
"Mau mah. Jawab antusias Jessy dan Abi." Serius pah kita jalan jalan.?" Dan di angguki kepalanya oleh papahnya.
"Yeee... Kita jalan jalan, Yee jalan jalan". Teriak Jessy dengan loncat loncatan.
Gilang Gita dan Abi pun tersenyum melihat tingkah Jessy, yang merasa senang.
Gilang kini menempati janjinya untuk mengajak keluarganya jalan jalan. Tak lupa Gilang juga mengajak mertua nya serta saudara nya Gita yaitu Fitri.
Gilang juga mengajak kedua orang tuanya, dan adiknya. Bukan hanya itu Gilang juga mengajak keluarga Lukman.
Gilang mengajak ke suatu wisata alam di Jawa barat. Wisata alam yang tak juga menyediakan pemandangan tapi juga wahana permainan.
Gilang sebenarnya sudah lama punya niat seperti ini. Namun kendalanya hanya di waktu yang harus Gilang atur.
Kini Abi dan Jessy sedang menikmati permainan flying fox, sendal bakiak dan Trampoline. Dan di saat itu juga Gita dan Reni juga ingin menikmati permainan tersebut.
Sedangkan Lukman, Gilang dan Tyo mereka bermain Arung jeram. Bukan hanya mereka saja, pak Jaka, papah Ridwan dan Dimas pun juga ingin ikut bermain permainan arung jeram.
Setelah puas menikmati permainan, kini mereka pun menikmati makan siang. Karena seharian capek bermain, dan cacing di perut Mereka pun sudah berdemo.
Setelah menikmati makanan, mereka pun kembali ke penginapan. Di mana mereka menginap di rumah papah Ridwan tinggali, saat sebelum menikah dengan mamah Henny.
Rumah yang cukup besar, dengan pemandangan yang asri nan hijau. Dengan kolam renang di belakang, serta ada pula kolam ikan mas yang menghiasi pemandangan.
"Bagus nih rumah kamu Ridwan. Widih ikan nya gede gede, udah berapa lama nih melihara nya.?" Tanya pak Jaka, yang memperhatikan ikan ikan berenang di kolam.
"Berapa lama ya, lumayan lama sih saya melihara nya. Kalau pak Jaka mau, nanti saat mau balik ke Jakarta kita ambil buat di bawa pulang".
"Wah jadi enak kita ini, beruntung nya. Hihihi... Jangan lah nanti ikan nya habis kalau di bawa pulang".
"Gak apa-apa pak Jaka, lagian ikan nya bukan hanya di kolam ini saja. Setiap rumah makan saya pun tersedia kolam ikan di belakangnya. Jadi kami memasaknya dengan keadaan fresh, bukan ikan yang di simpan di dalam freezer ".
"Wah keren kamu Ridwan, boleh lah nanti kita bawa saja ikan nya. Ya pak Jaka.?" Kata pak Hendra, dan di angguki oleh pak Jaka.
"Memang saya sudah niat, kalau kalian main. Saya ingin memberikan ikan untuk kalian semuanya, karena kalian main Yasudah pas banget jadinya." Kata Ridwan dengan terkekeh, pak Hendra dan pak Jaka ikut tertawa.
__ADS_1
Karena sudah malam seluruh keluarga pun sudah tertidur. Hanya papah Ridwan saja yang belum tertidur. Papah Ridwan masih fokus menatap ikan ikan nya yang Berada di dalam akuarium, berada di dalam kamarnya.
Mama Henny yang sedang tidur, merambah ke samping nya tidak ada suami nya. Mama Henny membuka matanya, melihat kalau suaminya sedang di depan akuarium yang cukup besar.
"Mas..." Panggil mamah Henny, Ridwan pun menoleh ke arah mamah Henny.
" Ko kamu bangun sih.?"
Mamah Henny mengubah posisinya menjadi duduk." Iya aku liat kamu tidak di samping aku, mangkanya aku terbangun."
Ridwan tersenyum mendengar nya.
" Sekarang kamu tidak biasa ya, jika tidur tidak ada mas di samping kamu.?" Menggoda mamah Henny.
Mamah Henny hanya tersenyum mendengar suaminya menggoda nya.
"Kenapa mas, ada yang kamu pikirkan memangnya.?" Ridwan menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada sayang, kamu tau aku hanya berpikir. Ternyata aku kesini lagi, dengan istri dan keluarga baru ku. Kamu tau selama aku di sini aku hanya merasa kesepian, dan kehampaan. Tapi sekarang aku bahagia, aku membawa istri, anak, cucu dan keluarga besar kita." Mamah Henny memperhatikan wajah suaminya yang memandang akuarium didepan mereka." Kamu tau ikan ikan itulah yang menjadi saksi rasa kesepian ku ini selama bertahun-tahun. Dan kini mereka melihat aku di kamar ini, dan ada kamu juga yang menemani aku di sini. Pasti ikan itu Bahagia ya, melihat majikannya sudah tidak kesepian Lagi.?" Ridwan terkekeh, mamah Henny pun ikut terkekeh.
