
Lalu Gilang pun melanjutkan memijat kaki istri nya kembali. Dan Gita pun menikmati pijatan di kaki nya itu.
Namun bukan Gilang namanya Kalau tidak mencari kesempatan dalam kesempitan. Dan pijatan pun Berubah menjadi olahraga malam, yang dilakukan di bawah selimut.
****
Kini usia kandungan Gita sudah memasuki 34 Minggu. Kini mereka sudah tinggal di kediaman nya pak Hendra.
Gilang sengaja mengajak anak dan istrinya untuk tinggal di sana, karena saat Gilang bekerja istrinya ada yang menemani nya. Walaupun di rumah ada Jessy, Abi,dan Bu Ida. Namun Gilang lebih merasa tenang jika istrinya tinggal bersama orang tuanya.
Kini Gilang dan Lukman sedang di pabrik. Dan Gita pun kini sedang menunggu Jessy di sekolah, karena Jessy pulang lebih awal. Sedangkan Abi karena dia sudah memasuki sekolah SMP, Abi pulang nya lebih siang.
Saat Gita dan Jessy sudah berada di dalam mobil, dan di saat mobilnya mulai melaju. Tiba-tiba Jessy melihat tukang balon den Jessy pun meminta di belikan balon tersebut.
"Mah aku minta balon itu.?" Tunjuk Jessy, dan merengek. Lalu Gita pun menoleh yang Jessy tunjuk.
"Kamu mau balon sayang.?" Jessy pun mengangguk." Kang ujang berhenti sebentar ya. Jessy ingin di belikan balon itu." Kang Ujang pun mengangguk.
Dan kang Ujang pun memberhentikan mobilnya di sebrang jalan." Biar saya aja non yang belikan balon nya, non Gita dan neng Jessy di mobil saja". Pinta kang Ujang.
"Tidak usah kang, biar saya saja dan Jessy yang kesitu. Kang Ujang tunggu sini aja, gak lama ko". Jawab Gita dan kang Ujang pun mengangguk, walaupun sebenarnya merasa keberatan dengan permintaan majikan nya itu.
Kini Gita dan Jessy pun keluar dari mobilnya, dan menyebrang jalan menujuk penjual balon. Jessy memilih balon yang dia sukai, dan setelah itu Gita pun membayar balon nya.
Setelah membayar Gita dan Jessy kembali menuju mobil. Namun saat Gita dan Jessy ingin menyebrang, tiba tiba ada sebuah mobil melaju kendaraan dengan saat kencang.
Kang Ujang yang melihat mobil itu melaju dengan kencang berteriak."Awas non Gita ada mobil..." Teriak kang Ujang dan segera keluar dari mobil.
Namun sudah telat, saat Gita mendengar panggilan kang Ujang. Gita pun menoleh benar saja, Tepat saat Gita dan Jessy berada di tengah-tengah jalan. Ada mobil yang melaju kendaraannya dengan sangat Cepat. Gita pun membelalakkan matanya.
" Maaaasss Gilang....." Teriak Gita.
"Papah......" Teriak Jessy.
__ADS_1
Bbbrraaakkk..... Gita dan Jessy pun akhirnya tertabrak mobil tersebut. Jessy dan Gita pun sudah tersungkur di jalan dengan bersimbah darah. Kang Ujang pun sangat terkejut melihat majikan dan anak nya sudah terkapar di tanah.
Sedangkan mobil yang menabraknya itu sudah melarikan diri. Kang Ujang dengan cepat memfoto plat nomor kendaraan tersebut. Lalu baru lah menolong Gita dan Jessy dengan di bantu oleh penjual balon dan warga setempat. Gita dan Jessy di masukan ke dalam mobil dan di larikan ke ruang mah sakit terdekat.
Karena kondisi majikan nya sudah sangat parah, tubuh dan kaki nya sudah berlumuran darah. Bahkan sudah tak sadarkan diri.
Sedangkan Gilang yang sedang berada di pabrik merasa dirinya sangat gelisah. Dan saat Gilang ingin mengambil minum, gelas pun terjatuh kelantai. Dan saat Gilang ingin membersihkan pecahan gelasnya dua jari terkena pecahan gelas.
"Sudah mas, biar nanti aku saja yang bersihkan. Itu tangan mas Gilang berdarah." Lukman menahan Gilang untuk membersihkan pecahan gelasnya.
"Kenapa ya Man, perasaan saya tiba tiba merasa tidak enak. Dada saya ko berdetak sangat cepat ya. Ada apa ini, kenapa saya memikirkan istri dan anak saya ya.?"
