Cinta Anggita

Cinta Anggita
Mengingat


__ADS_3

Ya Gilang mempunyai Sorang gadis kecil berusia lima tahun, gadis itu bernama Jessica.


Semenjak kematian almarhumah ibunya hanya Gilang lah Tempat berbagi cerita. Gilang yang cuek dingin jika diluar. Dia akan menjadi sosok ayah yang hangat jika sudah bersama si gadis kecil,lucu dan cantik.


Jessica sudah berada di kasur bersama sang ayah, kebiasaan Jessica saat tidur adalah bercerita hal apa saja kepada ayahnya


"Papah,besok kita jalan jalan yuk ,Jessy ingin sekali jalan jalan sama papa,papah libur kan besok sudah lama papah tidak ajak Jessy jalan jalan". Pinta Jessica


"Anak papah yang cantik ini mau minta jalan jalan ke mana si sayang Hem..." Kata Gilang.


"Kemana saja asal sama papah,mau ya pah kita jalan jalan". pinta Jessica ke sang papah.


"Ya sudah besok kita jalan jalan kemana..... Saja, asalkan tuan putri senang." Ucap Gilang dengan tersenyum ke sang anak.


Membuat sang anak bahagia .


"Benarkah pah besok papah ajak Jessy jalan jalan,papah tidak bohong kan ". Jessy pun kegirangan mendengar sang papah setuju untuk jalan jalan..


"Iya benar, sekarang putri cantik nya papah tidur,besok kita jalan jalan oke".kata Gilang yang di angguki oleh sang anak,sambil memeluk sang bidadari kecilnya.


Tak membutuhkan waktu lama sang putri pun sudah tertidur. Dan Gilang membalikkan badannya dan memandang atap rumah dan cahaya lampu.


Gilang mengingat kembali saat saat mendiang istrinya masih ada.


*****


Flashback on


Gilang menikah dengan gadis bernama Monica,gadis yang ia kenal gadis cantik dan sederhana. Monica gadis yang ia sukai dan tak pernah memandang harta. Itu yang membuat Gilang jatuh hati kepada gadis itu.

__ADS_1


Monica dia gadis sederhana yang hidup hanya sebatang kara. karena ke dua orang tua nya sudah lama tiada. Monica hanya mempunyai saudara sepupu itu pernah mengakui Monica itu saudara. Gilang pertama kali jatuh hati kepada Monica di perusahaan nya yang berada di Bandung. Monica adalah office girl di tempat Gilang


Memimpin perusahaan itu.


Dan Gilang menyukainya karena Monica itu pekerja keras, rajin dalam bekerja dan Juju. Itu lah yang membuat Gilang jatuh hati.


Dan mereka menjalin hubungan,


Apalagi ke dua orang tua Gilang setuju dengan hubungan mereka,Gilang dan Monica pun menikah


Mereka hidup bahagia apa lagi mereka dikarunia seorang putri kecil. Yang cantik lucu dan manis, hidup menjadi keluarga yang bahagia. Mereka tersenyum, tertawa sangat bahagia. Saat pertama kali di karuniai seorang putri kecil yang sangat lucu dan cantik .


Monica dan Gilang sangat bahagia saat menjaga sang buah hati saat masih kecil bersama sama. Gilang dapat melihat wajah kebahagiaan dari wajah sang istri yang sangat Gilang cintai.


Saat Gilang dan Monica sedang menemani putri tertidur.Tiba tiba sang istri mengajak bercerita.


"Kamu bicara apa si sayang kita rawat anak kita sama sama aku tak ingin dengan orang lain,hanya kamu yang ada di hatiku Monica." Gilang berucap dengan perasaan kesal, Gilang tak mau kalau ada yang bicara kematian seolah olah itu pertanda. Gilang sangat takut akan kehilangan seseorang.


"Kamu jangan marah dong sayang, itu kan hanya omong kosong saja mas. Kita tidak ada yang tau akan umur dan hidup kita nantinya sayang. Entah aku yang lebih dahulu pergi atau kamu sayang". Kata Monica yang membujuk Gilang sang suami.


"Tetap aku tak suka sama omongan kamu itu, ngelantur saja".kata Gilang yang terlihat marah.


"Iya iya aku minta maaf mas, jangan marah lagi ya".Monica membujuk Gilang agar tak marah dengan mencium bibir sang suami.


Gilang pun tersenyum kepada sang istri dan sudah tak marah lagi." Janji ya jangan bicara seperti itu lagi".dan di angguki oleh sang istri.


Beberapa bulan kemudian, disaat sang balita menginjak usia genap satu tahun. Gilang dan Monica ingin mencari hiburan Dengan mengajak sang buah hati ke taman. Karena melihat sang buah hati yang sudah berjalan selangkah demi selangkah, yang masih lucu lucu nya jika di ajak bermain.


Suatu ketika dia saat Monica ingin membeli minuman,sang bayi di titip oleh sang suami.

__ADS_1


"Mas aku titip Jessy dulu ya, aku ingin membeli minuman sebentar". Dengan memberikan Jessy ke sang suami.


"Di mana kamu beli minuman nya jauh nggak,sini kamu aja yang pegang Jessy biar aku yang beli". Pinta sang suami.


"Tidak mas aku saja cuma di situ dekat ko,nggak jauh. Kalau jauh tuh baru aku minta kamu yang beliin". Kata Monika sambil tersenyum ke arah Gilang.


"Sayangnya bunda, kamu sama papah dulu ya. Bunda mau pergi dulu sebentar, nanti bunda balik ya. Jangan nangis ya sayangnya bunda, papah jangan bikin Jessy nangis loh."Kata sang istri,yang hany membeli minuman saja pesannya begitu banyak ke sang anak,membuat Gilang pusing .


Monica berjalan membeli minuman,saat Monica selesai membeli minuman,dan saat Monica menyebrang jalan,ada mobil yang melaju sangat cepat


Tiba tiba saja terdengar suara ,aaaaaaaaa.......bbrruuuukkk....


Banyak orang yang berkumpul di jalan,Gilang yang menunggu monica balik membeli minuman tapi tak kunjung datang. Banyak orang orang yang berlari ke arah yang tempat banyak orang-orang yang sedang bergerombol.


Gilang merasa penasaran dan Gilang menghampiri tempat orang berkumpul. Lalu Gilang bertanya kepada salah satu orang di sana.


"Permisi mas... Ada apa ya ko ada ramai ramai ".tanya Gilang kepada seseorang.


"Ooh itu ada kecelakaan tabrak lari,yang nabrak sudah lari tak bertanggung jawab ."Jawab orang itu


Gilang yang mendengar ada sebuah kecelakaan,langsung menghampiri. Saat di lihat orang yang tertabrak alangkah kagetnya ternyata sang istri yang menjadi korban tersebut. Gilang tak percaya Gilang mendekati sang istri yang sudah penuh darah di sekujur tubuh nya. Dengan sang buah hati yang masih berada di gendongan nya,Gilang menangis tak percaya.


"Mooooniicaa.... Bangun jangan tinggalkan aku monic, sayang banguuunn...Jangan bercanda sayang". Gilang sambil menangis.


Monica pun di larikan ke rumah sakit XXX di kota Bandung. Keadaan Monica sangat lemah dan dalam keadaan koma.


Jessy di titipkan di rumah kerabatnya Gilang yang menyusul Gilang ke rumah sakit untuk menjemput Jessy . Karena tak mungkin jika Jessica tetap berada di rumah sakit terlalu lama,tidak baik untuk kesehatan Jessica.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2