Cinta Anggita

Cinta Anggita
Marah nya Gilang.


__ADS_3

"Waalaikumsallam, Gita, Reni. Ada apa nih, yuk masuk kebetulan banget ada Arya dan Andi lagi main kesini. Kita udah seperti reunian ya." Ajak Aldo menyuruh masuk Gita dan Reni mereka.


Sedangkan empat orang itu saling diam, tak ada yang saling menjawab.


Sedangkan Andi hanya menatap Gita dalam dalam, dan juga Arya yang menatap mantan pacarnya yang sudah lama tidak pernah bertemu.


"Sorry Do, gue dan Gita gak bisa lama. Gue cuma ingin kasih ini buat elo, dan kebetulan ada kalian, jadi gue kasih langsung aja di sini ya.?" Reni memberikan tiga undangan ke Aldo. Sedangkan Arya memandang Reni tanpa berkedip.


Begitu pun Andi yang menatap Gita yang kini ada di hadapannya itu. Gita hanya bisa menunduk tak berani menatap Andi yang kini sedang memperhatikan dirinya.


"Ow jadi sekarang elo nyusul Gita nikah. Iya ya ya... Insyaallah gue usahakan datang Reni." Gita dan Reni pun tersenyum." Berarti tinggal gue dan Arya Ding nih yang belum married, ya kan bro". Aldo merangkul pundak Arya.


Dan Arya hanya tersenyum tipis dengan mata nya yang menatap Reni.


"Jadi kamu mau nikah Ren?" Sontak pertanyaan Arya membuat Reni gugup menjawabnya.


" Ii iya kamu datang ya Arya, undangan nya sama Aldo ya. " Namun Aldi enggan menjawab ucapan Reni.


Karena Aldo tau hubungan antara Reni dan Arya pernah mempunyai hubungan. Aldo tak mau ikut campur, pasti ada yang ingin arya ucapkan ke Reni. Akhirnya Aldo pun meninggalkan 4 orang temannya semasa sekolah dulu.


"Kalau begitu gue tinggal dulu ya.?" Arya pun mengangguk.


" Reni aku ingin bicara sama kamu boleh minta waktunya sebentar saja.?" Tanya Arya membuat Gita dan Reni saling menatap, dan bingung ingin menjawab.


Namun Reni belum menjawab ucapan Arya, tapi Arya sudah memegang tangan Reni dan membawa pergi Reni.


Sontak Reni pun kaget, dan Gita pun menyusul Reni.


" Arya kamu mau bawa kemana Reni.?" Gita menarik tangan Reni, hingga Arya berhenti.


" Gita, aku ingin bicara sebentar sama Reni. Aku mohon ya Git, please..?"

__ADS_1


"Tapi kan Reni..." Belum selesai Gita bicara Reni memberi kode ke Gita. Dan Gita pun paham, namun Gita takut terjadi sesuatu sama Reni nantinya.


Dan kebetulan rumah Aldo itu bersebelahan dengan taman untuk anak anak bermain. Dan Reni pun di bawa sama Arya ke sebuah taman yang gelap,dan sepi pengunjung nya.


Dan Gita pun ingin nyamperin Reni, namun saat ingin jalan Andi memegang tangan Gita. Gita pun berusaha menolak saat tangannya di pegang oleh Andi.


" Git, kamu mau kemana.?"


" Aku mau nyamperin Reni,agar nggak terjadi sesuatu sama mereka."


" Gita biarkan dia bicara, selesai kan masalah mereka. Aku ingin bicara masalah kita Git". Gita yang mendengar Andi bicara seperti itu, langsung menatap wajah marah ke Andi.


"Masalah kita, memang kita masih ada hubungan Ndi.?" Gita menggelengkan kepalanya." Gak ada hubungan di antara kita lagi,saat kamu mengatakan kamu sudah menikah. Dan sekarang aku lebih peduli dengan Reni, karena dia akan mempunyai hubungan yang serius dengan Lukman. Aku gak mau karena Arya pernikahan yang Reni impikan kandas, seperti apa yang aku ingin kan dulu."


Andi pun menunduk dengan rasa bersalahnya, karena memang rencana Andi akan menikahi Gita. Dan akan mempunyai keluarga yang bahagia, seperti apa yang di inginkan Gita dan Andi dulu.


