
Setelah saling berbincang mereka pun menikmati makanan yang di masak oleh mamah Henny. Setelah makan siang mereka pun saling mengobrol, sampai menjelang sorenya seluruh keluarga Gilang pun pamitan untuk pulang. Dan hanya mamah Henny,Reni dan Lukman.
Saat malam harinya mereka semua sudah masuk kedalam kamarnya masing-masing. Terutama pasangan pengantin baru itu yang kini sudah masuk kedalam kamarnya dan siap siap untuk tidur..
Reni sudah was was saat berada di dalam kamarnya itu. Lukman paham yang di rasakan Reni. Saat Reni ingin turun dari tempat tidurnya, Lukman pun menahan tangan Reni dan menariknya.
"Mau kemana kamu sayang.?"
"Hehehe... Mau ambil minum sayang".
"Mau ngapain ambil minum, tuh aku udah bawain minumannya". Mata Lukman menunjuk ke arah meja terdapat seteko kecil. Memang kebiasaan Lukman suka membawa minum di teko kecil untuk di kamarnya.
"Sekarang kita mulai ya permainan baru kita, Kemarin kan ditunda.?" Lukman tersenyum nakal ke arah Reni.
Reni pun mengangguk kan kepalanya.
"Trimakasih sayang, kamu tenang gak akan sakit. Kita mulai nya pelan pelan saja ya.?" Lagi lagi Reni menganggukkan kepalanya. Dan Lukman pun tersenyum melihat jawaban istrinya.
Lukman mematikan lampu kamarnya, lalu menyalakan lampu tidur nya.
Lukman menci*n kening, dua mata, hidung,dan bibir ranum Reni. Lukman melakukan nya dengan lembut Hinga Reni pun terbuai akan permainan nya itu. Lukman pun tersenyum melihat Reni mengikuti permainannya. Lalu Lukman melanjutkan permainan ketahap kedua, menjelajahi di setiap yang Lukman sukai. Membuat stempel di setiap area yang Lukman sukai. Sampai Lukman melewati lembah dan melewati bukit di tempat itulah Lukman menjadi sosok yang liar. Hingga Lukman melanjutkan ke permainan selanjutnya yang membuat Lukman penasaran karena sangat sulit untuk di masuki ke gawang .
Hingga permainan mereka pun berlanjut sampai permainan ke ronde ke dua, dan bahkan sampai ke tiga kalinya. Barulah Lukman memasuki gawang dan memenangkan. Bahkan Lukman membuat Reni kelelahan dan terasa nyeri di bagian yang sulit author jelasin. Bahkan Lukman pun sengaja melakukan pinalti agar bebas memasukan ke gawang nya. Sampai keringat pun basah ditumbuh mereka akibat pertandingan malam mereka.
Sampai saat Lukman ingin meminta melakukan permainan nya kembali, Reni pun sudah menyerah. Ya seperti yang author tulis, sulit untuk di jelaskan, author takut khilaf kalau nulisnya wkwkwkw...
Lukman pun merasa tak tega dengan istrinya yang merasa kelelahan. Dan Lukman pun membantu Reni masuk kedalam tandas,untuk membersihkan diri. Lalu Lukman kembali ke luar, dan Lukman melihat ada bercak darah segar di seprai mereka. Lukman pun tersenyum lalu membantu melepaskan seprainya, dan mengganti seprainya dengan yang baru.
Dan saat Reni keluar dari dalam tandas, Reni melihat kamar nya sudah rapih dan bersih. Tidak berantakan seperti tadi, yang berantakan seperti kapal pecah. Saat Reni akan berjalan menuju tempat tidurnya, Lukman menghampiri Reni. Lalu Lukman memberikan kecupan di kening istrinya itu, cukup lama.
__ADS_1
"Trimakasih sayang, kamu sudah menjaga yang seharusnya kamu jaga untukku. Maaf aku sempat meragukan kamu saat itu, sekali lagi maaf ya. I Love you Reni." Lukman langsung memeluk tubuh istrinya." Sekarang kamu istirahat ya, sudah malam. Aku mau bersih bersih badan dulu, nanti aku nyusul untuk tidur.." Reni pun mengangguk kan kepalanya lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur, tak butuh waktu lama Reni pun tertidur.
Keesokan paginya Reni membantu mamah Henny yang sedang berada di dapur. Tanpa sadar Reni mengikat rambut, dan mama Henny melihat di bagian leher Reni ada warna merah. Mamah Henny senyum senyum saat melihatnya, Reni pun tak sadar akan hal itu.
Saat Lukman ke luar kamar, dan ternyata istrinya sedang membantu mamah Henny. Lukman pun tersenyum dan menghampiri istrinya,dan Mamahnya.
"Assalamualaikum wanita wanita kesayangan Lukman. Muuaaacch.. muuaaacch...." Kata Lukman yang mencium pipi Mamahnya dan mencium pipi istrinya. Saat Lukman melihat Reni yang rambutnya terikat dan terlihat lehernya berwarna merah. Lukman langsung melepaskan jepitan rambut Reni, dan di biarkan rambutnya tergerai.
Lukman membawa Reni mundur beberapa langkah, dan berbisik." Jangan di jepit rambut kamu, leher kamu banyak tanda merah nya sayang." Mata Reni melotot. Reni langsung menoleh ke arah suaminya yang tersenyum, seperti tak punya dosa.
