"Betul kata kamu Lang, nanti ayah bantu untuk cari tau apa benar di rumah sakit itu ada pasien atas nama kamu." Timpal pak Hendra.
"Atau mungkin ini jebakan untuk Gita, kalau sampai tidak ada pasien atas nama Gilang Wijaya.?" Semua pun memandang ke arah Lukman, mungkin dugaan Lukman ada benarnya juga.
"Itu nanti kita pikirkan. Sekarang yang saya tidak apa, dan yang terpenting lagi kondisi Gita harus baik." Ucap Gilang membuat semuanya mengangguk kan kepalanya.
Sedangkan Gita di dalam terus memanggil nama Gilang suaminya.
Ceklak suara pintu terbuka, seorang perawat datang.
"Permisi saudara Atas nama Gilang, di panggil oleh pasien.?"
" Yah, saya Gilang. " Jawab Gilang dan berdiri.
" istri saya memanggil nama saya.?" Perawat itu mengangguk.
"Sudah Lang kamu masuk kami tunggu sini." Ucap pak Jaka yang menyuruh menantu nya masuk.
Gilang pun mengangguk, lalu berjalan untuk masuk keruangan tersebut. Dan menghampiri Gita yang masih terbaring di tempat tidur rumah sakit.
Gilang pun mencium bibir Gita yang pucat, dan Gita pun tersenyum.
__ADS_1
"Kenapa Hem... Ada yang sakit, apa kamu ingin minta sesuatu.?"
Gita menggelengkan kepalanya.
"Aku cuma pastiin kalau kamu memang ada di sini. Aku takut hanya mimpi kedatangan kamu tadi."
"Gak dong sayang. Aku akan datang untuk kamu, kamu jangan khawatir". Gilang mengecup kening Gita.
Seminggu sudah Gita di rawat akibat bermasalah dalam kandungannya, akibat kabar buruk mengenai suaminya tersebut. Di tambah lagi keadaan Gita di trimester pertama, sangatlah lemah.
Kini Gita sudah di perbolehkan pulang,karena kondisinya juga sudah membaik. Saat Gita sampai rumah semuanya keluarga pun menyambut kedatangan Gita. Tentunya Gita pun merasa bahagia.
Mata Gita tertuju kepada anak laki-laki di rumah nya. Gita menatap suaminya, dan Gilang pun mengangguk. Seakan mengerti apa arti tatapan istrinya itu.
"Kamu yang bernama Ali.?" Tanya Gita dengan tersenyum manis ke arah Ali, agar Ali tidak merasakan takut.
Ali pun mengangguk." Iya saya Ali ka". Mendengar Ali memanggil Gita dengan sebutan KA, semuanya pun tersenyum.
"Berapa usia kamu sayang.?"
"Trimakasih ya sayang sudah menolong om Gilang, kalau tidak ada kamu mungkin..." Gita tidak melanjutkan kata-katanya. Gilang pun mengusap pundak istri nya.
"Aku senang ka bisa menolong om Gilang. Justru saya yang berterimakasih karena kalian sudah baik kepada saya".
" Sama sama sayang. Ali kakak mau tanya kamu kelas berapa sekarang.?"
"Aku tidak sekolah ka, sekolah pun aku hanya sampai kelas 5 Ka. Karena ibu bapak ku tidak kuat membayar sekolah ku, terpaksa aku harus putus sekolah. Dan tidak lama bapak ku sakit, dan meninggal dunia. Jadi aku harus menggantikan bapak kerja mencari uang, dan setelah bapak meninggalkan aku dan ibu. Setahun kemudian ibu menyusul bapak, karena jatuh sakit juga.. Jadi aku harus mencari uang untuk ku makan dengan hasil memulung tiap harinya." Ali bercerita dengan mata yang berkaca-kaca. Lalu Gita pun memeluknya agar tidak merasakan sedih.
Gita dan yang lainnya mendengar cerita Ali juga turut bersedih.
Kini sebulan sudah Ali tinggal di rumah Gilang, dan Gilang pun sudah mengurus untuk mengadopsi Ali menjadi anaknya. Dan Ali juga sering menemani Jessy bermain, dan Ali pun kini juga mengejar sekolah paket setara SD. Agar dapat melanjutkan sekolah SMP yang formal.
__ADS_1
Dan kini usia kandungan Gita pun sudah jalan 4 bulan. Perut Gita pun kini sudah terlihat sedikit menonjol. Dan rasa mual pun sekarang Gita sudah jarang, hanya masa ngidam aja yang masih dia rasakan .
Walaupun kadang Gita masih suka menginginkan sesuatu makanan atau minuman. Walaupun Gilang sering mendengar kalau tak di turutin katanya nanti anaknya bisa ileran. Dan ada juga yang bilang itu hanya mitos, hanya keinginan ibunya saja. Tapi Gilang tidak masalah jika harus menuruti masa ngidam istrinya. Sebagai bentuk rasa perhatian Gilang ke istrinya. Kalau itu bisa membuat istrinya bahagia, Gilang akan menuruti selagi masih wajar.
Kini usia kandungan Gita jalan 4 bulan. Dan Mereka mendapatkan kabar baik dari Reni dan Lukman. Ya mereka mendapatkan kabar baik kalau Reni pun kini sedang mengandung, dan usia kandungan nya pun sudah masuk dua bulan.
Tentunya Lukman dan mamah Henny merasa sangat bahagia, saat mengetahui Reni sedang hamil. Apa lagi sikap Reni berubah menjadi manja, dari pribadi asli yang tomboi. Membuat Lukman semaki
Tepat di saat ini Sudah memasuki bulan suci Ramadhan. Di mana Reni dan Gita menjalankan puasa dengan bersetatus barunya yang sudah menjadi seorang istri.
Dalam masa kehamilan nya Gita pun bisa menjalani ibadahnya sehari-hari. Tidak seperti di awal awal kehamilannya yang sangatlah lemah.
Reni pun juga sama dapat menjalankan ibadah puasa dalam keadaan hamil, tanpa merasakan lemas atau apapun. Hanya saja sikap nya yang menjadi lebih manja.
Reni nampak murung yang sedang berada di dalam kamarnya. Lukman selesai shalat tarawih di musholah, lalu menghampiri istrinya yang kini ada di kamar.
"Loh loh loh.... Istri ku ko cemberut , kenapa sayang.?" Tanya Lukman yang sambil melepaskan baju Koko dan sarungnya. Di lipat nya dan di gantung di hanger.
Lukman melihat bibir istrinya makin jadi seperti bentuk kerucut nasi tumpeng. Lukman menjadi terkekeh, lalu menghampiri istrinya.
Lalu Lukman mencium bibir Reni, membuat Reni menatap wajah Lukman Dangan kesal. " Kenapa Hem... Ko cemberut gitu. Kamu tau gak bibir kamu itu makin seksi , kalau maju seperti tadi.?" Goda Lukman sambil menirukan gaya bibir reni. Membuat Reni tersenyum kecil, melihat suaminya yang meledek dirinya.
"Maaaass.... " Sambil bergelayut manja di lengan Lukman.
"Apa sayang, cinta honey bunny. Otok otok, Otok, unyu unyu unyu...." Goda Lukman, Lagi lagi Reni menjadi terkekeh.
"Mass... Aku serius nih.?"
"Aku dua rius sayang, cius mas gak bohong". Sambil dua jari nya membentuk huruf V.
"Bodo aahh.... Nyebelin banget si kamu". Reni mulai ngambek.
__ADS_1
'waduh bini gue mulai ngambek'. Batin Lukman merasakan was was kalau Reni ngambek.
bersambung....