Cinta Anggita

Cinta Anggita
Jawaban Gita


__ADS_3

Kini Gita hanya seorang diri yang duduk di sebuah kursi kaya dan terdapat meja bundar di depannya. Saat Gita sedang melihat hape nya,tiba tiba terdengar suara seseorang yang berdehem di Dekat nya. Dan Gita pun menoleh,dan saat Gita menoleh ternyata orang itu adalah Gilang. Seorang atasan, yang telah mengungkapkan perasaan nya kepadanya, dan telah menyelamatkan dirinya saat tenggelam kemarin.


Gilang tersenyum kearah Gita, dan Gita pun membalas senyuman nya. Kini jantungnya kembali berdegup sangat cepat, saat melihat pria itu kini di hadapannya.


"Sendirian aja Git, Reni kemana .?" Tanya Gilang yang ikut duduk di samping Gita.


Gita tersenyum." Biasa dia jalan berdua, dia juga punya privasi ,jadi aku maklum lah." Gilang mengangguk kan kepalanya.


"Eeemm... Mas Gilang Trimakasih ya,kemarin udah selamatkan aku. Kalau gak ada mas Gilang mungkin aku udah.."


Belum selesai ngomong Gilang sudah memotong ucapan Gita." Jangan lanjutkan, saya tidak suka kamu bicara seperti itu". Gilang melihat Gita, dan Gita hanya mengangguk kan kepalanya." Git kamu tau saat kamu kemarin tak sadarkan diri, apa yang saya rasakan.?"


Gita melihat Gilang,yang sedang melihat dirinya. Dan Gita menggeleng kan kepalanya.


" Yang saya rasakan saat itu, saya panik dan ada rasa takut pada diri saya. Sampai kamu kenapa kenapa saat tenggelam kemarin." Ucap Gilang kembali." Dan yang pernah saya ucapkan ke kamu itu, sebenarnya itu jujur.


Gita hanya diam dan hanya memperhatikan Gilang yang sedang bicara. " Git, saya tidak bisa menahan terlalu lama. Saya akan meminta jawaban kamu sekarang. Git, kamu tau kenapa saya bilang kalau Saya ingin kamu menjadi milik saya, mungkin kesannya terlalu memaksakan. Tapi saya hanya ingin jujur dengan kata hati saya saja Git". Gita masih diam,belum memberikan jawaban.


Gilang menghembuskan nafasnya dengan berat, lalu tersenyum kecut.


" Saya tau diam nya kamu itu adalah jawaban nya, kalau kamu menolak saya. Harusnya saya sadar dengan setatus saya ini, maaf ya Git, lupakan aja yang pernah saya ucapkan. Anggap saja saya tidak pernah bicara apapun ke kamu, kalau begitu saya permisi ya."


Lalu Gilang pun bangun dari duduknya,dan mencoba meninggalkan Gita yang duduk sendiri.


"Tapi aku tidak pernah menilai setatus mas Gilang apa". Kata Gita dengan nada sedikit kencang. Membuat Gilang mengurungkan, niatnya untuk meninggalkan Gita karena mendengar ucapan Gita.


Gilang masih membelakangi Gita, dan terlihat bibir Gilang sedikit melengkung seperti perahu." Maksud kamu.?"


"Aku tidak pernah menilai suatu hubungan dengan setatus nya. Aku hanya tidak mau di nilai terlalu berani, memiliki rasa kepada atasanku sendiri. Walaupun sebenarnya aku merasa nyaman, setiap kali dekat dengan pak Gilang ." Wajah Gita menunduk, tak berani menatap wajah Gilang yang kini sudah di dekat nya." Dan jujur aku cuma tidak ingin, kalau nanti aku di nilai hanya ingin menjadikan bapak pelarian aku aja. Aku cuma takut seperti itu saja, dan aku sadar aku hanya karyawan pabrik biasa. Tidak pantas memiliki hubungan dengan orang pemilik tempat aku kerja". Gita masih menggenggam ujung baju dengan tangannya.

__ADS_1


"Sudah bicara nya.?" Tanya Gilang yang tersenyum melihat Gita yang masih menunduk. Gilang mendekat dan di hadapan Gita, Lalu Gilang mengangkat dagu Gita dengan tangannya.


" Gita, saya tidak peduli dengan ucapan orang lain. Yang saya peduli kan kita sama-sama menjalani hubungan itu dengan nyaman. Tidak ada kata keterpaksaan,atau pemaksaan. Ya walaupun kemarin saya sedikit memaksa kamu sih, tapi saya senang dengan jawaban kamu sekarang. Kamu tidak terpaksa kan memberikan jawaban kamu ini, karena saya tidak mau Git, kalau ada keterpaksaan dari kamu.?" Tanya Gilang sekali lagi.


