Cinta Anggita

Cinta Anggita
Mimpi burung merpati putih


__ADS_3

Gilang menyalakan lampu kamarnya, dan


Gilang mengusap wajahnya, lalu bersandar." Astaga kenapa aku memimpikan Gita, apa maksud dari mimpi ku ini. Mamah,adik untuk Jessy , apa artinya itu. Astaghfirullah.... Jam berapa ini". Gilang pun melihat jam yang berada di dindingnya." Masih jam tiga". Gilang pun meminum air yang berada di samping mejanya, lalu Gilang berjalan meninggalkan tempat tidurnya,dan masuk kedalam tandas.


Setelah dari tandasnya, Gilang mengganti baju nya dengan baju Koko, dan menggunakan sarung serta kopiah. Sajadah pun sudah terpasang di lantai, Gilang pun melakukan shalat sepertiga malam.


Gilang memang tak rajin dalam shalat Sepertiga malam, namun dia tidak pernah absen untuk shalat wajib nya.


Namun kala hati nya sedang gelisah ia akan melakukan sepertiga malam nya agar hati nya sedikit lega. Ya Gilang memang sedang merasakan hatinya yang gelisah, gundah,gulana.


Entahlah akhir akhir ini Gilang selalu gelisah. Bayangan Gita selalu hadir di mana mana, padahal dirinya sudah menghindar dari Gita. Tapi entah kenapa, semakin menjauh, bayang bayang Gita selalu hadir di mana mana.


Setelah Gilang melakukan shalat nya, Gilang pun tidak meninggalkan sajadahnya. Gilang pun mengaji dengan membaca Al Qur'an. Sambil menunggu adzan subuh berkumandang.


Gilang memang seorang pimpinan yang tegas, berwajah garang. Namun di balik itu semua Gilang orang yang shaleh,taat akan ibadahnya.


Setelah terdengar suara Adzan subuh dari toa masjid, Gilang pun langsung pergi menuju masjid untuk melakukan shalat subuh berjamaah.


Ya Gilang berjalan kaki untuk pergi menuju masjid di dekat rumahnya. Letak masjid yang berada di luar kompleks tempat tinggal rumah orang tua Gilang.


Ya Gilang lebih sering tinggal di rumah orang tuanya, daripada tinggal di rumahnya. Mungkin karena Gilang merasakan kesepian, dan supaya ada yang menemani Jessy.


Setelah melakukan shalat subuh, Gilang berjalan kaki bareng bersama bapak bapak warga di sekitar rumahnya. Katanya sih sekalian olah raga menghirup udara yang masih sejuk dan segar, karena masih belum banyak polusi kendaraan yang lewat dan kebetulan hari weekend. Mungkin banyak yang menghabiskan waktu pagi nya bersama keluarga.


Dan di saat berjalan bersama para Bapak bapak di dekat rumahnya. Salah satu bapak bapak bertanya ke Gilang.

__ADS_1


"Pak Gilang kapan nih mencari mamah baru untuk Jessy anaknya, memang tidak merasakan kesepian pak,tiap hari tidurnya sendirian aja". Kata bapak bapak yang memakai Koko warna hijau,yang bernama pak Jarwo. Dengan memulai bercanda.


Gilang hanya menanggapi dengan tersenyum.


"Iya pak Gilang, apa lagi Sekarang udah Musim hujan, memang pak Gilang tidak merasakan kedinginan kalau malam sendirian". Kata bapak bapak memakai baju biru, yang bernama pak Yusuf ikut menimpali.


"Iya loh pak Gilang, jangan sibuk kerjaan saja. Kebutuhan biologis bapak juga harus di perhatikan dong pak, jadi biar kerja nya makin jooossh.... Gitu loh pak Gilang". Kata bapak bapak bapak memakai baju Koko hitam, bernama di pak Udin, yang mencoba mengompori Gilang.


"Pak Gilang ini, hanya tersenyum dan tersenyum saja pak, kan si jaggur juga ingin punya sarang yang lain pak. Bukan ke sarang pak Gilang saja. Hahahaha...". Kata pak Jarwo kembali," lagian liat tuh pak Udin, beeeuuh.... Beliau itu kalau hujan, dia buru buru dah tuh cari istrinya buat minta di kekepin biar anget pak katanya. Biar makin ngembang itu buat adonannya". Semua pun terkekeh mendengar pak Jarwo bercanda.


"Bisa saja kamu Jarwo". Pak Udin pun menepuk pundak Jarwo. Dan semua kembali terkekeh.


