
Lalu Lukman pun bangun dan masuk ke dalam tandas untuk bersih bersih tubuhnya. Karena sudah tidak bisa tidur kembali akibat panggilan telpon itu.
Reni yang sebenarnya sudah terbangun sejak suaminya mengangkat panggilan telpon dari Gilang. Dan Reni hanya tersenyum mendengar suaminya ngedumel seorang diri.
Setelah selesai sarapan,Kini di ruang keluarga Gilang berpamitan kepada seluruh keluarganya.
"Ayah, ibu aku pamit ya. Ku usahakan urusan ku cepat selesai, agar besok sore aku sampai sini. Aku titip Gita dan Jessy."
"Iya Lang, kami tenang saja. Semoga urusan kamu di sana cepat selesai, dan kembali dengan selamat, tidak kurang satu apapun. Urusan anak dan istrimu, biar menjadi urusan kami." Kata pak Jaka Gilang pun mengangguk kan kepalanya.
Lalu Gilang mencium tangan mertuanya.
Lalu Gilang tersenyum ke arah Jessy.
"Nak, sekarang kamu sudah tidak kesepian. Dan sekarang kamu akan menjadi kakak, jagain mamah ya jangan buat mamah sedih loh, dan jangan nakal ya."
"Iya pah, aku gak akan nakal dan akan jagain mamah ko." Kata Jessy dengan senyuman menghiasi nya. Lalu Gilang menciumi wajah putri kecilnya itu, dan tersenyum.
"Tuh dengerin, Jessy akan temani kamu. Ingat ya jangan suka ikut loncatan, kalau Jessy sedang bermain loncatan. Diam diam Inget di perut kamu ada anak kita.?" Ucap Gilang, dan Gita pun mengangguk.
" Dan inget makan yang banyak ya, jangan sampai malas makan. Sekarang aku berangkat dulu ya, jangan cemberut dong senyum gitu. Kalau kamu begini aku gak tega Git.?" Pinta Gilang dan Gita pun tersenyum.
Gilang pun juga mencium kening Gita, lalu mencium perut istrinya." Anak papah yang pintar, jangan bikin mamah lelah yah. Jagain mamah selama papah tidak ada ya." Gilang mencium perut Gita yang masih belum terlihat.
Kenapa ucapan suami nya membuat Gita tidak senang, dan membuat jantung Gita berdebar. Namun Gita tidak mau berpikir macam-macam, Gita punmengantarkan suaminya sampai depan pintu.
Kini Gilang sudah menaiki mobilnya dan mengendarai meninggalkan kediamannya. Setelah mobilnya tak terlihat, barulah Gita masuk.
Selang dua jam, datanglah Reni dan Lukman. Dengan membawa buah di kantong plastik untuk rujukan ibu hamil.
"Assalamualaikum pak Rohmat, sehat pak.?"
" Sehat neng, nyari mba Gita ya. Lagi di dalam sama pak Jaka dan ibunya."
"Iya pak trimakasih saya masuk dulu ya." Reni pun masuk dengan membawa buah rujakan.
Lalu Lukman datang menghampiri pak Rohmat. "Pak Rohmat saya minta tolong, nanti kalau ada tukang cendol beras lewat sini suruh berhenti ya. Tadi saya sudah kasih tau alamat rumah ini, patokan nya ada musholah tanah kosong belok kiri, dan gak jauh dari mushollah. Di samping rumah nya ada lapangan bulu tangkis. Nanti pak Rohmat liat ya, saya haus banget mau masuk dulu sebentar." Sambil memegang tenggorokan nya.
"Iya mas Lukman, siap nanti saya panggil kalau ada tukang cendolnya."
__ADS_1
"Trimakasih ya pak". Sambil menepuk pundak pak Rohmat.
Lalu Lukman pun masuk kedalam rumah Gita. Di sana Gita dan Reni sedang menertawakan Lukman yang baru saja masuk.
"Sayang mana minum nya .?" Pinta Lukman ke Reni istrinya.
"Iya ini lagi di buatkan mas, sebentar ya". Jawab Reni yang sedang mengaduk segelas minuman berwarna oranye.
Sedangkan Lukman sedang bersandar di sofa.
Haa adem nya, ini belum puasa apa lagi bulan besok puasa ya ampun. Ubun ubun bisa lembek ini kelamaan kena matahari.' Lukman ngoceh sendiri.
Datanglah Reni dengan membawa minuman untuk suaminya.
"Trimakasih sayang". Lukman langsung segera meminumnya dengan cepat." Aaah.... Segar mantab sayang trimakasih ya". Reni pun mengangguk.
Reni sedang membantu Gita membersihkan buah buahan. Bu Siti sedang membuat bumbu rujaknya yang banyak.
Tidak lama terdengar suara Fitri datang bersama anak dan suaminya.
Gita yang mendengar suara nyaring dari Chika langsung tersenyum.
"Waalaikumsallam,, eehh anak cantik datang nih. Gita pun langsung menghampiri Chika yang di gendong oleh Mamah nya.
