Cinta Anggita

Cinta Anggita
Mas Gilang


__ADS_3

Dan akhirnya mereka pun meninggalkan tempat permainan ice skating nya. Dan pergi untuk mencari restauran untuk mereka makan.


Jessy merasa bahagia karena dia bisa menikmati permainan bersama papahnya di tambah ada Gita yang ikut main juga.


Sepanjang jalan Jessy bergandengan tangan dengan papahnya dan Gita, seakan akan mereka keluarga kecil yang Bahagia.


Kini Gilang ,Gita dan Jessy sudah menikmati makanannya. Namun saat itu tiba tiba datang seorang gadis cantik menghampiri Gilang." Hai elang, hai cantik." Jessy yang melihat ada seorang wanita yang tak di kenal menghampiri dirinya.


"Tanteh siapa?" Jessy menujuk kan wajah tak suka.


"Nama tanteh Laura, nama kamu siapa cantik?" Dengan senyum di buat semanis mungkin.


"Tanteh tadi memanggil papah ku siapa?"


"Elang sayang".


"Tapi maaf tanteh, nama papah aku bukan Elang. Sepertinya tanteh salah orang deh." Jawab Jessy dengan jutek, dan gadis itu terlihat sangat geram dengan Jessy. Dan Gita dapat melihat itu dari raut wajah gadis yang bernama Laura.


"Hai Elang akhirnya kita bertemu lagi, kata nya kalau kita bertemu seseorang lebih dari sekali tanda nya kita jodoh." Gadis itu tiba-tiba duduk di samping Gilang ,dan Gilang pun merasa jengah duduk bersebelahan dengan gadis seperti Laura.


Pppuuuuffff ... Gita menahan tawanya, dengan menutup mulutnya.


"Kenapa kamu ketawa memang ada yang lucu, dan lagian kamu siapa ikutan aja nggak di Ajak ngomong".


"Iya iya maaf,, lanjutkan lagi mba". Gita pura pura meminum minuman berwarna oranye.


Gilang masih cuek bahkan menunjukkan wajah dinginnya, dan Jessy pun juga sama menunjukkan wajah judesnya.


"Eehh buseh bapak sama anak mukanya kenapa sama datarnya. Lagian ni cewek siapa ya, kenapa memanggil pak Gilang dengan panggilan Elang, ceritanya punya nama samaran nih Yee pak Gilang". Gita hanya berani ngomong dalam hati saja.


"Pah Jessy ingin pulang kita pulang yuk . Aku udah nggak nyaman." Celetuk Jessy sampai dapat tatapan tak suka dari Gadis itu.


"Loh ko pulang tanteh kan baru Dateng sayang. Elang kamu jangan pulang dulu ya kita ngobrol sebentar. Anak kamu biarkan sama gadis ini dulu."


Dan ucapan gadis itu benar benar membuat Gilang menatap tajam ke arah Laura.


" Dengar ya saya baru kenal kamu kemarin, dan hari ini kita bertemu lagi itu hanya kebetulan. Dan siapa kamu sampai mengatur saya untuk ngobrol sama kamu, dan meninggalkan anak saya dengan gadis ini. Bahkan gadis ini lebih sopan dari pada kamu, paham kamu." Dengan wajah marah Gilang mengeluarkan kata-kata tak suka nya terhadap gadis yang bernama Laura.

__ADS_1


Lalu Gilang menggendong Jessy dan menggandeng tangan Gita, untuk keluar dari tempat itu. Gilang terus menggenggam tangan Gita,dengan langkah yang cepat,Gita pun mengikuti langkahnya Gilang.


"Mas Gilang". Gilang pun menghentikan langkahnya, Gilang tersadar jika dia bersama Gita.


Lalu Gilang melihat tangannya menggenggam tangan Gita dengan erat. Lalu Gilang segera melepaskan tangannya dari tangan Gita." Maaf Git, kita balik ya sudah malam juga takut Jessy lelah, pasti kamu juga lelah Git." Gita pun mengangguk, namun Gilang melihat wajah Jessy yang cemberut.


Lalu Jessy di turunkan dari gendongan Gilang, saat Jessy ingin di gandeng oleh papahnya Jessy menolak. Jessy lebih memilih bergandengan dengan Gita, dan Gita merasa tak tega melihat wajah bos nya.


Mereka pun berjalan menuju parkiran dimana mobil Gilang terparkir. Jessy pun duduk di bangku belakang, dan Gita duduk di bangku depan bersama Gilang.


"Pah siapa tanteh itu?"


"Bukan siapa siapa sayang".