Gilang hyang ikut terkekeh pun akhirnya menarik nafasnya,lalu membuangnya." Yah pak, siapa yang tidak ingin menikah kembali, saya juga ingin pak, ada yang mengurus saya dan anak saya, apalagi ada yang menemani saat saya tidur. Tapi saya tidak bisa egois,hanya memikirkan kebutuhan biologis saya saja. Saya juga harus memikirkan anak saya pula, kalau anaknya belum menemukan yang cocok saya bisa apa.?" Secara tidak langsung Gilang mengeluarkan keluh kesahnya selama ini.


" Lagian saya hanya tidak ingin saja, anak saya nantinya kurang kasih sayang. Kalau saya salah memilih istri dan ibu sambung untuk anak saya. Semoga Allah mengirimkan jodoh yang baik nantinya untuk saya dan anak saya". Kata Gilang yang di aamini oleh tiga bapak bapak itu.


"Aaah iya pak Gilang , kalau begitu kami Permisi ya. Assalamualaikum".


" Waalaikumsallam". Gilang pun masuk kedalam rumah nya.


Dilihat sang bunda dan bi Inah sedang berada di dapur, mereka sedang memasak.


"Assalamualaikum..." Salam Gilang.


" Waalaikumsallam.." jawab Bu Yuni, Gilang pun menghampiri dua orang tua yang sedang berada di dapur. Lalu mencium tangannya. Ya Gilang menganggap bi Inah itu sudah ibu seperti ibunya .karena sejak bi Inah dulu yang mengurus Gilang sejak kecil.. Jadi bi Inah sekarang dianggap seperti keluarga sendiri dengan keluarga Gilang.

__ADS_1


"Jessy belum bangun Bun?" Tanya Gilang yang hendak mengambil minum.


" Belum Lang,anak mu seperti nya masih tertidur. Tadi si Jessy terbangun mencari kamu. Karena kamu ke masjid ya sekalian dia ikut shalat subuh bareng bunda dan ayah mu". Jawab sang bunda yang sedang membuatkan sarapan untuk seluruh keluarga.


Gilang pun hanya mengangguk, dan melangkah untuk menaikkan anak tangga. Namun di hentikan oleh sang bunda. "Lang,Lang tunggu bunda ingin cerita ke kamu sebentar". Gilang pun mengurungkan niatnya untuk ke anak tangga.


Gilang pun duduk di kursi di ruang makan." Ada apa Bun?" Sambil meminum kopi buatan sang bunda. Ssruuuupppp...


Bu Yuni pun ikut duduk di samping Gilang." Lang kamu tau tidak, semalam bunda mimpi sesuatu?"


Gilang yang mendengar pertanyaan sang bunda pun menatap dengan tatapan aneh." Maksud bunda, memang mimpi apa si Bun seperti nya bunda itu benar-benar percaya sama bunga tidur".


Bu Yuni pun menatap sang anak dengan wajah kesal." Iiiiisshhh.... Kamu tuh, dengerin cerita bunda dulu apa si jadi anak".


Gilang pun menggelengkan kepalanya dan tersenyum, karena sikap sang bunda seperti anak kecil bagi Gilang." Ya sudah Gilang dengerin cerita bunda. Memang bunda mimpi apa sebenarnya semalam".


Bu Yuni nampak berpikir, setelah mengingatnya dengan antusias nya, Bu Yuni menceritakan mimpinya kepada Gilang." Lang semalam bunda mimpi kamu membawa burung merpati putih kerumah. Burung itu sangat cantik Lang, Jessy sangat bahagia sekali melihat kami membawa burung merpati putih itu Lang".


Gilang mendengar kan cerita sang bunda dengan wajah yang serius." Aku bawa burung merpati putih kesini". Gilang nampak berpikir.


"Iya Lang kamu bawa burung merpati, itu artinya bagus loh Lang. Memang gadis mana yang akan kamu bawa, dan di kenalkan dengan bunda". Gilang yang sedang menyeruput kopi pun tersedak, mendengar pertanyaan Bunda nya.


bersambung...


...Hai hai semua... Maaf ya aku hanya bisa update 2 bab saja. Inginnya sih update 3 atau 4 tapi di karena kan anak ku badan nya demam, jadi aku tidak fokus untuk membuat ceritanya. Dan untuk kalian semoga selalu sehat semuanya, jaga kesehatan kalian semua ya....

__ADS_1


...Dan jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya, tinggalkan like, komentar yang positif ya. Agar author bisa semangat untuk membuat alur ceritanya. kalau memang kalian berkenan boleh juga ko berikan hadiah,dan vote nya. 😄🙏 Trimakasih......


__ADS_2