Cinta Anggita

Cinta Anggita
Kabar buruk


__ADS_3

" Senang aku dengar nya, jadi kamu tidak galau lagi.?"


"Galau mas, kaya begini nih aku sendirian. Mas vc an dong, aku gak bisa tidur nih". Pinta Gita dengan suara manjanya.


Sedangkan Gilang di sebrang sana hanya tersenyum setiap kali mendengar kata-kata manjanya Gita. Lalu panggilan pun beralih menjadi video call.


Terpampang wajah Gita dan Gilang di handphone milik mereka. Terlihat wajah Gilang yang memberikan senyuman manisnya untuk istrinya.


"Mas, kamu kangen gak sama aku.?"


"Kangen... Enggak tuh biasa aja." Goda Gilang membuat wajah Gita cemberut.


"Kangen dong sayang, masa enggak. Semenjak kita menikah mana pernah coba aku melepaskan pelukan kamu itu, saat tidur. Yang ada kalau kamu ketiduran di kamar Jessy aku culik kamu kan." Cerita gilang dengan terkekeh.


"Mas kamu lagi apa.?"


"Lagi tiduran sayang, emang aku lagi apa kamu kira.? Coba tebak ini dimana, Kamu tau kan sayang." Sambil mengarahkan kamera nya keseluruhan ruangan." Aku lagi dirumah kita di Bandung."


"Kamu di Bandung mas.?"


"Yupz.. Ow iya sayang besok aku ingin cek tempat usaha ku yang lain. Tapi aku usahakan besok aku balik, mungkin malam aku sampai rumah. Kamu yang sabar ya nunggunya, kamu ingin apa nanti aku belikan.?"


Gita menggelengkan kepalanya.


"Tidak mas, aku tidak ingin apa apa. Aku ingin kamu segera sampai sini dengan selamat, itu sudah membuat ku senang."


Gilang tersenyum mendengar nya.


" Aduh manis banget si istri ku ini. Kalau dekat aku peluk kamu sayang".


Gita terkekeh mendengar suaminya bicara seperti itu.


" Mangkanya sini, biar aku peluk.?"


"Masya Allah... Besok ya sayang, sekarang sudah malam kamu istirahat ya. Jangan tidur malam terus dong sayang.? Sekarang tidur ya, yuk aku temani kamu dari sini." Bujuk Gilang, dan Gita pun mengangguk.


Wajah suaminya yang sedang tersenyum, terus di lihat di layar handphone nya. Sampai mata Gita pun tak kuat untuk menahan rasa kantuknya. Dan mata Gita pun terpejam, Gilang pun tersenyum melihat Gita yang sudah tertidur.


'Selamat tidur sayang, menikahi kamu membuat ku merasakan sangat bahagia. Manjanya kamu, Sayang nya kamu. Benar benar membuatku tidak bisa jauh dari kamu sayang.


Pantas saja di luar sana para mantan kamu masih mengejar kamu, ternyata kamu istimewa Git. Kamu bisa meluluhkan keras nya hati. Kamu bisa memberikan banyak warna, pada kehidupan ku ini. Aku beruntung ada benih cinta kita pada rahim kamu sayang. Tak kan ku biarkan orang mendekati kamu, atau mengambil kamu dari aku Git. Tak perduli aku di bilang lebay, atau bucin. Yang aku peduli aku melindungi kamu dan keluarga ku.'

__ADS_1


Di kecup nya layar handphone yang masih terlihat wajah istrinya yang sedang tertidur. Selamat tidur sayang, mimpi indah ya. Muaachh.. panggilan pun terputus.


Keesokan harinya, Reni menemani Gita di rumahnya. Bersama Jessy pak Jaka dan Bu Siti. Gita merasa gelisah karena dari pagi suaminya tidak memberikan kabar nya.


Cuaca hari itu juga hujan lebat,serta angin yang sangat kencang. Banyak berita memberi kabar cuaca buruk hari itu. Apa lagi di kota Bandung angin bertiup sangat kencang.


Saat sore harinya, Lukman datang menjemput Reni yang sedang main di rumah Gita. Dan saat Gita sedang mengambil minuman, ada panggilan telpon masuk di handphone nya.


Tidak ada nama, hanya panggilan nomor tak di kenal. Gita pun tidak mengangkat panggilan telpon itu, namun nomor itu menghubungi Gita kembali. Akhirnya Gita pun mengangkat panggilan telpon tersebut.


"Ya hallo, iya benar saya Anggita. Iya saya istrinya pak Gilang Wijaya .?"


Praaang... Gelas pun terlepas dari tangan Gita. Semua nya pun melihat Gita menjatuhkan gelas langsung menghampiri Gita.


"Apa... Kecelakaan". Gita bicara dengan air mata yang terus mengalir. Tubuh Gita lemas, untung pak Jaka dan Reni berada di sampingnya. Dan memegangi tubuh Gita yang hampir ambruk.


