Cinta Anggita

Cinta Anggita
Kembali kerumah


__ADS_3

"Uuussstt.... Sudah jangan sedih lagi. Yang terpenting sekarang mereka sudah melihat kamu tersenyum seperti ini, sudah membuat mereka bahagia. Coba kemarin, jangan kan kamu tersenyum, yang ada kamu hanya tertidur setiap kali mereka lihat. Jangan kan mereka aku pun rasanya sakit ngeliat kamu terbaring lemah dengan selang yang terpasang di tangan dan hidung kamu."


Mendengar itu Gita semakin menempelkan wajahnya di dada suaminya." Trimakasih mas, kamu selalu ada di samping ku saat aku sakit.?"


"Sama sama sayang, aku tidak ingin kamu pergi dari aku Gita". Gilang pun mengecup kening Gita.


Dan sejak Gita tersadar, tiga hari kemudian. Gita di perbolehkan untuk pulang.


Bu Siti, ayah Jaka, Gilang dan Lukman pun menjemput Gita untuk pulang. Sedangkan bunda Yuni, mamah Henny, pak Hendra, om Ridwan, dan yang lainnya sedangkan menyiapkan kejutan untuk datang nya Gita kembali kerumah.


Kini mobil yang menjemput Gita sudah sampai di depan kediaman pak Hendra.


Lukman mengeluarkan kursi roda dari bagasi mobil. Gilang menggendong Gita , dan membantu Gita duduk di kursi roda. Ya Gita mengalami keretakan pada tulang kakinya. Dan harus di bantu dengan kursi roda. Karena bekas jahitan Sesar nya belum kering jadi tidak di perbolehkan untuk menahan terlalu berat dan lama.


Pak Jaka dan Bu Siti berada di sisi kanan dan kiri Gita. Dan saat sampai di depan pintu, Lukman membantu membuka pintu. Dan Gilang pun mendorong kursi roda nya, lalu tiba tiba.


Daaaar....Daaaarr... Daaaarr....


"Selamat datang kembali mamah Gita".


Ternyata sudah banyak orang yang menyambut untuk memberikan kejutan untuk Gita. Gita menangis terharu melihat seluruh keluarganya menyambut kedatangan nya.


Bunda Yuni menghampiri Gita dan memberikan buket Bunga ke Gita. Lalu mencium kening menantu nya itu.


" Selamat datang ya sayang,semoga cepat sehat. Selamat juga sekarang untuk kelahiran nya, bunda makin sayang sama kamu nak ".


"Trimakasih Bunda."


"Selamat ya sahabat dan saudara ku. Ini untuk kamu, senang bisa lihat kamu kembali. Ini hadiah untuk sahabat the best Reni".


"Trimakasih Reni". Gita sudah tidak kuat menahan air matanya. Akhirnya Gita pun menangis'.


Pak Hendra pun tak mau kalah, pak Hendra memberikan hadiah untuk Gita.


"Cepat sehat ya anak ayah, ini ada hadiah untuk kamu dan bayi kamu." Lalu pak Hendra mencium kening Gita, yang sudah di anggap seperti anaknya sendiri.

__ADS_1


"Trimakasih ayah".


Lalu mamah Henny pun tak mau kalah, mamah Henny Juga memberikan hadiah untuk Gita.


"Selamat ya sayang, tanteh Sabang kamu sehat kembali. Kamu ibu yang kuat, untuk anak anak kamu. "


"Gita gak akan sekuat ini, jika tidak ada kalian semua. Gita beruntung menjadi bagian keluarga ini, trimakasih". Kata Gita sambil terharu.


Pak Jaka dan Bu Siti terharu melihat anaknya itu banyak yang sayang.


"Yasudah jangan sedih sedih terus, sekarang kita masuk." Kata Gilang dan di angguki oleh semua nya.


Lalu Gilang membawa istrinya masuk ,dengan hadiahnya di bantu pegang oleh Bu Siti dan pak Jaka.


"Maaf semuanya, aku harus membawa Gita ke dalam kamar untuk istirahat. Gita butuh banyak istirahat untuk pemulihan nya."


"Iya Lang, kamu bawa lah istri kamu istirahat.?" Suruh pak Hendra dan Gilang pun mengangguk.


Akhirnya Gilang pun membawa Gita ke kamarnya. Kamar mereka pun kini sudah pindah kamar lantai bawah, yang biasa untuk tamu. Hanya untuk sementara, jika kondisi Gita sudah sehat baru mereka pindah ke kamar asli mereka.


"Iya sayang, tidak apa-apa kan. Memang tidak sebesar kamar kita, tapi ini untuk sementara aja sampai kaki kamu pulih..?"


Gita tersenyum." Tidak apa-apa mas, ini masih cukup luas ko, sama kamar kamu di atas."


