Cinta Anggita

Cinta Anggita
Gilang memanggil Gita


__ADS_3

"Iya Anggita. Gue bantuin lo. Kerjaan gue udah selesai dikit lagi . Nanti gue bantuin lo. Sekarang gue selesaikan tugas gue dulu ya, nanti gue bantuin lo oke.." Jawab Fahri dan akhirnya Gita pun yakin dan tersenyum.


"Oke" Gita pun akhirnya tersenyum lagi. Dan memulai membuat coklat lollipop, tanpa perasaan kesal. Kini Gita membuatnya tanpa perasaan kesal.


Gita membungkus coklat yang tadi Gita letakan di meja Gina. Gita masukan dalam plastik bening dan di ikat oleh pita warna-warni. lalu Gita letakan kembali. Lalu oleh Gita di simpan di ruang finishing . Lalu Gita membuatnya kembali Lollipop kali ini Gita tidak mencatat hasil nya karena mengganti coklat yang hancur tadi..


Lalu Gita membuatnya kembali Lollipop nya. Dan tidak lama kini Gita sudah mendapatkan dua puluh lollipop. Ganti yang rusak lima belas masih ada sisa lima. Lalu Gita catat . Gita melihat Fahri sudah selesai dengan tugasnya. Lalu Fahri menghampiri Gita. " Apa yang bisa saya bantu kakak." Ledek Fahri hingga membuat anak anak produksi pun tertawa.


"Kamu bisa buatkan ini nggak warna dasarnya aja. Yang gampang. Aku buat warna untuk mata bibir muka tapi jangan lupa sedotan lollipop nya ya." Kata Gita dengan memberi tahu caranya.


Fahri mengamati cara membuatnya.


Fahri mengangguk angguk kan kepalanya. Tanda kalau dia faham dengan cara membuatnya.


"Coba dulu ya kakak. Tapi kalau jelek saya jangan di omelin ya kakak". Kata Fahri dan membuat mpok Ati jadi ketawa ngakak.


"Fahri Lo jangan ngomong so imut gue lempar pake spatula mau loh". Mpo Ati masih dengan tawa nya.


"Nggak pantes Lo. Sama Gita aja so manis gitu. Giliran sama gue aja galak banget." Joko dengan protes nya.


"Ya kaleee gue mau ngomong sama Lo berlaga manis dan imut. Emangnya gue jeruk makan jeruk ko. Ada ada aja Lo ko". Kata Fahri dan akhirnya semua nya pun ikut tertawa. Termasuk Gita ikut tertawa.


Lalu Fahri mencoba membuat lollipop warna keduanya. Karena warna awalnya sudah di buat Gita. Fahri meletakkan pegangan lollipop nya. Lalu Fahri memberikan coklat yang berada di plastik segitiga yang sudah di gunting. Lalu di letakan di bentuk lollipop nya. Lalu di letakkan di dalam freezer oleh Fahri . Lalu Fahri buat kembali seperti tadi. Lalu di masukan kembali ke dalam freezer. Per satu cetakan ada lima bentuk lollipop. Ada sepuluh lollipop tergantung bentuk lollipop nya.


Gita lihat lollipop nya sudah bisa di angkat dari cetakan belum. Kalau bisa di lepas dari cetakan berarti sudah harus di angkat. Tidak boleh sampai kelamaan nanti hasilnya jelek dan akan berkeringat. Kalau sudah berkeringat kalau sudah di bungkus dalam plastik dia akan jelek bentuknya.


Ternyata sudah bisa di angkat dari cetakan Lollipop nya. Fahri dengan tidak sabaran nya melihat hasil yang dia buat tadi." Waaahh.... Buatan gue bagus Git, Alhamdulillah jadi ni mpo Ati, Joko hasil gue.Hahahah... Makasih kakak, hasil saya bagus kan jangan di marahi ya kakak''.


Semua hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. Melihat tingkah Fahri yang berhasil membuat lollipop nya. Lalu lollipop yang di buat oleh Fahri dan Gita sudah jadi enam puluh. Kalau memang tadi tidak hancur mungkin tinggal sedikit selesai. Tapi sama Gita di lanjutkan besok.


