Cinta Anggita

Cinta Anggita
Gita vs Bella


__ADS_3

" Maaf mba seperti nya elo salah orang dah. Kata mas Gilang dia belum punya pacar, memang mba yakin di akuin sama mas Gilang kalau elo ini pacar dan calon istri nya." Gita pun membalas perkataan Bella yang menurutnya gadis gila.


"Berani Lo ya sama gue". Ucap Bella tak terima.


Dengan senyum meledek, Gita pun bertanya?" Memangnya mba ini siapa, anak presiden, atau anak konglomerat. Sampai saya harus takut. Lagian mba nya salah orang deh. " Gita pun menggeleng kan kepalanya."Cewek gila". Ucap Gita lalu meninggalkan Bella.


Bella masih bisa mendengar ucapannya Gita, Bella tak terima lalu rambut Gita di tarik dari belakang oleh temannya bella. Dan itu membuat Gita berteriak." Aaaaaaa..... Sakit apaan si kalian itu. Sebenarnya kalian itu siapa si? Gue nggak kenal kalian." Dan itu membuat pengunjung cafe jadi rame karena Gita ,Bella dan kawan kawan nya.


Lalu Bella mengambil kopi milik Gita dan Gilang yang masih Sedikit panas. Lalu di siram ke wajah Gita, dan Gita pun berteriak." Aaaaaaaahh.... Panas tau. Dasar ya kalian itu cewek gila." Sedangkan Bella dan kawan kawan nya hanya tertawa melihat Gita yang kepanasan.karena wajahnya di siram kopi yang masih sedikit panas.


Gilang yang selesai dari toilet pun mendengar suara keramaian dan keributan. Dan Gilang pun berjalan menuju tempatnya. Namun Gilang sangat terkejut jika Gita sedang di pegang oleh dua orang gadis. Gilang pun berjalan menghampiri Gita.


Saat gadis itu tertawa Gita pun menginjak kaki gadis yang memegang tangan Gita. karena mereka kesakitan Gita mendorong dua gadis itu. Dan Gita mengambil air di gelas yang berada di sampingnya.Lalu Gita menarik tangan Bella, Bella pun menunjukkan wajah ngeledek nya. Lalu Gita menyiram air tersebut ke wajah Bella. Dan Bella pun berteriak." Aaaaaaaa...." Lalu Gita mendorong Bella hingga terjatuh di lantai.


Gita pun mendekat kearah Bella yang berada di lantai." Bagaimana rasanya mba enak tidak, di siram air, sama orang yang tidak di kenal.?" Gita menunjukkan senyum menyeringai.


Lalu tiba-tiba Gilang datang menghampiri Gita.


" Git ada apa ini?" Saat Gita ingin menjawab, Bella sudah mendahului bicara.

__ADS_1


"Sayang lihat gadis itu seperti preman, aku di serang, aku disiram dan di dorong hingga terjatuh." Gilang mendengarkan Bella bicara,namun matanya masih melihat ke arah Gita, yang nampak kesal. Dan Gilang juga melihat wajah dan baju Gita kotor seperti terkena kopi.


"Kamu di serang Gita memang nya kenapa Bella? Memang Gita mengenal kamu, sampai kamu di serang. Jangan kamu pikir aku tidak tau, aku melihat teman kamu itu pegangin tangan Gita. Wajar Gita membela dirinya." Ucap Gilang yang membela Gita.


"Gilang kamu ko seperti ini si. Jelas jelas cewek gila ini yang mulai. Dia merebut kamu dari aku. Wajar dong aku marah sama dia?" Gilang yang mendengar Bella bicara, merasa terkejut, dan membelalakkan matanya.


Gita yang tak mau nambah malu lagi. Gita pun ingin pergi. " Maaf pak, saya pulang duluan permisi". Gita pun berjalan meninggalkan Gilang dan Bella.


Gilang pun langsung mengejar Gita, sebelumnya Gilang meletakkan uang untuk membayar pesanan nya di atas meja." Git, saya minta maaf, atas kejadian ini."


"Pak Gilang tidak salah pak, lebih baik pak Gilang selesai kan masalah Kalian. Saya permisi pak". Ucap Gita lalu berbalik arah.


Namun lagi-lagi Bella mengejar Gilang." Sayang biarkan dia pergi. Kamu anterin aku ya". Gilang hanya diam saja." Gilaaaang.... Kamu jahat banget si sama aku". Bella pun akhirnya berteriak.