"Kamar kita sayang, bukan cuma kamar aku loh".


Lalu Gilang mengangkat tubuh Gita ala bridal style, menuju tempat tidurnya. Di letakan secara perlahan agar istrinya tidak merasakan sakit.


Tapi nyatanya Gita meringis, dan itu membuat Gilang melihatnya tak tega.


"Kenapa sayang sakit ya.? Apa aku menyenggol luka kamu itu.?" Ada rasa kasihan yang Gilang rasakan saat melihat istrinya.


"Kamu tidak menyenggol sayang. Hanya saja agak sedikit nyeri yang aku rasakan, bekas luka operasi nya".


"Yasudah habis ini minum obatnya ya, aku ambilkan makanan dulu. Agar kamu bisa minum obatnya.?" Gita pun mengangguk. Lalu Gilang mengecup kening Gita, dan Gilang pun keluar untuk mengambil makanan untuk Gita.

__ADS_1


Lalu Bu Siti dan pak Jaka pun datang dengan membawa hadiah nya yang di berikan oleh keluarganya. Hadiah hadiahnya di letakan di atas sofa.


"Bu, anak ku sedang tidur ya.?"


"Iya nak, tuh di tempat tidurnya. Anak kamu ganteng kaya papahnya, senyum nya manis seperti kamu nak".


"Ow ya Bu, aku mau gendong boleh.?" Bu Siti pun mengangguk.


Lalu Bu mengambil Gandi dari tempat tidurnya lalu di berikan ke Gita.


Kini Gandi sudah berada dalam gendongan Gita. Gita melihat putranya sangat tampan dan lucu.


"Anak Gita tampan ya Bu." Gita pun mencium bayi nya dengan rasa haru nya.


"Maafkan Gita ya Bu, kalau selama Gita menjadi anak ibu, Gita suka membuat obat sedih dan marah. Sekarang Gita baru merasakan perjuangan untuk seorang ibu seperti apa. Mempertaruhkan nyawa, dan menahan sakit." Dengan tangan sebelah nya menyentuh tangan Bu Siti lalu di cium nya tangan ibu yang pernah membesarkan dirinya.


"Kamu bicara apa si nak, melahirkan dan membesarkan anak itu sudah kodratnya sebagai seorang ibu. Wajar kalau ibu pernah sedih dan marah, itu manusiawi nak. Mungkin ibu sedang lelah, tapi bukan berarti ibu membenci kamu sebagai anak. Kamu itu anak baik, penurut. Dan sekarang ibu dan ayah di tunjukkan dengan sikap sayangnya keluarga Gilang ke kamu. Semua keluarga nya peduli sama kamu nak, ibu bersyukur, anak ibu banyak yang sayang."


"Iya nak, selama kami di sini keluarga Gilang baik juga sama ayah dan ibu. Doa kami sebagai orang tua, semoga keluarga kamu selalu di berikan kebahagiaan. Dan semoga kamu menjadi istri dan ibu yang penyayang dan sabar. Dan kamu di berikan kesembuhan, agar kamu bisa kembali beraktivitas." Timpal pak Jaka


"Amiin...." jawab bu Siti dan Gita. Dan mereka pun semuanya tertawa melihat bayinya Gita mengulet.


Dan sebenarnya sejak tadi Gilang berada di luar kamar, mendengar apa yang mertua dan istrinya bicarakan. Ada senyuman di bibirnya Gilang.


Tok tok tok.... Gilang mengetuk pintu kamar. "Sayang nih makanan kamu, makan dulu yuk. Eeh anak papah sudah bangun .?" Saat melihat Gita menggendong Gandi." Makan dulu yuk sayang, biar Gandi di gendong ayah dan ibu. Bu titip gandi dulu ya Bu, Gita ingin minum obat dulu. Tadi katanya Gita merasakan nyeri di bekas operasi nya."


Bu Siti pun mengangguk." Sini nak, ibu gendong Gandi nya.?"


"Maaf ya bu."


"Gak apa-apa Lang. Yasudah Gita kamu makan dulu ya,dan minum obat. Biar Gandi ibu bawa keluar". Gilang pun mengangguk.


Bu Siti pun mengambil Gandi dari tangan Gita." Cucu nenek yang ganteng, sama nenek dulu ya. Mamah kamu lagi sakit, kita main dulu yukk...." Bu Siti Sambil menimang nimang Gandi. Gita dan Gilang tersenyum melihatnya.


Pak Jak terus memperhatikan Gita, pak Jaka merasa tak tega melihat putri nya itu. Untung saja putri nya mempunyai suami yang begitu perhatian dan sayang sama Gita. Pak Jaka bersyukur mempunyai menantu yang peduli dengan anaknya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2