Karena waktu sudah menunjukkan waktu jam produksi selesai. Gita pun bersiap-siap ke belakang untuk mencuci cetakan.


Tak lupa Gita memasak air untuk mencuci cetakan agar tidak berminyak sisa coklat yang menempel.


Lalu Gita menuangkan air panas ke dalam baskom yang sudah tercampur air biasa. Lalu di depan mpo Ati tersedia baskom berisi air sabun pencuci piring..


Dan Joko bagian yang membilasnya.


Di mulai trio Wek Wek nge-dj di belakang. Gita mencuci menghilangkan bekas coklat, lalu di oper ke mpo Ati untuk di cuci dengan sabun agar bersih, lalu di bilas oleh Joko dengan air bersih begitulah cara mencuci cetakan coklat agar bersih agar tidak lengket coklat yang masih tersangkut. Jadi harus di cuci. Tak lupa juga si Joko, mpo Ati dan Gita bernyanyi di belakang. Mereka kolaborasi menyayikan lagu pak Hj Rhoma irama berjudul dasi dan gincu.


Bukan bahu berbintang


Bukan leher berdasi


Yang kudambakan


Pria yang punya hati


Bukan bibir bergincu


Yang kudambakan


Gadis yang punya malu


Cinta karena dasi si-si

__ADS_1


Akan segera basi


Cinta karena gincu cu-cu


Akan segera layu


Jabatan perlu, tampan pun perlu


Bahkan emas permata


Tetapi cinta di atas segalanya


Berhias perlu, cantik pun perlu


Untuk gairah cinta


Akhlak mulia hiasan yang utama


Tak guna harta benda da-da


Kalau jadi neraka


Tak guna wajah indah dah-dah


Kalau jadi bencana


Bukan bahu berbintang


Bukan leher berdasi


Yang kudambakan


Pria yang punya hati


Bukan bibir bergincu


Yang kudambakan


Gadis yang punya malu


Cinta karena dasi si-si


Akan segera basi


Cinta karena gincu cu-cu


Akan segera layu


Jabatan perlu, tampan pun perlu


Bahkan emas permata


Tetapi cinta di atas segalanya


Berhias perlu, cantik pun perlu

__ADS_1


Untuk gairah cinta


Akhlak mulia hiasan yang utama


Tak guna harta benda da-da


Kalau jadi neraka


Tak guna wajah indah dah-dah


Kalau jadi bencana


Keseruan Gita,Joko dan mpo Ati saat di belakang. Kalau sudah selesai dengan pekerjaan nya mereka bernyanyi. Mereka berseru seru menghilangkan pusing di kepalanya.


Begitu lah enaknya kalau sudah kumpul sama anak produksi tidak ada kesal atau marah. Mereka bekerja sama. Kalau ada masalah di kerjakan sama sama. Bukan saling sikut menyikut.


Setelah tugas mencuci cetakan dan berkolaborasi bersama di belakang. Kini waktunya mereka pun beristirahat sambil menunggu jam pulang. Karena waktu tinggal menunggu sepuluh menit saja. Jadi cukup untuk duduk beristirahat sebentar. Setelah jam masuk jam pulang anak produksi pun berjalan menuju absenan. Semua tim produksi pun absen dan pergi meninggalkan tempat kerjanya setelah seharian mereka bekerja.


Saat Gita ingin bejalan menuju taman belakang. Tiba tiba ada seseorang yang memanggil dirinya. Dan Gita pun menoleh. Dan ternyata pak Gilang yang memanggil dirinya." Gita tunggu, kamu pulang nungguin Reni kan. Ikut saya ke ruangan saya ada yang saya ingin tanyakan ke kamu". Gita mengangguk dan Gilang pun langsung meninggalkan Gita menuju ruangannya.


Gita pun menyusul keruangan bos nya. Lalu Gita pun mengucapkan salam. Dan masuk. Gita di suruh duduk oleh bosnya, dan Gita pun duduk di kursi berhadapan dengan bosnya.


Gilang menatap Gita. Tentu Gita pun jadi salah tingkah, dan Gita melihat ada senyuman kecil di bibir bosnya itu.


