Cinta Anggita

Cinta Anggita
Rambut dan leher bisa copot


__ADS_3

Dan jadilah hukuman malam yang membuat keduanya menguras energi, dan menguras keringat mereka di malam itu.


Dalam hati Gilang, baby Gandi sangat pintar. Jika malam ini papahnya akan mengabsen dan untuk mengumpulkan bibit bibit ungulnya ..


Kini dua bulan kemudian. Di mana di rumah mamah Henny, Reni di buat pusing dengan kelakuan suaminya itu. Bagaimana tidak di saat malam hari, Lukman sibuk dengan urusan masker wajah nya.


Lukman merengek agar di pakai kan masker wajah pada Reni istrinya. Tentunya Reni sangat kesal, baginya dia saja sebagai seorang wanita tidak mementingkan wajahnya. Karena sejak belum menikah Reni tipikal cewek yang tomboi dengan penampilan. Semenjak menikah saja Reni memikirkan penampilan. Namun sikap suaminya melebihi dirinya, yang tiap harinya sibuk akan skin care.


"Yank, pakai kan masker aku ya.!"


"Besok aja apa mas, aku lagi gak mood banget mas." Rengek Reni yang masih tidur membelakangi suaminya.


"Yank, aku kan ingin tetap ganteng. Biar aku tidak minder saat anak ku lahir."


Reni akhirnya mengubah posisinya menjadi duduk.


"Mas, kamu itu masih tetap tampan dan ganteng ko. Walaupun anak kamu lahir, tidak akan mengurangi kadar ketampanan kamu mas". Sedangkan Lukman hanya tersenyum.


"Yasudah aku pakai sendiri saja masker nya, kalau kamu tidak mau memakai kan ini". Kata Lukman dengan wajah memelas.


"Sini sini aku pakai kan, kamu sudah seperti anak gadis aja pakai masker wajah segala. Aku aja dulu mana pernah pakai seperti ini, tapi kamu mau sama aku bucin malah." Lukman mendengar dumelan dari Reni justru jadi terkekeh.


"Serius nih kamu mau pakai kan aku masker ini. Yasudah sebentar ya sayang." Lukman berjalan ke meja rias. Lalu membuka laci di mana terdapat bando milik Reni, Lukman ambil bando itu dari lacinya. Lalu Lukman memakai bando warna biru, dan terdapat Doraemon kecil di bagian tengahnya.


Lukman mendekat ke arah istrinya, di kecup nya kening Reni. Lalu Lukman merebahkan tubuhnya di dekat Reni. Dengan senyum nya mengarah ke arah istrinya itu.


Dengan perlahan Reni mengoleskan masker putih aroma bengkoang, ke seluruh wajah Lukman. Reni tertawa sendiri dengan kelakuan suaminya itu. Setelah wajah Lukman sudah dipakai kan masker nya, lalu Reni memasang kan dua timun di wajah Lukman.


Lukman sendiri juga bingung, akhir akhir ini sering banget ngerawat wajah. Padahal Dulu Lukman biasa saja, paling Lukman hanya menggunakan sabun wajah dan parfum. Tapi ini segala serum wajah, masker wajah ya macam macam skin care wajah lah.


Setelah memanjakan Lukman dengan memakaikannya masker wajah dan mentimun di matanya. Reni pun turun dari tempat tidurnya, hendak ke kamar mandi untuk buang air kecil.


"Maaaaassss......." Teriak Reni


Saat itu juga Lukman mendengar teriakannya Reni dari dalam kamar mandi. Reflek Lukman langsung loncat dan membuka timun yang menutupi matanya. Dan melihat seisi kamar nya tidak ada Reni.


" Sayang kamu di mana.?" Teriak Lukman .


Ceklak .... Suara pintu kamar mandi terbuka. Reni keluar dengan memegang perutnya. Lukman berlari menghampiri istrinya yang meringis kesakitan.

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa.? Perut kamu sakit.?" Reni mengangguk sambil meringis kesakitan.


"Sakit perut aku mas". Lukman langsung mengangkat tubuh Reni ke tempat tidur.


"Kamu jatuh gak sayang.?" Reni menggelengkan kepalanya." Celana kamu basah sayang.? Sebentar ya aku ke kamar mamah, panggil mamah dulu.?" Reni mengangguk, sambil meringis.


Lukman berlari menuju kamar mamah Henny, dengan wajah masih berwarna putih menggunakan masker wajah.


Tok tok tok.... Lukman mengetuk pintu kamar Mamahnya.