"Tanteh tanteh... Ending dong." Kata Chika yang minta di gendong oleh Gita.
"No no no .... Chika gak boleh minta gendong sama Tante ok. Di dalam perut tanteh ada dedenya, jadi Chika gak boleh minta gendong." Pesan Fitri ke anaknya.
"Dede, di peyut anteh ada Dede." Di angguki oleh Fitri dan Gita. Lalu Chika pun turun lalu dari gendongan. Lalu chika langsung mencium perut Gita." Hallo Dede ini kakak cica , aap ya aap( maaf ya maaf) " . Semua yang mendengar jadi tertawa lucu melihat chika bicara seperti itu.
Lalu datanglah pak Jaka, Jessy dan Jenni dari luar." Eeh cucu cantik kakek datang, kakek kangen sama Chika. Sini sayang." Chika pun berlari ke arah pak Jaka, lalu di gendong oleh pak Jaka.
Dimas dan Fitri datang menghampiri untuk mencium tangan pak Jaka.
" Ayah dari mana.?" Tanya Dimas.
"Dari ajak main Jessy, kalian sudah lama datang nya..?"
"Baru yah, main di mana yah, ko Jessy senang Banget.
__ADS_1
"Itu di samping, ada lapangan bulu tangkis. Ajak Jessy dan Jenni main bulu tangkis aja." Cerita pak Jaka." Ow iya Man, sampai lupa kasih tau. Di depan tukang cendolnya sudah datang, kamu pesan cendol ya.?
"Itu pak, anak bapak yang pesan. Saya hanya di suruh sama menantu bapak itu, kata nya Gita ingin makan cendol beras." Adu Lukman, membuat pak Jaka terkekeh.
Gita dan Reni pun keluar untuk melihat cendol nya. Benar saja Gita sudah meminta di buatkan cendol nya.
"Pak cendol beras kan pak .? Buatkan saya ya pak, dan sekalian siapa yang mau nanti buatkan saja. Saya beli semua dagangan bapak, soalnya saya pengen banget makan cendol ini."
Wajah bapak penjual cendol beras itu langsung menunjukkan wajah sembarangan.
" Trimakasih ya neng, Trimakasih banget ya". Kata bapak penjual cendol tersebut, dan di angguki oleh Gita.
Lalu bapak penjual cendol nya pun langsung Membuat kan cendolnya, untuk Gita. Lalu yang lainnya pun juga memesan termasuk pak Rohmat dan Bu Ida.
Lalu pak Hendra, bunda, dan mamah Henny pun juga ikut datang. Karena tadi Lukman bilang ingin rujakan di rumah Gita, sekalian nemenin Gita . Karena Gilang sedang keluar kota, dan sekalian ingin ikut rujakan. Mangkanya Lukman sengaja membeli buahnya yang banyak karena keluarganya akan datang.
Kini di rumah Gita bukan hanya ada pak Jaka dan Bu Siti saja. Tapi seluruh keluarga besar pun kumpul di sana. Gita jadi tidak merasa kesepian.
Kini mereka setelah menikmati es cendol,ada yang menikmati rujakan.
Mereka semua berbaur untuk menikmati makan rujak nya. Pak Hendra yang tidak memakan rujak dan hanya melihatnya saja, juga ikut senang. Melihat keakraban seluruh keluarga nya. Tidak ada yang memandang status,atau kedudukan. Pak Jaka ikut menemani besannya tersebut. Bu Siti , mamah Henny dan bunda semua pun berkumpul. Reni, Gita Fitri Lukman dan Dimas mereka sedang menikmati makan rujak nya. Sedangkan para anak kecil, sedang menikmati cendolnya.
Kini Gita merasa tidak kesepian lagi, namun saat datang nya malam. Gita merasa ada yang kurang, Gita hanya berguling guling ke kiri dan ke kanan.
Nada panggilan telpon masuk, dan Gita melihat mama suaminya yang menelpon.
"Hallo assalamualaikum mas. Mas dari mana aja, Ko baru hubungi aku si. Mang gak kangen sama aku.?" Tanya beruntun dari Gita.
Sedangkan di sana hanya tersenyum mendengarnya.
" Iya maaf tadi handphone nya mati, mas lupa cas Sayang. Tentu aku kangen benget sama kamu. Sekarang kamu lagi apa, bagaimana acara rujakan nya seru gak.?"
"Seru mas, ayah bunda dan mamah Henny juga datang. Dan aku ajak Fitri dan keluarga nya juga. Rame mas aku terhibur."
" Senang aku dengar nya, jadi kamu tidak galau lagi.?"
"Galau mas, kaya begini nih aku sendirian. Mas vc an dong, aku gak bisa tidur nih". Pinta Gita dengan suara manjanya.
Sedangkan Gilang di sebrang sana hanya tersenyum setiap kali mendengar kata-kata manjanya Gita. Lalu panggilan pun beralih menjadi video call.
__ADS_1