"Maksud apa si nih bos pea. Nggak jelas banget". Ucap Gita dalam hatinya.


"Git kamu tau saya panggil kamu kesini kenapa?" Gita pun menggeleng." Saya ingin bertanya sama kamu tentang kamu dan Bu Mutia.


Gita pun kaget " kenapa tiba tiba pak menanyakan masalah Bu Mutia dan dirinya. Apa Bu Mutia ngadu yang tidak tidak". Gita berucap dalam hati.


"Kamu tidak perlu takut Gita, ini bukan aduan atau apa. Saya hanya tanya saja . Kemarin saya melihat CC tv. Sepertinya kamu habis bertengkar dengan Bu Mutia. Saya bertanya seperti ini bukan karena saya suka dapat laporan dari karyawan kalau Bu Mutia itu semena mena di sini. Dan kemarin kamu berantem sama dia. Apa kamu punya masalah sama dia. Saya harap si kamu tidak membawa masalah pribadi kamu ke sini Git ". Gilang memperlihatkan wajah serius nya.


"Maaf pak sebenarnya saya tidak mau cerita. Saya cuma takut di bilang adu domba oleh karyawan yang lain. Tapi kalau bapak sudah tau sendiri ya sudah. Bapak juga bisa lihat sendiri kan. Dan memang kemarin saya ada masalah sama dia. Tapi itu karena dia bawa bawa masalah pribadi ke sini pak. Saya hanya tidak mau di perpanjang. Buat saya ya sudah lah lupakan saja pak. Saya juga tidak peduli". Gita menjelaskan dan dapat anggukan dari bosnya.


"Baik masalah Mutia saya akan cari tau lagi. Ow iya Gita saya minta maaf ya gara gara Jessy semalam kamu jadi kurang tidur. Karena Jessy minta video call kamu terus saya pusing kalau Jessy merengek minta telpon kamu terus. Mau tidak mau saya harus mengikuti permintaan Jessy.". Gilang menjelaskan ke Gita.


"Ya ampun pak saya ngantuk bukan masalah Jessy telpon. Saya ngantuk memang saya lagi lelah aja".


"Pantesan". Kata Gilang dengan sangat pelan. Namun masih bisa di dengar oleh Gita.


"Maksud pak Gilang pantesan apa ya saya kurang paham ". Tanya Gita yang membuat Gilang terkaget.


"Tidak apa-apa Git lupakan saja". Jawab Gilang .


"Nggak jelas". Kata Gita dengan Suara pelan dan Gilang masih dapat mendengar dengan jelas.


"Siapa yang nggak jelas Git?"


"Bukan siapa-siapa teman saya nggak jelas. Habis ngomong nggak jadi.. kalau bapak nggak ada yang di omongin lagi saya permisi pak". Pamit Gita


"Ya sudah kamu boleh keluar. Ow iya Git ini untuk kamu". Gilang memberikan minuman kopi.


"Apa ini pak, ini untuk saya". TAnya Gita sekali lagi.


"Kamu lihat nya apa itu minuman kan. Itu untuk kamu. Semalam Jessy menelpon kamu terlihat kamu tidur sangat lelah. Kamu video call dengan anak saya belum kamu tutup panggilan video nya. Jadi saya melihat wajah kamu tidur dengan ekspresi kamu tidur seperti apa". Ucap Gilang dengan menahan tawanya.

__ADS_1


Dengan menahan malu Gita menutup mukanya. "Ya Allah ko bis gue lupa ya tutup panggilan video nya. Bener kan tebakan gue. Pasti pak bos yang matiin telpon nya". Kata Gita dalam hati.


Dengan wajah menahan malu. Gita cengengesan depan bos nya." Hehehe... Maaf ya pak. Telpon nya lupa saya tutup semalam. Soalnya saya udah ngantuk berat. Kalau bapak tidak ada keperluan lagi.Kalau begitu saya permisi ya pak. Assalamualaikum". Pamit Gita yang keluar dari ruangan bos nya dengan membawa minuman di tangannya. Dan dengan menahan malunya.


__ADS_2