"Inget pah Jessy tidak suka dengan tanteh itu, Jessy lebih suka kalau papah sama ........ ?" Sengaja Jessy ngegantung ucapannya, tapi matanya melirik ke arah Gita.


Dan Gilang dapat melihat Jessy melirik Gita dari kaca mobilnya. Gilang hanya menggelengkan nya.


Gita yang merasa orang asing tidak mau ikut campur masalah ayah dan anak ini. Jadi Gita hanya diam saja mendengar perdebatan mereka.


"Tetap saja aku tidak suka pah titik."


"Iya Sayang". Setelah itu tidak ada pembicaraan dari mereka, hanya ada suara deru mesin mobil saja.


Karena Gilang melihat Gita sepertinya bosen akhirnya Gilang pun menyetel lagu . Jadi suasana sepi pun tertutup dengan sebuah lagu.


Tidak ada suara Jessy bicara, "Git, Jessy tidak ada suaranya tertidur ya?". Gita pun menoleh ke arah belakang benar saja Jessy tertidur dengan memeluk boneka nya.


"Iya mas, Jessy nya tidur tuh".


"Haah ..... Anak itu mungkin lelah karena bermain?"


"Iya mungkin, Jessy Dangan antusias sekali main nya tadi".


" Jessy memang seperti itu, kalau apa yang dia sukai dia selalu antusias." Gita hanya mengangguk mendengar cerita Gilang.


Kini mobil yang Gilang kendarai sudah masuk di perkampungan rumah Gita. Dan Gita baru mengingat kenapa Jessy slalu menolak stiap gadis yang akan di kenalkan olehnya untuk jadi mama sambung nya.

__ADS_1


" Ow iya mas boleh tanya,?"


"Tanya apa".


"Kenapa Jessy selalu menolak stiap ada gadis yang dekat sama mas Gilang." Mendengar pertanyaan Gita, Gilang pun mengerem mendadak." Kenapa mas ada masalah.?"


Gilang melihat Gita, lalu menggelengkan kepalanya. Lalu Gilang melihat kearah depan lalu melajukan mobilnya kembali.


"Entahlah saya juga tidak tau Git, nanti kamu juga akan tau sendiri kenapa?".


"Ko saya mas, memang nya kenapa si mas kalau boleh tau.?"


"Kan saya sudah bilang Anggita nanti kamu akan tau sendiri, kenapa Jessy seperti itu, dan siapa gadis yang di pilih Jessy itu. Saya tidak bisa cerita ke kamu, karena kalau saya ceritakan itu bisa membuat kepala saya sakit".


"Iya iya pak Gilang," Gita dapat tatapan membunuh dari Gilang." Heheheh iya maksudnya mas Gilang". Gita mencebik kan mulut nya kerena kesal.


Lalu tidak ada suara lagi yang keluar dari mulut Gita dan Gilang. Sampai mobil yang Gilang kendarai sampai dirumah Gita.


" Sudah sampai mas Gilang Terimakasih sudah nganterin saya sampai rumah".


"Iya sama-sama Git, trimakasih juga ya sudah mau menerima ajakan Jessy, buat nemenin dia."


Gita pun tersenyum." Iya mas, sama sama, saya juga senang bisa main sama Jessy. Kalau begitu saya turun ya pak, sekali lagi terimakasih." Gilang pun mengangguk, namu saat Gita ingin membuka pintu mobil, Gilang menarik tangannya." Ada apa ya mas?"


"Kalau di luar kerja saya ingin kamu memanggil saya dengan panggilan itu Git." Gita pun menatap wajah bos nya, ada keseriusan di ucapannya yang di ucapkan.


"Iya mas". Gilang pun tersenyum, lalu Gita pun keluar dari dalam mobil Gilang. Gilang pun langsung melaju kendaraan , setelah mobil sudah tak terlihat Gita pun masuk ke Dalam rumah.


Sedangkan Gilang yang berada di dalam mobil pun ia senyum senyum sendiri, mengingat kejadian nya bersama Gita tadi.


Setelah Sampai rumah, Gilang pun menggendong Jessy yang tertidur, lalu di bawa ke kamar tidurnya. Setalah itu Gilang kembali ke kamarnya, Gilang bersih bersih badannya setelah itu Gilang merebahkan badannya di kasur.


Gilang senyum senyum mengingat kejadian saat Gita terjatuh dengan ekspresi yang lucu.. Gilang pun akhir tertidur karena rasa ngantuk melanda dirinya.


Bersambung...


Hai hai hai,,, aku selalu ingetin jangan lupa like dan komentar nya ya. Agar author semangat untuk membuat cerita nya . Trimakasih 😄🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2