"Kenapa kamu diam Ndi, memang itu kan kamu hanya bisa diam. Di saat aku mengharapkan kamu,kamu sudah mengucapkan janji suci kamu dengan gadis itu. Sedangkan aku apa, menunggu kamu yang sudah milik orang lain Ndi. Aku sakit, kamu ga datang dan gak ada kabar. Sekali nya datang membawa kabar kalau kamu sudah menikah." Gita sudah tidak bisa membendung air matanya yang ia tahan." Kamu pikir mudah Ndi, mengubah perasaan dari persahabatan jadi cinta. Setelah benar benar cinta kamu hancurkan Ndi, dengan kamu mengucapkan kamu sudah menikah. Dan sekarang di saat aku sudah menemukan kebahagiaan ku, kamu selalu datang, seolah-olah menghantui aku. Kamu egois Ndi, kamu jahat Ndi."


Andi pun dengan nekat memeluk Gita, Gita berusaha menolak. Namun tenaga Andi cukup kuat.


"Lepasin Ndi, ini salah Ndi. Kamu sudah menikah sekarang, aku pun sama. Jadi aku mohon lepasin aku." Gita berontak sekuat tenaga.


"Aku mohon biarkan seperti ini, aku merindukan kamu Git".


Tanpa mereka sadar ada seorang pria yang sudah sangat marah melihat Andi yang memeluk Gita.


"Sayangnya yang kamu rindukan itu istri saya." Gita terkejut kalau suaminya kini melihat Andi yang memeluk Gita.


Saat Andi melepaskan pelukannya dan membalikkan badannya, Andi sudah dapat Bogeman dari Gilang,Tepat di wajah Andi. Andi pun tersungkur karena Andi belum siap saat Gilang memberikan Bogeman tepat di wajah Andi. Dan tepat di bibir Andi , mengeluarkan darah segarnya.


Andi pun tak terima, Andi pun membalas menghajar Gilang. Hingga tepat Andi menghajar di wajah Gilang. Gita pun berteriak.

__ADS_1


" Maaaas...." Namun saat Gita ingin menghampiri Lukman memegangi tangan Gita.


" Biarin Git, biar Andi kapok, gak sembarangan memeluk kamu."


"Tapi mas, itu kasian mas Gilang."


Kini Andi sudah tumbang dan tersungkur di tanah, dengan banyak luka lebam di wajahnya. Terkena hantaman dari Gilang, dan Gita pun menangis melihat dua pria di hadapannya berkelahi.


"Saya ingatkan kamu, Gita itu sekarang sudah menjadi istri saya. Dan saya tidak mau, kalau milik saya di sentuh oleh orang lain, apa lagi sampai mem*luk istrinya saya. Kalau kamu seperti ini lagi, saya janji akan saya pat*h kan tangan kamu ini, paham kamu. Dan sekarang pergi, kamu urus rumah tangga kamu dan istri kamu, jangan usik hubungan Gita dia sekarang sudah istri saya". Andi pun mengangguk dengan wajah yang sudah memar.


"Bagus anak pintar". kata Gilang Dengan senyuman menyeringai.


Lalu Gilang pun berdiri menghampiri Gita, lalu menarik Gita untuk masuk kedalam mobilnya.


" Tunggu mas, aku ingin bicara sama Gita.?" Gilang pun mengangguk." Git, kamu tadi sama Reni kan, Reni di mana kenapa hanya kamu aja. Dan itu motor nya Reni kan di mana dia.?"


" Reni di ajak ke sana sama Arya." Gita menunjuk ke arah taman yang sepi." Tadi aku mau susul Reni, namun Andi menarik aku." Lukman sudah mengepalkan tangannya, karena Lukman tau kalau Arya itu mantan Reni.


Lukman pun berjalan untuk menyusul Reni, Gita oun memanggil Lukman.


" Mas aku mohon jangan marah sama Reni, dia gak salah mas." Lukman hanya melihat Gita tanpa menjawab. Lukman oun langsung masuk ke dalam taman mencari Reni.


Gita pun justru merasa sedih dan khawatir dengan temannya itu. Gita hanya memikirkan Reni, tidak memikirkan nasibnya yang kini ada di dekat suaminya yang sedang marah.


Gita masuk di dalam mobil,dan Gilang pun mengendarai mobil dengan sangat kencang. Membuat Gita takut melihat Gilang yang mengendarai mobil dalam ke adaan kesal.


" Mas, pelan pelan aku takut". Namun Gilang hanya diam, tak menjawab ucapan Gita.


Di lain tempat, Reni sedang berdebat dengan Arya.


Bersambung...

__ADS_1


... **Assalamualaikum.... Hai hai semua, bagaimana nih kabar kalian semuanya.?"...


...Author gak pernah bosen untuk ingetin, jangan lupa tinggalkan jejaknya 👍 dong, agar author semang buat cerita nya. Dan jangan lupa komentar nya yang positif ya, biar author ga galau, dan buat cerita nya semangat... Kalau begitu author ucapkan banyak terima kasih yang sudah membaca cerita ku yang receh ini. Sehat sehat ya kalian semuanya 🤗**...


__ADS_2