
Setelah musik dari permainan itu pun habis, keluar lah tiket kertas dari permainan itu. Untuk ditukar kan dengan sesuatu dengan jumlah yang sama.
Setelah semuanya kertas itu terkumpul lalu mereka menukar nya dengan barang.
Dan ternyata Jessy mendapatkan boneka kelinci yang lucu, dan cukup besar. Karena kertas yang Jessy dapatkan cukup banyak, dan Jessy pun begitu senang mendapatkan hadiah nya.
Kini mereka pun meninggalkan tempat permainan itu.
"Pah,aku haus dan lapar. Kita makan dulu yuk". Rengek Jessy ke papahnya.
Gilang pun mengangguk menuruti permintaan Jessy." Gita, Reni, kalian ikut juga ya. Kita makan dulu, pasti kalian lapar karena main sama Jessy tadi". Ucap Gilang yang menawarkan untuk makan bersama nya.
Gita dan Reni saling memandang, lalu mengangguk.
"Saya gak di ajak mas, Hanya Reni dan Gita saja nih.?" Lukman berlaga cemberut.
Gilang berdecak karena jengah melihat Lukman yang lebay." Kamu kan memang pergi sama saya man, ngapain pake nawarin kamu. Jangan lebay man, lagian kamu juga punya duit sendiri kan, masih aja pengen di bayarin orang". Celetuk Gilang, dan meninggalkan Lukman dan dua gadis itu.
Lalu Reni dan Gita menahan tawanya, mendengar Lukman di marahin Gilang.
Lalu Lukman melototi Reni dan Gita, tapi tak di hiraukan mereka. Justru mereka malah meninggalkan Lukman seorang diri, dan Lukman pun menyusul nya.
Di saat mereka sedang berjalan, mereka melihat dengan seseorang laki laki yang mereka kenal.
Dan laki laki itu sedang Berada di depan toko hijab. Laki laki itu memanggil nama Reni dan Gita.
"Gita". Laki laki itu lalu menatap wajah Gita,lalu Gita pun tersenyum kecil kearahnya. Lalu laki laki itu melihat kearah Reni lalu menyapa nya." Reni, mas Lukman, halo gadis kecil, dan pak Gilang." Mereka pun tersenyum ke arah laki laki itu.
"Elo di sini juga Ndi.?" Tanya Reni, dan di angguki oleh Andi. Ya laki laki itu adalah Andi ,ia sedang menemani istrinya yang sedang memilih milih hijab.
"Iya Ren, gue lagi nemenin istri gue belanja hijab". Gita melengos ke arah lain saat mendengar Andi menyebutkan nama istri.
__ADS_1
Gita masih merasa kan sesak sat mendengar. Andi, Reni dan Lukman dapat melihat Gita yang menoleh kearah lain. Begitu pun juga Gilang yang mengamati gerak-gerik Gita, saat bertemu Andi.
Begitu pun juga Andi Sangat berat menyebutkan nama istrinya di dekat Gita.
Lalu Gita melihat ada seorang gadis cantik, yang berhijab. Berkulit putih, berhidung mancung, dengan bulu mata yang lentik,dan senyuman yang cantik. Menghampiri Andi dan tersenyum kearah Andi.
"Siapa mas, teman teman kamu semua ya.?" Tanya gadis itu dengan memanggil Andi dengan sebutan mas.
Dan itu semakin membuat Gita merasakan sesak di dadanya. Gita mengepalkan tangannya dengan sangat kuat, dan untuk biasa biasa saja di hadapan Andi dan istrinya.
"Iya Ica, ini teman mas. Ini Reni, ini mas Lukman, ini Gita". Dan saat mendengar nama Gita, raut wajah Ica sedikit terkejut. Ica hanya melihat wajah Gita dengan wajah bersalah." Dan ini pak Gilang, dan gadis cantik ini anaknya pak Gilang. Dan nama nya siapa ya, om lupa maaf ya sayang". Andi melajukan mengenal kan Andi dan Jessy.
"Nama aku Jessy om, ini siapa om.?" Tanya balik Jessy.
"Sayang tanteh ini, istrinya om Andi". Jawab Reni.
"Ow istri nya om Andi, cantik ya". Jessy memuji istrinya Andi.
"Tapi bukannya om Andi itu, pacarnya mmmmpphh..". Mulut Jessy segera di tutup oleh Lukman agar tidak semakin panjang pertanyaan Jessy.
Lukman hanya tersenyum ke arah istrinya Andi." Maaf ya kadang anak kecil suka ngomong asal". Lukman tersenyum canggung. Lalu Jessy di berikan ke Gilang agar menggendong dan menutup mulut anak nya itu.