Senyum senyum aja si Abang Lukman , ini kan ulah kamu Man, Reni di bikinin stempel di bagian itu. Ckckck.....
Sedangkan mamah Henny hanya tersenyum melihat sepasang pengantin baru itu. Namun karena takut menantu nya malu mamah Henny hanya bisa menahan senyumnya.
*****
Balik ke Gita yuk...
Setelah acara pengajian selesai lalu Jessy mengajak anak panti untuk ikutan acara ulangtahun ya. Dengan hiburan yang di berikan oleh Gita sebagai Mamahnya Jessy. Serta bernyanyi bersama-sama yang di bantu oleh Reni, dan pemberian Snack yang di bantu oleh Hilda Lukman dan Gilang.
Tak lupa Gilang memberikan bingkisan hadiah tambahan untuk anak anak panti. Bentuk rasa syukur dari Gilang karena dirinya sudah memiliki keluarga yang lengkap.
Setelah acara ulang tahun Jessy selesai, kini Jessy mendapatkan hadiah dari Oma opa, dan kakek neneknya. Tak lupa dari om dan tanteh nya pun juga memberikan kado untuk Jessy.
Jessy sekarang merasa senang karena mempunyai keluarga yang banyak. Tidak seperti kemarin hanya Oma opa dan om Lukman saja, yang menemani hari harinya, dan hari ulang tahunnya.
Saat malam harinya Jessy ingin minta ditemani tidur oleh papah dan mamah nya." Mah,pah. Aku ingin hadiah dari mamah dan papah deh.?"
"Hadiah apa sayang, kan tadi mamah sudah kasih hadiah ke kamu. Dan papah juga sudah kasih hadiah ke kamu. Memang Jessy ingin hadiah apa sih, heeem....?" Kata Gilang dengan menoel hidung Jessy.
__ADS_1
" Memangnya anak cantik ini ingin minta hadiah apa sih dari mamah dan papah .?" Tanya Gita yang ikut menimpali pembicaraan antara anak dan orang tua.
Jessy nampak berpikir." Eemmm... Jessy ingin punya adik mah, pah. Agar Jessy punya teman bermain di rumah. Kapan di perut mamah ini ada baby nya mah.? Jessy gak sabar ingin punya adik bayi, Seperti Desi teman Jessy mah. Dia punya adik bayi lucu deh, Jessy juga ingin punya adik mah, pah."
Senyuman Gita yang indah perlahan memudar mendengar permintaan Jessy, yang menginginkan adik bayi. Gita merasa sedih karena itu yang Gita inginkan selama menikah dengan Gilang.
Gilang dapat melihat raut wajah dari istrinya yang menjadi mendung seketika.
" Jessy anak papah yang pintar. Kalau urusan Jessy ingin adik bayi, itu tunggu di kasih sama Allah. Mangkanya Jessy jangan berhenti berdoa agar di perut mamah Gita ada baby nya ya". Kata Gilang yang menyentuh perut Gita, dan Gita pun tersenyum melihat wajah suaminya yang memberikan senyuman kepada nya.
"Baik pah, Jessy akan berdoa kepada Allah. Agar di perut mamah ini ada Dede bayi untuk Jessy." Jessy pun juga ikut menyentuh perut Gita.
"Amin ... Trimakasih sayang". Kata Gita yang mencium pipi Jessy anak sambung nya.
Cukup lama Gita dan Gilang menemani Jessy hingga gadis itu tertidur pulas. Saat Jessy terlelap cukup lama barulah Gita dan Gilang meninggalkan Jessy dan kembali ke kamarnya.
Saat berada di kamarnya, Gita kembali murung melihat kalender kecil yang berada di samping tempat tidurnya..
" Kamu kenapa sayang Hem..?" Gilang berada di samping Gita.
Gita menggelengkan kepalanya, dan memaksa untuk tersenyum." Gak apa-apa mas".
"Jangan bohong, pasti kamu memikirkan permintaan Jessy yang tadi ya.?" Gita pun mengangguk." Jangan di masukin ke hati, permintaan Jessy. Anak itu rezeki dan titipan Allah. Jadi kita harus sabar dan terus berusaha sampai titipan itu datang ke kita. Kamu tau itu kan, kita hanya bisa bersabar. Kalau Allah belum memberikannya, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita hanya berusaha saja Git, Lagian pernikahan kita baru berjalan tiga bulan. Jangan memikirkan masalah ini terlalu lama ya, aku gak ingin kamu sakit Git. Karena memikirkan masalah anak, karena anak itu titipan". Gita pun mengangguk mendengar ucapan suami, lalu Gita pun menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya. Gilang pun dengan lembut membelai rambut istrinya.
Bersambung.....
**Assalamualaikum..... teman teman semuanya. karena besok sudah bulan suci Ramadhan, author mohon maaf ya. kalau author suka. bikin kezzeeelll kalian mungkin dari tulisan author, atau mungkin karena author telat update nya. hihihihi.....πππ
Dan semoga kita di berikan kesehatan agar dapat menjalankan ibadah puasa. Pokoknya doa author semoga kita di berikan kesehatan dan dapat di pertemukan kembali di hariΒ² dan bulanΒ² berikutnya. Aamiiin....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya π, dan komentar yang positif ya. Agar author semangat buat bikin alur cerita nya yang menarik buat kalian. Sekali lagi terimakasih yang sudah membaca cerita kisah cinta Anggita dan Gilang ini. Beribu-ribu terimakasih author ucapkan buat kalian. ππππππ€**