"Cukup Bella, kamu bikin malu tau nggak. Saya dan kamu tidak punya hubungan apa-apa. Jadi untuk apa kamu menyerang Gita. Gita hanya karyawan saya, dan kamu menyerang dia dan bikin malu dia di depan umum seperti itu. Dan satu lagi, kamu kesini dengan teman-teman kamu itu kan.kamu pulang lah dengan mereka itu." Gilang pun meninggalkan Bella, dan berbalik arah melihat Gita sudah tidak ada di tempatnya.


Dan Gilang melihat Gita sedang berlari, meninggalkan dirinya. Dan memang jarak dari cafe ke luar jalan agak sedikit jauh karena cafe tersebut mempunyai lahan parkir sendiri.


Gilang masuk ke dalam mobilnya, lalu menyalakan mesin mobilnya. Dan melajukan mobilnya meninggal kan cafe tersebut. Lalu mobil Gilang menghalangi jalan Gita, dan Gilang pun turun dari mobilnya.

__ADS_1


Gilang menghampiri Gita yang mencoba menghindar dari Gilang. Gita berjalan dengan cepat namun masih bisa Gilang pegang tangan Gita." Mau kemana kamu Git, ayo saya antar kamu.


"Tidak perlu pak, biarkan saya pulang sendiri pak." Kata Gita yang menolak ajakan bos nya. Namu tak mau melihat wajah Gilang sedikit pun.


"Nggak Git saya nggak akan biarin kamu pulang sendiri. Ayo saya antar kamu." Lalu Gilang menarik lengan Gita.


Dan Gita pun meringis kesakitan." Aaaww... Sakit". Dan reflek Gilang langsung melepaskan tangannya dari lengan Gita.


"Kenapa Git, sakit, mana yang sakit. Coba saya lihat," Gilang melihat lengannya Gita terdapat bekas luka, seperti cakaran kuku." Astaga, ayo Git, masuk ke dalam mobil , saya obati lukanya dulu. Ayo Git," Gilang melihat Gita yang tak melihat wajah nya sama sekali.


Akhirnya Gilang pun menggandeng tangan Gita dan menyuruh Gita masuk kedalam mobilnya. Lalu Gilang pun berjalan menuju pintu mobilnya dan membuka pintu belakang, Gilang mencari kotak obat, yang biasa tersedia di dalam mobilnya. Lalu Gilang masuk kedalam mobil. Lalu Gilang melihat kearah Gita, melihat pundaknya Gita bergerak. Dengan wajah Gita yang hanya menunduk.


"Git, Gita lihat ke saya." Gita hanya diam tanpa melihat wajah bos nya." Anggita, saya bilang lihat ke arah saya." Gita hanya menggelengkan kepalanya. Gilang pun membuang nafasnya " Huuuufffhh... Maaf Git, kalau saya sedikit memaksa kamu." Akhirnya Gilang meletakkan kedua tangannya ke wajah Gita. Dan menyentuh wajah Gita lalu mengarahkan ke arah Gilang.


Gilang melihat wajah Gita sudah berubah menjadi warna coklat. Akibat siraman kopi yang di lakukan Bella. Dan Gilang juga melihat jika Gita menangis, terlihat jelas di wajah Gita. Lalu Gilang mengambil tisu basah yang berada di dalam laci dashboard mobil nya. Lalu Gilang mengambil selembar tissue basah untuk membersihkan wajah Gita dari warna kopi tersebut. Gita hanya diam memperhatikan bos nya yang sedang membersihkan wajahnya. Gilang terus membersihkan sampai wajah Gita benar benar bersih." Sudah bersih wajah kamu Git, sekarang tangan kamu ya Git." Gita hanya mengangguk. Dan Gilang pun hanya tersenyum melihat reaksi Gita seperti itu.


Gilang mengoleskan salep pada luka cakaran di lengan Gita, dan Gita pun sedikit meringis saat lukanya di berikan salep berwarna putih bening tersebut." Sakit ya Git?" Tanya Gita dan lagi lagi Gita hanya mengangguk." Tidak apa-apa sakit nya hanya sebentar ko. Nanti juga hilang kamu tahan saja ya." Dan lagi lagi Gita hanya mengangguk. Entah lah mungkin Gita sudah lelah, atau memang malas bicara , hanya Gita saja yang tahu.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2