"Trimakasih untuk apa sih mas.?"
"Trimakasih karena kamu sudah menerima ku untuk menjadi pasangan kamu".
"Justru aku yang harusnya berterima kasih, karena kamu masih mau bersama ku. Karena sudah sudah berapa kali kamu aku tolak. Hihihi..." Mamah Henny tertawa kecil.
Papah Lukman tersenyum karena melihat senyuman manis dari istrinya.
****
Dua bulan sudah berlalu, sejak jalan jalan itu. Kini keluarga Wijaya di sibukkan dengan Hilda dan Tyo.
Ya semenjak jalan jalan itu, dua Minggu kemudian keluarga Tyo berkunjung berumah keluarga Wijaya. Keluarga Tyo datang dengan niat baik nya ingin mempersunting Hilda sebagai istri untuk Tyo. Dan akan dilakukan sebulan kemudian.
Dan kini adalah hari hari yang di nantikan oleh Tyo dan Hilda. Kini Gilang berserta anak istrinya sudah siap dengan seragamnya, berwarna abu-abu. Begitu dengan keluarga pak Hendra dan papah Ridwan mereka menggunakan batik hitam, berpadu warna abu-abu.
__ADS_1
Keluarga pak Jaka dan Bu Siti pun juga menggunakan warna senada. Begitupun dengan orang tua Reni mereka pun juga sama.
Gilang nampak gagah menggunakan batik, Gita pun nampak cantik dan anggun.
Kini sang pengantin sudah duduk di atas pelaminan dengan senyuman yang merekah menghiasi bibir mereka.
Bram Sahabat Tyo Lukman dan Gilang pun datang dengan istrinya.
Dari jauh Bram sudah memberikan senyuman untuk sahabat nya itu.
" Selamat buat kalian berdua, semoga kalian selalu bahagia. Dan cepat di berikan momongan." Kata Bram yang bersalaman dengan Hilda.
" Aamiiinnn....Trimakasih mas Bram". Jawab Hilda dan di angguki oleh Bram.
Lalu berganti bram bersalaman dengan sahabatnya itu.
"Selamat bro, akhirnya sold out juga persahabatan kita yang jomblo. Hihihi... Dan elo yang terakhir laku nya". Menggoda Tyo.
"Brengs...ek lo. Tapi trimakasih ya elo dah sempetin datang. Gue dengar kemarin elo di Jogja, gue pikir elo gak datang. Trimakasih ya bro". Mereka saling berpe...lukan.
"Pasti lah gue datang, buat orang nyebelin kaya elo. Eeh foto dulu yuk.. ternyata pertemanan kita laris manis..." Kata bram dengan tertawa, dan Tyo memberikan pukulan yang tak sakit.
Lalu mereka pun berfoto berempat, tak lupa yang ke duanya mereka berfoto dengan pasangan mereka masing-masing.
Tak lupa Gilang juga berfoto dengan mengajak anak istri. Dan seluruh keluarga pun juga mengabadikan momen kebahagiaan itu.
Pak Hendra kini duduk di kursi menatap senyuman bahagia di bibir putri nya.
Pak Hendra turut tersenyum menyaksikan anak dan menantunya semuanya bahagia.
"Trimakasih tuhan, kau memberikan ku kehidupan untuk menyaksikan putri ku menikah. AKu melihat wajah Bahagia di wajah istri, anak, menantu dan cucu ku. Momen seperti inilah yang ingin ku lihat senyuman di bibir mereka semuanya. Semoga mereka di berikan kebahagiaan selalu. Lindungi lah keluarga mereka dari kejahatan apapun". Gumam pak Hendra dalam hati, terharu melihat istri anak dan menantunya bahagia.
Dan kini keluarga besar pak Hendra hidup bahagia.
Begitu pun juga pak Jaka yang melihat putri semata wayangnya, hidup bahagia mempunyai menantu yang begitu menyayangi putri nya. Dan pak Jaka juga bahagia putri nya di kelilingi dengan orang orang yang menyayangi putri nya. Apalagi pak Jaka sudah memiliki tiga cucu. Walaupun cucu kandung nya hanya satu, tapi kasih sayang pak Jaka tidak membedakan Cucu yang lainnya..
__ADS_1