
Gita pun mengangguk, lalu Gita membuka bungkusan kado nya. Dan saat di buka bungkus kado nya, terlihat kotak berwarna merah. Gita melihat ke arah Andi,dan Andi pun mengangguk. Lalu Gita membuka kotak berwarna merah itu, di sana ada sebuah kalung berliontin huruf G." Andi, ini serius buat aku". Kata Gita dengan mata mengembun.
Dan Andi pun mengangguk." Yaa itu untuk kamu, kamu suka nggak Git.?"
Gita pun mengangguk" Iya aku suka Ndi, trimakasih ya, ini cantik sekali". Kata Gita yang merasa terharu melihat pemberian Andi sebuah kalung yang cantik berliontin huruf G tersebut.
"Wah sweet banget loe mata kodok, pake kasih kalung segala. Ulang tahun gue juga mau doang Ndi elo kasih gitu. Hehehehe......" Kata Reni dengan cengengesan.
"Ya elo minta aja sama bang Lukman elo itu. Hahahaha.... Ini kan buat cewek gue yang teramat manis". Kata Andi yang meledek Reni dengan menunjukan lidah nya ke arah Reni.
Reni nampak kesal, dan Reni mencebir kan bibir bawahnya. Dengan Ngedumel pelan agar Gita dan Andi tidak kedengaran kalau dia sedang Ngedumel." Beeuuh gaya nya loh mata kodok, kalo bukan gue yang bantuin dia Ama Gita, mana bisa bucin Lo ma Gita, Dasar bucin..."
Gita dan Andi yang melihat bibir Reni seperti sedang berkomat Kamit, membuat mereka terkekeh." Ngambek ni Yeee.... Lagian mana pernah si ultah kalian gue lupain. Kalian kan spesial buat gue, gue akan beliin kado juga untuk lo. Tapi rahasia, kalo Gita pasti nya sepesial donk Ren." Kata Andi yang membujuk Reni yang sedang merajuk.
" Bener ya Lo mata kodok sama janji elo,jangan bohong." Kata Reni dengan tersenyum.
Andi merasa jengah dengan panggilan Reni untuk dirinya. Andi hanya memutar kedua bola matanya." Sekali lagi elo manggil gue dengan sebutan itu, gue batalin niat gue. Itu kan panggilan waktu SMP Ren, liat gue sekarang apa, udah keren gini juga".
Gita tersenyum melihat Andi dan Reni berdebat. "Udah udah kalian tuh temenan dari SMP masih aja berantem.
Andi pun tersenyum manis kearah Gita."Yank aku pakaikan ya kalung nya di leher kamu ,pasti cantik kamu pakai". Gita pun mengangguk,lalu Andi mengambil kalung itu, dan Gita berbalik badan membelakangi Andi. Lalu Andi memasang kan kalung itu di lehernya Gita.
Lalu Gita berbalik badan menghadap Reni dan Andi, dengan menyentuh kalung itu dan tersenyum ke arah Andi dan Reni.
" Bagaimana menurut kalian.?"
Reni tersenyum memberikan jawaban nya dengan jari jempolnya. Tanda bagus kalung yang Gita pakai.
__ADS_1
Sedangkan Andi sejak dari tadi, tersenyum melihat Gita." Cantik sayang sangat cantik kalung itu kamu pakai".
Kata Andi membuat Gita tersipu malu.
" Trimakasih sayang".
****
Sedangkan di suatu tempat, Ada seorang pria sedang duduk di kursi taman. Sedang memperhatikan putri nya yang sedang bermain di taman seorang diri. Pria itu melihat sang anak yang bermain seorang diri di sebuah ayunan, Tampak murung wajah gadis kecil itu.
Tiba tida ada seorang wanita yang berjalan mendekati dirinya, wanita itu menggunakan gaun berwarna putih, dengan rambut panjang di gerai. Dengan sedikit di jepit di bagian samping poni rambutnya.
Wanita dengan wajah yang cantik,serta bercahaya, memberikan senyuman manis kepada pria tersebut yang sedang duduk seorang diri. Dan wanita itu duduk di samping pria itu, dengan tersenyum,dan pria itupun membalas senyuman nya.
"Monica ini kamu kah?" Tanya sang pria.
"Bagaimana bisa Monic, kamu sangat cantik sayang. Aku sangat merindukanmu sayang, bagaimana ini bisa terjadi, kamu datang kesini."kata Gilang dengan menyentuh wajah sang istri,dengan wajah yang sangat merindukan wanita yang berada di sampingnya itu.
Sosok Monic itu menyentuh tangan Gilang yang sedang menyentuh pipinya. Dengan senyum dan belaian ke wajah Gilang membuat Gilang menangis karena rasa merindunya kepada sang istri.