Andi dan Ica pun tersenyum Canggung apa lagi melihat Gita yang memandang arah lain. Dan Lukman merasa suasana sudah tidak nyaman, akhirnya Lukman pun untuk melanjutkan jalannya kembali.
"Maaf ya Ndi, kita duluan ya. Soalnya Jessy tadi katanya lapar,ya kan Reni".ucap Lukman menyenggol lengan Reni.
"Iya Ndi, kalau begitu kiat duluan ya."ucap Reni, dan di angguki oleh Andi dan Ica istrinya.
Akhirnya mereka pun melanjutkan jalannya kembali, namun di saat sudah berapa langkah Gita berhenti." Maaf aku mau ke toilet dulu ya, kalian duluan saja. Nanti aku susul , kalian nanti chat aku aja Permisi". Gita pun langsung meninggalkan semua nya , tanpa mendengar jawaban dari Reni,Lukman dan Gilang.
Gita berjalan sangat cepat mencari letak toilet. Setelah sampai Gita masuk kedalam toilet,yang kebetulan toilet itu kosong.
__ADS_1
Gita pun masuk kedalam toilet lalu mengunci pintunya, di dalam Gita menutup mulutnya dengan tangan nya sendiri. Di dalam toilet pun air mata yang Gita tahan akhirnya keluar juga. Karena merasakan sesak di dadanya, saat mendengar gadis itu memanggil Andi dengan sebutan mas.
Padahal dirinya selalu berusaha untuk melupakan semuanya, tapi nyatanya tidak bisa. Semakin dia berusaha tapi semakin sulit untuk di lupakan.
" Kenapa si harus seperti ini kenapa. Kenapa dada ini begitu terasa sesak, saat melihat Andi dengan dia. Terus aku harus bagaimana ya tuhan, aku harus bisa ikhlasin Andi dengan istrinya itu". Gita berucap dalam hatinya. Hanya terdengar suara Isak tangis nya saja dari Gita. Sambil memukul dadanya, Gita terus menangis sampai benar benar Gita merasakan lega.
Cukup lama Gita berada di dalam toilet, setelah cukup tenang Gita pun mencuci muka nya. Agar terlihat segar, walaupun masih terlihat hidung memerah,dan mata sembabnya.
Gita tersenyum di depan kaca, melihatnya wajahnya sendiri. Setelah cukup tenang Gita pun keluar dari toilet. Namun saat Gita ingin berjalan ,ada tangan yang menarik lengannya. Gita pun terkejut saat seseorang memegang lengannya, dan membawa Gita ke tempat yang sepi.
Gita membelalakkan matanya saat yang menarik lengannya adalah Andi.
"Andi kamu ngapain di sini, lepasin tangan kamu dari aku". Gita sedikit berontak melepaskan tangannya dari tangan Andi. Namun gagal Andi memegang nya begitu kencang.
Andi menatap wajah Gita,dengan tatapan sendunya. Lalu Andi tiba tiba memeluk Gita dengan begitu erat, Gita lebih terkejut. " Ndi lepas jangan kaya gini Ndi". Gita mencoba berontak sekuat tenaga.
Dan Andi pun melepaskan pelukannya dari Gita. Andi melihat mata Gita yang sembab, seperti habis menangis.
" Aku minta maaf Git,sudah buat kamu seperti ini".
"Nggak ada yang perlu di maafkan, semuanya sudah terjadi. Sekarang kamu pergi temui istri kamu, aku mohon".
"Nggak mau, aku justru kesini menyusul kamu, karena melihat kamu pergi meninggalkan Reni". Ucap Andi keras kepala.
"Yasudah aku yang pergi". Gita pun berjalan meninggalkan Andi, namun Andi menahannya. Andi menarik tangan Gita dan memegang tangan Gita dengan erat.
"Ndi lepasin tangan aku, sakit Ndi. Jangan kaya gini Ndi, kalau istri kamu liat aku nggak enak ndi". Gita berusaha menggerakkan tangannya agar terlepas. Namun gagal, Gita berharap ada yang datang dan menolong dirinya dari Andi.
Saat Andi sedang berusaha menjelaskan semuanya, Tapi Gita hanya memejamkan matanya dan telinga nya. Saat Andi bicara, karena Gita tak mau melihat dan mendengarkan apa yang Andi ucapkan. Tiba tiba pintu terbuka, dan ada seseorang yang membuka pintu ruangan itu. Dan saat Gita melihat ternyata seorang pria yang Gita kenal, dan Gita pun tersenyum kearahnya.
" Mas Gilang". Nama yang keluar dari mulut Gita, dan Andi terkejut Gita memanggil dengan sebutan itu.
__ADS_1