Gita pun menggelengkan kepalanya.


" Tidak ada terpaksa, aku memang merasakan nyaman stiap kali dekat dengan pak Gilang,dan... Dan setiap kali dekat dengan bapak, jantung saya seperti orang yang sedang lari maraton, sangat cepat". Jawab Gita dengan jujur


Gilang tersenyum kearah Gita, dan merasakan lega pada dadanya. Gilang menyentuh tangan Gita, dan menggenggam nya.


" Trimakasih ya,atas jawaban yang sudah kamu berikan. Dan memang ini jawaban yang saya inginkan dari kamu." Ucap Gilang, dan Gita pun mengangguk. Tiba-tiba Gilang mendarat kan kecupan di kening Gita, membuat Gita diam dan terkejut, karena mendapatkan kecupan itu dari pria di hadapannya itu.


POV Gita


Sekian kali menjalin hubungan dengan orang pria, entah di bohongi,LDR, dan di tinggal nikah. Sedih rasanya, sebenarnya aku lelah, namun aku tak boleh putus asa, karena ku yakin Tuhan akan mengirimkan jodoh terbaik untukku nanti.


Berkali-kali dia selalu bisa membuatku nyaman, melindungi, bahkan menyelamatkan diriku. Dan bahkan dia mengatakan isi hatinya, di saat hatiku hancur. Dan dia juga yang sudah membuat hatiku kembali utuh, dan kembali bergetar di saat bersama nya.


Ya Allah jika mungkin pria ini, yang akan menjadi pendampingku. Dan Jika memang dia yang kau berikan untukku, aku terima Terima ya Allah. Semoga dia pria yang baik untuk ku, yang akan menjadi jodoh ku, dan imam ku.


POV end


****


Gilang melihat Gita yang melamun. Gilang menggerakkan tangan nya di depan Gita, dan Gita pun tersadar dari lamunannya.


" Aaahh .. Iya kenapa.?" Tanya Gita.


Gilang hanya tersenyum." Saya yang harusnya bertanya, kamu kenapa Hem.. Git, saya minta kamu jangan panggil saya pak Gilang ya. Panggil saya mas, saya lebih suka itu".

__ADS_1


Gita membelalakkan matanya." Aaah.. Iii iya mas, mas Giiilaang." Gita sedikit terbata bata, saat memanggil nama mas Gilang.


Gilang tersenyum." Mungkin Gita masih canggung buat memanggil panggil itu, tapi nanti akan terbiasa". Kata Gilang batinnya.


Gilang menggenggam tangan Gita." Yuk kita kesana, sama Jessy.?" Gita mengangguk, dan mereka berjalan berdua. Dengan Gilang menggenggam tangan Gita.


Dan di saat itu, Reni dan Lukman melihat pemandangan itu." Mas liat itu, Gita dan mas Gilang.?" Ucap Reni menunjuk ke arah Gita dan Gilang , sedang bergandengan tangan.


"Woow.. Mas Gilang bergerak lebih cepat ternyata, keren punya kakak sepupu seperti itu. " Lukman merasa kagum dengan Gilang.


"Iya mas Gilang bergerak lebih cepat. Keren banget ya mas Gilang itu". Reni sengaja mengagumi Gilang di depan Lukman.


Lukman menatap Reni dengan tatapan tajam.


" Maksud kamu apa bicara seperti itu ke aku. Kamu suka sama mas Gilang ha.. Inget aku adik sepupu nya, bisa bisanya kamu kagum saka kakak aku".


"Yailah, cemburuan banget si kamu mas. Aku kan muji begitu karena aku senang, Gita beruntung di perlakukan manis kaya gitu sama mas Gilang. Begitu aja cemburu". Reni memanyunkan bibirnya.


Lukman yang merasa gemas dengan tingkah Reni, Lukman pun langsung mengecup bibir Reni.


Cup... Kecupan yang sekilas, berhasil membuat Reni diam seperti patung. Lagi lagi, Lukman di buat gemas dengan Reni yang diam mematung, membuat Lukman semakin nekat mengecupnya kembali.


Reni langsung menutup mulutnya, dengan tangannya. Lukman terkekeh melihat Reni yang seperti itu." Yank, kalau seperti ini. Aku ingin mempercepat pernikahan kita, Kamu itu semakin menggemaskan untuk aku". Kata Lukman, yang menggandeng tangan Reni.


" Yuk kita kumpul sama yang lain.!"


Reni pun mengangguk, dan akhirnya mereka menyusul Gita dan Gilang. Berkumpul dengan keluarga, dan teman-temannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2