"Aku sangat merindukanmu Monica, itu anak anak mu". Gilang menunjuk kearah Jessy yang sedang duduk di ayunan." Anak mu sangat membutuhkan kasih sayang dari kamu sayang. Kenapa kamu tega sama anak kita monic, kenapa.?" Kata Gilang dengan nada sedikit meninggi.
Tapi wanita itu hanya tersenyum dengan tatapan sendu, lalu wanita itu menggelengkan kepalanya." Aku inginnya seperti itu mas, tapi tidak bisa mas. Itu sekarang mejadi tugas kamu, seperti janji kita dulu mas. Salah satu dari kita pergi lebih dulu, dan ternyata aku yang pergi mas. Maka kamu yang akan Menjaga, menyayangi, dan mencari kebahagiaan itu untuk Jessy mas. Kelak itu akan menjadi kebahagiaan kamu dan Jessy mas. Aku sudah tidak bisa membahagiakan kalian mas, maaf kan aku mas".
"Kebahagiaan apa Monic yang kamu maksud, aku selalu memberikan kebahagiaan apapun kepada Jessy. Tapi yang dia inginkan kasih sayang seorang ibu, dan kamu, ibu dari Jessy sayang". Kata Gilang dengan nada yang lembut.
"Lihat mas di sana anak kita tertawa sangat ceria". Dengan menunjuk ke arah Jessy yang sedang main ayunan berdua dengan seorang gadis yang sangat Gilang kenal." Anak kita akan bisa bahagia tanpa adanya aku mas, dan kamu juga akan merasakan kebahagiaan dari mereka berdua mas. Carilah kebahagiaan kamu juga mas, aku yakin kamu akan mendapatkan kebahagiaan mu". Monica tersenyum serta mengusap lembut pipi Gilang, Gilang merasakan rindu dengan belaian tangan dari monica. " Kamu tidak perlu memikirkan aku mas, kamu dan Jessy cukup kirimkan doa untuk aku saja,itu sudah membuat aku Bahagia mas. Semoga kelak kita akan di pertemukan di surga mas. Sekarang kamu temui anak kita ya mas, aku tidak bisa terlalu lama di sini mas, jaga kesehatan kamu mas. Aku harus pergi ya titip Jessy ya ". Kata Monica yang melepaskan genggaman Gilang dan senyuman yang menghiasi bibirnya..
__ADS_1
Dan Monica pun berjalan meninggalkan Gilang yang sedang duduk di kursi seorang diri. Gilang terus memperhatikan Monica yang pergi meninggalkan dirinya.
Lalu tiba-tiba Jessy memanggil ayah nya. "Pah.... Papah sini". Jessy memanggil papahnya dari ayunan, Gilang melihat wajah bahagia dari Jessy yang di temani oleh seorang gadis yang sepertinya ia kenal.
Gilang pun menghampiri sang anak yang bermain ayunan dengan seorang gadis.
Dengan senyuman yang menghiasi bibirnya, Gilang pun membelai rambut Jessy."Pah trimakasih ya akhirnya aku mempunyai mamah dan akan mempunyai seorang adik, Jessy senang dan bahagia sekali pah". Kata Jessy dengan senyuman yang memancarkan kebahagiaan.
Gilang yang mendengar ucapan sang anak pun membelalakkan matanya, karena merasa terkejut dengan ucapannya Jessy." Mempunyai mama,dan akan mempunyai adik". Gilang nampak bingung dengan ucapan sang anak.
Gilang pun menoleh ke arah gadis yang berada di sampingnya, Gadis itu tersenyum kearahnya." Mas Gilang..." Panggil gadis itu dengan menyentuh tangan Gilang, dan menyentuh perutnya yang sedang membesar karena mengandung.
Gilang terkejut dan membelalakkan kedua matanya." Gita kamu ha.. Hamil".
"Iya mas ini anak kamu". Kata Gita dengan senyuman manisnya, serta menyandarkan kepalanya di dada Gilang.
Dan
Tiba tida
Gilang
Terbangun dari mimpinya.
Hosh... Hooosh... Hooossssh... Nafas Gilang memburu, beserta keringat yang sudah membasahi keningnya.
Gilang menyalakan lampu kamarnya, dan
__ADS_1
Gilang mengusap wajahnya, lalu bersandar." Astaga kenapa aku memimpikan Gita, apa maksud dari mimpi ku ini. Mamah,adik untuk Jessy , apa artinya itu. Astaghfirullah.... Jam berapa ini". Gilang pun melihat jam yang berada di dindingnya." Masih jam tiga". Gilang pun meminum air yang berada di samping mejanya, lalu Gilang berjalan meninggalkan tempat tidurnya,dan masuk kedalam tandas.