"Mas Jangan berpikiran yang tidak-tidak, mungkin ini hanya perasaan mas saja." Lukman menenangkan Gilang." Coba mas hubungi orang rumah, tanya Gita sedang apa.?" Gilang pun mengangguk.
Lalu Gilang pun menghubungi Gita, namun tak di angkat. Lalu Gilang menghubungi bunda Yuni.
"Assalamualaikum Bun".
"Waalaikumsallam, ada apa Lang.?"
"Ow bunda baru keluar rumah ini lagi di minimarket sedang membeli sesuatu. Tadi Gita kan ke sekolah Jessy Lang, sekarang belum balik. Coba kamu telpon kang Ujang, soalnya tadi kang Ujang bunda suruh jemput mereka."
" Ow begitu Bu, baik lah aku telpon kang Ujang dulu ya Bun. Trimakasih, assalamualaikum...."
"Waalaikumsallam..."
Tut... Panggilan pun terputus.
Saat Gilang ingin menghubungi kang Ujang, ternyata kang Ujang menghubungi Gilang lebih dulu.
" Kang Ujang, pas banget baru ingin menelponnya." Gilang pun segera mengangkat panggilan telpon kang Ujang.
"Assalamualaikum den Gilang..."
__ADS_1
"Waalaikumsallam... Kang kata bunda, akang lagi jemput istri saya.?"
"Iya den, maaf den sebelumnya. Kang Ujang ingin memberikan kabar, tapi sebelumnya kang Ujang minta maaf..." Terdengar suara kang Ujang di sebrang dengan suara gemetar.
"Iya kang, ada apa. Kabar apa, kenapa kang Ujang gemetar suaranya.?" Gilang sudah mulai khawatir dengan nada suara kang Ujang.
"Ini den, non Gita dan neng Jessy. E... e. Ke.. kecelakaan den. Non Gita dan neng Jessy tertabrak mobil, dan sekarang kang Ujang di rumah sakit He****a. " Dengan suara gemetar kang Ujang berusaha menyampai kabar buruk tersebut.
Sedangkan Gilang yang mendengarnya bagaikan tersambar petir, dan terasa dicambuk seluruh tubuhnya mendengar kabar anak dan istrinya tersebut. Kalau mereka mengalami kecelakaan, kaki Gilang terasa lemas. Tidak bisa menahannya dengan kuat, untung ada Lukman. Yang memegangi tangan Gilang.
"Ada apa mas.?"
"Man benar firasat saya, ada sesuatu yang menimpa anak dan istrinya saya. Mereka mengalami kecelakaan, tertabrak mobil." Mata Gilang sudah memerah, bahkan sudah basah.
Dan air mata pun berhasil mengalir, karena gila h sudah tidak bisa menahannya saat mendengar anak dan istrinya mengalami kecelakaan.
"Inalillahi wa innailaihi rojiun." Gumam Lukman." Mas yang sabar mas, kita berdoa semoga Gita dan Jessy tidak kenapa-kenapa". Lukman mencoba menenangkan Gilang.
"Saya tidak ingin terulang kembali, kejadian Monica Man. Saya tidak ingin Gita mengalami hal yang sama. Kunci mobil saya, saya ingin kerumah sakit melihat istri dan anak saya".
"Gita berdoa semoga Gita dan kandungan nya selamat, Begitu pun juga Jessy. Kita hanya bisa berdoa mas, semoga mereka tidak kenapa-kenapa. Ayo aku antar mas, kota kerumah sakit, melihat ke adaan Gita dan Jessy." Gilang pun mengangguk.
Gilang berjalan dengan cepat menuju mobilnya. Begitu pun juga Lukman yang menemani kakak sepupunya itu. Lukman merasa prihatin dengan kondisi Gilang sekarang.
"Ya Allah selamatkan Gita, Jessy dan anak ku yang berada di kandungan istri hamba. Jangan kau ambil kembali istri ku, sungguh aku tak kan mampu. Selamat kan lah dia, selamat kan lah kedua anakku." Doa Gilang dalam hati.
"Ya Allah selamatkan Gita, ia wanita baik. Jangan kau ambil dia. Dengarkan segala doa mas Gilang, hamba hanya bisa memohon kepadamu ya Robb." Doa Lukman dalam hati.
Lukman sendiri juga panik dan khawatir mendengar Gita dan Jessy mengalami kecelakaan..
bersambung.
***Assalamualaikum .....
__ADS_1
Hai hai semua, Minal Aidin walfa idzin ya, mohon maaf lahir batin.πππππ***
... Trimakasih ya yang sudah mampir dan membaca cerita ku ini. tanpa kalian aku apa atuh... hihihi...ππππ. Tak bosen juga nih author ingetin, jangan lupa tinggalkan jejak kalianπ dan komentar nya yang positif ya..πππ...