"Gita .. " panggil dari pak Jaka dan Reni saat melihat Gita yang lemas.


Lukman pun Langsung mengambil handphone milik Gita,lalu Lukman yang bicara.


"Ya hallo.. Ada apa dengan Gilang. Apa... Kecelakaan... Di mana.?


Lukman mengkhawatirkan keadaan Gita di peluk oleh Reni dengan Isak tangis, yang terus memanggil nama suami nya..


Gita Mendengar kata kritis dari orang yang menghubungi nya. Gita pun langsung berteriak histeris." Mas Giilang....." Dan seketika pandangan Gita pun langsung gelap dan langsung tak sadarkan diri.


Bu Siti dan Jessy yang habis dari dalam kamar Jessy, mendengar Gita berteriak segera menghampiri. Dan terkejut melihat Gita yang tak sadarkan diri.


"Mamah..." Teriak Jessy dan langsung menangis. " Kakek, tanteh, om. Mamah kenapa.?"


"Ada apa yah, kenapa Gita sampai pingsan.?" Tanya Bu Siti yang memeluk tubuh Cucunya, yaitu Jessy.


Bu Ida dan pak Rohmat segera menghampiri majikan nya. Dan terlihat majikan nya tak sadarkan diri.


"Ada apa ini mas Lukman, kenapa neng Gita tak sadarkan diri.?" Tanya pak Rohmat.


Lukman pun memberi tahu informasi dari penelepon itu, tentang keadaan Gilang.


"Mas Gilang mengalami kecelakaan, di larikan ke rumah sakit xxx. Dan ke adaan mas Gilang kritis saat ini.


Semuanya pun yang mendengarnya merasa terkejut, terutama Jessy. Gadis kecil itu menangis, lalu Lukman pun memeluk keponakan nya itu. Lukman sendiri pun tak kuat mendengar nya,bahkan memberi tau ke semuanya terutama ke Jessy.

__ADS_1


"Papah..papah.. Jangan tinggal kan Jessy. Hiks .. hiks .. Jessy hanya punya papah, kalau papah pergi, Jessy dengan siapa.?" Teriak gadis kecil itu, membuat Lukman memeluknya dengan erat.


"Jessy sayang, dengerin om. Papah Jessy tidak apa-apa, yakin ya. Ada Allah yang selalu melindungi papah. Jessy tenang ya sayang, ada om di sini, Jessy peluk om ya. Kita berdoa semoga papah baik baik saja." Lukman memeluk keponakan kesayangan itu, agar tenang.


Lukman pun memberi kabar buruk itu ke Mamahnya untuk memberi tahu kepada pamannya.


Mamah Henny yang memang lagi main di rumah kakaknya, sangat terkejut dengan kabar yang di beri tau Lukman.


Mamah Henny pun memberi tahu tentang Gilang, pak Hendra dan bunda pun menangis. Yang mereka khawatir kan sekarang keadaan menantu dan cucunya, walaupun hati sangat sedih mendengar kabar tersebut.


Mereka pun berangkat kerumahnya Gilang dengan di antar kang Ujang.


Saat sampai di sana, pak Hendra melihat Gita yang di papah dengan Lukman dan pak Jaka masuk ke dalam mobil.


Pak Hendra segera menghampiri menantu itu.


"Ada apa dengan Gita.? Pak Jaka menantu saya kenapa itu.?" Pak Hendra khawatir melihat Gita yang memejamkan matanya.


"Gita syok mendengar suaminya kecelakaan, dan tak sadarkan diri. Saya takut terjadi sesuatu pada Gita, dari tadi tidak sadar sadar pak. Saya ingin membawanya ke rumah sakit."


Lalu pak Hendra melihat Cucunya memanggil namanya.


"Jessy, sini sayang sama opa yuk, ada Oma Juga."


"Jessy mau sama mamah". Tangis Jessy.


"Iya sayang, nanti kita sama mamah ya. Tapi Jessy naik sama Oma dan opa ya sayang." Pak Hendra menenangkan Cucunya. Jessy pun mengangguk.


Kini Jessy sudah berada di gendongan pak Hendra.


Lukman pun menghampiri Mamahnya.


" Mamah , kalian di rumah dulu ya. Besok pagi saja kalau mau kerumah sakit." Mamah Henny dan bunda pun mengangguk kan kepalanya.


Lalu Lukman kembali ke dalam mobil, dan mengendarai mobil nya keluar menuju rumah sakit.


Gue yakin mas Gilang baik baik aja. Gue yakin yang jadi korban itu bukan mas Gilang kakak sepupu gue. Ucap Lukman dalam batinnya.


Tiga puluh menit perjalanan dari rumah menuju rumah sakit, kini mereka pun sampai di rumah sakit T.


Gita pun kini sudah berada di dalam ruangan IGD bersama dengan dokter dan perawat. Lukman Reni dan kedua orang tua Gita menunggu di luar ruangan tersebut. Untuk mengetahui keadaan Gita.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2