Ceklak suara pintu terbuka, dan alangkah terkejutnya mamah Henny melihat seseorang di depan kamar nya dengan wajah putih.


"Aaaaaaa...... Teriak mamah Henny. Lukman pun ikut berteriak karena Mamahnya berteriak.


Mamah Henny menutup pintu kamar nya kembali. Papah Ridwan menghampiri mamah Henny." Ada apa sayang.?"


"Ada hantu mas, di depan kamar kita". Mamah Henny memegang dadanya karena sangat kaget.


"Hantu". Mamah Henny mengangguk kan kepalanya." Coba sini mas liat.?"


"Mah ini aku". Teriak Lukman dari luar kamar.


Lalu papah Ridwan membuka pintu kamarnya, dan benar saja papah Ridwan melihat wajah Lukman dengan warna putih.


"Lukman. Kenapa wajah kamu ...?" Tanya papah Ridwan, dengan heran.


"Kamu apa apaan si Man gak lucu ngagetin mamah, mau ya mamah pingsan karena di kagetin kamu.?" Kata mamah Henny dengan kesalnya.


"Maaf mah, Aku gak niat ngagetin mamah. Itu Reni... Reni". Sambil menujuk arah kamarnya.


"Kenapa Reni ngomong yang benar Man.!" Mamah Henny rasa geregetan dengan anak semata wayangnya itu.


" Reni, katanya perutnya sakit. Dan itu celana nya juga basah, sepertinya ketuban nya mah.?"


"Kenapa kamu gak ngomong si Man, kamu benar benar." Mamah Henny berjalan meninggalkan Lukman dan menghampiri Reni.


"Gimana mau ngomong, baru ngomong aja di omelin.". Gerutu Lukman, lalu berjalan menyusul mamah nya


Di dalam kamar, Reni sedang meringis kesakitan.

__ADS_1


"Maaaa...." Hiks... Hiks... Sakit perut aku..."


" Reni sayang, ya ampun kenapa nak. Perut kamu sakit nak.?" Reni mengangguk. " Lukmaaaann..... "


"Iya mah aku di sini".


"Ayo bawa istri kamu ke mobil, kita kerumah sakit. Mamah bawa perlengkapan bayi dan Reni. Mas kamu bantu Lukman, kamu bawa mobil ya.?"


"Iya sayang. Ayo Man bawa istri kamu ke mobil, biar papah yang bawa mobilnya. Sayang ayo cepat.!" Kata papah Ridwan.


Mamah Henny yang habis mengambil perlengkapan di tas, dengan di bantu papah Ridwan, Segera menuju mobilnya.


Kim Reni dan Ridwan berada di kursi belakang dengan di temani mamah Henny. Sedangkan papah Ridwan yang mengendarai mobilnya menuju rumah sakit.


"Dengarkan mamah ya nak, tarik nafas, buang. " Reni mengikuti arahan mamah Henny. "Pintar, ayo ulangi lagi ya sayang. Tarik nafas, lalu buang..." Bukan hanya Reni yang mengikuti arahan mamah Henny, Lukman pun juga mengikuti arahan mamah Henny.


Tiba tiba Reni menjambak rambut Lukman.


"Aaaaaaa.... Sakiit..." Begitu teriakan dari Reni dan Lukman.


Reni ke Tahuan karena baby sedang berontak. Nah kalau Lukman dia kenapa berteriak ya.?


"Aaaaaa......" Teriak Reni yang menarik rambut Lukman.


"Aaaaa.... Aduh sayang sakit, jangan di Jambak dong rambut mas. Bisa botak urusannya kepala ku. Kamu pegang tangan ku atau baju saja ya sayang.?"


"Aaaaaa.....huuuf hhuuuffhh huuuffhh...."Reni justru menarik rambut dan baju di bagian leher Lukman.


" Kkkeeeeekk... Aaaaaawwww.... " Teriak Lukman lagi saat Reni menarik baju Lukman bagian lehernya.


Mamah Henny khawatir dengan keadaan Reni, serta menahan tawanya. Melihat Lukman yang jadi korban kesakitan nya Reni.


Begitu pun papah Ridwan, bibirnya berkedut. Ingin sekali dia tertawa melihat Lukman di perlakukan seperti itu oleh Reni...


"Pah cepetan pah, ini urusannya Reni yang Lahiran. Rambut dan leherku bisa copot urusan nya." Dumel Lukman.


Plaaak... Kepala Lukman di pukul Reni. "Memang kamu pikir aku ingin seperti ini. Kamu rasakan saja sendiri sakit nya seperti apa." Kata Reni dengan kesalnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2